My Korean Husband

My Korean Husband
Kekerasan!



Di rumah sakit,


Pagi itu Hyung Shik datang dari Amerika khusus untuk menjenguk Boo Rua yang sedang di rawat di rumah sakit. Langkahnya terburu-buru, karena ingin segera mengetahui keadaan Boo Rua. Rasa khawatir terlihat jelas dari raut wajah gantengnya.


Setelah keluar dari bandara, lalu Hyung Shik menyewa taksi untuk mengantarkannya ke rumah sakit di mana Boo Rua di rawat. Dengan perasaannya yang campur aduk, ia menyuruh supir taksi untuk menambah kecepatan.


Setelah ia sampai depan rumah sakit, ia segera mendatangi bagian informasi. Dia menyebut nama Kim Boo Rua dan seorang penjaga pun memberitahu tempat Boo Rua di rawat.


Dengan rasa yang penuh kekhawatiran, Hyung Shik lalu memencet tombol lift dan ia naik ke lantai 9. Dengan segera ia membuka pintu ruangan nomer 05 tanpa mengetuk.


Di lihatnya Boo Rua yang sedang tertidur dengan selang infus di tangannya. Matanya berkaca-kaca, karena melihat orang yang ia cintai sedang sakit tak berdaya di ranjang rumah sakit. Tangannya meraih tangan Boo Rua dan di kecup dengan lembut. Aktivitasnya pun membangunkan Boo Rua dari tidurnya.


"Oppa!"


"Boo Rua, bagaimana kamu bisa seperti ini?" Tanya Hyung Shik dengan sedih.


Boo Rua tanpa basa-basi langsung menceritakan dengan apa yang terjadi padanya. Dia menceritakan, kalau Boo Young hampir saja membunuhnya. Bahkan Boo Rua menceritakan sedetail-detailnya tentang apa yang telah Boo Young lakukan padanya.


Tentu saja Hyung Shik langsung di bakar api amarah setelah Boo Rua menceritakan tentang kesadisan Boo Young. Dengan amarahnya, Hyung Shik kemudian berpamitan kepada Boo Rua untuk memberi pelajaran kepada Boo Young.


Dengan senyum penuh kemenangan, Boo Rua memeluk tubuh Hyung Shik. Boo Rua memanfaatkan atas rasa suka Hyung Shik kepadanya. Agar Hyung Shik membalas dendamnya kepada Boo Young.


"Boo Rua, kamu tunggu di sini. Aku akan kasih pelajaran buat Boo Young!" Pamit Hyung Shik kepada Boo Rua.


"Oppa, aku baik-baik saja! Jangan terbawa emosi." Kata Boo Rua berpura-pura.


Dengan emosinya yang tak bisa ia kendalikan, Hyung Shik kemudian keluar dari ruangan dan berjalan dengan cepet menuju ke apartemen Boo Young menggunakan jaksa taksi. Dan Boo Rua tersenyum puas telah membuat persahabatan dua laki-laki akan segera hancur.


...****************...


Pagi-pagi sekali Boo Young mengantar Calvin ke sekolah, karena ada beberapa hal yang harus Calvin pelajari sebelum mengikuti ujian tahap ke-3 di universitas of Korea.


Setelah mengantar Calvin, Boo Young pergi ke market untuk membeli bunga mawar merah untuk Avril. Bunga sebagai tanda cinta untuk sang istri yang sangat ia sayangi. Boo Young sendiri merasa heran dengan dirinya sendiri, sebelumnya ia bukanlah pria romantis tapi demi Avril, ia rela melakukan apa saja yang di sukai Avril.


Dengan bunga mewah di tangannya, Boo Young keluar dari mobilnya. Ia langsung naik ke atas dan memencet kode pintunya. Di lihatnya Avril yang sedang menyiapkan makanan di meja makan. Senyumnya mengembang di saat melihat Avril berjalan menghampirinya.


Ketika Boo Young hendak memberi bunga mawar itu kepada Avril, tiba-tiba bel pintu berbunyi. Boo Young kemudian melihat melalui CCTV. Karena yang datang Hyung Shik, Boo Young pun tersenyum dan membukakan pintu untuknya. Sedangkan Avril memegang bunga mawar itu sambil mencium bau wangi pada bunga mawar tersebut.


