My Korean Husband

My Korean Husband
Happy Birthday Calvin



...****************...


Akhirnya Avril menemukan kado spesial buat Calvin. Lucu, menggemaskan dan bisa bergerak, itulah kado untuk Calvin. Setelah beberapa hari Avril menjelajahi kota Seoul untuk mencari kado, tapi dapatnya di toko dekat apartemennya.


Hari ini Avril sengaja tidak masuk kerja, karena dia ingin membuat kue ulang tahun buat Calvin sendiri di rumah. Dengan semangat ia mulai belanja kebutuhan untuk membuat kue, dengan di temani sahabatnya Eun Soo, Avril mendapat masukan banyak dari Eun Soo tentang tema kue yang harus ia buat.


Setelah mereka selesai berbelanja, Avril dan Eun Soo langsung pulang ke apartemen untuk membuat kue. Memang Avril sudah beberapa kali membuat kue, jadi dia tidak akan begitu kesulitan. Tetapi Avril tak hanya membuat kue saja, tetapi dia juga berencana memasak makanan kesukaan Calvin.


Ketika mereka berdua sibuk menimbang bahan untuk membuat kue, mata Avril tertuju pada jari manis Eun Soo. Biasanya memang Eun Soo tidak pernah memakai cincin itu di kantor, jadi Avril terlihat agak bingung.


"Sepertinya kamu tidak pernah punya cincin itu! apa Seung Chul melamar mu?" Tanya Avril penasaran.


"Ketahuan juga! Iya, dia sudah melamar ku beberapa hari yang lalu." Jawab Eun Soo tersenyum sambil melihat cincin yang melingkar di jari manisnya.


Avril pun ikut senang dan memberi selamat atas lamaran dari Seung Chul. Mereka pun berdua saling berpelukan sebagai tanda mereka saling mendukung. Karena sahabat itu ada ketika senang maupun sedih, jika salah satu dari mereka ada yang senang, yang lain pun ikut senang. Begitupun sebaliknya.


Setelah beberapa jam Avril menghiasi kue buatannya, akhirnya kuenya pun sudah jadi. Kue yang bertema Nakhoda kapten sebuah kapal. Karena Calvin pernah bercita-cita sebagai Nakhoda.



Dengan penuh hati Avril membuat kue itu, sedangkan Eun Soo hanya bisa menjadi penonton. Karena dia sama sekali tidak bisa memasak, karena sibuk bekerja sampai ia tidak tahu bagaimana caranya memasak.


"Kamu harus belajar memasak dari sekarang. Sebentar lagi kamu menikah dan suami mu akan senang jika kamu memasak untuknya." Kata Avril menasihati.


"Siap boss! ajari aku memasak ok!" Sahut Eun Soo dengan semangat.


Karena hari sudah sore, Avril kemudian bersiap-siap untuk memasak. Avril juga berencana untuk membuat pizza kesukaan Calvin. Dan tak ketinggalan memasak semur ayam dan kentang.


Selama Avril memasak, Eun Soo hanya melihat bagaimana cara Avril memasak. Dengan harapan ia bisa memasak untuk sang suami kelak.


...****************...


Boo Young baru saja keluar dari kantor, ia kemudian berjalan menuju parkiran dan melajukan mobilnya menuju ke arah kampus Calvin. Dia berencana untuk menjemput sang anak tercinta, karena hari ini adalah hari ulang tahunnya.


Setelah ia sampai di kampus, Calvin sudah menunggu di dekat scurity. Tanpa keluar dari mobil, Boo Young membuka kaca mobil dan Calvin pun berjalan mendekatinya. Boo Young berencana untuk memberi kejutan pada Calvin, jadi dia pura-pura tidak tahu hari ulang tahun sang anak.


"Papa, aku ingin makan pizza. Sudah 2 Minggu lebih kita tidak makan pizza." Rengek Calvin dengan manja.


"Tidak untuk sekarang, pizza tidak baik untuk kesehatan mu. Lain kali saja!" Sahut Boo Young dengan nada dingin.


Padahal biasanya Boo Young tidak pernah menolak permintaan Calvin. Baru kali ini dia menolak ajakan Calvin, hingga membuat Calvin nampak bingung. Mungkin bingung karena Boo Young berbicara dengan nada dingin.


Karena sang papa melarangnya untuk makan pizza, Calvin kemudian hanya diam dan melihat keluar dari kaca jendela. Calvin tidak sedih, tapi rasa kecewa tidak bisa ia sembunyikan.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di parkiran apartemen, Calvin dengan lemas turun dari mobil tanpa berkata apapun. Boo Young yang biasanya menggandeng tangannya, tapi saat itu mereka jalan masing-masing menuju ke lift.


