
Laki-laki yang datang dengan Boo Rua adalah sahabat Boo Young sewaktu masih duduk di bangku perkuliahan. Karena dia menetap di Texas Amerika serikat, jadi mereka jarang bertemu. Sahabat yang bernama Park Hyung Shik dan memiliki wajah yang tak kalah ganteng dengan Boo Young.
Dia datang ke Korea hanya untuk mengobati rasa kangennya pada makanan asli Korea, tapi itu hanya alasan saja. Selain itu, Hyung Shik sengaja untuk menemui sahabatnya yang sudah 1 tahun tidak bertemu.
"Awalnya aku mau kasih surprise tapi malah gagal, kamu tidak ada di kantor. Ngomong-ngomong, siapa wanita di belakang mu itu?" tanya Hyung Shik penasaran.
"Nanti saja aku ceritakan, kamu kok bisa sama Boo Rua?" kata Boo Young.
"Tadi aku menemuinya dan ingin membuat surprise untuk mu.
Karena memang Hyung Shik cukup dekat dengan Boo Rua. Karena setiap ada masalah, Boo Rua selalu menelpon Hyung Shik untuk mencurahkan isi hatinya.
Hyung Shik pun melihat lekat pada Avril yang baru saja selesai mandi. Rambut basahnya masih meneteskan air, hingga membuat sebagian kaosnya basah. Sedangkan Boo Rua hanya memandang sinis ke arah Avril.
"Kalian basah-basah begini pasti hmmm......" Hyung Shik tidak meneruskan ucapannya.
Karena setahu Hyung Shik pacar Boo Young adalah Boo Rua. Boo Rua pun tidak pernah cerita tentang Avril.
Mereka bertiga duduk di sofa ruang tamu, tetapi tidak dengan Avril. Ia pergi ke dapur dan mengambilkan minuman hangat untuk mereka.
"Silahkan di minum, mumpung masih hangat." kata Avril sambil menaruh minuman itu.
Karena rambutnya Avril yang masih Basah, ia pun segera berpamitan untuk masuk kamar mengeringkan rambutnya. Beruntung, hairdryer yang di banting Boo Young masih bisa di gunakan.
Tak lama kemudian Boo Rua berpamitan untuk pergi, karena ada pemotretan untuk iklan kosmetik kecantikan.
"Sayang, aku pergi dulu ya!" pamit Boo Rua sambil melayangkan kecupan manis di pipi Boo Young.
Setelah kepergian Boo Rua, akhirnya ada kesempatan bagi Boo Young untuk menceritakan siapa Avril. Kemudian Boo Young menceritakan awal-awal ia bertemu dengan Avril.
Hyung Shik pun terkejut setelah mendengar cerita Boo Young tentang apa yang dia alami 7 tahun yang lalu hingga ia sudah memiliki anak yang bernama Calvin.
"Sekarang di mana anak mu? aku jadi penasaran, secerdas apa dia." kata Hyung Shik yang tidak yakin akan cerita Boo Young.
"Calvin masih sekolah, karena dia sedang les ilmu Fisika, jadi agak malam dia pulangnya." kata Boo Young.
Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan oleh Hyung Shik. Dari hubungan dengan Boo Rua hingga status pernikahannya dengan Avril.
Pertanyaan itupun Boo Young jawab sesuai dengan kenyataan. Bahkan tentang perasaannya terhadap Avril.
"Sejujurnya aku sudah tidak mencintai Boo Rua, aku tahu dia hanya menginginkan harta ku." kata Boo Young sambil meminum minuman yang di buat oleh Avril.
"Lalu, bagaimana dengan perasaan mu terhadap Avril?" tanya Hyung Shik.
Belum sempat Boo Young menjawab pertanyaan itu, Avril sudah keluar dari kamar. Sehingga Boo Young tidak jadi menjawabnya. Mata Hyung Shik pun tak berkedip memperhatikan langkah Avril.
Bibirnya tersenyum, bisa di bilang Avril adalah tipe idealnya. Selain cantik, Avril juga memiliki body bahenol. Tapi sayang ia sudah menjadi milik Boo Young.
"Kamu tidak perlu menjawab pertanyaannya ku, aku sudah tahu jawabannya." kata Hyung Shik sambil memandangi Avril yang sedang sibuk memotong-motong wortel.
Boo Young hanya melongo atas perkataan sahabatnya karena dia tidak paham apa yang di katakan Hyung Shik.
Mata Hyung Shik tidak bisa berhenti memandangi wajah Avril, sehingga Boo Young pun menegurnya.
"Maksudnya?" tanya Hyung Shik heran.
