
Sore itu Boo Young mengajak Avril ke sebuah pusat 0perbelanjaan, di mana Boo Young membelikan sepatu untuk Avril. Dengan menggandeng tangan Avril, Boo Young mengajaknya ke dalam toko tersebut.A
Avril mulai melihat-lihat sepatu itu dan di lihatnya tag harga pada sepatu tersebut. Matanya langsung melirik ke arah Boo Young, seakan-akan protes bahwa dia tidak ingin membeli sepatu itu.
"Sepertinya aku tidak membutuhkan sepatu itu!" Kata Avril sambil menunjuk sepatu.
"Kenapa? kamu tidak suka modelnya? kita bisa lihat toko yang lainnya!" Sahut Boo Young tersenyum.
Karena tidak ingin terdengar oleh karyawan di toko itu, Avril pun berbisik pada telinga Boo Young. Bahwa dirinya tidak mau beli sepatu itu karena terlalu mahal.
Boo Young yang mendengar alasan Avril pun ikut tersenyum dan langsung menggandeng tangan Avril untuk keluar dari toko itu. Entahlah, Boo Young merasa Avril ini sangat lucu, biasanya wanita suka di belikan barang-barang mewah, tetapi tidak halnya dengan Avril.
"Kita cari makan saja ya!" Ajak Boo Young.
"Kita makan mie hitam saja ya!" Sahut Avril dengan semangat.
Mereka berdua pun pergi ke restoran yang ada di mall tersebut, seperti permintaan Avril, mereka makan mie hitam dengan berbagai makanan camilan. Kalau di Korea camilan, kalau di Indonesia sejenis gorengan.
Boo Young tersenyum melihat Avril makan dengan lahapnya. Karena di ujung bibir Avril ada saus hitam, Boo Young kemudian membersihkannya dengan tissue. Banyak hal yang ia belum tahu tentang Avril, tapi seringnya ia bersama, lama kelamaan di mengenal sosok Avril yang membuatnya semakin jatuh cinta.
"Aku ke toilet dulu, sebentar!" Pamit Avril tersenyum.
Tanpa menjawab Avril, Boo Young hanya tersenyum mengangguk. Ketika Avril pergi ke toilet, handphonenya berdering tanda ada pesan masuk. Karena handphonenya berada di meja, Boo Young kemudian mengintip di layar dan tertera ada nama Seung Chul.
Sebenarnya Boo Young tidak mau membuka pesan itu, tetapi karena ada nama Seung Chul, hal itu membuatnya penasaran. Baru saja ia mau mengambil handphone itu, Avril sudah keluar dari kamar mandi. Jadi ia mengurungkan niatnya untuk membuka pesan itu.
"Sudah selesai, ayo pulang!" Ajak Boo Young yang mencoba untuk tenang.
"Ok! lagian sudah malam juga!" Sahut Avril sambil memasukkan handphonenya di dalam tas.
Kemudian mereka membayar tagihan makan dan pergi ke luar menuju parkiran mobil. Di pertengahan jalan Avril minta di turunkan sebentar, karena ia ingin membeli beberapa buah pada seorang nenek-nenek yang ada di pinggir trotoar.
Merasa ada kesempatan untuk mengecek handphone Avril, Boo Young kemudian mengambil handphone Avril yang ada di dalam tas. Berkali-kali ia memasukan kode tetapi tidak bisa. Karena Avril sudah mau balik ke dalam mobil, ia pun segera mengembalikan handphone itu ke dalam tas.
"Kenapa tidak beli buah di supermarket saja?" Tanya Boo Young yang masih deg-degan.
"Kasihan nenek tua itu, jadi aku beli saja di sana. Lagian kwalitas buahnya juga sama saja." Sahut Avril.
Lalu Boo Young melajukan mobilnya untuk pulang ke apartemen. Sesampainya mereka di apartemen, Avril mencuci buah itu dan di masukkan ke dalam kulkas, sedangkan Boo Young duduk bersandar pada sofa ruang tamu.
Setelah Avril selesai membereskan belanjaannya, Avril pergi ke kamar untuk mandi. Boo Young kemudian bangkit dari duduknya dan mencari keberadaan tas Avril. Di temukan tas itu di meja nakas kamar tidur. Dengan segera Boo Young mengambil handphone Avril dan berdiri di depan pintu kamar mandi.
