
Sang Dokter pun menjelaskan tentang keadaan janin sambil memperlihatkan rekaman hasil USG. Avril dan Boo Young pun mendengarkan dengan cermat apa yang di katakan oleh Dokter. Setelah mendengar penjelasan dan keterangan dari dokter, Avril pun meneteskan air mata kebahagiaan dan memeluk sang suami karena Dokter mengatakan bahwa janin yang ada di kandungan Avril kemungkinan adalah kembar.
"Ibu yang hamil lebih dari satu janin atau hamil kembar lebih berisiko mengalami komplikasi selama kehamilan. Beberapa komplikasi kehamilan kembar tersebut bisa berdampak pada kondisi ibu hamil dan janin. Sebagian komplikasi tersebut ada yang bersifat ringan, ada pula yang berpotensi membahayakan nyawa ibu hamil dan janin kembarnya. Maka dari itu, ibu harus banyak makan makanan sehat dan juga makan zat besi yang cukup." Kata Dokter menjelaskan.
Seperti tak mau mendengar hal-hal negatif dari Dokter, Boo Young pun bertanya tentang hal apa yang harus ibu lakukan ketika hamil kembar. Dia tidak mau lagi menjadi paranoid, karena hal itu cukup membuatnya tersiksa. Ia meyakini kalau semua akan baik-baik saja, toh banyak orang yang melahirkan bayi kembar dan mereka pun sehat.
"Hal apa yang harus di lakukan istri saya agar ibu dan janin selalu sehat, Dok?" Tanya Boo Young serius.
"Istirahat yang cukup, cukupi kalori dan nutrisi, jaga berat badan ideal, kurangi stress dan memeriksakan kehamilan secara rutin." Jawab Dokter.
Sang Dokter pun menjelaskan kepada mereka agar tidak terlalu khawatir. Karena janin yang ada di kandungan Avril saat itu cukup sehat. Hanya saja Avril di sarankan Dokter agar memberi asupan gizi yang cukup kepada janin. Agar janin berkembang dengan baik dan berkecukupan gizinya.
Mereka pun bertanya makanan apa yang sebaiknya ibu hamil konsumsi dan sang Dokter pun menjelaskan dengan detail dan memberi tahu makanan apa saja yang mengandung asam folat, protein, kalsium dan Zat besi.
"Ibu sebaiknya mengkonsumsi makanan tambahan (food supplement). Nanti saya akan kasih resep yang bisa anda ambil di apotik lantai G." Saran dokter.
"Baik Dok!" Sahut Avril mengerti.
Setelah mendengar penjelasan dari dokter panjang lebar, mereka berdua pun akhirnya keluar dari ruangan dokter dan di berikan resep oleh seorang perawat. Kemudian mereka turun ke lantai G untuk menebus suplemen dan kemudian mereka membayar tagihan di tempat pembayaran.
Setelah selesai semua, mereka berdua pun langsung pulang ke apartemen. Boo Young tidak mau jika Avril kecapekan dan mengganggu kesehatan janin.Tak lama kemudian pun mereka sampai di apartemen. Karena siang itu waktunya makan siang, kemudian Boo Young menyuruh Ahjumma untuk menyiapkan makan siangnya.
"Sayang, kita makan siang dulu ya!" Suruh Boo Young sambil menarik tangan Avril dengan pelan.
"Ok! aku juga sudah lapar." Sahut Avril beranjak dari duduknya dengan di bantu Boo Young.
Mereka berdua pun duduk di kursi meja makan dan mulai memakan makanannya. Boo Young menyuruh Avril untuk memakan lebih banyak dari biasanya, agar nutrisi janin terpenuhi. Sesekali Boo Young menyuapi Avril, kali ini dia tidak mau khawatir yang berlebihan. Boo Young memfokuskan dirinya untuk menjaga Avril dan calon bayi.
Setelah makan siang, Boo Young menyuruh Avril untuk istirahat. Sedangkan dia berpamitan untuk pergi ke supermarket, karena ada banyak produk yang harus ia beli untuk kebutuhan Avril. Biasanya sang asisten yang berbelanja untuk kebutuhan di rumah, tapi kali ini Boo Young ingin turun tangan sendiri melihat-lihat produk yang lebih bagus dan terjamin.
"Aku ikut." Rengek Avril seperti anak kecil.
"Kamu di rumah saja, nanti kalau kamu kecapekan bagaiman?" Kata Boo Young melarangnya.
