
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰
**Jangan sinder **😘😘
🌹 **Happy Reading **🌹
Zein terus memeluk tubuh Dara dengan begitu erat, dia benar-benar sangat merindukan tubuh istrinya yang sudah lama tidak dia sentuh.
“Sayang aku mau mandi dulu ih,” ujar Dara, ketika Zein mulai meraba-raba lekuk tubuhya.
Zein tersenyum menggoda pada Dara, “mandi bersama yuk,” ajaknya messum pada istrinya.
Dengan gerakan cepat Dara menepis tangan Zein yang berada di pingganya, “enggak, jatah untukmu nanti saja, sekarang aku ingin berendam terlebih dahulu, agar seluruh tubuh dan pikiranku bisa rileks dari semua kejadian-kejadian yang hampir menguras seluruh tenagaku,” sahut Dara, dan segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.
Zein lagi-lagi tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan, “aahhh wanita ini masih suka bermain-main denganku rupanya,” gumam Zein tersenyum nakal pada istrinya.
Lalu kemudian Zein berjalan keluar kamar untuk mengambil sebuah botol wine yang dia simpan jauh dari jangkauan Jingga, mengambilnya sebotol dengan dua gelas, tidak lupa dia menyediakan lilin yang wangi untuk menambahkan kesan romantis malam ini.
Zein membuka kaos yang dia pakai saat ini, dengan segitiganya dia lepaskan semua, sehingga dia hanya mengenakan boxer tipis saja, dan membiatkan kukubirdnya itu berdiri dengan gagahnya. Tidak lupa dia mengambil lingrie sexyy bewarna merah menyala milik Dara yang berada di dalam lemari. “Aahhh sempurna,” gumamnya sambil meletakan lingrie itu di depan kamar mandi.
“Aku harus berbaring di atas tempat tidur dengan posisi yang menggoda,”’gumamnya lalu melengak-lenggokan tubuhnya di atas tempat tidur bagaikan seorang putri yang sedang merasa gelisah.
Tidak lama kemudian, dia merasa ngantuk, “kenapa istriku ini tidak keluar-keluar juga,” gumamnya melihat pintu kamar mandi yang sudah satu jam tidak terbuka.
Hingga akhirnya dia benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa kantuk itu lagi sehingga dia tertidur dengan pulasnya.
20 menit Zein tertidur, barulah Dara keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk saja, lalu dia melihat lingrie yang diletak oleh suaminya, “astaga, laki-laki ini, mesuum sekali,” gumam Dara, tersenyum manis memikirkan betapa perkasanya suaminya ini.
Tanpa basa basi lagi, Dara langsung mengenakan lingrie itu tanpa menggunakan daleeman, “aahhh sexy sekali,” ucapnya sambil bercermin melihat tubuhnya yang sangat baheenol.
Lalu Dara berjalan mendekat ke arah suaminya, “sayangg,,sayaangg,,bangun aku sudah siap,” bisik Dara penuh dengan hasrat di telinga Zein.
Namun bukannya bangung, Zein malah mencari posisi yang enak untuk tidur. “Zein Alucas, Andara Naqquenza sudah siap morena,” bisiknya lagi. Namun setelah 20’kali membangunkan Zein tapi tidaj ada reaksi manusia itu akan bangun. Akhirnya Dara merasa kesal sendiri.
“Susah sekali dia dibangunin, apakah dia tidur mati?” omelnya dalam hati. Dan dengan perasaan kesal, Dara menuangkan segelas Wine lalu meminumnya.
“Wahh ini enak sekali,” lirihnya pelan, lalu meminum beberapa tegukan lagi. Tetapi sikap telodor Dara sampai saat ini tidak bisa hilang, dia sama sekali tidak membaca jika Wine itu mengandung alcohhol yang sangat tinggi.
Dara menggaruk kepalanya yang mulai merasa pusing, lalu dia menatap ke arah boxer Zein yang menggelembung.
Dan karena dia sudah merasa panas akibat terlalu mabuk, di langsung berdiri dan bergerak di atas Zein.
Bruggghhh Dara menduduki perut Zein dengan sangat keras, “uhhhuuuukkk,” Zein terbatuk ketika perutnya terasa sakit.
“Aaahhhh Daraa, apa-apaan sih,” bentak Zein, merasa tidak suka dengan cara istrinya ini.
Namun semua terasa percuma, karena biar dia mau bentak seperti apapun, Dara hanya bisa tertawa sambil terus mengerayapi tubuhnya.
Zein mencium aroma alcohool yang begitu kuat dari tubuh istrinya, “kamu mabuk?” tanya Zein pada Dara.
Lalu Zein menyingkirkan tubuh istrinya dari atas tempat tidur, dan beralih turun melihat botol Wine yang tadinya penuh sekarang sisa setengah. “Wanita ini selalu saja ceroboh, apa dia tidak melihat alcohol ini begitu tinggi,” gumam Zein, lalu memilih untuk ikut meminum wine itu, dengan tujuan membangkitkan semangatnya.
