
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰
**Jangan sinder **😘😘
🌹 **Happy Reading **🌹
Sesampainya di restoran, Zein dan Dara langsung masuk dan memilih meja di sudut ruangan. “Ehm, aku pesan chicken chop, with sauce cabonara,” pesan Zein pada pelayan.
“Ada lagi Tuan?” tanya pelayan itu.
Dara menolehkan kepalanya dan tersenyum, “ehm, berikan saya sandwich, more tomato,” ucap Dara, membuat Zein menatapnya lekat, namun Dara hanya membalasnya dengan sebuah senyuman manis.
“Ehhm, berikan saya minuman wine,” tambah Zein lagi, sebelum pelayan itu pergi.
“Well, sekarang ayo kita bicara,” seru Dara dengan wajah yang serius.
Sontak saja Zein menyeritkan keningnya bingung, “bicara apa ?” tanya Zein yag tidak mengerti apa maksdu ucapan Dara.
“Tentang siapa kamu? Keluargamu dan anything?” tanya Dara yang ingin mengetahui semua tengang kekasihnya.
Zein tersenyum setipis mungkin menanggapi pertanyaan Dara, “aku adalah seorang yatim piatu, Papah dan Mamah ku meninggal karena ulah seseorang yang melaporkan Papahku ke pihak Negara dulu, sehingga dia di tembak mati oleh beberapa polisi, sedangkan Mamah aku meninggal di saat melahirkan ku, terjadi pendarahaan karena ketakutaanya akan nasib Papahku, dan sekarang aku hanya tinggal bersama dengan Bundaku dan Kak Aiden yang terkadang memeprhatikanku," ungkap Zein sejujur mungkin, memberitahu bagaimana seluk beluk keluarga kecilnya.
Dara mendengar seluruh yang di ucapkan oleh Zein dengan serius, sambil terseyum di saat pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. “Memang apa pekerjaan Papahh kamu sampai dia harus di tembak mati ?” tanya Dara semakin penasaraan.
“Dewa kematian,” jawab Zein singkat.
“What? Apa maksudnya?” tanya Dara bingung.
“Papah adalah seorang Bos Mafia paling besar dan di takuti di Dunia ini, tidak akan pernah ada satu manusiapun yang lepas dari jangkauanya, dalam satu hari dia bisa membunuh dan menyiksa puluhan orang yang bersalah, Papah adalah seorang Psychopat gila, begitu juga dengan diriku, yang setiap harinya harus berhadapan dengan darah dan penyiksaan,” jelas Zeim lagi, dan itu cukup membuat Dara merasa khawatir.
“Tetapi hari ini kamu belum membunuhkan, karena sedari tadi kamu bersamaku,” sahut Dara, sambil tersenyum manis, dan mengambil piring Zein untuk memotong-motong steak milik kekasihnya.
Zein tersenyum sinis menatap Dara, “aku sudah membunuh lima orang hari ini, dan luka di dada ini sebagai saksinya,” jawab Zein, sontak membuat gerakan tangan Dara berhenti.
Zein menatap ke arah wajah Dara, memperhatikan setiap lekukannya, “apa kamu takut denganku yang ternyata adalah seorang Psychopat?” tanya Zein serius.
Dara melanjutkan kegiatanya memotong makanan Zein dan mengembalikanya tepat di hadapan kekasihnya, “aku tidak takut dengan seorang Psychopat, karena aku tahu dia bukan orang gila,” jawab Dara dengan nada yang santai.
“Psychopat bukanlah orang gila yang akan menyerang sembarang manusia, akan tetapi Psychopat akan menyerang ketika dirinya merasa terancam atau ketika mereka merasa perlu, ehm,, seperti King Cobra, yang akan tenang,diam dan tidak menunjukkan keberadaanya, namun dia akan marah dan menyerang ketika ada yang berusaha menganggunya, benar begitu bukan,” timpalnya lagi, dan semakin membuat Zein menatap kagum ke arahnya.
“Kamu membuatku jatuh cinta kepadamu berkali-kali,” imbuh Zein dengan senyum manisnya yang baru pertama kali diperlihatkan kepada seseorang yang membuatnya ingin tersenyum setiap detiknya.
Dara yang melihat senyum manis kekasihnya itu, merasa sangat senang sekali, hingga dia menggengam tangan Zein dan mengecupnya dengan sayang, “aku suka melihat senyum mu, jangan di sembunyikan ya kalau di depanku, tapi kalau di tempat umum seperti ini, lebih baik kamu simpan saja, aku suka jika orang lain melihat mu dengan wajah seram,” godanya sedikit posesif dan itu membuat Zein langsung terkekeh pelan.
