
...****************...
Pagi itu Boo Young tampak marah karena Avril tidak melakukan sesuatu yang ia minta. Dengan memakan roti panggang, Boo Young duduk di kursi meja makan tanpa memandang ke arah Avril. Avril yang menyadari itu pun langsung berinisiatif untuk meminta maaf.
"Marahnya sudah ya! Semalam aku sangat ngantuk, jadi ketika kamu membangunkan ku, aku tak merespon." Kata Avril merayu.
Tanpa merespon perkataan Avril, Boo Young kemudian berpindah tempat ke sofa sambil menonton TV. Dengan memasang wajah marah, Boo Young menaruh piring kotor bekas roti ke atas meja dengan sedikit di banting.
Avril mendengus kesal karena sang suami tidak menanggapinya. Karena tidak ingin Boo Young marah dengannya, Avril pun menghampiri sang suami yang sedang menonton TV dengan membawa segelas susu segar.
"Minum dulu susunya, biar tambah sehat!" Suruh Avril dengan tersenyum.
"Terima Kasih!" Sahut Boo Young menarik gelas itu dengan kasar hingga susunya sedikit tumpah.
Setelah Boo Young selesai minum susu, ia kemudian masuk ke kamar dan membanting pintu dengan sangat keras hingga membuat Avril kaget.
Mendapat perlakuan Boo Young yang sangat kasar, Avril pun pergi mengikuti Boo Young masuk kamar. Di lihatnya Boo Young yang sedang duduk di bibir ranjang dan ia pun segera mendatangi sang suami .
Avril mendorong tubuh sang suami hingga terlentang, kini Avril berada di atas badan Boo Young dan menindihnya. Avril yang mencoba mendaratkan bibirnya, tiba-tiba Boo Young mendorong Avril ke samping.
"Ya! bukankah ini yang kamu mau?" Kata Avril dengan sebal.
"Bisakah kamu tidak menggangu ku! biarkan aku istirahat!" Suruh Boo Young sambil memposisikan dirinya untuk tidur.
Avril yang merasa bersalah pun tak menyerah agar sang suami mau memaafkannya. Ia kemudian tiduran di samping Boo Young sambil memainkan hidung, bibir dan rambut sang suami.
Karena merasa terganggu, Boo Young pun mengubah posisinya dengan membelakangi tubuh Avril. Lalu ia mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Aku tidak akan berhenti mengganggu mu, sebelum kamu memaafkan ku!" Kata Avril dengan yakin.
"Aku akan semakin marah jika kamu terus menggangguku!" Kata Boo Young dengan nada tinggi.
Boo Young kemudian mendorong tubuh Avril hingga ia terjatuh di lantai. Avril pikir, jika ia terus menggoda suaminya, Boo Young akan segera memaafkannya, tetapi kenyataannya dia malah tambah marah kepada Avril.
Avril berdiri dari lantai dan berjalan keluar dari kamar, kemudian ia duduk di sofa dan menyalakan TV. Tak terasa air matanya jatuh tak tertahankan membasahi pipinya. Merasa lelah karena menangis, Avril pun merebahkan badannya di atas sofa. Lama kelamaan Avril terserang rasa kantuk dan ia pun tertidur pulas di sana.
...****************...
Karena tidak terdengar suara Avril, Boo Young pun keluar dari kamar dengan mengendap-endap seperti maling. Kemudian ia berjalan menghampiri Avril yang masih tertidur. Dengan posisi berjongkok, Boo Young menyentuh hidung sang istri sambil tersenyum.
"Kasihan! pasti tadi habis nangis!" Kata Boo Young lirih.
Karena Boo Young tidak mau merusak rencananya, dia kemudian berdiri dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Tetapi karena ia tak hati-hati, gelas yang berada di tangannya jatuh ke lantai hingga pecah.
Avril yang mendengar suara pecahan gelas pun terbangun dan duduk mencari apa yang terjadi. Ketika ia melihat Boo Young membersihkan serpihan gelas, Avril pun beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Boo Young.
"Kamu tidak apa-apa? Hati-hati, nanti kena tangan mu!" Kata Avril khawatir.
Baru saja Avril berhenti bicara, jari Boo Young sudah terkena serpihan gelas dan jarinya berdarah. Dengan cepat Avril memasukan jari Boo Young ke dalam mulutnya, tetapi Boo Young menarik jarinya dengan kasar.