"Kamu kenapa diam saja? marah, karena Papa tidak belikan kamu pizza?" Tanya Boo Young di dalam lift.


"Tidak Pa! Tapi kenapa Papa bersikap dingin kepada ku? apakah aku melakukan kesalahan?" Tanya Calvin balik.


"Papa sedang tidak mood." Sahut Boo Young dingin.


Setelah mereka sampai di depan pintu, Boo Young kemudian memencet bel pintu. Karena biasanya ia menekan kode pintu, tetapi hari itu dia memencet bel, Calvin pun bertanya dengan bingung.


"Kenapa Papa pencet bel, bukankah Papa tahu kode pintunya?" Tanya Calvin bingung.


"Papa lupa kodenya!" Sahut Boo Young dingin.


Ketika pintu terbuka, Avril dan Eun Soo bersiap-siap memberi kejutan pada Calvin. Dengan membawa kue di tangan Avril, mereka menyayikan lagu ulang tahun dalam bahasa Inggris.


Calvin yang mendapat kejutan langsung terharu dan memeluk sang papa.Ketika Calvin memasuki ruang tamu, ia melihat ada kakek-neneknya yang sedang berdiri menunggunya. Lalu Calvin berlari dan memeluk mereka berdua.


Kemudian Eun Soo menyuruh Calvin untuk meniup lilinnya dan Avril menaruh kue itu di meja untuk di potong oleh Calvin. Kue pertama ia berikan kepada sang mama dan papanya.


"Sayang, ini untuk mu!" Kata Avril sambil memberi anak kucing sebagai kado.


"Dan itu juga untuk mu!" Sahut Boo Young menunjuk teleskop yang di inginkan Calvin.


Malam itu Calvin benar-benar bahagia setelah menerima beberapa kejutan. Senyumnya tak bisa berhenti menghiasi wajahnya. Kado spesial yang di berikan oleh orangtuanya, membuat Calvin semakin semangat.


Malam itu mereka memakan habis semua yang di masak oleh Avril, karena Seung Chul juga hadir 1 jam setelah acara di mulai. Setelah mereka kenyang dan capek, Eun Soo dan Seung Chul berpamitan untuk pulang, begitupun dengan sang nenek dan kakek.


"Sayang, kenapa aku tiba-tiba ingin makan kue beras yang sangat pedas." Kata Avril yang masih terasa lapar.


"Sebentar, aku akan keluar membelikan kamu kue beras." Sahut Boo young.


Karena Boo Young tidak mau merepotkan sang asisten, ia pun kemudian pergi keluar untuk membelikan Avril kue beras. Sementara Avril membantu Calvin untuk menyiapkan baju ganti, karena saat itu Calvin sedang mandi.


Setelah Calvin selesai mandi, ia merasa kantuk dan Avril pun menemaninya tidur. Tak lama kemudian Boo Young pun datang membawa kue beras. Tetapi ketika Avril mencium bau kue beras, perutnya mual terasa ingin muntah.


"Sayang, kamu kenapa? Pasti kamu kecapekan, sebaiknya kamu istirahat saja." Suruh Boo Young.


"Tapi dapur masih berantakan. Kasian Ahjumma membersikan itu semu." Sahut Avril yang menutup mulutnya karena ingin muntah.


"Tidak apa-apa, nanti di kasih uang lebih!" Jelas Boo Young.


Lalu Boo Young membantu Avril untuk masuk ke kamar. Sebelum ia tidur, Avril terlebih dahulu membersihkan badannya, tapi lagi-lagi rasa mual menyerangnya.


Boo Young yang mendengar Avril ingin muntah, segera menghampirinya ke dalam kamar mandi. Karena takut kenapa-kenapa, Boo Young menyarankan Avril untuk pergi ke rumah sakit.


"Sayang, apa perlu kita pergi ke rumah sakit?" Tanya Boo Young.


"Tidak perlu, mungkin aku hanya kecapekan saja." Jawab Avril menolak saran dari sang suami.


Melihat Avril yang terlihat lemas, Boo Young pun menyuruh Avril untuk merebahkan tubuhnya di ranjang. Kemudian Boo Young tidur di samping Avril dan memeluknya.


Akhirnya mereka berdua tertidur pulas, tanpa memakan kue beras yang di beli oleh Boo Young. Entah kenapa bau kue beras membuat Avril mual, padahal biasanya dia bisa makan 2 porsi kue beras.


Bersambung....