
Sesampainya mereka di resepsionis, Avril baru menyadari kalau Boo Young ternyata membawanya ke Hotel. Avril sendiri tidak tahu kenapa Boo Young memesan kamar untuk dua orang. Avril pikir Boo Young masih ada janji dengan klien yang lain. Karena Boo Young masih berbicara dengan pekerja resepsionis, Avril pun tak berani bertanya.
Selesai dengan administrasi, Boo Young kemudian menggandeng tangan Avril. Dengan di antar oleh staf hotel, mereka pun masuk ke dalam lift. Avril masih terdiam tanpa bertanya apa-apa, karena masih ada staf hotel.
"Ini Tuan, kamar yang Anda pesan. Silahkan masuk!" Suruh staf hotel tersebut yang membantu membukakan pintu.
"Terima Kasih!" Sahut Boo Young.
Setelah memberi tip, staf tersebut langsung pergi. Avril duduk di atas ranjang sambil melihat sekeliling, sedangkan Boo Young melihat ke arah Avril dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kenapa kita ke hotel? Apa kamu masih ada janji dengan klien? Padahal tadi aku sudah bilang ke Calvin kalau kita sebentar lagi sampai." Tanya Avril yang masih sibuk melihat sekitar.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Avril, Boo Young malah berjalan mendekatinya dan mendongakkan dagu Avril. Tanpa menunggu, Boo Young langsung mencium lembut bibir sang istri dengan posisi dia berdiri dan Avril duduk di ranjang.
Perlahan Boo Young mendorong tubuh Avril tanpa melepaskan ciumannya, hingga Avril terlentang di atas ranjang. Kini posisi Boo Young sudah menindih tubuh Avril dan menciumnya dengan lembut.
Kring Kring Kring.....
Ketika Boo Young mulai melakukan aksinya, tiba-tiba handphone Avril berdering. Ia pun segera mengambil handphonenya Avril dari dalam tas. Di lihatnya nama Calvin tertera di layar ponsel.
"Ada apa sayang?" Tanya Boo Young.
"Kata Mama sebentar lagi sampai rumah, Calvin sudah nunggu satu jam tapi belum datang juga!" Jawab Calvin memprotes.
"Maaf sayang, tapi urusan Papa belum selesai. Nanti kalau semua sudah beres, kita langsung pulang, ok!" Kata Boo Young menjelaskan.
"Okay Pa!" Sahut Calvin dengan nada sedikit kecewa.
Sebagai anak Genius, Calvin selalu mendengarkan perkataan orangtuanya. Walaupun dia tidak menyukai suatu hal, tapi jika orangtuanya menyuruh, dia tidak akan menolaknya. Memang biasanya anak Genius selalu berbakti kepada orangtuanya, itupun tak luput dari peran orangtua yang mendidik.
Setelah selesai berbicara dengan Calvin, Boo Young kembali meneruskan aktivitasnya. Tiga hari saling marahan membuat Boo Young sangat merindukan sang istri, siang itu mereka melakukan hubungan suami istri dengan romantis.
*****
Avril terbangun dari tidurnya, perutnya terasa lapar. Ia pun melihat jam di handphonenya, tak terasa sudah jam lima sore. Melakukan hubungan suami istri membuatnya kelelahan dan membuat mereka berdua tertidur. Di lihatnya sang suami yang masih tertidur pulas.
Kemudian Avril turun dari ranjang, bagian pahanya terasa ngilu karena Boo Young melakukan sampai berkali-kali. Ia pun berjalan dengan pelan menuju ke kamar mandi. Tanpa mengunci pintu, Avril langsung mengguyurkan air hangat ke badannya agar rasa capeknya hilang.
Ketika ia sedang asyik mengguyur rambutnya sambil memejamkan mata, tiba-tiba dengan lembut dua tangan melingkar di dadanya. Avril pun sontak terkejut atas tindakan sang suami yang membuatnya sensasi geli tapi dia mengalami itu.
"Ah kamu mengagetkanku saja!" Protes Avril yang masih sibuk mengguyur badannya.
"Aku mau lagi!" Pintanya berbisik di telinga Avril.
Tanpa persetujuan dari Avril, Boo Young pun langsung mencium telinga Avril, hal itu membuat Avril merasakan sensasi yang sulit di artikan. Dengan mahir Boo Young menggerakkan tangan dan bibirnya secara bersamaan memainkan semua bagian dari tubuh Avril.