Boo Young mulai memasukan kode dengan tanggal lahir Calvin dan tidak bisa, kedua dia mencoba dengan tanggal lahirnya Avril dan tidak bisa juga. Hampir saja Boo Young menyerah, tapi ia mencoba dengan tanggal lahirnya dan kunci layarnya pun terbuka.
Ada rasa bangga di hatinya, dia merasa bahwa dirinya sangat spesial bagi Avril hingga kode handphonenya menggunakan tanggal lahirnya. Lalu Boo Young membuka pesan dari Seung Chul dan matanya hampir keluar dari sarangnya karena membaca semua isi pesan dari Seung Chul.
"Avril, kamu kemana saja? aku menunggu mu di kantor!"
"Jika ada kesempatan, aku akan melakukan hal terbaik dengan mu."
"Avril, kenapa kamu tidak mengangkat panggilan ku atau membalas pesan mu.
"Aku menunggu mu di restoran X."
"Terima Kasih sudah sudah memberi waktumu dan kerja keras mu."
Semua pesan itu membuat darah Boo Young mendidih, amarahnya memuncak ketika ia tau bahwa kemarin sore Avril menemui Seung Chul di restoran X. Dengan bersamaan, Avril keluar dari kamar mandi.
Boo Young kemudian menyodorkan handphone itu kepada Avril. Dengan amarahnya, Boo Young kemudian membuka bajunya dan masuk ke kamar mandi dengan membanting pintu. Karena sangat keras, hingga membuat Avril terkaget.
Avril kemudian membuka handphonenya dan ia langsung mengetahui apa yang membuat Boo Young marah.
"Pasti dia salah paham lagi, bodohnya diri ku yang tidak segera menghapus pesan ini." Avril bermonolog.
Tak lama kemudian Boo Young keluar dari kamar mandi dengan handuk yang tergantung di lehernya. Hanya mengenakan celana pendek dan memperlihatkan bentuk perutnya, hal itu membuat Avril terpana oleh keindahan tubuh Boo Young.
Agar Boo Young tak marah padanya, Avril pun segera menghampiri sang suami dan memeluknya dari belakang. Boo Young benar-benar sedang marah dan melepaskan pelukannya Avril.
"Jangan salah paham!" Kata Avril sambil menunduk.
"Terus apa maksudnya kamu pergi menemuinya dan meninggalkan ku di saat aku ingin berduaan dengan mu!" Teriak Boo Young marah.
Avril tahu kalau saat itu Boo Young benar-benar marah padanya. Dia meminta maaf berkali-kali dan mengakui bahwa dirinya bersalah.
Boo Young kemudian merebahkan badannya di atas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Begitupun dengan Avril yang mengikuti Boo Young tidur di sampingnya. Boo Young kemudian merubah posisinya membelakangi Avril.
Begitupun Avril, dia malah memeluk tubuh Boo Young dari belakang. Tetapi Boo Young menyingkirkan tangan Avril.
"Jangan marah! aku menemui Seung Chul karena aku ingin menjodohkannya dengan Eun Soo. Dan aku menemui Seung Chul tidak sendirian tetapi dengan Eun Soo." Kata Avril menjelaskan.
"Tetapi kenapa kamu tidak jujur dengan ku, kalau kamu pergi menemui Seung Chul?" Sahut Boo Young kesal.
Avril kemudian meminta maaf lagi dan lagi, lalu ia berpindah posisi di hadapan Boo Young dan mulai menggoda suaminya dengan menyentuh setiap bagian pada wajahnya.
Karena Boo Young tak kunjung meresponnya, Avril kini mendaratkan bibirnya. Dengan lembut ia mencium pipi sang suami, tetapi tetap saja tak ada respon dari sang suami. Hingga akhirnya dia capek dan pindah posisi ke tempatnya dan ia tidur dengan pulas.
Begitupun dengan Boo Young, ia memilih untuk tidur daripada harus memikirkan masalah itu. Tetapi matanya susah untuk di ajak kompromi. Boo Young beranjak dari tidurnya dan mengambil handphonenya. Dia mencari nama di dalam kontaknya dan kemudian ia menelpon seorang wanita.
Bersambung....
Tak terasa sudah sampai di sini, jangan lupa tinggalkan like dan komentar reader ya!