Kemudian Boo Young pun menceritakan kejadian Avril waktu di hotel dengan pria asing. Dia pun memperlihatkan vidio yang di kirim oleh orang yang tak ia kenal.
"Aku yakin itu pasti ulah seseorang yang tidak menyukai hubungan kalian. Ayolah Boo Young, kamu bukan orang bodoh kan? hanya karena hal seperti itu kamu jadi membencinya. Cari tahu dulu, kamu kan banyak orang yang bisa menyelidiki siapa sebenarnya laki-laki yang bersama Avril malam itu? Dan juga cari tahu siapa yang merekam mereka!" kata Hyung Shik menasehati Boo Young.
Boo Young seketika terdiam dan menatap ke arah Avril yang saat ini sedang memasak. Sebenarnya Boo Young juga tidak ingin mempercayai apa yang ada di rekaman Vidio itu, tetapi sikap Avril yang mudah dekat dengan pria termasuk Seung Chul. Hal itulah yang membuat Boo Young semakin berfikir buruk tentang Avril.
Karena tersulut api cemburu, hingga membuat Boo Young tidak bisa berfikir dengan jernih. Di hatinya sudah bertekad akan menceraikan Avril dan mengambil hak asuh atas Calvin.
"Aku sudah tidak percaya dengannya lagi, dalam waktu dekat ini aku berencana akan menceraikannya dan mengambil hak asuh atas Calvin." kata Boo Young dengan yakin.
"Jika kamu mencampakkan Avril, aku bersedia menjadi sandaran hatinya hahaha....." ledek Hyung Shik.
Sementara Hyung Shik dan Boo Young asyik mengobrol kesana kemari. Tentang wanita, pekerjaan dan kehidupan di Amerika. Bahkan mereka bernostalgia dengan menceritakan kejadian-kejadian lucu yang mereka alami sewaktu masih kuliah.
Sedangkan Avril masih sibuk memasak untuk mereka berdua. Tidak ada yang menyuruhnya, tetapi Avril sendiri yang ingin menjamu sahabatnya Boo Young. Dengan memasak khas masakan Indonesia, Avril berharap Hyung Shik menyukainya.
Setelah semua masakan selesai, Avril menata semua makanan di meja makan. Lalu Avril berjalan menuju arah mereka berdua dan menyuruhnya untuk makan.
"Makan siang dulu, semua sudah aku siapkan." kata Avril kepada mereka.
Mereka berdua yang sudah merasa lapar pun segera bangkit dari duduknya dan langsung berjalan menuju ke meja makan. Avril mengambilkan nasi untuk mereka berdua, kemudian Avril pergi masuk ke kamar.
"Kamu kenapa tidak makan bareng dengan kita?" tanya Hyung Shik kepada Avril.
"Aku masih kenyang, kalian saja yang makan." sahut Avril melangkahkan kakinya menuju ke kamar.
Mereka berdua makan dengan lahapnya, tidak bisa di pungkiri kalau masakan Avril benar-benar enak. Hyung Shik sampai menambah nasi dua mangkok, begitupun dengan Boo Young.
"Makanan Indonesia memang selalu enak!" puji Boo Young sambil mengambil ayam rica-rica.
"Istri idaman sekali Avril, sudah cantik dan pintar masak pula." tak kalah Hyung Shik memuji Avril.
Sayangnya orang yang sedang di puji tidak mendengar pujian dari mereka. Karena Avril saat ini sedang di kamar sambil memainkan handphonenya.
"Besok pagi aku pulang ke Texas." kata Hyung Shik.
"Cepat amat mau pulang! kita belum bersenang-senang." kata Boo Young memandangi ke arah Hyung Shik.
"Aku bukan boss seperti mu, aku hanyalah karyawan biasa bro! Jadi harus pulang cepat dan balik kerja lagi." sahut Hyung Shik.
Sebenarnya kedatangan Hyung Shik ke Korea hanya untuk melepas rindunya kepada Boo Rua, karena sudah lama ia menyimpan rasa suka terhadapnya, tetapi tak ada satupun orang yang mengetahui hal itu.
Ada perasaan senang ketika Boo Young berkata kalau dia sudah tidak memiliki rasa sama Boo Rua, tetapi di sisi lain dia merasa sedih ketika Boo Young mengatakan bahwa Boo Rua hanya menyukai uang Boo Young.
Boo Rua hanya belum menemukan pria yang bisa menjaganya, maka dari itu dia bersikap seperti orang yang kehausan uang. Itulah yang ada di pikiran Hyung Shik, dia tidak pernah berfikir buruk tentang Boo Rua.
Bersambung.....