Mereka pun larut dalam rasa yang hanya mereka yang bisa rasakan saat itu. Lelah melakukan hal itu, merekapun saling memandikan satu sama lain. Memberi sampo, sabun kepada badan mereka. Keromantisan terus berlanjut ketika hanya ada mereka berdua di sebuah ruangan.
"Ah sudah dunk! Aku lapar banget nih!" Protes Avril kepada Boo Young sambil menepis tangannya yang masuk kedalam handuk.
"Ok! Aku pesan makanan dulu, abis itu kita tiduran!" Kata Boo Young yang sudah selesai mengeringkan rambut Avril.
Mendengar perkataan Boo Young, Avril pun langsung membalikan badannya dan memelototi Boo Young sebagai tanda protes. Boo Young yang menyadari itu pun langsung tersenyum dan mencium lembut pipi sang istri.
"Iya...iya... Kita ganti baju dan langsung pulang!" Kata Boo Young sambil tersenyum nakal.
"Tapi nanti malam minta jatah lagi!" Imbuh Boo Young dengan manja.
Tak ada respon dari Avril, kemudian Avril mengeringkan rambut Boo Young dan menyuruhnya memakai pakaiannya. Selama mengerjakan rambut Boo Young, tangan Boo Young tak henti-hentinya berkeliaran kesana kemari menelusuri tubuh Avril.
Sengaja Avril tak memprotes kelakuan sang suami, karena sebenarnya dia juga menikmati tangan nakal suaminya. Memang suami istri harus menyempatkan untuk Quality time agar hubungan menjadi lebih romantis dan tidak membosankan.
"Kita pulang sekarang atau nanti malam saja?" Tanya Boo Young menggoda Avril.
"Ingat anak di rumah sayang..." Jawab Avril dengan nada menekan.
Merekapun akhirnya pulang juga, sebelum keluar dari hotel, Boo Young mengajak Avril untuk makan di salah satu restoran yang terletak di lobby hotel. Karena Boo Young tahu, dari tadi siang Avril belum makan.
"Kita makan dulu!" Ajak Boo Young sambil menggandeng tangan Avril.
"Kita makan di rumah saja!" Tolak Avril.
"Pokoknya kita makan dulu! Dari tadi siang kamu belum makan, udah gitu main push up. Kasihan, pasti kamu lapar banget. Bodohnya aku tidak ingat kalau kamu belum makan!" Kata Boo Young meruntuki dirinya sendiri.
Ia pun tidak bisa menolak ajakan sang suami, karena sedari tadi perutnya terus merengek ingin di beri makanan lezat. Lalu mereka masuk ke dalam restoran dan memesan makanan yang mereka sukai.
Karena Avril merasa lapar, ia pun memesan makanan cukup banyak. Boo Young pun tersenyum melihat sang istri makan dengan lahapnya. Hal itu membuat Boo Young sangat mencintai Avril, karena Avril tidak jaim seperti wanita lain yang pernah ia kenal.
Dulu memang Boo Young menyukai wanita langsing, tapi melihat tubuh Avril berisi, hal itu malah membuat Avril semakin mempesona di matanya. Setiap melihat Avril berjalan, Boo Young pun sangat tergoda dengan pesonanya.
"Kita beli Pizza untuk Calvin dan Mama Papa ya!" Kata Boo Young.
"Iya, jangan lupa beli buat Ahjumma juga." Sahut Avril.
Kebetulan di restoran tersebut menyajikan menu Pizza. Karena mereka pulang telat, Boo Young pun berencana menyogok Calvin dengan Pizza, agar Calvin tidak ngambek atas keterlambatan mereka berdua.
Setelah selesai makan dan Pizza sudah datang, waktunya untuk membayar. Betapa kagetnya Avril ketika melihat tagihan yang mereka pesan. Dia sedikit kecewa karena sudah mau di ajak makan di restoran tersebut. Bagi Avril harga makanan di restoran itu tidak normal, tapi bagi Boo Young sudah biasa, karena memang restoran di hotel itu harganya mahal-mahal.
"Tau mahal gini aku tidak mau makan di sini! Ini pertama dan terakhir aku makan di restoran hotel. Mending uangnya aku kirim ke Indonesia jadi banyak dan bisa untuk Sodakoh!" Gerutu Avril dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Tetapi Boo Young paham kenapa Avril ngomel-ngomel sendiri. Ia tau kalau Avril keberatan atas harga makanan yang ia makan. Boo Young hanya bisa tersenyum dan mengajak Avril pulang. Tangan kanannya menggandeng Avril dan tangan kirinya membawa tiga box Pizza ukuran sedang.
Bersambung....