It’S So Hurts

It’S So Hurts
Menolak Ikut Bersama Tasya



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


Setelah mendapatkan perawataan, kini Dara meminta Aiden untuk mengizinkan dirinya untuk kembali ke rumah.


Dan dengan segala pertimbangan, Stella dan Aiden memberikaanya izin, "kamu yakin mau balik ke Indonesia sekarang Dar? Kondisi kamu saja masih belum stabil," ucap Stella yang masih mengkhawatirkan kesehataan Dara.


"Aku sudah tidak apa-apa kok tante, justru kalau aku terlalu lama di sini, nantinya aku akan lebih menderita ketika melihat pembunuh-pembunuh suamiku masih ada berkeliaraan di sini," singung Dara pada Tasya dan Valen yang terlihat duduk tidak jauh darinya.


Valen hanya terdiam, sedangkan Tasya kini langsung beranjak dengan langkah perlahan menghampiri Dara.


"Maafkan saya, ini semua di luar kendali saya,hiskk,,hiskk,saya tidak berniat membunuh Zein, tapi saya hanya ingin anak saya kembali dan maafkan saya yang sudah berharap jika dia mau menikahiku lagi," tangis penyesalaan Tasya pecah menundukan kepalanya dihadapan Dara.


"Suami aku meninggal dan kamu adalah pembunuhnya, ingin mengambil anak tapi tidak begitu caranya," bentak Dara penuh emosi.


Sudah cukup selama ini dia diam tanpa pernah bersuara, dan hari ini dia akan melawan siapapun yang mencoba menganggunya.


"Kamu," tunjuknya pada Valen.


"Kamukan yang selama ini menghalangi dan memaksa Zein untuk menikahi wanita ini?" tanya Dara tanpa ada rasa menghargain pada Valen.


"Kamu tahu jelas jika Zein mencintaiku tapi kamu selalu memaksanya untuk membenciku," pekiknya kuat.


"Karena apa? Karena kamu tahu jika ayah dan ibu aku yang sudah melaporkan Lucas ke polisi."


"Tapi apa kamu tahu bagaimana penderitaan keluargaku karena itu semua? Apa kamu tahu rasa sakitnya jadi wanita yang dijual demi kepentingan pribadi kakakmu? Apa kamu tahu bagaimana perasaan ibuku ketika dirinya tidak pernah bersalah tetapi disangkut pautkan dengan masalah keluarga Stella dan Lucas, dan bahkan ternyata pada akhirnya Lucas dan Tenry mereka saling mencintai tanpa mengingat nasib ibu saya yang menjadi pellaaaccuuurr karena kesalahaan mereka, apa ini yang dibilang adil? Apa ini yang kamu sebut sebagai kejahataan orang tua saya?" cercanya tidak terkendali.


Semua yang dikatakaan oleh Dara memang benar adanya, Valen tidak pernah tau bagaimana caranya untuk bersikap selama ini, yang dia pentingkan saya sebuah rasa sakit akan kehilangan kakak kesayangannya.


Merasa percuma untuk bicara kali ini, Dara memilih untuk mengabaikan keberadaan Tasya dan yang lainnya, dan bergegas bersiap untuk pulang.


"Mammmaaahh," teriak suara Jingga dari dalam, dan segera berlari memeluk tubuh Dara.


Namun ketika baru saja Jingga ingin memeluk Dara, Tasya menghalangi langkah putrinya dan langsung memeluk tubuh Dara.


"Dara, aku mohon pergilah tapi jangan bawa putriku, lebih baik kamu bangun kehidupan kamu sendiri," ucap Tasya, yang membuat Aiden rasanya ingin tertawa mendengar kata-kata itu.


Dara menatap iba ke arah Jingga yang sedang berteriak-teriak memanggil namanya.


"Enggak, lepaskan! aku mau ikut mamah!mamah jangan tinggalin Jingga di sini mah," tangisnya dalam pelukan Tasya.


"Kamu adalah pembunuh ayah, aku tidak mau bersamamu lepaskan!" jerit Jingga lagi.


Plaaaakkkk Dara melayangkan satu tamparan keras di pipi Tasya dan langsung menarik Jingga ke dalam dekapaanya.


"Tenanglah sayang mamah di sini," bisik Dara dengan pelan.


Tasya tersenyum sinis sambil memegangi pipinya yang terasa sangat panas, dan menatap ke arah Jingga yang lebih memilih untuk ikut bersama ibu tirinya dibandingkan ibu kandungnya sendiri.


"Ternyata anak aku sudah kamu cuci juga pikiraanya sehingga dia tidak mau tinggal bersamaku dan memilih untuk ikut bersamammu," sindir Tasya dengan sinis.


"Sorry, saya tidak pernah menggunakan cara licik seperti kamu, anak kecil pasti memiliki hati untuk bisa merasakan mana malaikat mana iblis," sahut Dara dengan kalimatnya yang tajam.


Melihat keadaan yang sudah mulai memanaas di dalam suasana duka ini.


