It’S So Hurts

It’S So Hurts
Hampir Mengkhianati



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


Justin ingin tertawa mendengar apa yang di katakan oleh Dara. “Aku tuh heran ya, kenapa wanita itu kalau berpikir pasti sampai keluar jalur, Tyas pernah juga tuh berpikir kaya gitu takut aku selingkuh, lah, takut aku ini lah itulah pokoknya banyak, padahal jelas-jela aku setia,” seru Justin lagi, membuat Dara memandangnya sinis.


“Kamu itu tidak tahu jika wanita itu memilik insting serupa dengan hiu, makanya jangan macam - macam kalau masih mau bersama itu,” hardik Dara kesal, karena pria pasti menyalahkan pemikiran wanita yang aneh-aneh.


“Insting begini nih, yang suka asal nebak dan ujung-ujungnya bertengkar,” sahut Justin lagi.


Plak! Dara yang kesal kini langsung memukul tangan Justin dengan keras. “Otak wanita dan pria itu berbeda, jadi jangan salahkan wanita jika berpikir begitu,” balas Dara dengan emosi.


“Dahlah, kita stop pembicaraan otak, sekarang lebih baik kita segera berangkat, kita tidak jadi syuting di luar kota, tapi kita harus ke kantor dulu mengadakan rapat dengan management atas kedatangan artis baru,” jelas Justin pada Dara.


“Jadi kita akan pulang cepat dong,” jawab Dara sambil merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan karena mencuci piring tadi.


“Ya, bisa dibilang begitu. Udah ah, ayo berangkat, ntar kita telat,” ajak Justin yang tidak ing mengulur waktu lagi.


Melihat Justin yang sudah melangkahkan kakinya keluar, membuat Dara tergesa mengikutinya, “Jangan cepat-cepat dong jalannya. Memang ya laki-laki kalau jalan kayak bebek, cepat banget,” teriak Dara yang sudah ketinggalan jauh.


Justin menghentikan langkahnya dan menunggu Dara yang jalanya paling lelet. “Cepat Dar, kita ini lewat tangga darurat bukan lift, kenapa juga sih pakai phobia sama lift,” kesal Justin.


“Marah mulu, cepat tua loh,” sahut Dara dengan senyum manisnya.


Sesampainya di mobil, Justin langsung menyalakan mobilnya dan membelah jalan raya menuju kantor milik Justin.


“Kamu tahu, Dar, baru kali ini ada Bos yang jemput anak buahnya,” sindir Justin sontak membuat Dara tersenyum kikuk.


“Kan aku anak buah khusus,” balasnya dengan wajah yang tanpa dosa.


Sedangkan di sisi lain terlihat Zein yang saat ini tengah duduk memainkan game online di ponselnya, dengan tubuh yang bermandikan darah manusia.


Dan tiba-tiba dari arah luar, datanglah Aiden dengan memandang sinis ke arah Zein, “Apa yang membuat tubuhmu penuh dengan darah seperti itu?" tanya Aiden bingung.


Zein menoleh sekilas pada Aiden, lalu kembali lagi pada layar ponselnya. "Tadi ada pengkhianat dari kantor, lalu aku langsung memutilasinya, dan aku sengaja tidak membersihkan tubuh, karena kita ingin mengeksekusi manusia lagi, kan? Makanya aku tidak mandi," jawab Zein tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


Namun tidak lama kemudian, terlihat dari luar seorang wanita yang tengah diseret masuk oleh anak buah Aiden.


"Tuan, ini adalah adik dari pria itu," ucap anak buahnya, sambil menggengam kuat tangan wanita yang tak lain adalah Tasya yang merupakan adik dari Teddy, pria yang tengah di lsandera oleh Aiden.


Mendengar hal itu, Zein langsung mengakhiri game-nya dan menarik Tasya ke dalam pelukan tubuhnya yang masih penuh dengan darah, "Apakah dia wanita kesayanganmu?" tanya Zein sambil mengacak gunung kembar milik Tasya.


"Jangan, Tuan, aku mohon," pinta Tasya dengan suara tangisan pada Zein.


"Sssttttt... sekali saja kamu bersuara maka aku akan membunuh kakakmu ini," ancam Zein yang benci jika mendengar suara tangisan.


"Apa yang mau kamu lakukan, Zein?" bentak Aiden.


Zein tak memedulikan bentakan Aiden itu, dia malah tersenyum tipis, lalu mulai membuka paksa seluruh pakaian Tasya, "Zein, jika Dara mengetahui hal ini, kamu pasti akan kehilangannya," ucap Aiden memberikan peringatan kepada Zein agar tidak salah dalam bertindak. .


