My Korean Husband

My Korean Husband
Mertua oh Mertua



Malam itu Boo Young menelpon sang asisten untuk membelikan krim pelembab p*ting. Dia tidak tega melihat istri yang ia cintai merasakan kesakitan tiap kali menyusui. Sedangkan Avril harus menyusui si kembar tiap 2-3 jam sekali.


Tak hanya krim, Boo Young juga menyuruh asistennya untuk membelikan makanan kesukaan Avril. Dia tahu kalau Avril selalu makan di tengah malam, wajar saja bagi ibu yang menyusui suka merasa lapar di malam hari.


Sekitar 30 menit Boo Young menunggu sang asisten. Akhirnya, sang asisten menelponnya dan memberitahu bahwa dirinya sudah di bawah apartemen.


Ketika Boo Young keluar dari kamar, dia melihat kedua orangtuanya masih menonton TV di ruang tamu.


"Boo, kamu mau kemana?" Tanya sang mama.


"Aku mau ambil barang di bawah." Jawab Boo Young sambil membuka pintu.


Boo Young pun keluar dari apartemen untuk mengambil makanan dan krim untuk Avril. Setelah itu Boo Young kembali ke atas dengan tersenyum puas.


Tanpa berkata apa-apa, Boo Young kemudian menaruh makanan di dapur. Dia akan memberikan makanan itu ke Avril ketika ia sudah bangun. Lalu ia masuk ke dalam kamar lagi.


"Sayang, kamu dari mana?" Tanya Avril yang terbangun karena mendengar Boo Young membuka pintu.


" Dari luar! Maaf sayang, aku membangunkan mu!" Jawab Boo Young.


Boo Young menyuruh Avril untuk tidur kembali, tetapi Avril mengatakan bahwa dirinya merasa lapar. Untung saja Boo Young membelikan makanan untuknya.


"Tadi aku menyuruh asistenku untuk membeli ini dan makanan untuk mu." Kata Boo Young memperlihatkan krim di tangannya.


Avril pun berterima kasih atas perhatian yang di berikan oleh suaminya. Boo Young pun membantu Avril untuk mengoleskan krim itu di p*ting yang sakit.


Kemudian Boo Young mengajak Avril keluar untuk memakan makanan yang di belikan oleh asistennya. Makanan itu ia tempatkan di atas piring, tetapi aktivitasnya di ketahui oleh sang mertua.


Awalnya Jie Hyo tidak berkata apa-apa, dia hanya menoleh ke arah meja makan dan melihat Avri yang sedang makan. Lalu Boo Young meninggalkan Avril yang sedang makan, karena terdengar di monitor kalau si kembar terbangun.


Jie Hyo beranjak dari duduknya dan menghampiri Avril yang masih asyik memakan makanannya.


"Sebagai seorang istri, kamu harus pintar menjaga berat badanmu. Lihat pipi mu yang mulai tembem. Boo Young tidak suka dengan wanita yang gemuk." Kata Jie Hyo sambil mengambil minum.


Avril tidak berkata apa-apa, dia menyadari bahwa akhir-akhir ini dia makan banyak dan lemak di perutnya mulai menumpuk di sana. Tetapi jika mendengarkan apa kata mertuanya, dia tidak bisa memproduksi ASI banyak jika harus mengurangi porsi makannya.


Perasaannya menjadi delima. Di sisi lain Avril tidak mau gemuk, tetapi di sisi lain dia ingin anaknya minum ASI yang cukup. Jika di pikir lagi, Boo Young sangat mencintainya, tidak mungkin kalau hanya masalah berat badan Boo Young bisa berbuat hal bodoh.


Tetapi wanita di luar sana sangat menjaga bentuk badan yang ideal dan juga Boo Young sangat menyukai wanita yang bertubuh langsing. Sungguh membingungkan bagi Avril.


Setelah makanannya habis, Avril kemudian masuk ke dalam kamarnya. Lalu ia menggosok giginya dan kemudian ia duduk di tepi ranjang. Boo Young yang melihat Avril hanya diam tanpa ekspresi, ia yang sedang menggendong Afifah kemudian menaruhnya ke dalam ranjang bayi.


"Sayang, kamu kenapa lagi?" Tanya Boo Young penasaran.


Boo Young duduk di samping Avril sambil memegang tangannya, lalu menoleh ke arah Avril.


"Bukankah kamu menyukai wanita yang langsing?" Jawab Avril dengan pertanyaan balik.


"Avril, aku tidak bisa merangkai kata-kata yang romantis, tapi aku hanya bisa menunjukan rasa cintaku terhadap mu dengan aksi. Aku harap kamu mengerti dengan maksudku ini, bahwa aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku." Jawab Boo Young menjelaskan.


