My Korean Husband

My Korean Husband
Bantuan Calvin



Sore itu Calvin pulang ke rumah, Avril dengan senangnya segera lari menghampiri Calvin yang baru masuk ke dalam apartemen. Setelah tiga hari tidak bertemu, karena memang Calvin tidak tahu kalau Avril sedang sakit. Avril memeluk erat tubuh Calvin.


"Mama liburan tetapi tidak mengajak Calvin." Protes Calvin.


"Maafkan Mama sayang, kapan-kapan kalau Calvin libur, nanti kita jalan-jalan ok!" Rayu Avril kepada Calvin.


Sebagai gantinya, sore itu Avril masak-masak kesukaan Calvin. Ketika Avril memasak, Calvin dan Boo Young sedang bercanda di sofa ruang tamu, sehingga Avril dapat melihat mereka dengan jelas.


Avril tersenyum melihat mereka berdua yang sangat akrab, apalagi Boo Young yang sangat menyayangi Calvin. Padahal awalnya Avril khawatir jika Boo Young tidak menerima Calvin, tapi nyatanya Boo Young sangat bahagia dengan keberadaan Calvin.


Rasa suka kepada Boo Young pun tak bisa Avril hindari, karena memang pesona Boo Young sangat berkualitas. Tak menyangka bila Boo Young pun bisa menyukai Avril, secara Avril wanita Indonesia yang mungkin standar kecantikan berbeda dengan standar kecantikan di Korea.


Tak henti-hentinya Avril memandangi ke arah mereka, melihat Calvin yang sangat bahagia, Avril pun ikut berbahagia. Walaupun dia sendiri mengakui kalau dia menyukai Boo Young, tapi jika untuk memaafkan Boo Young bagi Avril tidaklah mudah.


Mengingat semua tindakan kasar yang di berikan Boo Young kepada Avril. Terlebih, Boo Young menganggapnya sebagai wanita murahan yang terus mengiang-ngiang di telinga Avril.


"Mari, kita makan. Semua sudah siap!" Suruh Avril kepada Calvin dan Boo Young.


Calvin dan Boo Young segera menghentikan aktifitasnya dan beranjak dari sofa. Dengan raut wajah yang gembira Calvin segera duduk di kursi. Karena sang Mama memasak semur ayam dengan kentang kesukaannya.


Selain pizza, Calvin juga menyukai ayam semur dan ayam kecap. Sedangkan Boo Young mulai mencicipi kentang yang ada di semur.


"Terima Kasih atas makanannya." Kata Boo Young dengan senangnya.


Mereka makan dengan lahap, terutama Boo Young yang menyukai masakan yang berbau kentang. Walaupun dia tidak memakan ayamnya, tapi kentang yang berada di semur itu habis di makan semua oleh Boo Young.


Sedangkan Calvin memakan ayam dengan menggunakan tangannya. Maklum, jiwa Indonesianya Calvin sudah mendarah daging. Jadi makan dengan menggunakan tangan, sudah menjadi favoritnya.


"Di makan ayamnya." Suruh Avril kepada Boo Young.


"Iya, akan aku habiskan!" Sahut Boo Young sambil mengambil ayam semur.


Sebenarnya Boo Young tidak suka makan ayam, tapi karena Avril yang menyuruh, jadi Boo Young terpaksa menghabiskan semua ayam yang tersisa. Dia melihat ke arah Calvin dan mengikuti cara Calvin memakan ayam dengan tangannya.


Avril pun cukup senang, karena semua yang ia masak habis. Lalu Avril mulai membersihkan meja makan dan mencuci piring, sedangkan Boo Young membantu Calvin untuk membersihkan diri.


Setelah semua beres, Avril menyuruh Calvin dan Boo Young untuk makan buah. Mereka duduk di sofa sambil menonton TV.


"Nanti Calvin tidur sama Papa dan Mama!" Kata Calvin di sela-sela makan buah.


Mata Avril langsung tertuju pada Boo Young dengan tajam. Pandangan yang menunjukkan rasa protes.


"Bu-bukan aku yang mengajarinya!" Kata Boo Young sambil mengangkat jari telunjuk dan tengah.


"Ok! tapi Calvin tidur di tengah." Sahut Avril.


