My Korean Husband

My Korean Husband
Saling Cemburu



...****************...


Kring....Kring...Kring....


Handphone Avril berbunyi,


Di layar kaca tertera nama Seung Chul, pikirannya pun mengingat kejadian tadi pagi ketika Seung Chul dengan tiba-tiba memeluknya. Bukan karena ia ada rasa suka, tapi lebih tepatnya dia khawatir jika Seung Chul memiliki rasa lebih untuknya.


Memang Avril sempat membuka hatinya untuk Seung Chul, tapi semakin dekat hubungan mereka Avril semakin tidak nyaman. Hal itu karena Calvin tidak ingin jika sang mama dekat dengan pria lain selain sang papa.


Begitupun dengan sang sahabat Eun Soo yang juga memiliki rasa terhadap Seung Chul. Ia pun semakin merasa bersalah jika harus membuka hatinya untuk Seung Chul. Kemudian Avril menjawab panggilan itu.


"Avril, aku ada di bawah. Ayo makan siang bersama!" Ajak Seung Chul.


"Ok! tunggu sebentar, aku turun kebawah." Sahut Avril


Tentu saja Avril tidak bisa menolak ajakan Seung Chul, karena Seung Chul sudah sangat baik dan perhatian kepadanya. Karena tidak ingin terjadinya salah paham, Avril kemudian mengajak sang sahabat untuk makan siang bersama Seung Chul.


Avril kemudian menelpon Eun Soo untuk menemaninya ia dengan Seung Chul makan siang. Dia tahu kalau Eun Soo pasti tidak akan menolak, karena Eun Soo sudah lama tertarik dengan Seung Chul.


"Dear my friend, kita makan bersama Seung Chul yuk!" Ajak Avril melalui telepon.


"Selalu siap!" Sahut Eun Soo kegirangan.


Dengan semangat Avril menaruh handphonenya di dalam tas dan ia beranjak dari duduknya. Dan segera melangkahkan kakinya menuju ke arah lift.


Dari dalam ruangan Boo Young sedang sibuk mengawasi Avril melalui CCTV yang ia sambungkan ke dalam laptopnya. Melihat Avril yang hendak mau pergi, Boo Young dengan cepat bangkit dari duduknya dan segera mengikuti Avril.


Tetapi ketika Boo Young baru keluar dari ruangannya, Avril sudah lebih dahulu masuk ke dalam lift. Boo Young kemudian menggunakan lift khusus untuk mengejar Avril.


Melihat sang CEO yang bersikap aneh, para karyawan pun hanya bisa memandangi kelakuan sang CEO yang sedang berlarian menuju arah lift.


"*Pasti mau ngikuti istri tercinta!" Bisik salah satu karyawan.


"Tak habis pikir, bagaimana bisa CEO kita bisa jatuh hati sama Avril, padahal pacarnya jauh lebih cantik dari Avril." Sahut karyawan yang lain*.


Sesampainya Boo Young di ground floor, dilihatnya Avril berjalan menuju ke arah Seung Chul yang sedang berdiri menunggu Avril. Sontak saja Boo Young di bakar api cemburu, karena melihat sang istri menemui laki-laki lain.


Karena tidak mau amarahnya semakin tak terkendali, Boo Young kemudian naik lagi ke atas dengan wajah yang sangat marah. Ia masuk ke ruangan dan untung saja para karyawan sudah pada pergi untuk makan siang, jadi tidak ada yang melihat ekspresi wajah Boo Young yang sedang marah.


Tak lama kemudian Eun Soo keluar dari dalam lift dan langsung menyapa Avril dan Seung Chul.


"Kalian sudah menunggu lama ya?" Tanya Eun Soo menyapa mereka.


"iya! sudah 1 jam kita nungguin kamu?" Canda Avril.


Kemudian mereka bertiga pergi ke restoran yang dekat dengan tempat kerja. Mereka jalan bertiga dan tangan Seung Chul mencoba meraih tangan Avril, tetapi Avril pura-pura mengambil sesuatu dan mengubah posisinya. Jadi Eun Soo di tengah dan Avril di samping Eun Soo.


Eun Soo yang menyadari hal itu pun langsung ambil posisi agar mereka berdua tidak menimbulkan salah paham, karena semua karyawan sudah tahu kalau Avril adalah istri Boo Young.


