My Korean Husband

My Korean Husband
Demi Calvin



Boo Young pun keluar dari kamar dengan beribu pikiran di otaknya.


"Terima Kasih sudah mau berpura-pura menjadi Papanya Calvin. Sebenarnya, ada perlu apa kamu kesini dan dari mana kamu tahu tempat tinggal ku?" Tanya Eun Soo dengan nada jutek.


Sebelum Boo Young menjawab pertanyaan Eun Soo, ia lebih dulu duduk di sofa dan menaikan kakinya ke meja kecil, layaknya seorang CEO yang sedang berada di rumahnya sendiri.


"Katakan, siapa sebenarnya Calvin?" Tanya Boo Young menatap serius ke arah Eun Soo.


Eun Soo terdiam sejenak, berusaha merangkai kata-kata agar Boo Young tidak mencurigai atas jawabannya. Terlebih, sampai Boo Young tahu kalau Calvin adalah anaknya.


"Kan sudah aku beritahu kamu, kalau Calvin adalah anak Avril. Suaminya meninggalkan Avril ketika Calvin masih di dalam kandungan." Jawab Eun Soo dengan nada gugup


Boo Young menyunggingkan bibirnya, pertanda bahwa dia tidak mempercayainya penjelasan dari Eun Soo. Dari gelagat Eun Soo pun Boo Young tahu kalau Eun Soo sedang mencoba membohonginya.


"Ok! Tapi aku akan cari tahu sendiri, siapa sebenarnya Calvin." Sahut Boo Young sambil berdiri membenarkan setelan jas nya.


Bukan Boo Young namanya kalau tidak bisa mencari informasi dari seseorang, apalagi saat ini dia sedang penasaran karena Calvin sangat mirip dengan dirinya, bahkan cara ia berbicara juga sama dengannya.


Kemudian Boo Young berjalan meraih ganggang pintu hendak keluar dari apartemen. Di waktu yang sama, Calvin juga keluar dari kamar dan ia memanggil Boo Young untuk tidak pergi.


"Papa mau kemana?" Tanya Calvin yang berlari menghampirinya.


"Papa mau pergi kerja dulu sayang!" Jawab Boo Young sambil berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Calvin.


Tetapi Calvin malah memeluknya sambil menangis dan melarang Boo Young untuk pergi kerja, karena mereka baru saja bertemu dan Calvin masih sangat merindukan Ayahnya.


Boo Young yang tak tega melihat Calvin menangis, ia pun langsung menggendongnya dan mengatakan kalau dirinya akan menemaninya sepanjang hari.


"Ok ok! papa tidak masuk kerja, papa akan temani Calvin, tapi berhenti dulu nangisnya!" Kata Boo Young menenangkan Calvin.


Avril yang mendengar mereka berbicara pun segera keluar kamar dan mengambil Calvin dari gendongan Boo Young.


"Calvin, Papa kan harus bekerja. Nanti kalau papa pulang kerja bisa mainan lagi sama kamu." Rayu Avril kepada Calvin.


"Gak apa-apa, aku hari ini gak masuk kerja!" Sahut Boo Young sambil mengelap air mata Calvin.


Kemudian Eun Soo mengingatkan ke Boo Young bahwa ada meeting penting di jam 10 pagi. Seperti Calvin paling penting di hidupnya, Boo Young pun segera menelpon sekertarisnya agar membatalkan meeting itu.


Tampak wajah Eun Soo merasa bingung dengan sikap Boo Young. Setahu dia, Boo Young tidak pernah mengorbankan pekerjaannya demi apapun. Apalagi demi Calvin yang ia tidak tahu, bahwa Calvin adalah anaknya.


Demi Boo Rua yang ia sangat cintai saja dia tidak mau melewatkan meeting yang tak begitu penting, tapi entah kenapa Boo Young malah melewatkan meeting pentingnya demi Calvin. Eun Soo hanya menggelengkan kepalanya karena merasa heran.


"Kamu kalau mau berangkat kerja ya kerja saja! Aku kan seorang CEO jadi suka-suka aku, mau masuk kerja atau tidak." Ujar Boo Young kepada Eun Soo.


Rasa khawatir mulai merasuki jiwa Avril dan Eun Soo, mereka tidak bisa membayangkan kalau Boo Young tahu yang sebenarnya. Pasti Boo Young akan mengambil Calvin dari Avril. Bisa di lihat kalau Boo Young sangat menyukai Calvin.


Pagi itu Eun Soo pun pergi bekerja dan tinggal lah mereka bertiga di dalam apartemen itu.


Karena sikap Boo Young terlihat tulus kepada Calvin, hal itu membuat Avril merasa Delima. Belum sehari saja mereka tampak akrab, Calvin yang biasanya hanya diam dan belajar, kini dia terlihat anak-anak seperti umumnya.


