
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰
**Jangan sinder **😘😘
🌹 **Happy Reading **🌹
“Ararrrrrrggghhhhhhhhh Daraaaa," teriak Zein, hingga lepas kendali.
Zein benar-benar, merasakan sesak yang mendalam, ketika mendengar kekasih yang sangat dicintainya.
Dia berlari keluar, dan segera mengendarai mobilnya menuju lokasi kejadian.
"Daraaaaaa,,Daaarraaaa," teriaknya ketika baru sampai di lokasi.
Zein berlari ke sana ke sini, mencoba melihat beberapa mayat yang sudah berhasil didapatkan. Dia berlari kembali melihat papan pengumuman nama korban.
"Andara Naqquenza," bacanya pelan, dan langsung berlutut lemas, memandang laut lepas.
"Daraaaaaaaa,,jangan tinggalkan aku Dara,please, jangan Dara,,aku benar-benar membutuhkanmu sayang, kembalilah Dara, bagaimana bisa nafas ini berhembus tanpa kamu di sisiku? Bagaimana bisa tidurku nyenyak tanpa belaian lembut tanganmu, bagaimana jika perutku lapar dan ingin memakan masakanmu sayang, please,, ku mohon kembali sayang," teriak Zein sambil menangis, tidak perduli dengan seberapa orang yang melihatnya lemah.
Zein terdiam sambil terus menatap kosong ke depan, bayangan akan wajah cantik serta senyum Dara semua teringat di dalam imajinasinya.
Zein tersenyum, ketika mengingat hari pertama mereka bertemu, gadis cantik yang penuh percaya diri mengenalkan dirinya tanpa ada rasa takut sama sekali.
Di pertemuan ke dua, wanita yang dengan berani melukai tubuhnya tanpa menyadari seberapa fatal kesalahaanya, hingga membuat sang pemilik tubuh jatuh cinta kepadanya.
"Apakah kamu tahu Dara? saat ini, jantungku ini, rasanya seperti remuk hingga tidak bersisa, baru satu jam yang lalu aku mendengar suara indahmu, dan berharap kamu kembali kepadaku, tapi nyatanya apa? Sebegitu marahnya kamu denganku hingga benar-benar meninggalkanku," tangisnya menepuk-nepuk dadanya yang terasa sangat sesak, bahkan sangat sesak sekali.
Zein kembali terdiam menatap ke arah laut lepas, "aaaaaaaarrggghhhh Daraaaaa, aku benci saat ini, aku benci ketika aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kamu, aku benci karena aku tidak bisa membuatmu kembali, kamu tahu Dara, kamu jelas tahu bagaimana sulitnya aku kehilanganmu, kamu sangat paham bagaimana sakitnya jiwaku ketika kamu meninggalkanku seperti ini Dara, aarrggghhhh kembali,ku mohon kembali," teriaknya histeris.
Zein bahkan sudah tidak sanggup menahan tubuhnya untuk berdiri, kakinya lemah tak mampu menopangnya lagi. Namun di saat dirinya nyaris terjatuh. Tiba-tiba saja datang Stella dan Aiden yang tadi juga sempat mendapatkan kabar ini.
Aiden memeluk tubuh adiknya, ketika melihat Zein yang sudah seperti kehilangan nyawanya.
"Daraaa,,Daraaa,,maafkan aku sayang, kembalilah," gumamnya lemah di dalam dekapan Aiden.
Stella yang sudah tidak sanggup menahan tangisnya, kini beralih menganggantikan posisi Aiden untuk memeluk tubuh Zein.
"Zein,,Zein, ini Mamah Stella sayang, please,,Zein jangan begini Nak, ikhlas Zein, ikhlas," tangis Stella, berusaha menenangkan hati Zein.
Zein terjatuh karena Stella yang tidak mampu menopang tubuhnya yang kekar, "dulu, ketika aku lahir, Mamah dan Papah pergi meninggalkan ku begitu saja, tidak mengajarkanku arti kebahagiaan, apa lagi cinta. Tetapi, Tuhan mengirimkan Dara, untuk pertama kalinya aku merasakan apa itu bahagia, apa itu kasih sayang serta kehangataan. Kasih lembutnya mampu membuatku merasa kenyamanaan," ucapnya pelan, semakin membuat Stella dan Aiden terdiam dan hanya mampu ikut menangis.
"Zein," panggil Aiden, mengusap lembut kepala adik angkatnya itu.
"Sedari kecil, aku pernah meminta pada Tuhan, untuk mengirimkan satu malaikat saja, untuk menjadi temanku selamanya, Dan sekarang Tuhan memberikannya. Tapi lalu Tuhan mengambilnya lagi," ungkapnya, tanpa mereka sadari jika sedari tadi sosok Valen sedang berdiri tak jauh dari tempat mereka saat ini.
"Aku mengkhianatinya, dan itu adalah kesalahaanku, tapi bisakah aku mendapatkan maaf darinya? Aku merindukan suaranya," tanyanya menatap ke arah Stella dan Aiden.
