
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰
**Jangan sinder **😘😘
🌹 **Happy Reading **🌹
"Sekarang apa yang kamu rasakan? Apa kamu bahagia, ketika kamu membunuh sebuah hubungan sebuah cinta sejati yang diakhiri dengan sebuah kematian," tanya Jenni lembut namun tersirat kalimat penuh duri di dalamnya.
Arvan hanya diam saja, dia tidak tahu bagaimana perasaanya saat ini. Tapi hanya satu yang sedang dia pikirkan.
Kenapa Zein pergi meninggalkan mereka semua, kenapa Zein lebih memilih mendinginkan kobaran api dengan menyiramkan darah di atasnya.
Sunggu bukan ini yang Arvan inginkan, dia hanya mau Zein mengerti bahwa cinta tidak selamannya membuat manusia bahagia, mengingat seperti itulah jalan kehidupan Lucas dan Tenry.
Flashback on
Lucas Maurice seorang Psychopat gila yang merupakan seorang bos Mafia dan juga gengster yang pertama dan paling ditakuti oleh semua kalangan di dunia.
Dia adalah bos dari semua kejahataan, mulai dari penjualaan manusia berserta orgaan tubuhnya, sindikat perdagangan wanita dan bayi, obat-obatab terlarang serta uranium, yang menjadi santapannya hari-hari.
Memutilaasi tubuh dan menyiksa manusian lain adalah hobby serta pekerjaannya, Lucas sama sekali tidak memiliki hari libur, baginya satu hari saja dia tidak membunuh maka dirinya akan gelisah.
Lucas memiliki julukan seperti Elang, karena dirinya bisa melihat perbedaan musuh yang sedang menutupi wajah mereka dengan sandiwara. Membuat dirinya menjadi pilar utama untuk keluarga besar Manopo.
Selama berpuluh-puluh tahun keluarga besar itu hidup dengan damai, karena Lucas mampu melindungi mereka.
Namun ketika Arvan memberikan sebuah tugas kepada Lucas untuk membuat hidup seorang wanita bernama Tenryola layaknya sebuah neraka, di situlah malapetaka dari semua masalah ini terjadi.
Lucas yang tidak pernah bisa menghargai seorang wanita di dalam hidupnya, dan selalu mengatakan bahwa di dalam dunia nyata tidak akan pernah ada seorang Psychopat itu jatuh cinta. Seketika Tuhan menarik semua ucapannya dan membuat dirinya merasakan cinta kepada seorang wanita yang sudah dia siksa habis-habisan serta membunuh habis keluarga Tenry.
Pada saat kehamilan Tenry, terlihat Lucas sudah tidak pernah terlihat lagi membunuh secara terang-terangan dihadapan Tenry.
Dan kebanyakaan dirinya menyerahkan tugas itu kepada Kevin asistennya yang menyelesaikan pekerjaanya, dengan alasan dia begitu mual melihat darah.
Sungguh itu membuat Tenry ingin sekali tertawa, dirinnya melihat bahkan menyamakan Lucas yang bagaikan seorang Vampire di telvison, namun jika di sana Bella menyukai darah, di sini sepertinya Lucas membenci darah dan itu sangat menguntungkan untuk Tenry, karna selama kehamilanya ini Lucaslah yang mengidam.
Mulai dari muntah jika liat darah, tidak bisa berhenti mengelus perut Tenry, tidak bisa jauh dari bau tubuh Tenry, dan selalu mau terus pegang rambut Tenry dan lain sebagainya.
Membuat Lucas dan Tenry sangat-sangat menikmati masa-masa yang indah di kehamilaan ini, meskipun wajah dan aura Lucas masih terlihat sama dan masih tidak ingin mengungkapkan perasaan apapun padanya, tetapi dia tetap bersyukur, karena Lucas tidak lagi menyiksanya.
Pada saat itu mereka baru saja pulang dari pusat perbelanjaan, mereka tadi berbelanja untuk keperluan kamar bayi mereka yang sebentar lagi akan lahir.
"Ehhmm, enggaakk kanan kanan, ehhh enggak kiri,,kiri," ucap Tenry mengarahkan Lucas memasangkan tulisan Welcom in the World Baby Zein di dinding kamar bayi mereka.
"Udah belum Ten?" tanya Lucas yang sudah lelah memegang tulisan tersebut.
Tenry terlihat menyipitkan matanya dengan gerakan memutar. "Oke sayang udah pas," jawab Tenry yang terilihat memilih untuk membereskan barang-barang yang lain.
