It’S So Hurts

It’S So Hurts
Kesakitan Jingga



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


Sementara itu, di sebuah rumah sakit di Indonesia, terlihat seorang anak yang sedang duduk termenung di atas tempat tidurnya dengan memegang sebuah buku gambar dan alat lukisnya.


"Jingga sedang apa nak?" tanya Tasya, yang baru saja masuk setelah berbicara dengan dokter yang merawat putrinya.


Jingga hanya terdiam tanpa menjawab sama sekali, dia terus melanjutkan gambarnya yang membuat Tasya langsung menangis.


"Ini Ayah,ini Ibu,ini Jingga," tunjuknya pada gambar itu.


"Ibu," panggilnya pada Tasya.


"Iya sayang, ibu di sini nak," jawab Tasya, yanb langsung memeluk tubuh mungil putrinya.


"Kata ibu kalau Jingga udah bangun dan mau minum obat, Ayah akan menemui Jingga, tapi kenapa sampai sekarang Ayah tidak datang ibu?" tanyanya dengan lembut pada Tasya.


"Ibu, Jingga ingin Ayah dan Ibu ada di sisi Jingga ketika auntie dokter menyuntik Jingga, bolehkan Jingga mau Ibu sama Ayah ada di sini," pintanya pada Tasya.


Dada Tasya semakin terasa sesak, ujian apa lagi yang Tuhan berikan saat ini. Bukan maksudnya akan meminta seperti ini.


Niatnya memberitahu Jingga tentang keberadaan Zein, karena dia pikir Zein akan berubah dan mau menerima Jingga yang merupakan putri kandungnya, tetapi pada kenyataannya, semua yang dia harapakan hanyalah sebuah kehaluaan belaka.


Namun satu yang diperhatikan Tasya sejak kemarin, kenapa Jingga sekarang jadi banyak bicara? Dan selalu mengatakan hal yang sama. Ayah-ayah dan ayah.


"Ibu, siapa yang menciptakan Jingga?" tanyanya pada Tasya.


"Tuhan sayang," jawab Tasya lembut.


"Bagaimana cara bertemu dengan Tuhan bu?" tanya Jingga lagi.


Tasya tersenyum kecut menanggapi perkataan dari putrinya, "Jingga kenapa tanya seperti itu sayang? Tidak ada satupun yang bisa bertemu dengan Tuhan, kecuali-," ucapnya terputus, karena merasa tidak sanggup untuk melanjutkannya.


"Kecuali kematiaan ya bu, Jingga pernah baca itu," sahutnya dengan suaranya yang pelan.


Tasya hanya terdiam tanpa ingin menanggapi pertanyaan putrinya yang terkesaan aneh ini.


"Ibu, nanti Jingga kalau bertemu Tuhan, Jingga akan bilang, jika Jingga itu anak baik bu, Jingga tidak nakal ibu," ucapnya pelan.


Mendengar hal itu, Tasya langsung memeluk tubuh Jingga dengan sangat erat. "Jingga jangan bicara seperti itu ya sayang, Jingga anak ibu yang paling kuat sayang," ucap Tasya, tanpa dia sadari bahwa sedari tadi hidung Jingga sudah mengeluarkan darah.


"Ibu,hidung Jingga berdarah," lapornya pada Tasya.


"Astaga Jingga," sontaknya terkejut langsung melepaskan pelukannya, dan membantu putrinya untuk membersihkan darah yang keluar dari hidungnya.


"Bu kepala Jingga pusing bu, Jingga mau tidur dulu ya bu," lirihnya pelan, meminta izin pada Tasya untuk tidur sejenak.


Tasya menganggukan kepalanya pelan, dan beralih untuk mengusap lembut kepala putrinya.


Dengan meneteskan air matanya pelan, Tasya kembali mengenang luka akibat semua ini. Hidupnya yang hancur berantakan, keluarganya yang hilang, lalu tersisah Jingga sekarang, anak yang dibuang oleh sekitaraannya, karena Jingga autise, karena Jingga tidak punya ayah, hingga dia sebagai ibu hanya bisa menangis ketika Jingga selalu mengingikan kehidupaan normal.


Bahkan sampai detik ini, Tasya masih belum bisa menemukan obat yang bisa menyembuhkan putrinya dari penyakit ini. Dia tidak ingin kehilangan putrinya.


"Dia adalah hartaku yang paling berharga, jangan sampai Tuhan mengambilnya lebih dulu dari tanganku," batinya, terus menerus membelai lembut rambut putrinya.


Merasa Jingga sudah tertidur pulas, Tasya ingin bangkit untuk membersihkan tubuh sejenak.


"Aaaaarrrgggghhh ibu,,kepala Jingga sakit bu," jeritnya tiba-tiba, membuat jantung Tasya rasanya ingin lepas.


"Jingga sayang, Jingga kenapa nak?" tanya Tasya bergegas menghampiri putrinya yang sedang menjerit kesakitaan.


"Hiskkk,,hiskkk,kepala Jingga sakit bu, tolongin Jingga," tangisnya mengadu pada ibunya.


Tasya yang panik, langsung memanggil dokter untuk segera memeriksa putrinya dengan tombol otomatis yang berada di atas ranjang Jingga.


"Sabar ya nak, ibu di sini sayang, Jingga kuat ya, Jingga bisa sayang," serunya, memberikan semangat untuk putrinya agar bisa melewati semua cobaan ini.


