
Malam itu otaknya bekerja dengan keras, mencari cara agar apa yang dia inginkan dapat ia miliki.
Boo Young mondar mandir di kamarnya sambil melipat tangan dan berharap dapat ide yang bisa mempermudah mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.
Merasa putus asa, ia pun keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum. Baru saja ia meneguk satu tegukan, tiba-tiba ide pun muncul di otaknya.
Di taruh gelas bekas Boo Young minum yang masih berisi air di sembarang tempat dan kemudian ia dengan girangnya masuk kamar.
"aku harus bisa membujuk Avril, agar dia menuruti rencana ku." gumam Boo Young dalam hati.
Setelah selesai mengatur rencananya, Boo Young kemudian keluar kamar dan berjalan menuju kamar Avril dan Calvin.
Di bukanya pintu kamar itu tanpa mengetuk dan di lihatnya Avril yang masih terjaga sedang bermain dengan handphonenya.
"Avril, aku mau bicara sebentar." Panggil Boo Young dengan suara pelan tapi terdengar oleh Avril.
Karena Avril terlalu serius, dia pun tak melihat kedatangan Boo Young hingga suara Boo Young mengagetkannya.
"iya, sebentar, kamu tunggu di luar." jawab Avril penasaran.
Avril pun beranjak dari ranjang dan melihat ke arah Calvin meyakinkan bahwa ia sudah tertidur.
Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu, awalnya Boo Young tidak tahu apa yang akan ia katakan. Tapi demi rencananya, ia pun dengan yakin mulai berbicara.
"Avril, dengarkan aku!" suruh Boo Young dengan serius.
Begitupun Avril memandang serius ke arah Boo Young, tak sabar apa yang ingin ia katakan.
"kamu tahu kan kalau aku punya pacar dan aku tahu kamu juga tidak mencintai ku." Boo Young berhenti sejenak, dia ragu untuk mengucapkan tentang rencananya.
"Bagaimana kalau kita nikah kontrak saja?" imbuh Boo Young dengan harapan Avril menyetujuinya.
Deg
Ada rasa kecewa pada diri Avril, karena Boo Young ternyata hanya menginginkan nikah kontrak dengannya.
Dia pikir, Boo Young begitu baik kepadanya karena ada perasaan lebih, tapi nyatanya Boo Young baik kepadanya hanya karena Calvin.
Merasa tidak pantas berharap cinta dari Boo Young, Avril pun akhirnya menyetujui rencana Boo Young demi kebahagiaan si anak.
"ok, aku setuju! Tapi, aku ingin kita menikah di Indonesia. Walaupun pernikahan kita hanya kontrak, tapi aku ingin melihat orang tua ku juga bahagia melihat anaknya menikah." kata Avril sambil menundukkan kepalanya.
Sebenarnya Boo Young tak tega karena melihat wajah polos Avril, tapi itu semua ia lakukan untuk mendapat apa yang ingin ia dapatkan.
"terima kasih, kamu sudah mengerti dengan keadaanku." kata Boo Young sambil memeluk Avril.
"aku juga berterima kasih, karena kamu sudah mau menerima Calvin dan membuatnya bahagia." sahut Avril melepaskan pelukan Boo Young.
Kemudian mereka berdua kembali ke kamar masing-masing, karena hari sudah malam, Avril pun langsung tidur.
...****************...
Keesokan harinya,
Avril bangun subuh sekitar pukul 5.30 am (waktu Korea) untuk menyiapkan sarapan buat Calvin dan Boo Young.
Biasanya Avril juga menyiapkan sarapan untuk Eun Soo dan Calvin, jadi Avril pun tak merasa berat kalau bangun pagi-pagi dan di Indonesia pun Avril sudah terbiasa bangun pagi.
Setelah selesai memasak, Avril pun menyajikan masakannya di meja makan dengan rapi dan merasa puas melihat masakannya yang terlihat enak.
Sedangkan Boo Young baru saja selesai mencuci muka dan gosok gigi. Lalu dia membuka pintu untuk keluar, harum wangi masakan pun langsung menusuk ke hidung Boo Young.
Ia pun langsung berjalan menuju dapur dan di lihatnya Avril yang sedang menata piring dan gelas.