Valen yang tidak sanggup melihat keterpurukan Zein, kini memilih untuk pergi menjauh terlebih dahulu.
Sedangkan Aiden dan Stella, kini mulai berusaha membawa Zein pulang ke Mansion, "aku mau pulang ke rumahku bersama Dara, dia sedang syuting dan sebentar lagi akan pulang, aku jamin itu," pintanya pada Aiden, menolak untuk dibawa ke tempat lain.
Aiden menatap ke arah Stella sejenak untuk meminta persetujuaan, "untuk sekarang, biarkan saja dia pulang ke rumahnya, nanti setelah dia merasa lebih nyaman, barulah kita biacarakaan ini lagi," sahut Stella, sambil mengusap lembut kepala Zein yang berada di sebelahnya.
Stella menatap Zein dengan sangat lekat, pria yang dulunya sangat dingin dan angkuh, bahkan sangat irit sekali dalam berbicara, secara ajaib berubah menjadi sosok lemah, bahkan seperti tidak bernyawa.
"Dara sudah pergi meninggalkan dunia fana, sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanyanya entah kepada siapa.
Sesampainya mereka di rumah Zein, terlihat Tasya, Valen dan Jesper yang sudah terlebih dulu ada di dalam.
"Zein," sapa Tasya, mencoba menggengam tangan mantan suaminya.
Zein menepis tangan Tasya, lalu menatap tajam ke arah Valen. "Puaskan kamu! Puas kamu sudah melihat Dara mati, puas kamu, sekarang keluar dari ruamahku! Keluar!" teriaknya tegas pada Tasya dan Valen.
Lalu tanpa menunggu mereka pulang, Zein lebih dulu masuk ke dalam kamarnya, dan mengunci dirinya sendiri.
Bruggghhh,,ppraangggg, "aaarrrrgggghhhhhhhh," teriak Zein, hingga terdengar menghancurkan seluruh barang-barang yang ada di dalam kamarnya.
Berbeda dengan suasana di luar, kali ini terlihat Stella yang sedang menatap Valen lekat.
Plaaakkkkkkk, "aaahhhh," rintih Valen, memegangi pipinya yang terasa panas, mendapatkan tamparan dari sahabatnya.
Stella benar-benar sudah tersulutkan emosi, hingga dia langsung menampar pipi Valen dengan sangat keras. "Ini buat kamu yang sudah bersikap egois,"
Plaaakkkk, "aarrgh," rintih Valen lagi.
Dan ini tamparan kedua yang diberikan Stella tidak kalah keras, "ini karena kamu memaksa Zein untuk menikahi wanita lain,"
Namun ketika Stella ingin menaikan lagi tanganya untuk menampar Valen, tangan Stella lebih dulu ditahan oleh Tasya, karena merasa tidak tega melihat wanita yang sudah dia anggap seperti ibunya itu ditampar berkali-kali oleh orang lain.
"Apa kamu mau ikut campur? Puas kalian sudah menyakiti hati dua insan seperti ini?" bentak Stella pada Valen dan Tasya.
Valen menatap mata Stella dengan lekat, merasa marah karena Stella hanya bisa menyalahkannya tanpa tau apa penyebabnya.
"Stella, kamu sangat paham, kenapa semua ini terjadi, kamu sangat tahu, jika aku sangat membenci Nayra dan Bryan karena dia adalah pembunuh kakak aku," teriaknya tepat dihadapan Stella.
"Tapi kakak kamu itu mati karena kesalahaanya, kamu ingat! Siapa yang menjual Nayra dan membunuh semua keluarganya? tidak lupakan kamu, kalau kakak kamu yang membunuh semua keluarga besar Nayra dan-,"
"Dan karena kamulah kakak aku berurusan dengan mereka," balas Valen, tak kalah emosi, membuat Stella terdiam, tanpa bisa berkata apapun.
Valen tersenyum sinis menatap Stella yang terdiam, "kenapa kamu diam? Benarkan? Semua kejadian ini berawal dari kamu dan kamu," bentak Valen, sambil menunjuk wajah Stella.
Aiden merasa tidak terima, ketika Mamahnya dihakimi seperti ini, dia menarik tubuh Mamahnya agar berdiri dibelakang tubuhnya, "Stop ya Tante, semua yang dilakukan oleh Uncle Lucas itu adalah kewajiban, dia bekerja dengan keluarga saya, hidup Anda, bahkan nyawa Anda itu semua untuk keluarga kami, jadi, tidak ada hak untuk Anda menyalahkan Mamah saya seperti itu, paham," tegas Aiden pada Valen.
"Dan untuk masalah ini, orang yang paling utama wajib di salahkan adalah Anda dan juga Uncle saya, yang tidak berpikir menggunakan otak, percuma gelar dokter yang ada dideretan nama Anda, tapi kelakuaan seperti binatang," maki Aiden, merasa lelah dengan permasalahaan keluarga ini.
**To Be Continue. *
hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