
Seperti biasanya, Boo Young selalu sarapan di rumah yang di siapkan oleh sang asistennya. Lee Joon Hae yang setia menemaninya kurang lebih 10 tahun. Dia asisten yang paling penurut dan mengerti dengan sifat Boo Young yang susah dimengerti.
"Mr. Joon Hae, apakah kau sudah siapkan rekaman CCTV yang aku minta?" Tanya Boo Young dengan sopan.
Karena sang asisten lebih tua darinya, Boo Young sangat menghormati Joon Hae dan karena kesetiaan sang asisten lah membuat Boo Young juga sangat menyayangi sosok Joon Hae.
"Sudah Mr. Boo Young dan saya sudah kirimkan ke email anda." Jawab sang asisten sambil menuang air ke dalam gelas Boo Young.
Walaupun Boo Young sangat menghormati asistennya, tetapi kalau sang asisten melakukan kesalahan atau telat memberinya sesuatu, Boo Young tak segan-segan untuk membentak dan memarahi sang asisten.
Pagi itu Boo Young berangkat bekerja di antara sang asistennya. Ketika sudah sampai di pertengahan jalan, Boo Young memberi sesuatu kepada sang asisten.
"Mr. Joon, tolong lakukan tes DNA dengan barang ini. Aku ingin tahu, ada hubungan apa anak itu denganku." Suruh Boo Young dan memberikan rambut di dua plastik yang sudah tertera nama.
"Baik Mr. Boo, akan segera saya lakukan." Sahut cp sang asisten meraih benda yang di sodorkan oleh Boo Young.
Sesampainya ia di kantor, Boo Young berjalan memasuki perusahaan dengan penuh karismatik.
Para staf karyawan memberi salam kepadanya dan menundukkan kepala mereka sebagai tanda kalau mereka menghormati sang CEO.
Boo Young duduk di kursi kebesarannya dengan menaikan kakinya di atas meja.
Di bukanya email yang di kirimkan oleh sang asisten. Boo Young mulai menonton rekaman CCTV tersebut dengan ekspresi datar. Setelah selesai menonton, Boo Young mengirimkan rekaman CCTV itu ke seluruh karyawannya yang terlihat di CCTV tersebut dengan caption.
"Bersiaplah kalian!" Caption yang tertera di file itu.
Para karyawan pun mulai menonton rekaman CCTV yang baru saja di kirim sang CEO, tak ketinggalan sang manajer pun juga menonton rekaman itu.
Para karyawan serempak dengan ekspresi terkejut, takut, khawatir menjadi satu. Mereka para karyawan mulai saling menyalahkan satu sama lain dan begitupun sang manajer yang kelimpungan.
Boo Young pun melihat para karyawannya melalui laptop yang tersambung oleh CCTV, dia tersenyum menggemaskan karena para karyawan terlihat kebingungan, panik dan khawatir jika di pecat.
*****
Pagi itu Calvin tidak mau sarapan karena sang Ayah tidak berada di sampingnya. Calvin hanya ingin menghabiskan waktu dengan sang Ayah, tidak lebih dari itu. Siapa yang tidak rindu dengan sosok Ayah, enam tahun lebih, tumbuh tanpa di dampingi seorang Ayah, giliran bertemu dengan Ayahnya, dia tidak memiliki waktu bersama dengan sang Ayah.
"Sayang, ayo makan. Nanti kamu sakit lho!" Rayu Avril seraya membangunkan Calvin.
Tetap saja Calvin masih meringkuk di atas ranjang sambil memanggil papanya.
Avril pun menyerah untuk merayu Calvin dan menghampiri Eun Soo yang bersiap-siap untuk berangkat kerja.
"Calvin masih tidak mau makan?" Tanya Eun Soo sambil memasukan barang ke dalam tasnya.
"Biarin saja, nanti kalau dia sudah lapar pasti akan minta makan." Jawab Avril dengan santai.
Eun Soo pun berangkat bekerja dan kini tinggallah Avril dan Calvin yang berada di apartemen.
Sesampainya Eun Soo di kantor, dia melihat rekan kerjanya sedang kebingungan, panik dan takut jika sang CEO akan memecat mereka.
"Kalian kenapa?" Tanya Eun Soo penasaran.
Salah satu rekan kerjanya pun memberi tahu kepada Eun Soo penyebab para rekan kerjanya pada panik.
Boo Young yang melihat kedatangan Eun Soo pun langsung memanggil Eun Soo untuk masuk ke ruangannya melalui panggilan telpon.
"Ada apa?" tanya Eun Soo ketus.
"Bagaimana Calvin? Apa dia tidur nyenyak?" Tanya Boo Young menyelidiki.
"Apa peduli mu dengan Calvin? Pagi ini dia tidak makan dan ingin bertemu denganmu." Jawab Eun Soo sambil keluar dari ruangan sang CEO.