"Avril, kamu mau pesan apa?" Tanya Boo Young.


"Spaghetti seafood!" Jawab Avril.


Eun Soo yang tidak di tawarin oleh Seung Chul pun merasa sebal. Melirik ke arah Avril dan Avril pun memesankan makanan yang sama dengannya.


"Avril, bukankah kita sedang banyak pekerjaan. Sebaiknya kita balik ke kantor secepatnya." Kata Eun Soo beralasan.


"Oh iya! aku hampir lupa. Maaf Seung Chul, kita harus balik ke kantor dulu. Lain kali minum kopinya." Pamit Avril.


Lalu Avril dan Eun Soo meninggalkan Seung Chul yang masih duduk di restoran seorang diri. Dengan kesal Eun Soo mengomel di sepanjang jalan menuju ke kantor.


"Seung Chul benar-benar keterlaluan! dia sama sekali tak menganggap ku ada! aku paling benci dengan pria macam itu!" Umpat Eun Soo dengan kesal.


"Sekarang benci, nanti cinta!" Ledek Avril dengan senyum manisnya.


Mereka berdua pun berpisah ke departemen masing-masing. Avril masuk ke ruang marketing, tapi para karyawan belum balik, karena memang Avril tadi keluar lebih awal.


Boo Young yang mengetahui kalau Avril sudah balik, lalu Boo Young keluar dari ruangannya dan menarik tangan Avril masuk ke dalam ruangannya. Avril yang mendapat serangan tiba-tiba, hanya bisa mengikuti Boo Young.


"Lepaskan!" Bentak Avril.


"Kamu kenapa menemui laki-laki lain? apa kamu lupa kalau kamu sudah punya suami!" Bentak Boo Young penuh dengan amarah.


Melihat mata Boo Young yang tampak marah, Avril pun langsung membalikan badannya dan keluar dari ruangan Boo Young secepat mungkin.


...****************...


Biasanya Boo Young menawarkan kepada Avril untuk pulang bersamanya. Tetapi sore itu sebelum waktunya pulang kantor, Boo Young lebih dahulu pergi meninggalkan kantor tanpa berkata apapun kepada Avril.


Avril hanya bisa menoleh ke arah Boo Young yang sedang menunggu lift terbuka. Lagi-lagi tingkah Boo Young membuat Avril bertanya-tanya, hingga membuatnya berburuk sangka.


"Pasti dia mau menemui pacarnya! Dia sendiri punya pacar, tapi melarang ku menemui laki-laki lain! Dasar egois!" Batin Avril kesal.


Akhirnya, waktunya pulang kerja. Avril bergegas memberesi barang-barangnya dan langsung pergi meninggalkan tempat kerjanya.


"Avril.....!" Suara yang ia kenal telah memanggil namanya.


"Eun Soo, ayo mampir ke rumah!" Ajak Avril merayu.


Tetapi karena Eun Soo sudah ada janji sebelumnya, jadi Avril hanya bisa mengendus kesal. Ketika Avril baru saja mau mencari taksi, asisten Joo tiba-tiba berhenti di depannya.


Asisten Joon keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Avril. Dengan senyum ramahnya asisten Joon mempersilahkan Avril untuk masuk ke dalam mobil.


Avril masih berdiri kebingungan, karena asisten Joon tak biasa menjemputnya.


"Kenapa asisten Joon ada di sini? bukankah Anda di tugaskan untuk menemani Calvin?" Tanya Avril bingung.


"Maaf Nyonya, Saya hanya di suruh Tuan Boo Young untuk menjemput Anda dan setelah itu Saya akan balik ke sekolahan Calvin." Jawab asisten Joon dengan sopan.


Maksud Boo Young menyuruh asisten Joon untuk menjemput Avril, agar Avril tidak bisa menemui Seung Chul.


Sesampainya Avril di apartemen, Avril tidak melihat keberadaan Boo Young. Raut wajahnya pun berubah menjadi kecewa. Kecewa karena Boo Young tidak ada di apartemen dan pikirannya mulai berburuk sangka, mungkin saat ini Boo Young sedang menemui Boo Rua, pikirnya.


Karena sebentar lagi Calvin akan pulang, Avril kemudian membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan untuk ia masak. Walaupun Avril sedang sibuk memasak, tetapi pikirannya tak berhenti memikirkan Boo Young.


Bersambung...