Tersenyum, tertawa dan bercanda dengan Boo Young, membuat Calvin menemukan masa kecilnya yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Avril tak tega jika harus mengambil kebahagiaan anaknya dengan memberitahu kalau Boo Young bukanlah Ayahnya.


"Mama kesini dunk, mainan sama Papa juga!" Ajak Calvin yang sedang bermain dengan robotnya.


Karena sudah waktunya Calvin belajar, Avril pun menyiapkan perlengkapan belajar dan laptop milik Calvin di meja yang berada di kamar itu.


"Sayang, waktunya belajar. Setelah belajar, nanti bisa mainan lagi." Suruh Avril kepada Calvin yang masih asyik bermain dengan Boo Young.


"Hari ini libur ma, besok saja." Sahut Calvin tanpa menatap wajah Avril.


Bagi Avril, Calvin adalah anak yang cerdas, bisa di bilang Genius. Jadi Avril hanya mengarahkan Calvin dengan bidang yang ia sukai dan walaupun Calvin anak Genius, tetapi ia tetap harus belajar untuk mengasah kemampuan otaknya.


Karena Calvin tidak mau belajar, Boo Young pun merayunya agar Calvin mau belajar. Tak membutuhkan rayuan, Calvin pun langsung mendengarkan kata Boo Young, ketika ia menyuruh Calvin untuk belajar.


*****


Setelah belajar dan makan siang Calvin pun tertidur sambil menonton TV di ruang tamu, kemudian Boo Young menggendongnya untuk di pindahkan ke kamar yang lebih nyaman.


Ketika Avril mau masuk ke kamar, Boo Young pun menarik tangannya untuk keluar dan di tutupnya pintu kamar Calvin.


"Mau apa?" Tanya Avril dengan gemetar.


Boo Young pun melempar Avril ke atas sofa dan mendekatkan wajahnya ke wajah Avril sambil meraih dagu Avril dengan kasar.


"Kenapa kamu muncul lagi di hadapan ku? Apakah uang mu sudah habis? Siapa Calvin sebenarnya, apakah dia anak ku?" Tanya Boo Young dengan nada menekan.


Avril pun merasa ketakutan dan mendorong tubuh Boo Young dengan sekuat tenaga, hingga membuat wajah Boo Young sedikit menjauh dari hadapannya. Ia mencoba berdiri, tetapi Boo Young lebih cepat darinya hingga Boo Young berhasil menarik pinggang ramping Avril.


Dengan posisi Avril duduk di atas pangkuan Boo Young, dia mencoba untuk melepaskan tangan Boo Young yang melingkar di pinggangnya.


"Katakan, Siapa Calvin sebenarnya atau aku akan melakukan lagi kejadian 7 tahun yang lalu." Ancam Boo Young berbisik di telinga Avril.


"Calvin anak ku dan kamu tidak ada hubungan dengannya." Jawab Avril sambil berusaha melepaskan tangan Boo Young dari pinggangnya.


Boo Young tak tinggal diam, dia pun menarik tubuh Avril hingga dia terlentang di atas sofa dan Boo Young pun mulai menaikan kaos yang di kenakan Avril.


Kini posisi Boo Young menindih tubuh Avril di atas sofa, berharap Avril mengatakan bahwa Calvin adalah anak kandungnya, karena dari pertama melihat Calvin, Boo Young merasa ada kontak batin antara dirinya dan Calvin. Apalagi wajah Calvin juga sangat mirip dengannya.


"Aku tahu kalau kamu sedang berbohong atau kamu memang ingin merasakan kenikmatan lagi dengan ku." Kata Boo Young sambil membuka kancing bajunya.


Karena Avril tidak mau diam dan mengeluarkan suara yang mungkin akan terdengar oleh Calvin, akhirnya Boo Young mengunci mulut Avril dengan bibirnya.


Atas ciuman kasar Boo Young, membuat Avril sulit bernafas dan Avril pun mengumpulkan tenaganya untuk mendorong Boo Young, tapi tenaga Boo Young lebih kuat darinya, sehingga dorongan demi dorongan tidak membuat Boo Young mengakhiri ciuman itu.


Puas bermain dengan bibir Avril, kini Boo Young tersenyum sinis menatap wajah Avril yang mulai menangis sesenggukan.


"Aku tidak tahu apa yang ada di fikiran mu, 7 tahun menghilang dan kenapa kamu muncul lagi. Apa demi uang kamu ingin mengganggu ku?" Kata Boo Young menuduh Avril.


"Kedatangan ku ke Korea untuk mengantar anak ku untuk berlomba, aku tidak berharap atas uang mu. Untuk uang yang dulu aku bawa, aku berniat untuk mengembalikan." Ujar Avril yang menyangkal tuduhan Boo Young.


Memang Avril tidak ada niat untuk bertemu dengan Boo Young, tidak di sangkanya kalau dia akan bertemu dengan Boo Young dalam kondisi seperti itu.


Bersambung....