Boo Young yang sudah memencet tombol unlock pada CCTV itu pun pintu langsung terbuka. Di lihatnya Hyung Shik yang terlihat emosi datang menghampirinya dan menghantamkan pukulan keras di wajah Boo Young hingga berdarah.


Avril yang melihat Hyung Shik memukuli Boo Young, ia segera berlari dan memukulkan bunga mawar pemberian dari sang suami kepada Hyung Shik. Karena Hyung Shik tak berhenti memukuli Boo Young, akhirnya dia mengeluarkan jurus the power of Indonesian.


"Stop! pukulan itu sudah lebih dari cukup! Sebaiknya jangan kau kotori tangan mu dengan hal negatif!" Kata Avril dengan menghela nafas panjangnya.


Boo Young pun mendengarkan kata-kata Avril dan kemudian menolong Hyung Shik untuk duduk di sofa. Dengan masih merasakan sakit yang luar biasa, Hyung Shik meringis kesakitan.


"Sebenarnya apa maksudmu datang kesini dan membuat masalah?" Tanya Boo Young dengan kesal.


"Kenapa kamu menyiksa Boo Rua demi wanita murahan seperti Avril!" Kata Hyung Shik dengan nada menekan.


Mendengar Avril di anggap sebagai wanita murahan, tangan Boo Young pun segera mengepal dan siap untuk memukul mulut kotor sahabatnya itu. Lagi-lagi Avril menghentikan niat Boo Young dan menenangkannya.


"Kamu jangan mendengar kata-kata dari pihak Boo Rua saja! Kamu juga harus tahu apa yang sebenarnya terjadi, sampai Boo Young tega membuat Boo Rua masuk ke rumah sakit!" Kata Avril dengan Tegas.


Sebenarnya Avril menyalahkan sikap Boo Young yang termasuk kriminal, padahal semua masalah terjadi itu karena Boo Young. Karena dia tidak mendengarkan penjelasan dari Avril sejak awal dan hingga terjadinya kesalahpahaman. Tentu saja Avril membela Boo Young, biar bagaimanapun ia ayah dari anaknya dan orang yang ia cintai saat ini.


Hyung Shik kemudian menceritakan apa yang di katakan oleh Boo Rua dan begitupun dengan Boo Young, dia bercerita atas apa yang di lakukan Boo Rua. Sehingga ia tega membuat Boo Rua di rawat di rumah sakit.


"Tapi setidaknya kamu tidak perlu melakukan hal kasar terhadap perempuan!" Kata Hyung Shik menyalahkan Boo Young.


"Apa kamu menyukai Boo Rua, hingga kamu jauh-jauh datang dari Amerika hanya untuk melihat keadaan Boo Rua?" Tanya Boo Young curiga.


Karena Hyung Shik yang mengetahui kalau Boo Young sudah tidak ada perasaan dengan Boo Rua, Hyung Shik pun menceritakan tentang perasaannya kepada Boo Young, bahwa dirinya sudah menyukai Boo Rua sejak dulu.


Boo Young dan Hyung Shik pun saling meminta maaf atas apa yang terjadi beberapa menit yang lalu. Sementara mereka berdua serius mengobrol, sedangkan Avril sibuk mengambil bunga-bungaan yang berserakan di lantai.


"Apakah kamu sangat menyukai sekali bunga mawar, hingga kamu membersihkan dengan memunguti satu per satu. Aku akan membelikan mu lebih banyak lagi dari pada ini." Kata Boo Young sambil membantu Avril memunguti bunga-bunga itu.


Avril yang sedang sebal pun kemudian berdiri dan membuang kembali bunga yang sudah di punguti di tangannya.


"Aku tidak tahu dengan apa yang ada di pikiran para laki-laki! bertidak sesuka hati tanpa memikirkan dua kali dan berakhir dalam penyesalan!" Kata Avril sambil menendangi bunga yang ada di lantai.


Avril kemudian berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke kantor. Tetapi sebelum ia masuk kamar, dia menyempatkan untuk mengomel.


"Kalian berdua bersihkan lantai itu sampai benar-benar bersih!" Kata Avril dengan nada jengkel.


Boo Young hanya tersenyum melihat Avril marah, karena Avril terlihat imut ketika sedang marah. Sedangkan Hyung Shik yang sedang berdiri pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena merasa bersalah.


Bersambung....