It’S So Hurts

It’S So Hurts
Semua Berawal Karena Kelurgamu



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


Di sisi lain, Tasya yang nyaris frustasi karena tidak berhasil mendapatkan kembali putrinya, kini dia mencoba meminta bantuan pada polisi saja.


Meskipun keluarga besar itu melarangnya keras, namun Tasya harus nekad melakukaannya.


“Iyah pak, sudah 3 hari anak saya diculik,” lapornya pada polisi.


“Kapan terakhir kali Anda bertemu dengan anak Anda?” tanya polisi itu.


“3 hari yang lalu pak, di rumah sakit, dan sayapun sudah mempunyai rekaman CCTV penculik anak saya pak,” ucapnya, tanpa memberitahu siapa penculik sebenarnya.


Tasya memperlihatkan rekaman CCTV yang kemarin sempat dia minta dari pihak rumah sakit. “Baik bu, kami akan segera melakukan penelusuran tentang semua ini,” ucap polisi yang sedang melayaninya itu.


“Baik pak, terima kasih, saya mohon kalau bisa secepatnya ya pak, anak saya sedang sakit pak, tolong saya,” mohonya dengan sangat.


“Baik bu, kami akan berusaha semampu kam,” jawab polisi tersebut, dan setelah semua prosedurnya selesai, barulah Tasya melangkahkan kakinya keluar dari kantor polisi.


Dia berjalan tidak tentu arah, di bawah derasanya hujan malam itu, “Jingga di mana sayang, ibu kangen kamu Nak, minta sama ayahmu untuk mengembalikanmu pada ibu sayang,hisskk,,hisskk, Jingga ibu kangen sayang, please, kembalilah nak,” tangisnya terus menerus. Sengaja dia berjalan di bawah hujan agar tidak satupun yang bisa melihat air matanya.


“Ya Tuhan, it’s so hurts, I cant, ini sangat menyakitkan, bebaskan aku Tuhan, cukup aku merasakan sakit dari semua ini? Apa salah saya? Apa dosa yang pernah saya lakukan? Kenapa kamu memperlakukan kami seperti ini?” tangisnya terus menerus.


Flashback on


Suatu hari Tasya berjalan di sebuah pesisir pantai dan menemukan seorang wanita tengah tergeletak di atas pasir.


“Ya Tuhan, apa yang sedang terjadi?” tanyanya pada diri sendiri, lalu mencoba menyelamatkan wanita itu dan membawanya ke rumah.


Sesampainya di rumah, Tasya langsung meminta kepada pembantunya untuk membantu membersihkan dan menggantikan pakaian untuk wanita itu.


Dan tidak lama kemudian wanita itu mulai mengerjapkan matanya dan menatap ke arah sekelilingnya.


"Dimana aku ?" tanyanya bingung.


Lalu tak lama kemudian, Tasya terlihat membuka pintu kamar tersebut, setelah tadi dia keluar sebentar untuk mengganti pakaiannya.


"Eh kakak sudah bangun," seru Tasya yang juga terlihat membawa sebuah nampan makanan di tanganya.


Wanita itu hanya diam saja menatap Tasya itu sambil terus berwaspada.


"Hallo kak, aku Tasya, kakak ini-," ucapnya terhenti melihat Wanita yang sedang bingung menatapnya seperti orang linglung.


Wanita itu hanya ter diam sejenak untuk memikirkan rencana selanjutnya untuk menutupi identitasnya.


"Aku siapa ?" Tanya Wanita itu berpura-pura Amnesia.


Tasya mendadak semakin bingung dengan oertanyaan dari wanita yang tadi sore sempat di tolongnya ini, "apakah dia lupa ingatan? Tapi di saat aku memeriksanya tadi dia baik-baik saja dan bahkan tidak ada luka sekalipun," batinya terus menatap Wanita itu dengan lekat. Namun Tasya tidak mudah dibohongi begitu saja, dia malah memunculkan ide jahil di kepalanya.


"Aku siapa ?" tanya Wanita itu lagi yang merasa belum mendapatkan jawaban dari wanita di depanya ini.


"Ehmm, kamu," jawab Tasya gugup dan ragu dengan jawaban yang ada di otaknya.


Lalu dia tersenyum dan duduk di sebelah Wanita itu dengan menyerahkan makan yang tadi sudah dia masak untuk makan malam, "kamu adalah Liora, kakak iparku istri dari kaka ku Teddy, apakah kamu tidak mengingatnya?" tanya Tasya begitu yakin dengan jawabnya.


Mendengar jawaban yang di lontarkan Tasya ini membuat wanita itu tersenyum dengan sangat manis.


.


Wanita itu mengambil nampah yang diberikan oleh Tasya untuknya, lalu meletakanya di sisi yang kosong, dan kembali menatap Tasya lebih dekat.


"Apakah aku benar-benar kakak iparmu? Lalu di mana suamiku ? Aku tidak melihatnya sedari tadi? Dan sudah berapa lama kami menikah ?" tanyanya dengan sejuta pertanyaan yang semakin membuat Tasya menjadi gugup.


Karna jujur saja tadi itu adalah jawaban yang spontan keluar, dia bahkan harus memikirkan bagaimana caranya agar kakanya Teddy mau menerima wanita ini sebagai istri pura-puranya.


