My Korean Husband

My Korean Husband
Saling marah!



Sudah larut malam, Boo Young pun tak kunjung pulang. Tidak ada telpon atau pesan yang di kirim untuk Avril. Biasanya, dia pulang kerja jam 6 sore, tapi saat itu sudah jam 9 tapi belum ada tanda-tanda Boo Young akan pulang.


Avril yang masih marah juga tidak berusaha untuk menghubunginya, walaupun hatinya merasakan khawatir terhadap sang suami. Entah di mana Boo Young dan sedang sama siapa, Avril sendiri tidak tahu.


Karena rasa khawatir yang teramat, Avril pun menghubungi Eun Soo dan menanyakan keberadaan Boo Young sang suami.


"Sepertinya dia sedang ada makan malam sama keluarganya Dinna. Karena mereka berencana untuk melanjutkan kerjasama antara perusahaan mereka." Kata Eun Soo memberitahu.


Deg.....


Mendengar nama Dinna mengingatkan kepada Avril tentang beberapa bulan yang lalu. Waktu itu Dinna sedang menggoda Boo Young.


"Tadi dia berpamitan kalau mau makan malam sama rekan bisnisnya, aku hanya memastikan saja!" Kata Avril berbohong.


Avril berbohong karena dia tidak mau Eun Soo berpikiran kalau dia sedang ada masalah dengan Boo Young. Setelah mengetahui Boo Young sedang makan malam dengan Dinna, Avril pun mengakhiri panggilannya.


Tak lama kemudian, Boo Young pun masuk ke kamar tanpa menyapa Avril. Begitupun Avril yang hanya diam sambil memainkan handphonenya. Lalu Boo Young pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi, dia menghampiri si kembar dan mencium kening mereka. Kemudian ia duduk di tepi ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Avril.


Sementara Avril menaruh handphonenya di nakas dan ia beranjak dari tidurnya. Lalu ia duduk di sofa dekat ranjang si kembar. Seolah-olah dia tidak ingin berdekatan dengan Boo Young.


"Kamu kenapa bersikap tidak sopan kepada mama ku?" Tanya Boo Young membuka percakapan.


"Terserah apa katamu. Tapi aku sudah berusaha melakukan hal yang terbaik." Jawab Avril pasrah.


Avril menangis dan keluar dari kamar. Kata-kata Boo Young tadi pagi masih tersimpan di ingatannya, di tambah Boo Young pergi makan malam dengan Dinna. Hal itu benar-benar membuat Avril sangat marah.


Untuk menghindari pertengkaran, Avril memilih untuk keluar dari kamar. Avril pergi ke ruang olahraga dan menangis sepuas-puasnya di sana.


Karena terlalu lama ia di luar, Boo Young pun pergi keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Avril. Setelah Boo Young mencari kesana kemari tak menemukan Avril, lalu ia membuka pintu ruang olahraganya.


Dan di lihatnya Avril yang sedang duduk di lantai sambil menangis sesenggukan. Boo Young kemudian menghampirinya dan memeluk tubuh Avril.


"Sayang, aku minta maaf jika aku terlalu kasar kepadamu. Masalah perusahaan membuatku menjadi sensitif. Dan aku minta maaf atas ucapan ku tadi pagi. Aku sangat mencintaimu, apapun kondisimu." Kata Boo Young sambil mengelus rambut Avril.


Avril mendorong tubuh Boo Young hingga ia hampir terlentang di lantai. Saat itu Avril butuh dukungan dari sang suami, tapi Boo Young seperti tidak peka terhadap perasaan Avril.


Mungkin karena Boo Young juga pusing memikirkan masalah pada perusahaannya, tapi bukan berarti harus bersikap kasar terhadap sang istri.


"Aku dengar, kamu sedang makan malam dengan Dinna. Wanita yang dulu pernah menggoda mu." Kata Avril yang masih duduk di lantai sambil menangis.


Boo Young kemudian mendekati Avril dan menjelaskan semuanya, bagaimana bisa ia makan malam dengan Dinna.


"Tidak hanya aku dan Dinna, tapi juga papanya. Karena tanpa perusahaannya, perusahaan kita akan down. Aku mohon, kamu jangan salah paham." Sahut Boo Young menjelaskan.


"Tetapi kenapa kamu tidak meneleponku atau memberitahuku?" Tanya Avril dengan kesal.


Karena waktu itu Boo Young masih marah dengan Avril, sehingga ia tidak menghubungi Avril sama sekali. Tapi itu bukan suatu alasan hingga ia tidak menghubungi Avril.