Aiden dengan segera membawa Dara pergi. Namun lagi-lagi Tasya langsung menarik tangan Jingga.


"Dia putriku! Tidak seharusnya kamu membawa dia untuk ikut bersamamu," tegas Tasya, memperingatkan posisi Dara.


"Lepaskan mamahku!" teriak Jingga dengan lantang.


Tak lama kemudian Griffin kembali muncul untuk melihat perdebataan ini. "Kamu memang ibu kandung Jingga, tapi kamu juga adalah pembunuh ayah kandung Jingga," sindir Griffin, yang saat ini mempunyai sifat 100% bad boy.


"Sudahlah, anak ini merasa tidak suka hidup denganmu, bercermin sana! Liat iblis dalam diri kamu, udah pantas belum hidup bersama anak kecil," singgungnya lagi.


"Udah aunty Dara pergi saja, bawa Jingga bersamamu, biar wanita ini akan aku kasih tau bagaimana indahnya sebuah neraka," seru Griffin lagi.


Bukannya melarang Stella dan Aiden malah tersenyum puas dengan kalimat yang dikeluarkan oleh Griffin.


"Good job Griffin," dukung mereka berdua.


"Aiden panggil istri dan anak kamu untuk pulang sekarang, karena di sini kita sudah tidak butuh apa-apa, jadi buat apa kita masih di Mansion neraka ini," ucap Stella lembut, namun membuat Jenni dan Valen yang tengah duduk tenang kini mulai merasa gelisah.


Sedangkan Alson dan Family, Griffin sudah mengusir mereka dari Mansion tadi, karena dia merasa benci ketika melihat Vika dan anak-anaknya.


Namun sepertinya mereka belum pergi, dan masih ada di Mansion ini.


Dara tersenyum tipis, dan beralih memeluk Griffin, "terima kasih ya, aunty sayang kamu," ucap Dara dengan lembut pada keponakaan suaminya itu.


Cuppp, Dara mengecup singkat kening Griffin dengan sayang. "Aaahhh aunty, jangan seperti itu," ketus Griffin dengan kesal.


"Memangnya kenapa Fin?" tanya Aiden bingung melihat ekspresi dari ponakaannya.


"Karena nanti aku bisa jatuh cinta pada aunty Dara, dan menggantikan posisi uncle Zein," jawabnya asal, dan langsung mendapatkan jeweran telinga dari Stella.


"Aaaahhhh sakittt," keluh Griffin memegangi telinganya.


"Anak masih usia 17 tahun sudah mau cinta-cintaannya ya, sok-sok mau jadi suami lagi, belajar dulu yang betul," bentak Stella dengan emosi.


Membuat suasana menjadi sedikit hangat. Tetapi Griffin tiba-tiba berpikir sesuatu. "Bagaimana jika aku tinggal sama uncle Aiden saja, aku pengen kembali ke sekolahku uncle, bisa ya," pinta Griffin dengan sangat memohon pada Aiden.


Stella menganggukan kepalanya pelan, sepertinya ini adalah rencana baik untuk memberikan Griffin perusahaan-perusahaan yang di Asia terlebih dahulu, mengingat jika Kalyla akan mulai menduduki posisi papahnya di Lesham Grup.


"Boleh, nanti nenek akan atur kepergiaanmu, tapi untuk sekarang bertahanlah dulu di sini sampai beberapa bulan ke depan oke," jawab Stella dengan santai.


Membuat Griffin memutar bola matanya malas, "sudah, hanya beberapa bulan saja, aunty rasa itu adalah hal yang bagus," sahut Dara dengan lembut.


"Baiklah, selama 3 bulan ke depan aku akan bertahan untuk berada di sini untuk memberikan mereka semua hukuman," lirih Griffin pelan.


Membuat Lyla yang sedari tadi diam kini memandang sinis ke arah Griffin, "heleh, giliran aunty Dara yang ngomong aja langsung oke, dasar buaya," sindir Lyla dengan malas.


"Enggak buaya dong sayang, kan aku cintanya sama kamu saja," balas Griffin dengan santai, sontak membuat Stella,Aiden dan Freya membulatkan matanya besar.


"Heh, kalian gak boleh jatuh cinta ya!! Kalian itu sepupu ingat itu!" tegas Stella dengan serius.


"Iyalah nek, Lyla itu sudah mempunyai kekasih hatinya, yang kabur entah kemana," sindir Grffin yang sebenarnya merasa tidak terima ketika Lyla jatuh cinta pada sosok itu.


Sedangkan dirinya sejujurnya memang mencintai Lyla sedari dulu, namun ikatan mereka pasti ditentang habis seperti Dara dan Zein, namun ketika Dara dan Zein saling mencintai dan memaksa untuk menikah, lain halnya dengan Griffin dan Lyla yang hanya salah satu dari mereka yaitu Griffin yang mencintai Lyla, sedangkan Lyla mencintai Derry sahabatnya yang telah lama pergi.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*