My Korean Husband

My Korean Husband
Dia Tidak Pulang



...****************...


Semenjak kepergian Boo Young pagi itu, ia sudah dua hari tidak pulang ke apartemen. Hingga membuat Calvin menanyakan sang papa terus menerus. Avril sendiri tidak mencari tahu keberadaan Boo Young di mana. Tadi pagi pun Boo Young juga tidak berangkat bekerja.


Karena Calvin merengek merindukan sang papa, akhirnya Avril mengalah untuk menelpon Boo Young terlebih dahulu. Tetapi bukannya Boo Young yang mengangkat panggilan itu, malah terdengar suara Boo Rua.


"Suami mu sedang di kamar mandi membersihkan diri, karena baru saja selesai bermain-main dengan ku!" kata Boo Rua melalui telepon.


Avril pun segera mematikan panggilan itu dan langsung memberi penjelasan kepada Calvin. Avril berlutut mensejajarkan badannya dengan Calvin.


"Sayang, papa masih ada urusan pekerjaan. Nanti kalau sudah beres, pasti dia langsung pulang." kata Avril mencoba menenangkan sang anak.


"Biarkan aku sendiri yang menelpon papa!." kata Calvin merebut handphone dari tangan Avril.


Dia khawatir kalau Boo Rua yang mengangkat panggilan itu lagi, sehingga ia mau merebut handphone dari Calvin, tapi sepertinya yang mengangkat panggilan itu adalah Boo Young.


"Papa cepetan pulang, kalau malam ini papa tidak pulang, Calvin tidak mau sekolah lagi. Biarin saja Calvin jadi anak bodoh, toh papa tidak perduli." kata Calvin mengakhiri panggilan itu.


Calvin langsung masuk ke kamarnya menangis sesenggukan. Avril mencoba menghibur sang anak dan mengatakan kalau sang papa sebentar lagi akan pulang.


Benar saja, selang lima belas menit Boo Young membuka pintu Apartemen. Avril pun mendengar jika seseorang membuka pintu, ia pun keluar dari kamar Calvin dan mengecek apakah Boo Young pulang.


"Dari mana saja kamu?" tanya Avril yang masih berdiri di depan pintu kamar Calvin.


Tanpa menjawab pertanyaan Avril, Boo Young menyingkirkan Avril dari depan pintu kamar Calvin dengan kasarnya. Boo Young pun tak memandang wajah Avril, walaupun hanya sedetik.


Calvin dan Boo Young meluapkan rasa kangen mereka dengan saling memeluk dan bertukar cerita tentang apa yang di lakukan Calvin di sekolah. Sedangkan Avril menunggu Boo Young di luar, ia duduk di meja makan.


Tak lama kemudian Boo Young keluar dari kamar Calvin dengan tatapan wajah yang masih marah. Boo Young berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.


"Kamu sudah makan?" tanya Avril menatap ke arah Boo Young.


Lagi-lagi Boo Young tidak merespon pertanyaan Avril. Setelah ia menghabiskan segelas air putih, kemudian Boo Young masuk ke kamarnya. Dan Avril pun mengikutinya dari belakang.


"Boo Young, sepertinya kamu salah paham. Dengarkan penjelasan ku.........." kata Avril yang belum selesai berbicara, karena sudah di potong Boo Young terlebih dahulu.


"Please, jangan membicarakan itu lagi. Aku sangat muak!" sahut Boo Young sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Entah kenapa, Avril rasanya ingin menangis dan ia pun kemudian masuk ke kamar mandi. Di kamar mandi Avril mulai menangis, menangis karena sikap Boo Young yang tidak mau mendengar penjelasannya.


Setelah membersihkan diri, Avril kemudian keluar dari kamar mandi. Lalu ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang di samping Boo Young.


"Siapa yang menyuruh mu tidur dengan ku? Melihat mu saja rasanya menjijikan, apalagi harus tidur dengan mu. Ingat! aku baik kepadamu hanya karena Calvin, jangan berharap lebih kamu!" kata Boo Young yang membuat Avril murka.


