My Korean Husband

My Korean Husband
Pernikahan Terpublikasi



Pagi itu Boo Young dan Boo Rua mengantar Hyung Shik ke bandara. Karena sebuah tanggung jawab Hyung Shik segera pulang ke Amerika. Walaupun sebenarnya ia masih ingin di Korea.


"Boo Rua, jangan nakal. Jaga diri mu baik-baik." kata Hyung Shik sambil memberantakkan rambut Boo Rua.


Boo Rua pun membalas dengan anggukan sambil memeluknya. Hal itu membuat Boo Young merasa heran, karena mereka terlihat akrab.


"sejak kapan mereka berdua terlihat akrab?" Batin Boo Young.


Pikirannya pun segara ia tepis, karena Hyung Shik akan segera masuk ke dalam. Mereka berdua saling berpelukan dan mengobral janji kalau Boo Young akan ke Amerika dan begitupun Hyung Shik yang akan kembali lagi ke Korea.


"Avril orang baik bro dan anak mu sangat mengagumkan, jangan sia-siakan mereka." Pesan Hyung Shik.


Walaupun Hyung Shik hanya bertemu Calvin sebentar, tetapi dia bisa menilai kalau Calvin anak yang istimewa dan mengagumkan.


Setelah kepergian Hyung Shik,


"Sejak kapan kamu dekat dengan Hyung Shik?" Tanya Boo Young penasaran.


"Memangnya kenapa? Kamu cemburu kalau dia memelukku?" tanya balik Boo Rua sambil senyum.


Sebenarnya Boo Young tidaklah cemburu, melainkan hanya penasaran bagaimana Hyung Shik dan Boo Rua bisa sangat dekat seperti itu.


Karena Boo Rua tidak ada kerjaan hari ini, ia pun menyuruh Boo Young untuk mengantarkannya pulang ke apartemennya.


"Sayang, antar aku pulang ke apartemen." Suruh Boo Rua dengan manja.


"ok!" Jawab Boo Young dengan singkat.


Setelah mereka sampai di parkiran bawah, Boo Rua memaksa Boo Young untuk mampir di apartemennya. Karena Boo Rua sangat memaksa, Akhirnya Boo Young pun keluar dari mobil dan mengikuti langkah Boo Rua.


Hatinya sudah mati untuk Boo Rua. Entah bagaimana bisa, cinta yang teramat besar dan banyak pengorbanan yang ia lakukan untuk mendapatkan cinta Boo Rua, tetapi dengan mudahnya ia membunuh rasa cintanya sendiri terhadap Boo Rua.


Bukan karena Boo Rua wanita materialistis, itu bukan suatu alasan bagi Boo Young yang telah membunuh cintanya terhadap Boo Rua. Ya! mungkin karena sosok Avril lah yang bisa menghapus nama Boo Rua di hatinya.


Biarpun marah, tetapi Boo Young masih menyimpan rasa cintanya terhadap Avril. Jauh dari lubuk hatinya dia ingin selalu bersama dengan Avril, tetapi ketika ia membayangkan Avril tidur dengan pria lain, hal itu membuat Boo Young tidak ingin melihat Avril.


"Aku mau pergi dulu, aku mau urus surat perceraian." Kata Boo Young keceplosan.


"Beneran kamu mau menceraikan Avril?" Tanya Boo Rua kaget.


Boo Rua langsung menyemangati dan mendukung aksi Boo Young untuk menceraikan Avril. Bujukan rayu pun terlontar dari mulut Boo Rua, agar Boo Young segera menceritakan Avril dan menikahi dirinya.


Tanpa menghiraukan ucapan Boo Rua, Boo Young pun keluar dari apartemen dengan buru-buru.


...****************...


Avril yang baru saja selesai mengurus kebutuhan Calvin, ia pun segera pergi ke kantor dan Calvin di antar asisten Joon ke sekolah.


Sesampainya ia di kantor, banyak rekan kerjanya yang memperhatikannya. Avril pun jadi salah tingkah yang menjadi pusat perhatian.


"Avril, apakah kamu menjalin hubungan dengan Seung Chul?" Tanya salah satu rekan kerjanya.


"Tidak! kami hanya berhubungan sebatas team kerja." Jawab Avril dengan tegas.


