
Boo Young pun tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Tanpa menunggu, ia pun segera mengangkat panggilan itu.
"Calvin, ada apa sayang?" Boo Young menjawab panggilan itu.
Penelpon itu adalah Calvin. Sepertinya Calvin ingin melihat adik kembarnya, karena dia segera mengganti panggilannya dengan *Videocall.
"Papa, Calvin mau lihat Afifah dan Abidah." Rengek Calvin*.
"Maaf sayang, Papa sekarang sedang di luar. Calvin coba telpon Mama." Suruh Boo Young tersenyum.
Mungkin Avril sudah tertidur, karena beberapa kali Calvin menelponnya, tetapi tidak ada jawaban. Dan biasanya Avril selalu mengatur ponselnya dengan mode silent ketika ia sedang tidur.
"Calvin sudah menelpon Mama berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban." Kata Calvin lesu.
"Mungkin Mama sudah tidur, nanti kalau Papa sudah balik ke rumah sakit, nanti Papa telpon Calvin Ok!" Kata Boo Young menenangkan Calvin.
Setelah itu Boo Young mematikan panggilan itu dan berjalan menyebrangi jalan untuk kembali ke hotel.
Sesampainya ia di hotel, Boo Young kemudian menelpon sang asisten untuk membelikannya makanan kesukaan Avril. Sedangkan ia mandi membersihkan diri dan berganti pakaian.
Tak lama kemudian, sang asisten pun datang dan Boo Young langsung pergi ke rumah sakit. Sebelum ia pergi, Boo Young menyuruh sang asisten untuk membersihkan barang-barangnya yang ada di hotel, karena kemungkinan besok Avril sudah pulang dari rumah sakit.
"Bersihkan semua barang-barangku dan bawa pulang semua ke apartemen." Suruh Boo Young kepada asistennya.
"Baik Tuan." Sahut sang asisten.
Kemudian Boo Young pergi ke rumah sakit sambil membawa makanan kesukaan Avril. Setelah ia sampai, Avril sudah tidur pulas di ranjangnya. Karena dia tidak mau Avril terbangun, Boo Young kemudian menaruh makanan di atas meja dan ia duduk di atas sofa.
Ia teringat perkataannya kepada Calvin kalau ia akan menelponnya ketika sampai di rumah sakit, tapi karena Avril dan si kembar sudah tidur, jadi Ia pun mengirim pesan kepada Calvin dan memberitahunya kalau sang mama dan adik kembarnya sudah tidur.
"Calvin, maafkan Papa. Mama dan baby kembar sudah tidur. Bisakah Papa menelpon mu besok saja?" Isi pesan Boo Young.
Tetapi tidak ada balasan dari Calvin, mungkin saja Calvin sudah tertidur, karena malam itu sudah jam 10 malam.
Sekitar 1 jam Boo Young duduk di sofa sambil melakukan pekerjaannya di laptop, tiba-tiba seorang perawat masuk ke ruangan dan membangunkan Avril untuk menyusui si kembar.
"Maaf Nyonya, sudah waktunya menyusui." Kata perawat membangunkan Avril.
Avril yang masih mengantuk pun memaksakan dirinya untuk bangun. Lalu Boo Young berdiri dari duduknya dan menghampiri Avril untuk membantunya menyusui si kembar.
"Sayang, biar aku yang pegang Afifah." Kata Boo Young membantu Avril.
"Iya sayang, terima kasih." Sahut Avril yang masih mengantuk.
Sang perawat itu pun keluar dari ruangan setelah melihat Avril memberi asi kepada bayinya.
Sekitar 20 menit Avril memberi ASI pada si kembar dan Avril pun menaruh si kembar ke dalam box tempat si kembar.
Setelah menyusui, Avril benar-benar merasakan lapar. Untung saja Boo Young yang perhatian sudah menyiapkan makanannya.
"Di makan dulu, pasti kamu lapar kan!" Kata Boo Young menyuapi Avril.
"Iya aku sangat lapar." Sahut Avril membuka mulutnya.
Boo Young yang melihat Avril makan begitu banyaknya hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Dia masih tidak percaya kalau istri cantiknya yang mungil itu bisa menghabiskan makanan dua porsi sekaligus.
"Kalau nanti kamu menyusui lagi, apakah kamu akan merasa lapar lagi?" Tanya Boo Young heran.
