My Korean Husband

My Korean Husband
Tamparan!!



Seharian Avril tidak mencoba untuk menghubungi suaminya. Begitupun dengan suaminya yang tidak menghubunginya. Itu berarti kedua belah pihak sudah menabuh gendang untuk perang. Tetapi Avril masih melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


Avril berdiri di depan cermin, dia melihat tubuhnya sendiri yang semakin hari semakin bertambah berat badannya. Dia mencoba untuk mengontrol keinginannya untuk makan, tapi setelah ia menyusui rasa lapar terus menyerangnya.


Jika ia mengurangi porsi makannya, ASI yang keluar juga tidak banyak. Avril pun merasa tidak ada lagi semangat. Tubuh langsingnya perlahan menyimpan lemak di beberapa area di tubuhnya.


Ketika ia sedang melihat-lihat tubuhnya di depan kaca, tiba-tiba Boo Young masuk ke dalam kamar. Seketika Avril menutup bajunya yang tadi ia buka. Sedangkan Boo Young sempat melirik ke arah Avril, tetapi tidak mengatakan sesuatu kepadanya.


Sebenarnya saat itu Boo Young ingin sekali memeluk Avril dari belakang dan mengatakan bahwa dirinya sangat merindukannya, tapi rasa gengsinya telah menguasai diri dan hatinya, sehingga ia lebih memilih diam dan cuek terhadap Avril.


Sebenarnya, hal itu membuat Avril semakin meyakini kalau sang suami sudah tidak tertarik kepadanya karena berat badannya terus naik hingga tubuh langsingnya tertutup oleh lemak.


Walaupun begitu, Avril tetap mengambil baju kotor Boo Young yang berserakan di atas lantai. Sedangkan saat itu Boo Young sedang mandi. Dan Avril mengambilkan baju ganti dan ia siapkan di atas ranjang.


"Jangan siapkan baju ganti, aku bisa mengambilnya sendiri." Kata Boo Young dengan tegas.


Avril hanya diam dan tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya. Boo Young semakin kesal karena Avril hanya diam dan tidak menganggapnya ada. Sehingga mereka benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk berbicara.


Kemudian Boo Young keluar dari kamar, sedangkan Avril mengelap air matanya. Setelah ia mengelap air matanya, Avril juga keluar dari kamar dan membantu Ahjumma menyiapkan makan malam.


Sementara Boo Young duduk di sofa dan mengobrol dengan kedua orangtuanya. Sesekali mereka tertawa kecil dan membuat Avril menoleh ke arah mereka.


"Mama, papa, bukan maksud aku mengusir kalian, tapi orangtua Avril akan segera datang. Di sini kan kamar tamu hanya satu, jadi Boo Young mohon kalian mengerti." Kata Boo Young kepada orangtuanya.


"Lagian kita sudah berencana untuk pulang hari Minggu besok. Mama sudah tidak tahan dengan sikap istri mu yang tidak mau mendengar nasihat orang lain!" Sahut Jie Hyo kesal.


Boo Young terdiam sejenak dan kemudian ia menjelaskan kepada orangtuanya bahwa sebenarnya Avril bukanlah orang yang membangkang, hanya saja Avril terlalu sensitif setelah melahirkan.


Memang benar, semenjak Avril pulang dari rumah sakit, dia merasa lebih mudah sedih, marah dan menangis tanpa sebab. Peningkatan mood positif selama menyusui dari efek produksi oksitoksin tidak mendapatkan respons positif dari ibu menyusui. Justru, tak sedikit ibu menyusui mengalami peningkatan stres.


Menyusui menjadi salah satu fase terberat yang harus dialami sebagian Ibu, Wajar adanya kalau kemudian ibu menyusui jadi lebih emosional. Hal itupun di alami oleh Avril, tapi tidak ada satupun orang yang memahaminya.


"Tuan, Nyonya.. Makan malamnya sudah siap!" Kata Ahjumma memberitahu.


"Okay, terimakasih!" Sahut Boo Young.


Kemudian mereka bertiga beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke meja makan. Sedangkan Avril masuk ke kamar Calvin untuk mengajaknya makan malam.


Setelah semua berkumpul duduk di kursi meja makan, Avril kemudian mengambilkan makanan untuk Calvin.


Rasa kesalnya sudah tidak bisa ia tahan lagi dan dia tidak mengambilkan makanan untuk Boo Young seperti biasanya. Dia hanya melayani Calvin dan dirinya sendiri hingga membuat Jie Hyo sang mertua murka.


