My Korean Husband

My Korean Husband
Kemarahan Avril



Sudah hampir waktunya pulang, tetapi Avril tak kunjung balik ke kantor. Ketua team pun menelponnya berkali-kali dan tidak ada jawaban dari Avril.


Sang ketua team pun memberi tahu sang CEO bahwa Avril sampai sekarang tidak balik ke kantor.


"kemana dia pergi?" batin Boo Young.


Boo Young pun segera memberi alasan kepada team ketua bahwa dia lupa memberitahunya, kalau Avril dia suruh untuk bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya.


Team ketua pun merasa bingung, karena bukan tugas Avril untuk menemui rekan bisnis sang CEO. Dengan raut wajah yang bingung, ketua team keluar dari ruangan Boo Young.


"apa dia marah karena aku menurunkannya di pinggir jalan." batin Boo Young.


Boo Young pun menelpon sang kekasih dan memberitahunya bahwa dirinya tidak bisa menemaninya untuk belanja.


"sorry sayang, lain kali saja kita pergi belanjanya. Bye..." kata Boo mengakhiri percakapannya dengan Boo Rua.


Kemudian Boo Young beranjak dari duduknya dan segera keluar dari ruangannya. Pikirannya mulai khawatir jika Avril menemui Seung Chul.


Ketika Boo Young masuk ke dalam mobilnya, dia baru menyadari kalau tas Avril berada di dalam mobilnya


"kenapa tas Avril ada di sini? berarti tadi siang Avril turun dari mobil tanpa membawa tas nya. oh my......." gumam Boo Young.


Dengan buru-buru Boo Young segera melajukan mobilnya dan langsung pulang ke apartemennya.


Di bukanya pintu Apartemen dan ia langsung berlarian mencari Avril dan ternyata Avril sudah tidur di kamarnya.


Boo Young mendekati Avril yang sudah tertidur pulas, di lihatnya kaki Avril dan bagian belakang memerah. Kemudian Boo Young mengambil krim dan di oleskan ke bagian kaki yang lecet agar tidak terasa perih.


Avril tidak mendengar atau merasakan tangan Boo Young menyentuh kakinya, karena memang ia sangat capek.


Sambil memandang ke arah Avril, Boo Young berdiri di samping ranjangnya. Dia merasa kasian dan bersalah karena sudah tega menyuruh Avril keluar dari mobilnya.


Lalu ia naik ke atas ranjang dan memandangi wajah Avril dengan posisi tengkurap. Ketika tangan Boo Young menyingkirkan rambut Avril, tiba-tiba Avril bergerak.


Sontak saja Boo Young langsung meloncat dari ranjang dan pura-pura tidak perduli dengan Avril.


"kamu sudah bangun? kamu kemana saja tidak balik ke kantor?" tanya Boo Young pura-pura tidak tahu.


Tetapi Avril tanpa meresponnya, beranjak dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar. Boo Young yang merasa bersalah, hanya bisa mengikutinya dari belakang.


Avril berjalan dengan gontai, karena dia merasakan sakit di kakinya. Di ambilnya air minum dan kemudian dia duduk di meja makan.


"sebentar lagi Calvin pulang, kamu mau makan apa?" tanya Boo Young dengan lirih.


Tetap saja Avril tidak menganggap keberadaan Boo Young, setelah menghabiskan segelas air, Avril pun kembali masuk ke kamar.


Kemudian Boo Young pergi untuk menjemput Calvin dan berencana membeli makanan kesukaan Avril.


"Calvin sayang....." sapa Boo Young yang melihat Calvin yang sudah menunggunya.


"papa...." Calvin menghampiri sang papa dan meneluknya.


Kemudian mereka pulang. Sesampainya di pertengahan jalan, Boo Young menghentikan mobilnya ke sebuah restoran yang terkenal akan Gimbap sapi.


Boo Young membeli 3 porsi, Gimbap adalah makanan kesukaan Avril di Korea. Karena Boo Young merasa bersalah, ia pun membelikan Avril Gimbap sebagai tanda permintaan maaf.


Sesampainya ia di apartemen, Boo Young terlebih dahulu mengurus kebutuhan Calvin. Dari memandikan sampai menemaninya makan malam.


"mama kemana pa?" tanya Calvin sambil makan.


"mama capek, dia sedang istirahat." jawab Boo Young yang juga sedang makan Gimbap.


Calvin pun selesai makan dan ia menonton TV di ruang tamu, sedangkan Boo Young menyiapkan makanan untuk Avril.