"iya, aku hanya masak dengan bahan seadanya yang ada di kulkas. kamu mau sarapan?" tanya Avril menawari Boo Young sarapan.
Boo Young pun dengan senang hati langsung duduk di kursi dan Avril pun mengambilkan nasi untuk Boo Young.
Kemudian Avril menyuruh Calvin untuk sarapan, Calvin yang sedang memandangi laptopnya, kemudian langsung memencet tombol on/off pada laptop.
"good morning papa..." salam Calvin kepada papanya dan minta jatah untuk di peluk.
Mereka bertiga sarapan dengan lahapnya, tak bisa di bohongi kalau masakan Avril memang cocok dengan lidah Boo Young.
"nanti sore Eun Soo datang kesini boleh tidak?" tanya Avril kepada Boo Young.
"dia boleh kesini kapan saja dia mau." jawab Boo Young.
Setelah sarapan, Avril membersihkan meja makan dan mencuci piring. Calvin kembali ke kamarnya untuk belajar, sedangkan Boo Young bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
...****************...
Sore itu Eun Soo datang ke apartemen Boo Young untuk menemui Avril dan Calvin. Beruntung, Boo Young tidak pulang cepat, karena dia sedang menemui sang kekasih Boo Rua.
Avril dan Eun Soo duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Calvin bermain Lego kecil-kecil yang cukup rumit pemberian dari papanya.
"Avril, kamu mau cerita apa? mumpung Boo Young belum pulang." tanya Eun Soo yang mulai penasaran.
Dengan raut wajah yang sedih, Avril mulai menceritakan tentang rencananya untuk menikah dengan Boo Young.
Tentu saja Avril tidak menceritakan kalau pernikahan mereka hanya sebatas kontrak saja.
"kerasukan apa itu monyet tiba-tiba mau menikahi mu, apa jangan-jangan ada hal yang ia rencanakan?" tuduh Eun Soo yang masih tidak percaya, karena dia tahu kalau Boo Young itu play boy.
"terus, mau di kemanakan kekasih hatinya?" tanya Eun Soo pada Avril.
Avril sendiri tidak bisa menjawab pertanyaannya Eun Soo, karena dia tahu kalau Boo Young masih menjalin kasih dengan Boo Rua, bahkan setelah menikah pun mereka masih akan melanjutkan hubungannya.
"aku percaya sama Boo Young, dia sudah berubah. Mungkin karena Calvin dia mau menikahi ku." kata Avril yang sedang menyeka air matanya agar tidak jatuh.
"aku sebagai sahabat mu, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu." sahut Eun Soo sambil memeluk tubuh Avril.
Karena hari semakin gelap, Avril pun pergi ke dapur unguk memasak makan malam mereka dan ia segera mengambil handphonenya untuk menanyakan kepada Boo Young akan makan di rumah atau tidak, melalui pesan singkat.
"kamu makan di rumah atau di luar?" isi pesan Avril.
...****************...
Boo Young yang baru saja selesai bermain kuda-kudaan dengan Boo Rua langsung mengecek handphonenya, karena ia mendengar bunyi pesan masuk.
Di bukanya pesan itu dan ternyata pesan dari Avril, lalu Boo Young dengan segera membalas pesan Avril.
"aku makan di luar, kamu makan sama Calvin dan Eun Soo saja. Dan katakan kepada Calvin, kalau aku pulang telat karena pekerjaan." jawaban dari Boo Young.
Karena memang Boo Young sudah memesan makanan Delivery, untuk ia dan sang kekasih. Karena dia sangat lapar setelah bermain dengan sang kekasih.
"honey, baca pesan dari siapa?" tanya Boo Rua dengan manjanya.
"oh.. dari asisten. Tanya tentang pekerjaan." jawab Boo Young berbohong.
Tak lama kemudian, pesanan makanan pun datang. Boo Young yang sedang tidak memakai apapun di tubuhnya, segera beranjak dari ranjang dan meraih kaos di dekatnya.
Setelah makan, Boo Young berpamitan kepada kekasihnya untuk pulang, karena dia tahu kalau Calvin sedang menunggunya.
Bersambung....