"Kamu istri macam apa? membiarkan suami mu mengambil makanan sendiri!" Bentak Jie Hyo pada Avril.


"Nenek, bicaralah dengan sopan kepada Mama." Protes Calvin.


"Kamu selalu bikin masalah. Selama ini Avril selalu baik kepadamu. Aku tahu, niat kamu menasihati Avril, tapi caramu itu tidak benar!" Tegur Min Sik kepada sang istri.


Setelah Calvin selesai makan malam, Avril menyuruhnya untuk pergi ke kamar. Karena dia tidak mau Calvin mendengar perkataan yang kasar dari neneknya.


Avril juga segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke dalam kamarnya. Begitupun dengan Boo Young yang mengikuti Avril dari belakang.


"Sebenarnya apa mau mu! Orangtuaku akan pulang besok, tetapi kenapa kamu tidak bisa menjaga sikapmu!" Bentak Boo Young kepada Avril.


Tidak ada perkataan yang terucap dari mulutnya, kecuali tangisan yang tidak bisa ia tahan lagi. Di sini memang Avril salah, karena dia tidak bersikap baik di depan mertuanya.


"Sekarang kamu tidak bisa menghormati orangtuaku, bagaimana jika nanti aku juga tidak bisa menghormati orangtuamu? Dari situlah kamu akan merasakan bagaimana perasaan mu jika orangtuamu tidak di hormati oleh suamimu!!" Imbuh Boo Young dengan menahan amarahnya.


"Aku tidak akan membiarkan orangtuaku datang kesini! aku yang akan pulang ke Indonesia dengan membawa anak-anakku. Puas!!" Teriak Avril yang tidak bisa mengendalikan amarahnya.


Plak.....


Suara tamparan mendarat ke pipi Avril hingga meninggalkan bekas merah di sana. Avril memegang pipinya dengan tangan kanannya, matanya memandang tajam ke arah Boo Young. Pandangan yang penuh dendam.


Boo Young yang merasa bersalah mencoba untuk melihat pipi yang ia tampar, tapi tangan Avril melempar tangannya dengan kasar.


"Sayang, maafkan aku!" Kata Boo Young yang merasa bersalah karena sudah menampar sang istri tercinta.


Avril tidak mau di sentuh oleh Boo Young dan ia masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang terasa panas karena tamparan Boo Young yang sangat keras. Di lihatnya bekas jari Boo Young yang masih terlihat jelas di pipinya.


Lalu dia keluar dari kamar mandi, karena si kembar bangun atas teriakannya, Avril pun segera memberi Asi kepada si kembar. Sedangkan Boo Young duduk di bibir ranjang memandang ke arah Avril dengan tatapan bersalah. Lalu ia berdiri dan berjalan menghampiri Avril.


"Sayang, aku tidak bermaksud untuk memukul mu." Kata Boo Young memelas.


"Please, jangan berbicara lagi. Kamu lihat, aku sedang apa?" Sahut Avril yang tampak marah.


Boo Young kemudian duduk di sofa samping Avril sambil menunggu Avril selesai memberi ASI kepada si kembar. Tetapi, setelah Avril selesai memberi ASI pada si kembar, dia malah menyuruh Boo Young untuk tidak dekat dengannya.


"Aku mau istirahat, tolong kamu tidur di tempat mu!" Suruh Avril yang berencana untuk tidur di sofa.


"Kamu jangan seperti anak kecil! aku sudah mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk kita, jangan hanya karena orangtuaku tinggal di sini, kamu jadi egois seperti ini." Sahut Boo Young yang tampak kesal.


Avril tidak menghiraukan perkataan Boo Young, dia mengambil selimut baru dari lemari dan dia benar-benar tidur di sofa dekat ranjang bayi. Boo Young yang tampak kesal membiarkan Avril melakukan apa yang dia inginkan.


Padahal malam itu seharusnya Avril sudah bisa melakukan hubungan suami istri. Tetapi karena mereka sedang bertengkar, jadi tidak ada malam istimewa untuk mereka berdua.


Sementara Avril merebahkan badannya di sofa sempit, sedangkan Boo Young bersandar di kepala ranjangnya sambil memainkan handphonenya. Ada beberapa pesan masuk dan salah satunya dari Dinna.


Bersambung...