Cuppp, Zein membalas kecupan di punggung tangan Dara dengan mesra, “you are my Angel Dara, I love you so much,” ucapnya tulus, menatap ke dalam mata Dara yang terus memandangnya.
“Lalu bagaimana denganmu ?” tanya Zein sambil mengunyah makananya yang sudah di potongkan oleh Dara.
Dara meletakan kembali sendoknya dan mengambil minumanya, “tidak ada yang menarik denganku, dan bukankah kamu harusnya sudah tahu semua tentangku,” ujarnya balik tersenyum sinis ke arah Zein.
“Aku belum tahu, sebab keluarga kamu sepertinya menutup semua akses identitasmu,” jawab Zein jujur. “Yang aku tahu hanya tentang pekerjaan malam mu sebagai dancer di club itu, dan itu untuk membiayai kehidupan Ayah kamu, benar seperti itu?” tanyanya lagi.
“Kamu memiliki kakak laki-laki kan,” sahut Zein lagi.
Dara mengalihkan pandanganya ke arah luar kaca, “kakak aku sudah menikah dan tinggal jauh bersama istri dan anaknya. Terkadang dia juga mengirimkan uang untuk Ayah, sedangkan Ayah saat ini hanya berkebun dan merawat bunga-bunga peninggalan Ibu, maklumlah di usianya yang sudah senja, memanglah waktunya dia beristirahat,” jelas Dara lagi, membuat Zein merasa iba dan mencoba menghibur kekasihnya.
“Ibu kamu meninggal karena apa ?” tanya Zein lagi.
“Cencer, Ayah dulu pernah bilang jika Ibu itu adalah mantan wanita yang pernah di jual oleh sesorang yang sangat jahat, dan Ayah berusaha menyelamatkan Ibu dan lari dari tempat terkutuk itu, hingga akhirnya mereka menikah, namun Ibu sudah terkena virus sedari dulu, jadi karena keluarga kami yang pas-pasan membuat Ayah tidak bisa menyelamatkan ibu dari penyakit itu,” ungkap Dara lagi, namun kali ini dengan sebuah senyuman.
“Sudah ya, jangan di bahas lagi, yang terpenting sekarang terserah dari kamu, begitulah cerita keluarga ku yang mungkin tidak sebanding dengan keluarga kamu,” serunya tersenyum getir manatap ke arah Zein.
Zein beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati Dara, “tidak ada yang berbeda dari kita, jika kamu saja bisa menerima ku dengan segala kekurangan ku, mengapa aku tidak bisa menerima mu, lebih baik kita jalani semuanya dengan saling menerima dan mendukung satu sama lain sekarang,oke,” tandas Zein, yang berbicara dengan penuh keyakinan.
“Jangan pernah khianati aku ya, please itu saja pintaku padamu,” moho Dara dengan tulus, karena dia paling takut dengan semua ini.
Zein tersenyum dan mengusap lembut kepala kekasihnya, “aku akan setia kepadamu sayang, percayalah,” jawabnya serius, di iringi dengan wajah yang sangat tenang.
“Terima kasih,” balas Dara sambil memeluk tubuh Zein dengan erat.
Dan tanpa sadar Zein ikut memeluk tubuh Dara dengan erat. “Aawwwwhhh,” rintihnya lagi.
Namun ketika Zein baru ingin melepaskanya, Dara lebih dulu menahanya, “aku bisa yahan rasa sakitnya kok, gak papah,” ucapnya pelan pada Zein, karena dia tahu jika kekasihnya ini pasti sedang merasa bersalah.
“Rasa sakit ini pasti lambat laun akan hilang, jika kamu sering memeluk ku seperti ini, yakan,” lirih Dara lagi pelan di telinga Zein.
“Maafkan aku ya, aku juga tidak tahu kenapa pelukan ku terasa sakit bagimu, padahal aku tidak melakukanya dengan tenaga,” balas Zein benar-benar merasa bingung dengam dirinya sendiri.
Dara menganggukan kepalanya pelan, san mengecup singkat kepala Zein, sambil terus berusaha menahan rasa sakit di tubuhnya.
Dan tak lama kemudian Zein melepaskan pelukanya dan menatap ke arah wajah Dara, “cepat habiskan makanan mu, dan setelah ini kita akan pulang untuk beristirahat, karena besok kamu akan ke pergi untuk syuting kan,” seru Zein, sambil mengusap lembut rambut Dara yang kini menjadi hobby barunya.
“Siap bos,” balas Dara di iringi dengan tawa yang renyah.
**To Be Continue. *
hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