It’S So Hurts

It’S So Hurts
Tugas Zein Sudah Selesai 2



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


Sedangkan di sisi lain, terlihat Zein yang terkejut ketika melihat adanya Tasya di Mansion ini.


Wanita itu sedang duduk dengan tenang di sebuah kursi dekat dengan kolam renang.


Tadinya Zein ingin mencari udara segar, namun dia sama sekali tidak tahu tentang keberadaan Tasya di sini.


Tasya memandang Zein dengan lekat, begitupula dengan Zein, yang kini mendekat ke arah Tasya.


"Mari kita bicara," seru Zein yang sontak membuat Tasya berdiri.


Akan tetapi lagi-lagi Zein terkejut melihat Tasya yang menodongkan pisstol ke arahnya, namun dia berusaha untuk tetap bersikap tenang.


"Kamu tidak seharusnya melakukan semua ini denganku Zein, aku bisa memberikan apapun yang kamu mau, aku bisa melakukaanya," lirih Tasya dengan pelan.


"Aku sudah berusaha menjadi wanita sebaik mungkin, aku sudah berusaha menerima keadaan ini, tapi kamu terus menerus bermain dengan harga diriku, kamu merendahakan kehormatanku sebagai wanita, kamu mempermalukan diriku," seru Tasya, dengan suara yang sedikit berteriak.


Zein tetap tenang saat ini, "Jingga merasa nyaman dengannya, dan kebahagaiaan mereka adalah hidupku," balas Zein dengan singkat.


Tasya memandang Zein dengan tatapan sulit dimengerti, "kalau begitu, ambil kembali putri kita, dan kita akan hidup bahagia setelah ini, tapi tinggalkan wanita murahaan itu" pinta Tasya dengan sangat memohon pada Zein.


Bukannya menuruti, Zein malah memajukan langkahnya dan mendekatkan pistol yang sedang dipegang oleh Tasya itu di jantungnya.


"Buatlah hidupmu sendiri bahagia Tasya," pesan Zein dengan serius.


"Aku sudah berusaha keras untuk memadamkan api ini, aku juga sudah mengorbankan kehidupanku sama sepertimu, tapi ternyata aku tidak bisa, api yang besar sudah tidak bisa dipadamkan saat ini."


"Zein, Jangan pergi! Kalau kamu pergi seluruh anak buah Arvan akan membunuhmu," ancam Tasya.


Tepatnya itu bukanlah sebuah ancaman, karena saat ini terlihat Arvan yang sedang berdiri di belakang mereka.


"Kamu hanya mempunyai 2 pilihan Zein," seru Arvan dengan senyum yang menjengkelkan.


"Keluar dari sini kamu akan mati, atau kamu tinggalkan wanita itu dan menikah dengan Tasya," ucap Arvan memberikan 2 pilihan yang sangat sulit untuk Zein.


Zein terdiam sejenak, lalu menatap ke arah Tasya, "apakah kalau aku memilihmu, maka aku akan selamat?" tanyanya pada Tasya.


"Iya, aku akan memberikan perlindungan untukmu dari Arvan," balas Tasya penuh dengan keyakinanan.


Arvan terlihat melangkah duduk di sebuah kursi kebesaraannya, dia begitu yakin jika Zein akan menuruti permintaanya. Karena dia rasa tidak akan mungkin Zein memilih mati begitu saja.


"Kalau begitu kita selesaikan semua sampai di sini," ucap Zein, lalu menuntun Tasya untuk menarik pelatukk dari pistol itu.


Tasya dan Arvan tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Zein saat ini, bagaimana bisa semua keluar dari jalur yang sudah mereka rencanakan.


"Zein, kalau kamu melakukan ini, aku akan membunuh Dara juga," ancam Arvan yang mulai merasa takut sendiri.


Ini hanyalah sebuah ancaman untuk Zein, tapi bukan untuk keseriusaan, dia hanya ingin Zein menerima dan mengikuti semua keinginannya.


"Jangan seperti ini Zein," lirih Tasya mulai panik, dan menatap Arvan untuk bertindak.


"Zeiiiiiiinnnnn," teriak Valen dari kejauhan.


Doooorrrrrr suara tembakan terdengar begitu keras, hingga membuat Tasya, Valen dan Arvan terdiam saling pandang satu sama lain.


Berbeda dengan Zein, yang sudah terlihat sangat lemah, ketika mendapatkan pellluru itu telah bersarang di jantungnya.


"Zeiiiiinnnnn," teriak Arvan dan Valen bersamaan.


Zein langsung terjatuh berlutut dihadapaan Tasya, dengan wajah yang tertunduk.


Dan tak lama terlihat Zein meneteskan air matanya, dia bukan menangis karena menahan sakit luka tembakaan itu, dia menangis karena setelah ini sudah tidak ada lagi dirinya yang bisa melindungi Dara dan Jingga, dua wanita yang begitu dia cintai.


