My Korean Husband

My Korean Husband
Avril yang tak terkendali.



Setelah pekerjaannya selesai, Boo Young segera mengambil ponselnya bersiap-siap untuk pulang. Memang hari itu dia sedang banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan dan di bantu oleh Dinna, akhirnya pekerjaan selesai lebih cepat.


"Boo, aku sudah pesan makanan, kita makan dulu ya!" Ajak Dinna.


"Oh Ok!" Sahut Boo Young sambil memainkan ponselnya.


Dinna memang sengaja mengulur waktu agar bisa berduaan dengan Boo Young, apalagi malam itu hanya ada mereka berdua, sedangkan karyawan lainnya sudah pada pulang, jadi Dinna berusaha untuk menggoda Boo Young tanpa terlihat.


Makanan yang ia pesan sudah datang, Dinna kemudian menyiapkan makanan itu untuk Boo Young. Dengan santai Dinna menawari Boo Young untuk makan, rupanya Dinna punya rencana untuk menaklukkan hati Boo Young dengan pelan tapi pasti. Makanya, sebisa mungkin Dinna memberi perhatian kepada Boo Young.


"Boo di makan dulu, nanti keburu dingin." Suruh Dinna dengan logat manjanya.


"Terimakasih..." Sahut Boo Young dengan sikap dinginnya.


Makanan mereka sudah habis di makan, Boo Young segera mengajak Dinna untuk pulang. Tiba-tiba Dinna menjerit kesakitan.


"Auch....." Teriak Dinna.


"Kamu kenapa?" Tanya Boo Young yang tampak khawatir.


Ternyata Dinna berpura-pura jatuh dan kakinya terkilir, Boo Young kemudian membantu Dinna untuk duduk di kursi kerjanya. Lalu Boo Young menelpon sang asisten untuk menemuinya.


Tak lama kemudian, sang asisten pun datang. Karena memang sedari pagi sang asisten menunggu Boo Young di lantai bawah. Boo Young menyuruh asistennya untuk membantu Dinna turun ke bawah dan mengantarkannya pulang.


"Kamu bantu dia dan antar dia pulang. Aku akan pulang sendiri naik taksi." Suruh Boo Young.


"Baik Tuan!" Sahut sang asistennya.


Sepertinya rencana Dinna kali ini gagal. Setelah kepergiannya Boo Young, Dinna berpura-pura bisa jalan sendiri, karena dia tak mau di gandeng oleh asistennya Boo Young.


*****


Sesampainya Boo Young di rumah, ia kemudian melepas sepatunya dan berjalan masuk ke kamar Calvin. Di lihatnya Calvin yang sudah tertidur lelap, karena Calvin tidak memakai selimut, Boo Young kemudian menyelimuti tubuh Calvin dan mencium keningnya.


Sesudah itu, ia keluar dari kamar Calvin dan masuk ke kamarnya. Di lihatnya Avril yang sedang menyusui si kembar dengan mengunakan botol. Boo Young tidak menyapa Avril dan langsung masuk ke kamar mandi.


Avril hanya diam melihat Boo Young masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai menyusui, Avril segera menidurkan si kembar, kemudian ia bermain dengan ponselnya sambil tiduran di atas ranjang dan tak lama kemudian Boo Young keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan kaos oblong dan celana pendek.


Tanpa berkata apa-apa Boo Young kemudian merebahkan badannya di samping Avril dengan posisi membelakanginya. Avril yang masih bermain dengan ponselnya, berusaha mengajak Boo Young berbicara.


"Orangtuaku besok siang sampai di bandara, sekitar jam 2 siang." Kata Avril memberitahu.


"Ok!" Sahut Boo Young singkat.


Melihat Boo Young yang tidak perduli dengan kedatangan orangtuanya, Avril pun merasa kesal. Lalu ia membalikkan badannya membelakangi Boo Young. Malam itu tidak ada kata romantis di antara mereka, rupanya Boo Young masih kesal dengan Avril yang sudah mengungkit masa lalunya.


Di pertengahan malam si kembar terbangun karena lapar, Avril pun segera bangun dari tidurnya dan memberi si kembar Asi dari botol yang sebelumnya sudah Avril siapkan. Setelah menyusui, Avril kembali untuk tidur, tanpa ia sadari Avril memeluk Boo Young dari belakang, ia lupa kalau dirinya sedang marah sama sang suami.