Tapi karena Avril terus merengek seperti anak kecil, Boo Young pun akhirnya mengijinkan Avril untuk ikut dengannya. Mereka membeli susu hamil dan beberapa beberapa sayur buah-buahan segar yang ada di sana. Sayuran dan buah organik sangat bagus untuk kehamilan dan juga mereka membeli daging, ikan organik.
Ketika mereka berjalan-jalan mengelilingi supermarket, mereka melihat beberapa baju untuk bayi yang terlihat imut-imut. Avril pun memegang baju itu dan tersenyum, begitupun dengan Boo Young. Tetapi mereka tidak membelinya, karena memang usia kandungan Avril yang baru empat bulan dan belum tahu jenis kelamin janin mereka.
Sebenarnya mereka tidak ingin mengetahui jenis kelamin calon bayinya, mereka ingin ada kejutan ketika sudah lahiran. Setelah selesai berbelanja, mereka pun langsung pulang ke rumah. Dan tak lama kemudian Calvin pun pulang dan langsung menghampiri kedua orang tuanya.
"Semua baik-baik saja!" Jawab sang papa tersenyum.
Calvin pun duduk di tepian ranjang orang tuanya, sedangkan Boo Young berjalan menuju nakas dan mengambil sesuatu dari laci. Lalu ia duduk di sebelah Calvin dan memperlihatkan foto hasil USG kepada Calvin.
Calvin pun melihat foto itu dengan seksama, ia tidak bertanya kepada sang papa mengenai yang di dalam foto tersebut. Tanpa di beritahu, Calvin pun sudah mengetahui bahwa janin di foto USG itu ada dua. Dan itu berarti Calvin akan memiliki adik kembar.
"Papa, apakah ini nyata?" Tanya Calvin yang masih tak percaya.
"Seperti yang kamu lihat!" Jawab Boo Young yakin.
Calvin berteriak bahagia karena akan mempunyai dua adik sekaligus. Ia berharap adiknya berkelamin laki-laki dan perempuan. Teriakan Calvin sampai terdengar dari luar. Kebetulan Avril saat itu keluar dari kamar untuk mengambil air minum buat Calvin.
Avril pun tersenyum yang mendengar teriakan bahagia dari Calvin. Dengan membawa segelas air putih di tangannya, Avril pun masuk ke dalam kamar dan memberikan air itu untuk Calvin. Setelah Calvin meminum air itu, ia pun segera memeluk mamanya dan berterima kasih karena sebentar lagi ia akan punya dua adik sekaligus.
****
"Calvin, kita makan malam dulu!" Ajak Boo Young yang berdiri di tengah pintu kamar Calvin.
"Ok! aku selesaikan ini dulu." Sahut Calvin yang sedang serius memandangi laptopnya.
Malam itu Avril turun tangan untuk memasak, karena sudah lama dia tidak memanjakan lidah suami dan anaknya dengan masakan Indonesia. Waktu itu Avril memasak semur ayam dan kentang, Calvin dan Boo Young pun memakan habis semur itu sampai kekenyangan.
Avril pun tersenyum melihat mereka berdua menyukai makanan yang ia masak. Boo Young kelihatan lebih chubby, karena sering makan makanan yang berlemak dan makan larut malam. Walaupun paginya ia mual, tetapi siangnya keinginannya untuk makan tidak bisa ia tahan.
Sixpack pada perutnya pun tidak terbentuk seperti dulu lagi. Bagi Avril, Boo Young terlihat lebih tampan saat ini. Seperti yang di katakan Dokter bahwa ibu hamil boleh melakukan hubungan suami-isteri, jadi malam itu pun Boo Young sudah mempersiapkan diri untuk bertempur dengan sang istri.
Setelah empat bulan lamanya mereka tak pernah melakukan hal itu, akhirnya malam itu mereka pun dengan pelan dan hati-hati Boo Young bercocok tanam. Melihat perut Avril yang sedikit membuncit, Boo Young pun menjadi semangat bercocok tanam di ladang milik Avril, hingga mereka terkulai lemas.
"Sayang, perutmu apa sakit?" Tanya Boo Young khawatir.
"Sama sekali tidak, aku malah merasa nyaman ketika kita melakukan hal itu." Jawab Avril meyakinkan.
Mendengar jawaban Avril, Boo Young pun bersiap-siap untuk melakukan bercocok tanam untuk kedua kalinya. Dia melakukan seperti biasanya, hanya saja dia sedikit hati-hati agar Avril tidak merasakan sakit.
Bersambung....