Dia berharap, setelah ini tidak akan lagi ada dendam dalam sebuah hubungan cinta, dia berharap pengorbanan dia ini akan berakhir dengan kehidupan indah bagi semua orang.


Tidak akan ada lagi korban yang terluka akibat cinta Zein dan Dara.


Semua sudah berakhir, Zein mengorbankan dirinya sendiri untuk kehidupan semua orang bisa menjadi lebih baik lagi.


Maka dia memilih untuk menyelesaikan tugasnya sampai di sini.


Tasya kini ikut melemah, dia tidak menyangka bahwa tanganya inilah yang akhirnya bisa membunuh Zein.


Hingga dia ikut berlutut dan memeluk tubuh Zein yang sudah tidak bernyawa lagi.


Sama halnya dengan Arvan, yang tiba-tiba saja merasakan kakinya lemah, ketika melihat Zein yang sudah tidak bergerak sama sekali.


Valen langsung berlari dan memeluk tubuh Zein dengan erat.


"Zeiiinnn,,Zeiin ini bunda sayang, Zeinn jangan buat permainan seperti ini Zeiiinnn, bangunlahhh, jangan seperti ini,," tangisnya histeris bagaikan orang gila.


Dan dari dalam, Mario dan Griffin yang juga mendengar suara tembakan itu, kini berlari ketika melihat Valen yang berteriak histeris.


"Zein,,Zein," seru Mario dengan panik.


Tanpa aba-aba lagi, dia langsung menggendong tubuh Zein dengan sekuat tenaga.


Dia begitu menyayangi sosok Zein, namun kalah dengan kekuasaan Arvan.


Mario terlihat menangis dan tidak mengatakan apapun, dia hanya terus menggendong tubuh Zein hingga masuk ke sebuah ruangan.


"Cepat selamatkan Zeiiinn Arvann, kenapa kamu begitu jahat hingga melakukan hal ini," teriak Mario pada sahabatnya yang hanya terdiam melangkah tanpa arah tujuan yang pasti.


Mario semakin frustasi ketika Arvan sama sekali tidak bersuara dan melakukan hal apapun.


Hingga dokter yang memang berjaga di Mansion Arvan kini memeriksa keadaan Zein. Namun langsung menjawab dengan gelengan kepala.


"Maaf Lord, Tuan Zein sudah tidak ada lagi, dan kami sama sekali tidak bisa menyelamatkannya," ucap dokter itu. Seketika membuat Mario memukul Arvan dengan sangat brutal.


"Apakah begini caramu membalas budi padanya Arvan," teriak Mario dengan keras.


"Pria ini tidak menginginkan apapun dari kalian, pria ini hanya menginginkan sebuah hubungan baik, dia begitu mencintai istrinya tidak bisakah kalian pahami itu?"


Zein yang lahir tanpa kasih sayang dari ayah dan ibunya, Zein yang mengharapkan sebuah cinta dan kehangatan dari kalian, lalu dia bertemu dengan Dara, sosok yang merubahnya menjadi pribadi hangat dan penuh dengan rasa tanggung jawab. Tapi kalian semua masih bersikap egois dengan hanya memikirkan diri kalian sendiri."


"Apa salahnya jika dia menikahi Dara? Dendam atau apa? Kalian ingin dendam buat apa? Karena Lucaslah yang bersalah dari awal."


Seluruh uneg-uneg barusaha Mario keluarkan, namun semua sudah percuma, penyesalaan yang mereka lakukan kini sudah tidak berarti lagi.


Tugas Zein sudah selesai, kini dia sudah pergi untuk ikut bersama dengan Lucas dan Tenry yang pasti akan memberikannya kebahagiaan jauh lebih besar.


Griffin yang sedari tadi diam, kini memilih untuk melangkahkan kakinya pergi.


Dia tidak menyangka jika dia akan kehilangan Zein untuk selama-lamanya.


Di dunia ini sosok Zeinlah yang menjadi panutan kehidupannya, Zein adalah orang yang paling berjasa di dalam hidupnya, Karena Zein dia bisa menjadi seperti ini.


"Aku akan membalaskan kematianmu yang sia-sia paman Zein, aku akan melindungi istri dan anakmu dari ke-egoisan pria tua ini," batin Griffin dengan penuh keyakinan.


Dia tidak akan pernah memaafkan orang-orang yang karenanya lah Zein pergi seperti ini.


Ketika orang berkata jika cinta membutuhkan sebuah pengorbanan, maka inilah pengorbanan yang dilakukan oleh Zein.



Yang paling berat dari sebuah perjalanan cinta itu adalah perpisahan yang menyakitkan. Walau masih ada sebuah cinta, tetapi kamu harus berusaha meninggalkan masa lalu yang tidak akan pernah ada di masa depan. Belajarlah dari semua yang telah terjadi saat ini dan mengertilah. Bahwa pengorbanaanku tidak akan selalu dengan terus bertahan berada di sisimu, melainkan dengan melepaskan genggamanmu untuk sebuah kesempatan baru di masa depan.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*