"Apa kamu bilang, aku menjijikan! bukan kah kamu yang lebih menjijikan, tidur dengan wanita sesukamu." kata Avril dengan nada sedikit tinggi.


Plakkk.....


Merasa sakit hati, Avril pun memilih untuk tidur di sofa ruang tamu. Tetapi Boo Young keluar dari kamar dan membangunkan Avril. Dia menggunakan kakinya untuk menggoyangkan badan Avril.


"Eh, bangun! siapa yang menyuruh mu untuk tidur di sini? kamu mau Calvin melihat mu dan tahu permasalahan kita!" kata Boo Young meraih rambut panjang Avril.


Avril yang merasa kesakitan karena rambutnya di tarik Boo Young, ia hanya bisa meringis dan memohon kepada Boo Young untuk melepaskannya.


"Lepaskan!" kata Avril menekan suaranya agar tidak terdengar oleh Calvin.


Boo Young pun melempar tubuh Avril di atas sofa yang ada di kamar dengan kasar, hingga membuat Avril terpental dan jatuh tersungkur di lantai.


Tidak tahu apa yang harus ia katakan lagi, ketika Avril mencoba menjelaskan tetapi Boo Young sama sekali tidak mendengarkannya.


"Kamu tidur di sini! Jangan bersikap aneh di depan Calvin atau aku tidak segan-segan mengambil Calvin dari tangan mu!" kata Boo Young mengancam.


Karena malam itu Avril tidur tanpa selimut dan udara di luar sangat dingin di tambah Boo Young menyalakan AC, hal membuat tubuh Avril menggigil kedinginan. Bukan tanpa alasan Boo Young menyalakan AC, dia sengaja agar Avril kedinginan.


Avril tidak tahan lagi merasakan kedinginan, akhirnya ia tanpa perduli berjalan menuju ranjang dan ia merebahkan tubuhnya dan menarik selimut Boo Young.


Kedatangan Avril membuat Boo Young terbangun dan menyadari keberadaan Avril yang sudah tertidur di sebelahnya.


"Pergi dari ranjang ku atau aku akan berbuat kasar kepadamu!" ancam Boo Young yang saat ini dia dengan posisi duduk.


Karena sangat kedinginan, Avril tidak memperdulikan perkataan Boo Young dan malah ia menarik selimut membenamkan kepalanya ke dalam selimut.


Boo Young pun murka atas sikap Avril. Kini Boo Young menarik selimut yang menutupi tubuh Avril, kemudian Boo Young menindih tubuh Avril dan meluncurkan ciuman kasar ke bibir Avril.


"Apakah ini yang kamu inginkan? tidak puas hanya tidur dengan satu laki-laki?" kata Boo Young yang lagi-lagi melahap bibir Avril dengan rakus.


Avril dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Boo Young, tetapi kedua tangan Avril di tarik ke atas dan di kunci oleh salah satu tangan Boo Young. Sedangkan tangan kanan Boo Young mulai menelusuri tubuh Avril yang bahenol itu.


Tangannya meraba masuk ke dalam kaos yang di kenakan Avril dan bibir Boo Young masih sibuk menikmati bibir Avril.


Tak terasa air mata Avril berjatuhan dari sudut matanya, hal itu tak di perduli kan oleh Boo Young. Kini celana Avril sudah berhasil di lepas oleh Boo Young, Avril pun memberontak sejadi-jadinya.


Kemudian Boo Young menghentikan aktifitasnya dan duduk di samping Avril. Tiba-tiba bayangan pria yang mengajak Avril ke hotel itu terlintas di benak Boo Young dan membuatnya murka.


"Kamu dengan mudahnya tidur dengan laki-laki lain, tetapi dengan suami mu sendiri seperti ini!" bentak Boo Young.


"Bukankah kamu sendiri yang bilang, bahwa aku ini menjijikan!" sahut Avril yang menangis sesenggukan sambil merapikan pakaiannya.


Lalu Avril turun ranjang dan memilih untuk tidur di sofa kamar itu. Karena tidak tega melihat Avril kedinginan, Boo Young pun mematikan AC dan menyalakan pemanas ruangan.


Bersambung.....