Dengan raut wajah kesalnya, Avril menatap wajah Boo Young. Tiba-tiba ia teringat perkataan Boo Young "Bukankah memang seorang wanita harus menjaga bentuk tubuhnya!" itu berarti Boo Young memang menginginkan Avril dengan tubuh langsingnya.


"Apa kamu bilang? Kamu mengusir orang tuaku!" Bentak Boo Young.


Seketika air mata Avril menetes lagi di pipinya setelah mendapat bentakan dari Boo Young. Bukan maksud Avril mengusir mertuanya, tapi ia tak ingin nanti jika orangtuanya berada di Korea merasa tidak nyaman dengan keberadaan kedua mertuanya. Seperti yang ia ketahui kalau mertuanya sering kali berbicara kasar.


Avril pun menjelaskan kepada Boo Young dengan apa yang ia maksud. Karena selama ini Boo Young tidak tahu dengan apa yang di lakukan mamanya terhadap Avril.


"Aku tidak mau jika nanti orang tuaku merasa tidak nyaman dengan perkataan-perkataan mama mu." Kata Avril sambil menangis.


"Terserah! aku tidak akan menyuruh orang tuaku pergi dari sini. Jika orang tuamu mau datang, aku sangat senang tapi orangtuaku akan tetap di sini!" Sahut Boo Young dengan marah.


Boo Young keluar dari ruang olahraga dan membanting pintu dengan keras. Tak lama kemudian Avril juga keluar dari ruangan itu dan masuk ke kamarnya.


Di lihatnya Boo Young duduk bersandar di kepala ranjang sambil memainkan handphonenya. Lalu Avril melihat si kembar yang masih tertidur pulas. Dengan wajah lebam karena banyak menangis, ia merebahkan badannya di atas ranjang dan tertidur.


*****


Keesokan harinya, Avril masih melakukan hal yang sama seperti biasanya. Membantu memasak Ahjumma dan menyiapkan baju kerja untuk sang suami.


Tetapi ada yang berbeda dari sikap Avril pagi itu, dia hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun. Kalau biasanya ia selalu bercanda dengan Ahjumma, tapi saat itu dia diam tanpa kata.


Setelah memasak, Avril menyuruh Calvin untuk sarapan dan dia juga menyuruh Boo Young dan mertuanya seperti biasanya. Yang membedakan, Avril seperti tidak punya semangat.


Saat itu Boo Young juga tidak mengatakan apa-apa kepada Avril. Mereka saling diam dan melakukan aktifitas mereka masing-masing. Boo Young masih marah dengan Avril, maka dari itu dia tidak mempermasalahkan atas diamnya Avril.


Setelah sarapan selesai, Avril mengantar Calvin sampai di bibir pintu apartemen. Dia tersenyum kepada Calvin dan memeluknya dan Calvin pun membalas pelukan itu.


"Mama, Calvin akan selalu mencintaimu. Mama tetap semangat ya! salam buat adik kembar ku." Kata Calvin sambil melambaikan tangannya.


"Terima kasih sayang, hati-hati!" Sahut Avril yang juga melambaikan tangannya.


Kemudian Avril masuk ke dalam dan melihat mertua mereka duduk di sofa ruang tamu sambil menonton TV. Avril tak menoleh atau menyapa mereka seperti biasanya, dia langsung masuk ke kamarnya.


Di kamar ia melihat Boo Young yang sedang memakai dasinya. Jika biasanya dia membantu memakaikan dasi dan jas kerja Boo Young, tapi saat itu Avril memilih diam dan tidak membantunya.


Boo Young saat itu menyadari kalau Avril pagi itu banyak diam. Dia pikir karena Avril marah makanya dia diam dan Boo Young memilih untuk tidak menghiraukan Avril.


Sebelum berangkat Boo Young menggendong si kembar satu per satu dan menciumi mereka. Tampak sekali Boo Young sangat menyayangi si kembar dan dia sangat bahagia saat melihat si kembar tumbuh menjadi bayi yang sehat.


"Aku pergi kerja dulu." Pamit Boo Young.


"Hmmmm......" Sahut Avril sambil merapikan baju si kembar.


Boo Young melihat ke arah Avril sejenak. Biasanya Avril akan menghampirinya untuk memeluk dan menciumnya saat ia mau berangkat kerja, tapi saat itu Avril benar-benar tidak ingin melihat Boo Young.


Tapi Boo Young segera keluar dari kamar dan mengira kalau Avril akan baik dengan sendirinya.


Bersambung...


Pembaca yang setia, terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ku ini. Like dan komentar kalian sangat aku nantikan. Terima kasih....