Dia lah Avril yang begitu lemah karena cinta, sudah di perlakukan kasar tetapi ia masih perduli. Avril berdiri berlari masuk kamar untuk mengambil sesuatu. Setelah ia mendapatkan yang ia butuhkan, Avril pun kembali lagi untuk menempelkan band-aid ke jari Boo Young.
"Kamu minggir saja, aku bisa sendiri!" Kata Boo Young agak kasar.
Avril pun beranjak dari lantai sambil menangis berjalan masuk kamar. Karena sudah tak tahan lagi atas perlakuan Boo Young kepadanya, ia pun menelpon Eun Soo agar menjemputnya.
Bukan Boo Young namanya kalau tidak merencanakan rencananya dengan matang. Ia terlebih dahulu memberi tahu pada Eun Soo tentang rencananya. Jadi ketika Avril menelpon Eun Soo untuk menjemputnya, Eun Soo beralasan bahwa dirinya sedang ada janji.
Malam tiba,
Dari tadi siang Avril tidak makan, ia hanya tiduran di dalam kamar sambil memainkan handphonenya. Di lihatnya Boo Young yang mondar mandir keluar masuk kamar. Ingin sekali Avril bertanya, tetapi ia urungkan, karena dia tahu kalau Boo Young tidak akan meresponnya.
Avril pun merasa heran ketika Boo Young keluar membawa kopernya. Karena dompet Boo Young berada di atas nakas, jadi Avril sedikit tenang. Setidaknya Boo Young tidak akan pergi meninggalkan dirinya sendirian di villa itu.
Tak lama kemudian lampu pun mati, Avril mulai panik dan memanggil-manggil Boo Young, tetapi tidak ada respon. Avril kemudian menyalakan lampu pada handphonenya dan turun dari ranjang untuk keluar dari kamar. Pas Avril mau meraih ganggang pintu, tiba-tiba pintu terbuka.
"Happy Birthday to you......." Boo Young masuk ke kamar sambil membawa kue ulang tahun di tangannya.
"Menyebalkan!" Umpat Avril kesal.
Avril baru menyadari bahwa ternyata kemarahan Boo Young hanya karena ia ingin memberi kejutan ulang tahun untuknya.
"Tiup lilinnya Sayang!" Suruh Boo Young.
Dengan mata berkaca-kaca, Avril kemudian meniup lilin itu. Kemudian Boo Young memeluk Avril dan meminta maaf jika seharian dia sudah membuatnya sedih.
"Sayang, aku minta maaf karena sudah membuat mu nangis." Kata Boo Young sambil memeluk Avril.
"Inikan belum jam 12, kenapa sudah memberi kejutan?" Tanya Avril menahan haru.
"Karena kejutan yang sebenarnya bukanlah ini!" Jawab Boo Young dengan teka teki.
Karena mereka berdua merasa lapar, mereka pun memakan kue ulang tahun itu dengan sendok. Setelah kenyang memakan kue, Boo Young kemudian keluar kamar untuk mengambil sesuatu.
Boo Young tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia merasa malu jika harus bersikap romantis. Jadi ia masuk ke kamar hanya dengan menyodorkan seikat buket bunga mawar dan kotak kecil.
"Ini apa, tidak romantis sekali!" Protes Avril sambil mengambil bunga dan kotak kecil dari tangan Boo Young.
"Ya! kamu sendiri yang membuat ku seperti ini!" Sahut Boo Young kesal.
Setiap Boo Young melakukan hal romantis, Avril selalu meledeknya. Hal itu membuat Boo Young hilang rasa percaya diri dan membuat ia bersikap apa adanya.
Avril kemudian duduk di lantai sambil membuka kotak kecil pemberian Boo Young. Matanya membesar ketika melihat apa yang ada di dalam kotak kecil itu.
Kemudian Boo Young mengikuti Avril duduk di lantai dan mengambil kotak kecil itu dari tangan Avril. Lalu Boo Young membantu Avril untuk memakaikan cincin pemberiannya.
Betapa bahagianya hati seorang perempuan jika mendapat hadiah dari orang yang di cintai. Bukan karena barang itu mahal, tetapi karena ia merasa spesial di mata orang yang dicintainya. Begitupun dengan Avril, saat ini hatinya sedang berbunga-bunga karena mendapat hadiah spesial dari sang suami.
"Malam ini pakai Lingerie ok!" Bisik Boo Young.
Avril tidak memperdulikan perkataan Boo Young, ia asyik melihat-lihat cincin barunya.
Bersambung....