"Sepertinya begitu, tapi ada susu dan buah-buahan, jadi kalau nanti aku lapar lagi, aku bisa makan itu." Jawab Avril tersenyum.
30 menit setelah makan, Avril kemudian merasakan kantuk lagi. Boo Young kemudian menyuruh Avril untuk tidur dan ia pun ikut tidur di samping Avril dengan posisi memeluk Avril dari belakang.
*****
Keesokan harinya,
Avril yang baru selesai memakan sarapannya, seorang Dokter masuk ke dalam ruangannya dan memberitahunya bahwa siang hari Avril dan baby kembar sudah boleh di bawa pulang.
"Selamat pagi Nyonya Avril dan Tuan Boo Young. Saya Dokter Hye Kyo yang berjaga di pagi ini. Setelah saya lihat progres hasil pemeriksaan dari Dokter yang jaga malam, Nyonya Avril dan bayinya sudah di perbolehkan untuk pulang. Tetapi saya periksa dulu dan setelah itu baru saya akan buatkan surat ijin pulang." Kata Dokter dengan sopan.
"Iya Dok, Terima kasih." Sahut Avril yang sudah siap untuk di periksa.
Setelah Dokter selesai memeriksa dan semua normal, lalu dokter melepas selang infus Avril. Sudah memastikan kalau ibu dan bayi sehat, sang Dokter pun berpamitan untuk keluar dari ruangan.
Sementara Boo Young masih asyik menggoda si kembar agar mau membuka mata mereka. Namanya bayi baru beberapa hari di lahirkan, pasti susah untuk membuka matanya.
Kemudian Boo Young menelpon Calvin dengan panggilan Vidio. Dia memperlihatkan si kembar yang masih tidur dan Boo Young memberitahu ke Calvin kalau Avril dan baby kembar di perbolehkan untuk pulang hari ini.
Tentu saja Calvin sangat senang, tapi karena dia harus berangkat kuliah, jadi ia tidak bisa menemani sang mama dan adiknya untuk pulang ke apartemen mereka.
Karena kondisi Avril dan si kembar sudah sehat, pagi itu Avril baru menelpon kedua orangtuanya dan memberitahu mereka bahwa dirinya sudah melahirkan.
"Mama,Papa... aku sudah melahirkan!" Kata Avril seraya memperlihatkan baby kembar kepada kedua orangtuanya.
Sontak saja kedua orangtuanya terkejut setelah melihat cucu kembarnya sudah terlahir di dunia. Avril pun menceritakan semua perjuangan yang ia lalui ketika melahirkan baby kembar.
"Sayang, kenapa kamu tidak memberitahu Mama dan Papa, kalau kamu dalam keadaan kritis? Lain kali kalau terjadi sesuatu dengan mu, kamu harus cerita sama Mama dan Papa, karena doa orangtua itu sangat penting!" Protes sang Mama.
Sebenarnya ketika Avril sedang melahirkan, ia tidak memegang handphone, jadi ia tidak bisa memberitahu kedua orangtuanya. Sedangkan Boo Young tidak mau memberitahu kedua orangtua Avril, karena dia khawatir kalau mereka akan sedih.
"Kan yang penting sekarang kita sudah sehat. Kata Dokter siang ini kita juga sudah di ijinkan untuk pulang." Sahut Avril menenangkan orangtuanya.
Selesai menelpon orangtuanya, Avril kemudian memandangi wajah Boo Young yang kurang tidur. Semalaman, Boo Young membantu Avril untuk menyusui si kembar dan dia juga menggantikan popok ketika si kembar buang air kecil.
Beruntungnya Avril yang memiliki suami sebaik dan pengertian seperti Boo Young. Dengan lembut Avril memanggil Boo Young yang sedang mengganggu si kembar agar mendekat dengannya
Avril kemudian memeluk tubuh Boo Young dengan erat. Lalu ia mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya yang letih. Boo Young pun tersenyum dan langsung mendaratkan ciuman manis di bibir Avril.
Mereka berdua larut dalam kemesraan, hingga membuat mereka lupa bahwa mereka sedang di rumah sakit.
Perawat yang ingin meminta tanda tangan pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan, karena melihat sepasang suami istri yang sedang di mabuk rindu.
Bersambung....