Rekan kerjanya pun langsung diam setelah mendapat jawaban dari Avril. Karena memang Avril lah yang mengurus semua periklanan, jadi mereka berfikir kalau kedekatan Avril dengan Boo Young hanyalah sebatas kerja.


Ketika Boo Young baru saja duduk di kursi kebesarannya, dia mendapat berita dari situs resmi perusahaannya.


"Apa-apaan ini!" kata Boo Young tidak terima setelah melihat berita itu.


Kemudian Boo Young tidak tinggal diam, dia menyuruh sekertarisnya untuk mencari tahu siapa yang membuat berita itu. Sang sekertaris pun merasa bingung, karena tak biasanya sang CEO perduli dengan berita yang menyangkut karyawannya.


Karena tak kunjung tahu siapa yang membuat berita itu, Boo Young pun pergi ke kantin kantor sambil membawa surat nikahnya.


"Kalian harus tahu, Avril adalah istri ku. Kalau berita yang ada situs tidak segera kalian hapus, jangan harap kalian masih bisa kerja di sini." Kata Boo Young sambil memperlihatkan surat nikahnya.


Boo Young berhasil membuat seisi kantin terkejut atas pernyataannya. Siapa sangka Sang CEO tampan dan dingin sudah mempunyai istri, begitupun Avril yang bukan orang asli Korea bisa di nikahi oleh sang CEO.


Kebetulan Avril saat itu sedang makan di luar dengan Eun Soo dan Seung Chul. Jadi dia tidak mengetahui betapa ramainya di kantor saat itu.


Ketika Avril dan Eun Soo memasuki area Lobby, para karyawan menundukkan kepalanya memberi hormat. Hal itu membuat Avril dan Eun Soo merasa bingung.


"Kenapa dengan mereka?" bisik Eun Soo kepada Avril.


"Aku sendiri juga tidak tahu. Perasaan ku jadi tidak enak." Sahut Avril dengan perasaan khawatir.


Mereka pun menunggu di depan lift, saat pintu lift terbuka, para karyawan mempersilahkan Avril untuk masuk lebih dulu. Lagi-lagi Avril menjadi gelisah tak menentu.


"Aku turun dulu, sampai ketemu nanti." Kata Eun Soo yang memang berbeda lantai dengan Avril.


Avril pun keluar dari lift dan rekan kerjanya pun memberi hormat kepadanya. Dengan perasaan bingung, Avril duduk di kursi kerjanya dan mulai menyalakan komputernya.


Betapa kagetnya ia saat melihat berita di situs resmi milik perusahaan, bahwa Boo Young memberi pernyataan bahwa Avril Ramona adalah istrinya.


Tanpa menunggu lama Avril langsung beranjak dari duduknya dan berlarian masuk ke ruangan Boo Young tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Apa kamu sudah tidak waras!" Bentak Avril kepada Boo Young.


Boo Young pun tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat Avril marah. Kemudian Boo Young berdiri dan berjalan mendekati Avril.


"Seharusnya kamu bangga memiliki suami yang sangat tampan dan kaya raya seperti ku!" Kata Boo Young sambil mendongakkan wajah Avril.


"Berhenti berbicara omong kosong! Sejak kapan kamu mendaftarkan pernikahan kita?" Tanya Avril dengan nada yang cukup tinggi.


Seluruh tubuh Avril mulai bergetar, rasa khawatir pun melanda pikirannya. Dengan terdaftar pernikahannya di negara, hal itu memudahkan bagi Boo Young untuk mengambil hak asuh atas Calvin.


Air mata Avril tak tertahankan dan jatuh di pipinya, Boo Young yang melihat Avril menangis merasa kasian tapi juga merasa senang karena dia berhasil membuat Avril kalah.


"Jangan menangis di sini! menangis di rumah saja!" Kata Boo Young dengan rasa kasihan.


"Terima Kasih kau telah membuat hidupku menderita dan Selamat kamu sudah menjadi pemenangnya dalam permainan mu." Kata Avril dengan lantang.


Avril pun keluar dari ruangan Boo Young, sedangkan Boo Young merasa kasian, bersalah menjadi satu.


Bersambung....


Klik tanda 💙 dan jangan lupa tinggalkan like dan komen sebagai penyemangat Author. Terima Kasih...