*****


Keesokan harinya,


Sepertinya Boo Young belum ingin berbicara dengan Avril, dia memakan sarapannya tanpa berkata sepatah kata pun. Sedangkan Avril juga hanya diam duduk memakan sarapannya.


"Ahjumma, Calvin kenapa pergi kuliah pagi sekali?" Tanya Boo Young kepada Ahjumma.


"Maaf Tuan, saya kurang tahu." Jawab Ahjumma yang memang tidak tahu.


Alih-alih bertanya kepada Avril, Boo Young malah lebih memilih bertanya kepada Ahjumma yang sudah jelas tidak tahu. Lalu dengan buru-buru Boo Young menghabiskan sarapannya dan masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian kerja.


Di sini Avril merasa bingung, seharusnya yang marah itu adalah dirinya, tetapi ia mendapati Boo Young lah yang marah terhadap dirinya. Padahal hari ini orangtuanya akan datang, tapi malah hubungannya dengan Boo Young sedang tidak baik.


Setelah selesai memakan sarapannya, Avril kemudian masuk ke kamar. Di lihatnya Boo Young yang sedang berbicara kepada si kembar, karena kebetulan si kembar pagi itu terbangun tetapi tidak menangis. Diam-diam Avril tersenyum melihat Boo Young yang terlihat lucu saat berbicara dengan si kembar.


"Nanti siang aku yang jemput orangtuamu!" Kata Boo Young dengan nada ketus.


"Ya! Seharusnya aku yang marah kepadamu. Apakah kamu tidak merasa bersalah sudah bermesraan dengan wanita lain!" Sahut Avril yang tampak kehilangan kontrol atas dirinya.


Boo Young tidak menanggapi celotehan Avril yang baginya tidak berdasar. Ia sibuk memakai dasinya di depan cermin. Tetapi karena Avril tidak berhenti berbicara dan terus menerus menuduh Boo Young telah berselingkuh, akhirnya Boo Young pun berteriak agar Avril berhenti berbicara.


"Stop!" Teriak Boo Young.


"Sudah aku jelaskan kalau aku tidak ada hubungan dengan Dinna. Jika kamu tidak berhenti membicarakan itu, aku benar-benar marah kepadamu!" Imbuh Boo Young.


Kring..kring...kring...


Suara ponsel Boo Young berbunyi. Di layar tertera nama Dinna dan Avril mengetahui kalau panggilan itu dari Dinna. Boo Young tidak mengangkat panggilan itu, hal itu semakin membuat Avril curiga.


"Kenapa kamu tidak mengangkat panggilan dari Dinna?" Tanya Avril sambil menahan tangisnya.


Tanpa menjawab pertanyaan Avril, Boo Young pun segera keluar dari kamar. Sedangkan Avril kembali menangis dengan prasangka-prasangka buruk tentang suaminya yang ada di dalam pikirannya. Air matanya terus bercucuran keluar dari mata indahnya. Hingga suara tangisan si kembar menghentikan tangisannya.


Sementara Boo Young berada di dalam mobil menuju kantor. Ia tak habis pikir, kenapa Avril tidak percaya dengannya. Hal itu membuat Boo Young geram. Berulang kali dia menjelaskan kepada Avril, tetapi Avril masih tidak mempercayainya, malah Avril membicarakan masa lalunya yang menyatakan bahwa dirinya adalah laki-laki yang tidak setia.


"Avril, apakah kamu masih meragukan kesetiaanku? Aku sudah berusaha untuk menjadi suami yang baik, aku tidak ingin kamu menangis. Aku sudah berjanji akan membahagiakan mu, tetapi kamu terus memaksaku berbuat kasar kepadamu." Batin Boo Young.


Boo Young melihat keluar dari jendela mobil. Ia sedang memikirkan Avril, dia tahu saat ini Avril pasti sedang menangis. Padahal dia sudah janji kepada Avril untuk tidak membuatnya menangis lagi, tetapi karena Avril sedang menyusui, tingkat emosional meningkat. Bahkan dirinya sendiri merasa kalau dirinya tidak bisa mengontrol amarahnya.


Kalau saja Avril lebih terbuka dan berbicara kepada Boo Young dengan apa yang ia rasakan, pasti Boo Young akan mengerti dengan kondisinya yang sedang tidak stabil karena hormon. Karena dalam membina rumah tangga, komunikasi itu sangat penting, agar tidak terjadinya kesalahpahaman.


Bersambung....