Sebelum tidur, Calvin terlebih dahulu mengerjakan tugas yang belum ia selesaikan. Sementara Avril yang duduk di sofa ruang tamu terdengar sedang mengobrol dengan orang tuanya melalui telepon. Sedangkan Boo Young tiduran di ranjang sambil memainkan handphonenya.


Semenjak keberadaan Avril, Boo Young baru menyadari apa sebenarnya cinta itu. Cantik tidak menjamin seseorang bisa membuat seseorang bahagia. Bagi Boo Young Cinta itu adalah sebuah kenyamanan dan keperdulian terhadap pasangannya.


Boo Young pun merasa nyaman di dekat Avril dan merasa Avril selalu memperhatikan dirinya. Dari makan sampai hal-hal kecil, Avril selalu perduli dengan Boo Young. Bisa di bilang, Avril orang pertama yang membuatnya bahagia di level atas.


Kini Boo Young menyesal karena sudah salah paham dengan Avril, mulai saat itu Boo Young belajar dari kesalahannya. Dia akan mendengar penjelasan dari orang lain terlebih dahulu sebelum bertindak.


Setelah selesai mengobrol dengan kedua orang tuanya, Avril masuk ke kamar. Di lihatnya Boo Young yang sedang melamun, sampai dia tidak menyadari kedatangan Avril.


"Awas nanti kalau kamu sampai menyentuh ku!" Ancam Avril yang mengagetkan Boo Young.


"Iya..iya.... aku tidak akan menyentuh mu!" Sahut Boo Young dan meletakkan handphonenya di nakas.


Mereka pun tiduran dengan posisi saling membelakangi dan tak lama kemudian Calvin datang dan langsung naik merebahkan tubuhnya di tengah-tengah antara sang Mama dan Papanya.


"Aduh.... anak Papa sudah besar." Kata Boo Young membalikan badannya.


Kemudian Boo Young meraih tubuh Calvin dan mendekapnya. Sedangkan Avril mulai memutar badannya dan melihat Boo Young yang sedang mendekap tubuh Calvin.


" Mama, sini mendekat. Calvin juga ingin di peluk sama mama." Kata Calvin dengan manja.


Avril pun segera memeluk Calvin dari belakang, sehingga jaraknya dengan Boo Young sangat dekat. Wajah Avril seketika berubah menjadi jutek saat Boo Young memandanginya. Tetapi Boo Young membalas dengan senyuman.


Tak terasa Avril pun mulai terserang kantuk dan lama kelamaan dia pun tertidur. Ketika Avril sudah tidur, Calvin kemudian berpamitan kepada sang Papa untuk pindah ke kamarnya.


"Papa, Mama sudah tidur. Calvin pindah ke kamar dulu ya." Pamit Calvin.


"Ok! Selamat malam sayang, mimpi yang indah." kata Boo Young sambil mencium kepala Calvin.


Mata Boo Young pun tertuju kepada Avril, Boo Young kemudian mematikan pemanas ruangan karena melihat Avril kepanasan. Teringat pesan Avril yang tidak boleh menyentuhnya, Boo Young pun langsung tidur menghadap ke arah Avril tanpa menyentuhnya.


Malam itu Boo Young sulit untuk memejamkan matanya, dia pun memaksakan dirinya untuk tidur. Tetapi ia terkejut ketika sebuah tangan masuk ke dalam kaosnya.


"Katanya tadi tidak boleh menyentuhnya, tapi dia sendiri yang nawarin diri untuk di sentuh!" Kata Boo Young lirih dengan tersenyum.


Boo Young pun tak mau melewatkan kesempatan itu, lalu dia memeluk tubuh Avril dengan mesranya. Tetapi tangan Avril kini tak bisa diam, tangannya menelusuri tubuhnya dan turun ke bawah mencari kehangatan di sana.


Merasa dapat serangan, Boo Young dengan sekuat tenaga menahan agar adik kecilnya tidak terbangun. Tetapi karena tangan Avril yang tidak bisa diam, akhirnya sang adik kecil terbangun juga.


Karena Boo Young tidak mau kehilangan kendali, akhirnya dia menarik tangan Avril dari dalam sana. Sedangkan Avril masih tidur dengan pulas, kemudian Boo Young membalik badan membelakangi Avril.


Di nyalakan kembali penghangat ruangannya, agar Avril tidak lagi mencari kehangatan pada dirinya dan dia berusaha untuk memejamkan matanya, karena kelelahan, akhirnya Boo Young pun tertidur pulas.


Bersambung...