Cuupp, Lucas mengecup kening Tenry sekilas, dan mengelap keringat yang terlihat ada di sana. "Kamu jangan capek, nanti Zeinnya marah," ucap Lucas dengan datar dan membuat Tenry tersenyum mendengarnya. "Enggak kok Pah, Zein kan anak Papah, pasti kuat dong." Balas Tenry dengan suara yang dikhaskan seperti anak keciil, membuat Lucas hanya mampu menggelengkan kepalanya pelan, karena terlalu gemas melihat kelakukan istrinya ini.
Tenry yang melihat Lucas menatapnya dengan tajam itu langsung menyeritkan keningnya bingung. "What?" tanyanya tanpa mengalihkan pandanganya dari tumpukan baju yang sedang dilipatnya dan memasukaanya ke dalam lemari Zein.
Lucas langsung memeluk tubuh Tenry dari belakang sambil mengelus perutnya itu. "Terima kasih ya Tenri, karna kamu masih mau mengandung putraku," lirihnya dengan pelan dan merasa jika dirinya ini bodoh, karna dia sebenarnya tidak tau jika Tenry benar-benar tulus mengandung bayinya atau hanya karna takut pada kematian jika sampai melenyapkan bayinya kembali seperti dulu.
"Sayang, untuk apa berterima kasih? Ini adalah bayi kita, bukan putramu saja tapi putra kita, dan aku benar-benar ikhlas mengandungnya, aku juga bahagia bisa memilik dia dan kamu," balas Tenry yang semakin membuat Lucas merasakan sakit di jantungnya yang tidak tau kenapa namun rasanya sangat sakit sekali.
"Setelah aku melenyapkan orang tuanya dan juga menjual kakaknya, dia masih mau dan ikhlas mengandung putraku, bahkan luka di sekujur tubuhnya ini sangatlah penuh dan itu semua karenaku, astaga harusnya aku bisa menyadari jika dia sebenarnya bukanlah wanita jahat, Tuhan apakah aku mencintanya? Tapi apa itu cinta? Apakah begini rasanya mencintai itu? Siapa yang bisa menjawabku?" pikirnya dengan keras,sambil terus menerus mengelus perut istrinya.
Dan di saat mereka tengah saling mengungkapkan rasa hangat, tiba-tiba saja ponsel Lucas berdering. Terdapat panggilan masuk dati "Rumah kinrara," yang membuat Lucas menatap ke arah Tenry sekilas.
Rumah kinrara, adalah sebuah rumah yanh menjadi tempatnya untuk menyembunyikan semua wanita jualaanya.
"Katakan," titah Lucas tanpa basa basi.
"Apaaaa," teriaknya di saat panggilan itu masih berlangsung, membuat Tenry yang berada di belakangnyapun ikut terkejut.
Ketika sudah mendapatkan semua informasinya, dengan segera Lucas l menutup panggil itu dan menatap lekat ke arah istrinya. "Sayang ada apa sih?" tanya Tenry yang merasa khawatir dengan suaminya saat ini.
Lucas terdiam dan itu semakin membuat Tenry merasakan frustasi. "Sayang ada apa kamu jangan diam saja," bentak Tenry yang melihat suaminya itu sedang tertimpa masalah yang sangat besar.
"Nayra kabur dari sekapanku bersama dengan Bryan, dan mereka melaporkan semua bisnis dan kejahatanku pada Negara, sekarang polisi di seluruh dunia sudah membongkar habis kejahatanku dan sedang mencariku, Sekarang aku sudah tamat Tenry,,aku tamat kali ini," jawabnya dengan lemah, dan sontak saja membuat Tenry merasa shok seketika.
"Ini tidak mungkin terjadi Lucas," lirih Tenry merasa tidak percaya dengan semua yang di katakaan oleh Lucas.
"Tidak mungkin seperti apa? Ini semua memang kenyataanya Tenry, semua kejahataanku sudah terbongkar dan semua ini karena kakak kamu," balas Lucas, dia ingin marah saat ini, namun dia tidak bisa marah begitu saja dengan Tenry, karena posisinya saat ini Tenry sedang mengandung putranya. Jika tidak mungkin saja Lucas akan menggunakan Tenry sebagai pancingan agar Nayra dan Bryan akan keluar dari persembunyiaanya.
"Tapi kenapa bisa? Kamu adalah bosnya Lucas, tidak mungkin kamu bisa ceroboh," elak Tenry yang tidak ingin suaminya ditangkap oleh polisi.
Lucas menatap ke arah Tenry dengan lekat, lalu menangkup wajah mungil itu agar bisa menatap matanya lebih dalam.
"Apa kamu mau aku bertindak?" tanya Lucas pada Tenry, yang terlihat tidak menjawabnya sama sekali.
"Apakah aku harus membunuh kakak kamu itu agar bisa terbebas dari semua ini?" tanya Lucas dengan lembut, namun penuh dengan sebuah ancaman pada Tenry.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*