My Korean Husband

My Korean Husband
Mulai Kerja Lagi



Setelah dua hari Avril tidak masuk kerja, akhirnya hari ini kakinya sudah normal seperti sedia kala dan Avril mulai masuk kerja.


Karena Avril tidak mau terlambat, ia pun menyuruh Boo Young untuk mengantar Calvin sendirian dan dia berjanji untuk menjemput Calvin setelah selesai les Fisika.


"maafkan mama sayang, pagi ini mama tidak bisa antar Calvin, nanti setelah selesai les, mama akan menjemput mu." kata Avril lalu mencium kening Calvin.


"mama kenapa tidak berangkat dengan papa saja, Calvin bisa sama asisten Joon." kata Calvin.


Sebenarnya Calvin bisa menangkap kalau hubungan sang mama dan papa tidaklah harmonis, makanya dia selalu membuat alasan agar orangtuanya selalu bersama.


Karena kecerdasan Calvin di atas rata-rata, ia pun memahami bahwa orangtuanya tidaklah saling mencintai, mereka menikah hanya karena dirinya.


Pagi itu Calvin menolak untuk di antar sang papa, dia lebih memilih untuk di antar asisten Joon.


"nanti pulang les, mama dan papa jemput kamu." kata Boo Young melambaikan tangannya ke arah Calvin.


"ok pa! bye-bye....." pamit Calvin.


Mereka berdua pun langsung pergi ke kantor, karena arah jalan yang berbeda antara sekolah dan kantor, hal itu membuat Avril sering terlambat masuk kerja.


Avril tidak mau terus-terusan di tegur oleh sang ketua team, jadi dia harus mengorbankan untuk tidak mengantar Calvin sekolah.


"turunkan aku di sini saja!" suruh Avril.


Seperti biasanya, kalau Avril berangkat kerja dengan Boo Young, dia selalu meminta turun sebelum sampai di kantor, tapi sepertinya pagi itu Boo Young tidak membiarkan Avril untuk turun.


"kenapa kamu tidak berhenti! nanti orang pada lihat!" kata Avril yang mulai menundukkan wajahnya.


"tidak akan ada yang melihat, lagian kaki mu baru sembuh, aku tidak mau kaki mu sakit lagi!" sahut Boo Young yang terus melajukan mobilnya.


Hati Avril mulai ketar-ketir saat Mobil Boo Young memasuki area perusahaan, saat ini dia tidak menunduk lagi, tapi membenamkan dirinya hingga tidak terlihat oleh orang lain


Boo Young yang melihat tingkah Avril pun tersenyum sendiri dan sengaja melambatkan mobilnya.


"sudah sampai, cepetan turun!" suruh Boo Young sambil melepas sabuk pengamannya.


Kemudian Avril mulai menegakkan badannya, melihat ke arah luar, menengok ke kanan dan ke kiri.


"hal seperti inilah yang paling aku benci, mengendap-endap seperti maling." celoteh Avril.


Di rasa tidak ada orang di luar, Avril pun keluar dari mobil. Tetapi pas dia menurunkan kakinya, tiba-tiba seseorang mengagetkannya dari arah samping.


Hati Avril serasa mau copot dari tempatnya, ketika Eun Soo membuatnya kaget. Tanpa memperdulikan Boo Young, mereka pergi berdua.


"bagaiman bisa mereka seperti saudara?" batin Boo Young keluar dari mobilnya.


...****************...


Sudah waktunya jam makan siang dan Seung Chul pun datang menemui Avril untuk mengajaknya makan siang. Avril pun menyetujui ajakan Seung Chul, tetapi dia mengajak sahabatnya Boo Rua.


"ok! tapi aku mau ajak sahabat ku." kata Avril setuju.


"tidak masalah, yang penting bisa makan bareng kamu." sahut Seung Chul.


Boo Young pun melihat mereka berdua melalui CCTV yang ia sambungkan dengan laptopnya. Raut wajah Boo Young mulai marah dan ia pun segera keluar dari ruangannya.


Ketika Boo Young keluar, Seung Chul pun menghampirinya dan meminta ijin kepada Boo Young untuk meminjam Avril.


"bro! aku pinjam Avril sebentar ya!" kata Seung Chul yang terdengar menyebalkan.


"silahkan!" jawab Boo Young singkat.