"Kakak sudah menikah dengan Kak Teddy dari 2 tahun yang lalu, heheh iya 2 tahun," jawabnya semakin asal, membuatnya ingin sekali lenyap saat ini juga.


"Oh Tuhan, maafkanlah aku yang telah berbohong ini, tapi aku hanya tidak mau kakak ini jadi canggung untuk tinggal disini mengingat sepertinya dia membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut lagi tentang keadaanya," batinya meringis dalam hati.


Liora hanya membalasnya dengan menganggukan kepalanya mengerti dengan apa yang di mkatakan wanita dihadapanya ini.


Lalu kemudian, terdengar suara langkah kaki seseorang yang kemungkinan besar adalah Teddy yang baru pulang dari rumah sakit.


"Ah itu kak Teddy, aku keluar dulu ya kak. Ini kakak makan dulu lalu istirahat, nanti kalo kak Teddy tau kakak belum sembuh dia jadi sedih," pamit Tasya yang langsung pergi tanpa mendapatkan jawaban dari Liora.


Flashback off


“Hiskkk..hiiskk,” tangisnya terus pecah ketika mengingat kejadian itu.


“Harusnya aku tidak menolong wanita itu, harusnya aku dan kak Teddy tidak menyelamatkan nyawa pria itu,” jeritanya menyesal karena pernah menolong Freya dan Aiden kedua sosok yang membuat malapetaka dikehidupannya ini terjadi.


Tasya tidak pernah menduga kalau niat baiknya dan kakaknya menyelamatkan Freya adalah sebuah kesialan, bahkan dia juga tidak tahu kalau Freya adalah wanita yang dicintai oleh kakaknya sedari kecil. Hingga terjadi sebuah obsesi yang membuat kakaknya Teddy dengan berani menculik Freya istri Aiden, dan membuatnya dibunuuh dan sekarang harga diri Tasya bagaikan sebuah sampah yang sama sekali tidak berharga.


Dia tidak pernah tau, jika kesalahanya dalam mengikuti sandiwara Freya dulu malah berakhir duka.


Tasya sangat marah, dan mencoba berlari menuju mansion Lesham untuk meminta pertanggung jawaban kedua orang itu.


Sesampainya dia di Mansion Lesham, Tasya langsung menggedor pagar besi mereka, bruggghhhh keluar kaliann!! Karena keluarga kalian hidupku jadi hancur, semua karena keluarga kalian,” terikanya dengan histeris.


Stella yang melihatnya dari atas jendela kamarnya, kini meminta scurity agar membuka pagar untuk Freya.


“Kamu gila ya! Teriak-teriak di depan Mansion orang!” bentak Arnon yang tidak suka dengan cara wanita ini.


Tasya tertawa mendengar itu, “panggilkan anak om dan menantu om ke sini, mereka harus bertanggung jawab dengan segala yang terjadi saat ini,” pekik Tasya lagi. Membuat darah tinggi Arnon melonjak naik dan ingin mencekik Tasya.


“Pah,pah, tenanglah, mending papah masuk deh,” pinta Stella yang takut jika suaminya lepas kendali.


Melihat Arnon sudah melangkah masuk, Stella menatap lekat ke arah Tasya. “Ada apa lagi kamu ke sini?” tanya Stella sinis.


“Tante, semua yang terjadi di keluarga saya ini adalah karena ulah anak dan menantu tante, harusnya mereka berterima kasih dengan saya dan kakak saya.”


“Menantu Tante, pingsan di pinggir pantai dan aku menolongnya memberikan tempat tinggal dan pengobatan yang layak, jika tidak bisa saja menantu tante itu diculik dan dijual tahu tidak,” teriak Tasya yang di dengar jelas oleh Freya yang berada di dalam Mansion.


“Sedangkan putra tante, bukankah tante bisa ingat jelas kalau dia pernah berada di dalam kematian tante, dan lagi-lagi aku dan kakak aku menolongnya, kami menolongnya tante,” tangis Tasya pecah menceritakan semua kejadian masa lalu.


Hingga Aiden dan Freya yang mendengar jelas kalimat Tasya itu, kini merasakan sesak yang mendalam. Memang benar apa yang dikatakan oleh Tasya.


Coba saja dulu Aiden dan Freya tidak saling memiliki dendam, maka kejadian Freya bertemu dengan Teddy itu tidak akan pernah terjadi.


Kalau bisa dikatakan sekarang, semua kesalahaan yang terjadi, semua memang karena Freya dan Aiden, Zein tidak mungkin sampai mengenal Tasya jika bukan karenannya, Zein tidak mungkin membenci Tasya jika bukan karena hasutan Aiden. Semua memang karena kesalahan keluarganya. Tapi semua sudah terlanjur terjun, dan tidak ada jalan keluarnya lagi saat ini.


*To Be Continue. **


Note: teman - teman, Mohon Maaf ya, Mimin mau ngabarin, kalau Give Awaynya Mimin Pindah untuk Karya It’s So Hurts. Karena Mimin tidak bisa melihat hasil kalian jika tertumpuk dengan poin - poin yang lama.


Jadi Mimin pindah ya, Dukungan Give Away karyanya untuk Karya It’s So Hurts 🙏🏻🙏🏻


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*