Dan Jingga tersenyum di tengah-tengah kesakitaanya, "ibu, jangan tinggalin Jingga ya," pintanya pada Tasya, di saat tim dokter sudah masuk ke dalam ruanganya.


Tasya mundur sejenak untuk memberikan ruang bagi dokter-dokter itu bekerja, dia menatap kosong ke arah putrinya yang menangis ketika dokter mulai memberikannya banyak suntikan.


"Zein di mana kamu Zein? Jingga benar-benar butuh kamu," batin Tasya, sangat-sangat menginginkan kehadiraan Zein di sini.


****


Ya, Dara sudah sadar setelah 4 jam dari saat operasi tadi. Dan itu sangat membuat Zein merasakan kebahagiaan yang sangat-sangat tidak terbatas.


"What?" tanya Dara bingung, ketika melihat Zein yang tersenyum terus.


"Aku bahagia melihat wajah yang sudah hampir belasan tahun ini tidak aku tatap, tidak aku sentuh, dan bahkan tidak bisa aku belai, aku benar-benar merindukanmu sayang," ucapnya pelan, sambil terus menggengam tangan Dara.


Namun di detik selanjutnya, Dara melepaskan gengamaan tangan Zein dari tanganya.


"Kenapa?" tanya Zein, merasa aneh ketika Dara seperti enggan untuk disentuh olehnya.


Dan karena merasa enggan untuk menjawab, Dara lebih memilih untuk mengalihkan pandanganya ke arah lain, membuat Zein semakin kebingungan dengan tingkah Dara ini.


"Sayang kamu kenapa sih? Aku Zein sayang, kekasih kamu, aku adalah orang yang paling kamu cintai," serunya, mengingatkan Dara.


"Aku tau Zein, aku bukan amnesia saat ini," sahut Dara merasa kesal, ketika Zein memperlakukaanya seperti orang yang kena penyakit epilepsi.


"Jika begitu kenapa kamu menyelamatkanku?" tanya Zein, langsung tepat sasaran.


"Karena-,"


"Karena kamu masih mencintaiku, sama seperti aku yang selalu mencintaimu, dan rela matipun juga karenamu," sahut Zein dengan menampilkan wajah sendunya.


Dara mulai meneteskan kembali air matanya, dia memang masih mencintai Zein, tetapi pengkhianataan yang dilakukan oleh pria ini, itu masih sangat membekas di hati dan sulit untuk dihapuskan ataupun diobati.


"Aku sadar dengan kesalahaanku Dara, tapi apakah aku tidak bisa mendapatakan kesempataan lagi? Aku janji tidak akan berkhianat lagi sayang, please," mohonya pada Dara, untuk kembali diberikan kesempaan untuk yang kesekian kalinya.


"Luka dari sebuah pengkhianataan itu tidak akan pernah bisa diobati Zein, kamu menorehkan luka yang begitu dalam,bahkan sangat dalam, hingga aku sendiri tidak tau bagaimana cara untuk mengobatinya," ucap Dara pelan, namun menusuk dihati Zein.


"Kamu mempunyai anak dengannya, sedangkan aku kehilangan bayiku, lalu kamu menikahinya dan memberikannya status sebagai istri, lalu aku? Bagaimana denganku?" tanyanya dengan sinis.


"Sayang," sahut Zein pelan, merasa untuk tidak perlu membahas hal ini sekarang.


"Aku adalah wanita yang kamu cintai, dan pada saat itu aku dan wanita itu juga hamil, tapi kamu lebih memilih untuk menikahinya dan membuangku begitu saja," cerca Dara, yang kali ini ingin meluapkan semua uneg-uneg yang ada di kepalanya selama belasan tahun ini.


Pengkhianatan yang terjadi di antara mereka bertiga, membuat semua pihak terluka dan merasakan sakit yang teramat. Bukan Dara tidak tau tentang apa yang didapatkan Tasya selama ini, namun jika ada yang paling tersakiti dari sebuah hubungan segitiga ini adalah Dara.


Tanpa dia mengerti kenapa dan mengapa semua ini terjadi, tapi Tuhan malah memberikan hukuman kepadanya, padahal sudah jelas bahwa dia adalah korban yang paling terluka dan menerima sebuah penderiataan yang sangat luar biasa sakitnya.


*****


**To Be Continue. *


Note : Hallo Teman - teman, Mimin Ada berita gembira nih, karena Mimin baru kembali lagi ke sini, Mimin mau Mengadakan Give Away untuk pembaca setia Mimin nih, sebagai ucapan terima kasih karena masih mau bertahan di Karya - karya mimin ini.


Caranya gampang banget kok, Tinggal cukup Komen, Like dan Vote dan kasih hadiah di karya Mimin Yang Partner Ranjang/ Hot Mother 2 ya ❤️🙏🏻


Ingat syarat dan ketentuannya, yang Juara harus rajin komen, Like dan Vote dan Hadiah ya. jika tidak akan Mimin diskualifikasi.


Untuk Hadiahnya:


Juara 1 : 250.000


Juara 2 : 150.000


Juara 3 : 100.000


Juara 4 - 5 : 50.000


Ini buat Happy - Happyan aja kok, dan harus sportif ya ❤️


Pengumuman akan Mimin umumkan di Tanggal 28 November, jadi jaraknya ada satu bulan ya, See youu ❤️


hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