Karena merasa khawatir, Boo Young pun mengambil handphonenya dan keluar dari ruangannya.
Tapi kali ini Boo Young membiarkan karyawannya lolos dari hukuman, karena dia sedang buru-buru untuk pergi keluar.
"Ok! kali ini aku biarkan kalian lolos dari hukuman ku, tapi kamu urus semua pekerjaan ku hari ini, kalau kamu butuh tanda tangan ku, telpon asisten ku." Kata Boo Young kepada manajernya.
Kemudian Boo Young masuk dalam lift dan menelpon asistennya untuk mengantarkannya ke apartemennya Eun Soo.
TingTong...TingTong.....
Bel rumah berbunyi.
Avril berlarian untuk membuka pintu tanpa melihat layar CCTV dan ternyata yang datang adalah Boo Young, Ia sudah berdiri di depan pintu.
Tanpa di persilahkan masuk, Boo Young segera masuk ke dalam dan mencari keberadaan Calvin.
"Dia ada di kamar." Kata Avril yang merasa putus asa membujuk Calvin yang tidak makan.
Kemudian Boo Young masuk ke dalam kamar Calvin dan di lihatnya Calvin meringkuk tanpa selimut di tubuhnya, padahal cuaca hari itu sangat dingin.
"Sayang, Papa datang." Ucap Boo Young memberikan kejutan kepada Calvin.
"Kenapa Papa selalu pergi tanpa berpamitan? Aku ingin tinggal dengan Papa?" Protes Calvin dengan kepolosannya.
Karena sedari pagi Calvin tidak mau makan, kini Boo Young menyuapi Calvin. Sedangkan Avril duduk di sofa memainkan handphonenya dan sesekali melirik ke arah Calvin dan Boo Young.
Tidak tahu apa yang harus Avril lakukan, dia tidak menyangka kalau akan seperti ini dan bahkan Avril kaget ketika melihat lukisan Calvin yang melukis wajah Boo Young dan itu di lukis sebelum Calvin bertemu dengan Boo Young.
Yang membuatnya lebih heran lagi, Avril tidak pernah memperlihatkan visual Boo Young kepada Calvin, tetapi Calvin bisa melukis sama persis dengan wajah Boo Young.
Bahkan lukisan itu tertanda tanggal dan tahun pembuatan dan itu berarti Calvin melukis wajah Boo Young sejak umur 5 tahun.
Setelah selesai makan, Boo Young kemudian menyuruh Calvin untuk belajar dan ia menemaninya duduk di samping Calvin. Sementara, Avril sibuk membersihkan dapur.
*****
Sore itu Eun Soo pulang kerja dan di lihatnya Boo Young yang sedang bermain dengan Calvin. Dia sedikit heran, seharian tidak di kantor, ternyata ada di apartemennya.
"Apa dia dari tadi pagi di sini?" Tanya Eun Soo kepada Avril dengan ekspresi heran.
"Iya, dia yang sudah berhasil membujuk Calvin makan dan kamu bisa lihat sendiri, Calvin sangat bersemangat saat ada dia." Jawab Avril sambil memandang ke arah Boo Young dan Calvin.
Kemudian Eun Soo mengambil segelas air putih dan duduk di kursi meja makan.
"Tapi dia tidak menyakiti mu kan?" Tanya Eun Soo khawatir.
"Hari ini dia tidak menyentuhku sama sekali, melihat Calvin bahagia seperti itu membuatku merasa lega." Jawab Avril menghela nafas.
"Biarkan saja Boo Young melakukan apa saja pada Calvin, yang penting dia tidak menyakiti mu." Ujar Eun Soo.
Avril pun berfikir seperti apa yang dikatakan Eun Soo, Kemudian Avril menyiapkan makan malam dan mereka pun makan bersama seperti sebuah keluarga yang hidup bahagia.
Dengan telaten, Boo Young mengambilkan makanan di mangkoknya Calvin. Dia seperti orang yang berbeda, orang yang memiliki dua kepribadian.
Selama Boo Young bersama Calvin, dia memperlihatkan sifat lembutnya. Berbeda ketika ia sedang berada di kantor, dingin seperti es yang gak bisa mencair.
Setelah makan malam, Boo Young membantu Calvin untuk membersihkan diri dan berganti baju tidur.
"Calvin, maafkan papa. Papa harus pulang dulu dan kamu tidur dengan mama ya!" Pamit Boo Young karena Boo Rua sudah menunggunya sedari tadi.
Kali ini Boo Young berpamitan agar Calvin tidak merasa kecewa. Karena yang lalu-lalu Boo Young pergi tanpa pamit ketika Calvin sedang tidur, hal itu membuat Calvin merasa kecewa.
Bersambung....