My Korean Husband

My Korean Husband
Kembalinya Ke Korea



Setelah mereka kembali ke Korea, Boo Young kemudian mulai mencari sekolah yang cocok untuk Calvin.


Sebenarnya dia ingin mendaftarkan Calvin ke sebuah universitas ternama di Korea, tetapi dia tidak mau masa kanak-kanak Calvin tidak ia nikmati karena selalu bersama orang dewasa.


Akhirnya Boo Young mencari sekolah dasar yang mengerti kebutuhan Calvin dalam belajar. Calvin memang berada di Sekolah Dasar, tetapi materi yang akan di berikan akan menyesuaikan kemampuan Calvin dalam pengetahuannya.


Jadi Calvin masih bisa bermain dengan teman-teman sebayanya dan juga mendapat materi yang sesuai untuknya.


"mama, mama jangan lagi tidur dengan ku. seharusnya mama tidur dengan papa." protes Calvin sambil memakan roti panggang.


Avril langsung menoleh ke arah Boo Young dan memberi isyarat kepadanya untuk menjelaskan kepada Calvin, karena Avril tahu kalau Calvin tidak akan banyak tanya ketika Boo Young menjelaskan sesuatu.


"maaf sayang, mulai nanti malam mama akan tidur dengan papa. mama pikir kamu takut kalau tidur sendiri, makanya mama menemani mu." kata Boo Young menjelaskan.


Perkataan Boo Young membuat Avril geram, sehingga membuat Avril melotot ke arah Boo Young.


Hari ini pertama Calvin masuk sekolah, Avril dan Boo Young mengantarnya dan memperkenalkan diri kepada sang guru.


Setelah Calvin masuk sekolah, Boo Young pun mengantar Avril untuk pulang ke apartemen. Dan tanpa mereka sadari, seseorang telah membuntuti mereka sejak tadi.


"aku mau bekerja." kata Avril tanpa menoleh ke arah Boo Young.


"ok! kamu boleh kerja di perusahaan ku, tapi aku tidak mau kalau orang kantor tahu kalau kita sudah menikah." sahut Boo Young.


Avril pun mengangguk menyetujui perkataan Boo Young.


Sesampainya mereka di apartemen, Boo Young langsung pergi tanpa berpamitan.


...****************...


"aku tidak tahu kenapa Boo Young akhir-akhir ini seperti menjauh dari ku." kata Boo Rua kepada seseorang.


"oh... jadi kamu mulai mendekati ku lagi karena kamu di campakkan sama kekasih mu lagi." sahut pria itu.


Karena merasa di cuekin sama Boo Young, dia pun mulai mendekati keponakan Boo Young yang bernama Lee Seung Chul.


Pagi ini Boo Rua mencoba menelpon Boo Young berkali- kali tetapi tidak ada jawaban atau merespon pesan singkatnya.


"apakah dia tidak pernah mengajak mu ke apartemennya?" tanya Seung Chul serius.


"sudah sebulan lebih aku tidak ke apartemennya, tapi dia datang ke apartemen ku." jawab Boo Rua menghela nafas panjang.


Seung Chul berfikir sejenak dan langsung menyimpulkan bahwa Boo Young memiliki wanita lain.


"aku yakin kalau dia sudah punya wanita lain." kata Seung Chul dengan percaya diri.


Sontak saja Boo Rua langsung menoleh ke arahnya dan menatapnya tajam, seolah tidak setuju dengan perkataan Seung Chul yang baru saja keluar dari mulutnya.


Kemudian Boo Rua berdiri dari duduknya dan melipatkan tangannya sambil berjalan mondar-mandir seperti setrikaan.


"aku harus cari tahu, tak seperti biasanya Boo Young bersikap seperti itu kepadanya." batin Boo Rua.


Tanpa pamit, Boo Rua langsung keluar dari apartemen Seung Chul dengan berlari pelan.


Kali ini Boo Rua akan pergi ke apartemen Boo Young, pikirnya pasti ada yang di sembunyikan darinya, karena setiap Boo Rua mau ke apartemen Boo Young, dia selalu memberi alasan.


Dengan sedikit terburu-buru, Boo Rua memencet tombol lift.