Perkataan Boo Young membuat Avril menyadari, bahwa suaminya sangat mencintainya. Tapi bukan berarti Avril langsung terbang tinggi atas sikap sang suami yang sangat pengertian.


*****


Pagi sekali Avril bangun untuk menyusui si kembar, setelah menyusui, ia kemudian menyiapkan baju kerja untuk sang suami dan dia juga pergi ke dapur untuk membantu Ahjumma memasak sarapan.


Kata-kata sang mertua terus terngiang-ngiang di kepalanya, bahwa dirinya tidak perhatian terhadap sang suami. Maka dari itu, Avril berencana membuat sarapan kesukaan sang suami, yaitu semur ayang dan kentang.


Avril berusaha untuk menjadi seorang isteri yang baik. Menyiapkan baju kerja, menyiapkan makan seperti biasanya. Karena dia tidak mau di cap menantu yang tidak tahu diri. Entah kenapa sang mertua menjadi sensitif, ketika dia tinggal bersama Avril.


Boo Young yang menyadari kalau Avril sudah tidak ada di sampingnya, ia pun beranjak dari tempat tidurnya dan mencari keberadaan Avril. Karena di dalam kamar Avril tidak ada, Boo Young pun keluar dari kamar dan di lihatnya Avril yang sedang sibuk memasak.


"Kamu kenapa memasak? cepetan balik ke kamar, kamu harus banyak istirahat, semalam kamu tidak cukup tidur." Suruh Boo Young mengambil sendok di tangan Avril.


"Biarkan aku menyelesaikan ini dulu. Aku sudah lama tidak masak untukmu, biarkan kali ini aku masak." Sahut Avril memohon.


Karena Avril memohon, Boo Young pun mengalah dan membiarkan Avril untuk memasak. Boo Young menyadari, kalau perkataan sang mama yang kemarin menyinggung perasaan Avril, jadi pagi itu Avril memasak untuknya dan juga menyiapkan baju kerja.


Boo Young sendiri tidak tahu apa yang harus ia lakukan, kemudian dia pergi untuk berolahraga. Sementara Avril masih semangat untuk menyelesaikan memasaknya.


Mertuanya perempuannya keluar dari kamar, hidungnya mencium bau aroma masakan. Sudah ia duga kalau masakan itu bukan masakan Ahjumma. Lalu ia berjalan menuju ke dapur dan benar saja, dilihatnya Avril yang sedang sibuk memasak.


"Kamu kalau masak monitor di taruh di dekat situ, kalau di sini mana kamu dengar!" Tegur sang mertua.


Memang Avril menaruh monitor di meja makan dan jaraknya tidak terlalu jauh. Memang kalau Avril sedang memasak, kemungkinan dia tidak akan mendengar jika si kembar hanya merengek. Karena memasak akan menghasilkan kebisingan juga.


"Maaf Ma, Avril tadi lupa." Sahut Avril yang berjalan mengambil monitor.


Setelah Avril selesai memasak, ia menyuruh Boo Young dan Calvin untuk sarapan, begitupun dengan mertuanya.


"Kamu kalau sedang menyusui jangan makan makanan yang terlalu asin seperti ini." Tegur sang mertua.


"Maaf Ma, lain kali aku akan kurangi garamnya." Sahut Avril menundukan kepalanya.


Ia merasa semua apa yang ia lakukan selalu mendapat teguran dari sang mertua. Saat itu Avril masih bisa menahan amarahnya untuk tidak menjawab perkataan sang mertua.


"Nenek, ini tidak asin sama sekali. Dari dulu mama tidak pernah masak yang terlalu asin. Garam mengandung mineral yodium yang memiliki peran penting dalam menjaga organ tubuh agar berfungsi dengan baik. Jadi tidak apa-apa kalau kita makan makanan yang sedikit asin." Bela Calvin.


Calvin juga menerangkan apa saja manfaat dari garam untuk kebutuhan tubuh. Sehingga sang nenek hanya bisa terdiam mendengar cucunya yang sedang memperguruinya.


Setelah sarapan selesai, Boo Young berangkat kerja dan Calvin pergi kuliah. Mertua laki-laki pun pergi untuk bermain golf. Sedangkan Avril pergi untuk mandi dan menyusui si kembar.


"Nanti aku ajari kamu memandikan bayi. Setiap aku perhatikan, kamu memandikan si kembar tidak bersih." Kata sang mertua yang baru saja masuk ke kamar.


"Iya Ma, terima kasih." Sahut Avril mulai kesal.


Saat itu sang mertua mula mengangkat-angkat merubah posisi barang-barang di kamar. Dari peletakan ranjang bayi dan juga tempat baju bayi.


Avril benar-benar mulai jengah atas apa yang di lakukan sang mertua. Kemarin dia sudah merubah dekorasi ruang tamu dan sekarang kamar miliknya. Tetapi Avril masih bisa menahan amarahnya.


Bersambung....