Boo Young membawa nampan yang berisi Gimbap, kimchi dan minuman ke dalam kamar.


"makan dulu dan ini tas kamu yang tertinggal di mobil." kata Boo Young sambil menaruh makanan itu ke meja.


Karena Avril tidak meresponnya, ia pun keluar kamar dan menemani Calvin untuk tidur.


"ok papa, Calvin juga senang kalau papa menemani ku tidur. Tetapi setelah Calvin tidur, papa cepat pindah ke kamar papa sendiri ya!" sahut Calvin.


Setelah Calvin tertidur, Boo Young kembali ke kamarnya dan mendapati Avril sudah tidur lagi dan makanan di nampan sudah habis.


"pasti dia sangat capek setelah jalan kaki jauh sekali." batin Boo Young yang tak mau menggangu Avril.


Kemudian Boo Young mengembalikan nampan ke dapur dan kembali ke kamarnya untuk tidur.


...****************...


Ketika Subuh tiba, Avril ingin bangun untuk menyiapkan keperluan Calvin sekolah, tetapi kakinya terasa kaku dan sakit jika di gerakkan.


Boo Young yang mendengar rintihan Avril pun terbangun dan melihat ke arah Avril.


"kamu kenapa? apakah kaki mu terasa sakit? apakah perlu pergi ke rumah sakit?" tanya Boo Young bertubi-tubi.


"kaki ku hanya kelelahan saja, kamu siapkan kebutuhan Calvin sekolah." sahut Avril dengan lirih.


Merasa kasihan kepada Avril, Boo Young pun segera bangkit dari tidurnya dan Avril menyuruh Boo Young untuk melihat jadwal Calvin di kertas yang ia tempel di dinding kamar Calvin.


Boo Young yang tak pernah melakukan sebelumnya merasa bingung dan hanya mondar mandir mengambil ini dan itu.


"papa, mama masih kecapekan?" tanya Calvin.


"iya, kaki mama sakit." jawab Boo Rua.


Karena dari kemarin Calvin tidak bertemu dengan sang mama, ia pun pergi ke kamar untuk melihat keadaan mamanya.


Sedangkan Boo Young sedang sibuk membuat sarapan untuk Calvin. Karena tidak biasa masak, jadi Boo Young hanya membuatkan pan cake instan.


"Calvin, ayo sarapan dulu. nanti papa antar kamu ke sekolah." panggil Boo Young.


Calvin pun berpamitan kepada sang mama sambil memeluk dan menciumnya.


Setelah semua sudah siap, Boo Young yang hanya mengenakan kaos dan celana pendek mengantarkan Calvin untuk sekolah.


Di pertengahan jalan pulang dari mengantar Calvin, Boo Young pun berhenti di sebuah restoran yang menyediakan beberapa pilihan sup.


Kemudian Boo Young pulang ke apartemen dan membawakan Avril sarapan.


Ketika Boo Young masuk ke kamar, Avril tidak ada di kamar dan setelah ia cari, ternyata Avril sedang di kamar mandi.


Avril dengan berjalan sangat pelan, ia kemudian duduk di tepian ranjang dan melihat ada makanan di meja.


"bolehkah aku mengoles ini untuk kaki mu." kata Boo Young memperlihatkan krim pereda nyeri.


"yakin itu bisa menghilangkan nyeri?" sahut Avril dengan ragu.


Boo Young pun berjalan mendekati Avril dan mulai membuka tutup krim itu. Dengan posisi duduk di lantai, Boo Young mulai mengoleskan krim itu dengan lembut.


Walaupun dengan lembut mengoleskan, tetap saja Avril merasa kesakitan. Dan beberapa kali Avril menyalahkan Boo Young atas rasa sakit di kakinya.


"sudah selesai, kamu sarapan dulu. Nanti setelah 3 jam aku oles lagi krim ini ke kaki mu." kata Boo Young sambil mendekatkan makanan ke Avril.


"ya! kamu tidak masuk kerja? bagaimana kalau orang kantor curiga?" sahut Avril khawatir.


"siapa yang akan curiga? tidak mungkinlah mereka berfikir aku dating dengan wanita seperti mu!" jawab Boo Young dengan santai.


Avril menoleh ke arah Boo Young seketika, setelah mendengar penjelasannya.


"apa maksudmu dengan wanita seperti itu?" tatap Avril marah.


Boo Young tahu jika Avril akan marah, jadi lebih baik dia memilih keluar dari kamar. Sedangkan Avril memakan sarapannya sambil ngomel-ngomel tak terima atas ucapan Boo Young.


Bersambung....