Saat itu yang ada di ruang karyawan hanyalah mereka bertiga, kemudian waktu Boo Young hendak berjalan meninggalkan mereka, Avril memanggilnya.


"Mr. Boo, makanlah dengan kami!" ajak Avril.


Boo Young kemudian menghentikan langkahnya dan membalikan badannya.


Mereka berempat makan di sebuah restoran dekat kantor, banyak karyawan yang merasa iri dengan Avril dan Eun Soo, karena bisa makan bareng dengan pria-pria tampan.


"Avril, apakah kamu sudah punya kekasih?" tanya Seung Chul pura-pura tidak tahu statusnya.


"oh... hmmm a-aku belum punya." jawab Avril sambil melirik ke arah Eun Soo.


Sontak saja Boo Young dan Eun Soo memberikan tatapan protes, Avril pun hanya bisa menundukkan kepalanya. Merasa memberikan jawaban yang salah.


Setelah makan selesai, mereka kemudian balik ke kantor. Sedangkan Seung Chul berpamitan untuk pergi.


"ya! Avril, kenapa kamu katakan ke Seung Chul kalau kamu masih lajang?" protes Eun Soo.


"entahlah... rasanya tidak rela jika aku mengatakan kalau aku ini seorang ibu pada pria setampan dia." sahut Avril meledek Eun Soo.


Boo Young yang mendengar penjelasan Avril tampak ingin marah, tapi ia mencoba mengendalikan diri. Dia sadar, saat itu dia ada di kantor.


Merasa tidak terima kalau Avril menyukai Seung Chul, Boo Young pun tersenyum licik merencanakan sesuatu.


...****************...


Malam itu Avril dan Boo Young pergi untuk menjemput Calvin dari les. Saat itu mereka sedang di dalam mobil.


Avril lebih memilih banyak diam dan melihat pemandangan malam melalui jendela mobil. Sedangkan Boo Young juga hanya diam berkonsentrasi menyetir.


Setelah sampai, mereka langsung menjemput Calvin. Sebelum mereka pulang, mereka berhenti di sebuah restoran untuk makan malam.


Mereka makan di sebuah restoran Korea yang menyajikan sea food terbaik. Setelah makan selesai, Avril berpamitan untuk pergi ke kamar mandi.


"sayang, kamu harus bantu papa ok!" pinta Boo Young.


"pasti Calvin bantu! memangnya bantu apa pa?" tanya Calvin penasaran.


Lalu Boo Young membisikan sesuatu ke telinga Calvin, dia mengatakan rencananya yang ia pikirkan tadi siang.


Calvin pun langsung menyetujui permintaan sang papa dan mereka berdua langsung tersenyum saling berhadapan.


"kalian kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Avril penasaran.


"tidak ada apa-apa!" jawab mereka serempak.


Kemudian mereka pulang ke apartemen, setelah mereka sampai, Calvin dan Boo Young pun kembali saling bertatapan dan tersenyum bersamaan.


Hal itu membuat Avril mencurigai sesuatu, karena tak biasanya mereka berdua bersikap aneh.


"ada apa dengan mereka berdua?" batin Avril curiga.


Handphone Boo Young terdengar berdering berkali-kali, setelah ia cek ternyata dari Boo Rua. Boo Young yang tak ingin sedang di ganggu, ia pun menyetel pengaturan di mode silent.


Memang beberapa hari ini Boo Young tidak menemui Boo Rua, sehingga membuat Boo Rua menelpon Boo Young terus-terusan.


Perasaan Boo Young sendiri mulai berubah kepada Boo Rua, mungkin karena Avril atau mungkin ia mulai menyadari bahwa Boo Rua hanya memanfaatkan uangnya.


"papa, aku mengerjakan tugas ku dulu. Setelah itu, kita lakukan aksi kita." bisik Calvin kepada Boo Young.


Dan kebetulan Avril saat itu melihat mereka berdua berbisik-bisik, hal itu membuat Avril tambah penasaran dan mencurigai apa yang sebenarnya mereka rencanakan.


Avril kemudian menghampiri Calvin yang sudah masuk ke kamarnya.


"apakah kamu menyembunyikan sesuatu?" tanya Avril kepada Calvin.


"tidak! memangnya kenapa ma?" jawab Calvin sambil tersenyum.


Karena merasa percuma bertanya dengan Calvin, Avril pun pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi sebelum tidur.


Bersambung....