Zein menghentikan gerakannya, lalu menatap ke arah Aiden, “Kak, ini adalah cara untuk membuat wanita dan pria itu depresi, dan aku harap Dara tidak akan tahu masalah ini, karena aku tidak mau kehilangan dia," jawab Zein sedikit egois.


Aiden menggelengkan kepalanya pusing mendengar jawaban dari Zein. Dan benar saja, belum dia memulai permainan, ponsel Zein berdering memperlihatkan nama kekasihnya, "Dara," gumamnya menghentikan aksi bejadnya.


“Insting wanita itu sangat kuat, Zein,” lirih Aiden pelan, ketika melihat wajah Zein yang panik ketika mendapatkan telepon dari kekasihnya.


Dia langsung menoleh ke arah anak buahnya dengan tajam, “Bawa dan pakaikan kembali bajunya! Dan, ingat, jauhkan wanita ini dariku!" bentak Zein, yang tidak ingin kekasihnya mendengar suara wanita lain berada di sekitarnya.


“Halo, Sayang,” ucap Zein, ketika sudah menekan icon hijau di ponselnya.


“Halo, Sayang, kamu di mana?” tanya Dara dengan suara manjanya.


“Aku di kantor sayang, ada apa?” jawabnya bohong, karena tidak ingin Dara curiga dengannya.


“Ehm, aku tidak jadi syuting di luar, dan akan pulang cepat, akankah kamu menjemputku?” tanya Dara pada Zein.


“Tentu, Sayang. Aku akan menjemputmu. Sebentar lagi aku akan selesai dengan pekerjaanku, dan aku akan menjemputmu, oke?” balas Zein lagi.


“Baiklah, aku menunggumu,” jawab Dara, lalu mematikan sambungan teleponya.


“Bagaimana, apa Mr. Zein menjemputmu?” tanya Justin yang masih duduk di sebelah Dara setelah rapat tadi selesai.


Dara menganggukkan kepalanya pelan, namun pikirannya sedang terbang melayang ketika mendapatkan suara Zein yang gugup. “Justin, ketika kamu berbohong dengan Tyas, apa kamu akan menjawab pertanyaan dengan gugup?” tanya Dara pelan, sambil berhati-hati mengeluarkan pertanyaan itu.


Justin kembali menyerngitkan keningnya bingung, namun ketika dia baru ingin membuka suaranya, tiba-tiba saja dari luar terdengar suara Tyas yang baru saja datang dari perjalanan panjangnya, “Halo, Sayang. Halo, Dara. Bagaimana hari kalian?” tanya Tyas dengan ramah.


“Baik,” jawab Justin.


“Buruk,” jawab Dara.


Membuat Tyas memandang mereka bingung, “Kalian ini kenapa ? Seperti Tom and Jerry saja,” imbuh Tyas yang menggelengkan kepalanya pusing melihat tingkah kekasih dan sahabatnya.


“Kamu tahu, Tyas, sedari tadi itu aku meminta solusi pada Justin, tapi bukannya solusi yang didapat malah dia terus membela diri,” sahut Dara dengan wajah kesalnya.


“Hey, mana ada kamu meminta solusi, sedari tadi kamu itu memojokkan pihak laki-laki, tahu,” balas Justin menolak tuduhan yang diberikan oleh Dara.


Dan tak lama kemudian ponsel Dara bergetar menandakan pesan masuk dari Zein, “Ada apa?” tanya Tyas ketika melihat wajah Dara yang cemberut.


“Zein mengingkari janji untuk menjemputku, katanya dia sibuk,” jawab Dara, sambil menunjukkan pesan masuk di ponselnya pada Zein.


Tyas tersenyum sambil menggengam tangan Dara. “Sudah jangan berpikir macam-macam, bisa saja memang dia lagi banyak kerjaan. Kamu lupa, dia adalah seorang direktur, kan?” ucap Tyas menenangkan Dara.


Sedangkan Dara hanya membalas dengan mengedikkan bahunya singkat, merasa malas membahas semua ini.


“Ya sudah, sekarang ayo kita pulang ke apartemenku dulu yuk, kamu nggak kasihan liat aku yang kelelahan di jalan,” ajak Tyas dengan wajah yang memelas.


Dara tersenyum melihat sikap Tyas, dan mengalihkan pandangannya ke arah Justin. “Ayo, kasihan Tyas sudah capek begitu,” ajaknya pada Justin.


Lalu ketiganya terlihat berjalan melangkah menuju mobil Justin, dan bergegas untuk pulang ke apartemen Tyas.


**To Be Continue. *


hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