Entah kenapa dia merasa tak sabar ingin masuk ke apartemen Boo Young, walaupun dia sendiri tidak tahu kode pintu apartemen Boo Young.


TingTong... TingTong....


Boo Rua mencoba memencet bel pintu, berharap Boo Young masih di rumah. Tiga kali dia memencet bel, tapi tak seorang pun membukanya.


"kamu siapa?" tanya Boo Rua dengan suara keras.


"kamu sendiri siapa?" tanya Avril yang masih di balik pintu, hanya terlihat kepalanya saja.


Melihat Avril di rumah sang kekasihnya, Boo Rua pun tersulut emosinya dan mendorong pintu, kemudian mendorong tubuh Avril hingga terjatuh ke lantai.


"katakan! kamu siapa?" tanya Boo Rua semakin emosi.


" aku istrinya Boo Young!" jawab Avril menengadah kepalanya.


Plaaaak.....


Boo Rua menampar wajah Avril dengan kerasnya, hingga Avril meringis kesakitan.


Avril yang menerima tamparan dari Boo Rua pun segera bangkit dari lantai dan membalas perbuatan Boo Rua dengan menampar balik pipi mulus milik Boo Rua.


"kamu pikir, hanya kamu saja yang bisa menampar!" teriak Avril yang merasa panas di telapak tangannya setelah menampar Boo Rua.


Saat ini Boo Rua menangis dan menelpon Boo Young. Kebetulan saat itu Boo Young mengangkat telpon dari Boo Rua.


Terdengar Boo Rua sedang mengadu kepada Boo Young, bahwa dirinya telah di aniaya wanita gila yang ada di apartemen dan menyuruh Boo Young untuk pulang.


...****************...


Tak lama kemudian Boo Young datang dan langsung memeluk Boo Rua yang sedang berakting.


"katakan kepada ku, siapa wanita itu, kenapa dia bilang kalau dia adalah istri mu dan dia juga telah menamparku hiks...." tanya Boo Rua sambil pura-pura menangis.


Boo Young kemudian mengecek wajah Boo Rua, meyakinkan kalau tidak ada luka di wajah sang kekasih.


Kemudian Boo Young melihat ke arah Avril dengan tatapan amarah, lalu ia mendekat dan meraih tangan Avril.


"minta maaf sama Boo Rua sekarang!" paksa Boo Young.


Tetapi Avril yang tidak merasa bersalah, ia pun melempar tangan Boo Young dan Avril berjalan menuju kamarnya


"maafkan aku ya sayang, hal ini tidak akan terjadi lagi." kata Boo Young sambil mengelus pipi Boo Rua dengan khawatir.


"siapa perempuan itu?" tanya Boo Rua dengan nada sedikit jengkel.


Karena tak ingin Boo Rua salah paham, Boo Young pun segera menjelaskan siapa Avril dan ada hubungan apa dengannya.


Boo Young menceritakan secara detail, hingga ia juga menjelaskan bahwa dirinya sudah mempunyai Anak yang bernama Calvin yang saat ini sedang sekolah.


Awalnya Boo Rua marah-marah dan mengamuk memukul dada bidang Boo Young, tetapi setelah Boo Young memberitahu tentang rencananya, Boo Rua pun sedikit mengerti dan lebih tenang.


"jadi aku mohon, bantu aku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan dan aku akan segera menikahi mu." kata Boo Young menatap wajah Boo Rua penuh cinta.


"tapi aku mau tas keluaran baru." kata Boo Rua dengan manja.


Tentu saja Boo Young akan membelikan semua apa yang di minta Boo Rua. Apartemen, mobil dan semua pakaian yang bermerek pun Boo Young yang membelinya.


Boo Rua memang sangat cantik, bisa di bilang mirip artis Bae Suzy. Hanya saja ia lebih memilih menggeluti bidang permodelan dari pada bidang keaktrisan.


Beberapa penulis menawarinya untuk bermain drama, tapi ia tolak. Baginya waktu bersenang-senang lebih menyenangkan dari pada harus bekerja.


Maka dari itu, Boo Rua memanfaatkan Boo Young. Pria kaya dan tampan yang tergila-gila padanya. Tidak perlu bekerja keras, uang pun mengalir sendiri jika ia minta sama sang kekasih Boo Young.


Bersambung....