“Sayang,” tegur Dara yang memeluk tubuhnya dari belakang. Sontak saja, mata Zein yang sedari tadi mengantuk, kini terbuka lebar bahkan sudah kembali terang, “apa kamu siap sayang?” tanya Zein berbasa basi.
Bukannya menjawab Dara langsung menciium bibir Zein dengan penuh naffsu, “hossuhsshh,” nafas keduanya yang tersenggal, hingga jeritan-jeritan kecil yang dikeluarkan oleh Dara ketika Zein mengigit bagian-bagian tubuhnya, serta menancapkan kukubirdnya yang perkasa itu.
“Aaahh, pelan Zein,” ketus Dara ketika Zein terburu-buru memainkannya, “iya ini sudah pelan loh,” jawab Zein dengan berbisik, karena dia tahu kamar ini tidak kedap suara, jadi mereka tau kalau Jingga bisa saja mendengarnya.
Tapi Zein tidak tahu kalau Dara sudah meletakan alat penutup telinga yang berbulu dan berbentuk kelinci di telinga Jingga, sehingga anak itu sampai detik ini masih tertidur dengan pulasnya.
Sedangkan kedua insan yang tengah berbulan madu ini, sepertinya lupa waktu hingga jam 4.00am dini hari barulah mereka selesai melakukan aseh morena.
Zein tertawa memandang wajah istrinya yang kelelahan, “apa sih ketawa?” tanya Dara sinis.
“Sepertinya yang perkasa sekarang kamu bukan aku,” sambung Zein lagi tidak berhenti-hentinya menggoda istrinya ini.
Hingga Dara yang malu langsung menutup kepalanya dengan selimut, “sayang,” panggil Zein lagi, dengan menepuk sedikit boking Dara.
“Apasih? Tidur gak kamu sekrang! Kalau enggak nanti pagi aku sama Jingga pergi makan di kuar biar aja kamu di rumah lapar,” ancam Dara, yang sontak membuat Zein terdiam.
“Bisanya cuman ngancam,” gumam Zein pelan.
“Oh ini bukan hanya sekedar ancaman, kalau kamu mau buktikan mah silahkan saja,” tantang Dara yang semakin membuat Zein tidak bisa berbicara sama sekali dan memilih tidur memeluk tubuh istrinya.
Hingga matahari pagi menerpa mereka, beruntungnya mereka tinggal di pesisir pantai, hingga matahari dan suasana sejuk bisa membangunkan mereka pagi ini.
Cuuuppp “good morning sayang,” sapa Zein pada Dara yang masih terlelap.
“Good morning to ayah,” balas Dara.
Zein langsung salah tingkah dan tidak berhenti tersenyum ketika Dara memanggilnya dengan panggilan Ayah.
“Kamu panggil aku apa?” tanya Zein lagi menahan senyumnya.
“Ayah,” jawab Dara polos, merasa tidak ada yang aneh dengan panggilannya.
Cuppp,,cupp,.cuupp, Zein langsung mengecup berulang-ulang pipi Dara hingga sang empunyanya merasa kesal.
Dan di saat mereka tengah bermesraan di pagi hari, tiba-tiba saja Jingga masuk dan langsung loncat naik ke atas tempat tidur.
“Good morning ayah, good morning mama,” sapanya diiringi dengam kecupannya di pipi Zein dan Dara.
Zein dan Dara tertawa bersama karena mengingar mereka yang sudah mengenakan pakaian tidur yang wajar, jika tidak betapa malunya mereka jika dilihat oleh putri mereka jika keduanya tidak mengenakan pakaian yang pantas.
Cuppp,,cuupp,,cuupp,.cuup, Dara tidak berhentinya mengecup wajah Jingga dengan gemas, “mama berhentilah menccciumku,” elak Jingga ketika mamanya tidak berhenti meciiumnya.
“Iyah, kenapa ya Mama tidak mau bergantian dengan ayah,” sindir Zein, dan langsung menarik tubuh Jingga untuk kembali dicium olehnya.
Muaacch,,muaachhh,muacchh, Zein terus mengecup wajah Jingga hingga teguling-guling karena putrinya itu terus saja menghindar. “Kenapa ayah kamu tidak pernah menccium mama sampai seperti itu guling-guling ya,” balasnya menyindir suaminya.
Zein dan Jingga tertawa melihat wajah Dara yang cemberut di pagi hari, lalu mereka berdua berbisik untuk membuat rencana jahil untuk mamanya.
“1,,2,,3,” hitung Zein menuntut Jingga.
“Seranggggggg,” pekik Zein dan langsung menggelitik tubuh Dara dan dibantu oleh Jingga.
Suasana pagi ini sangatlah indah dengan tawa mereka yang mengawali di pagi hari, rasa kasih sayang dari ketiganya membuat suasana menjadi sangat hangat, hingga mereka lupa jika ada orang lain yang bersedih dan mengatur rencana jahat untui mereka diluar sana.
Note : Gengs, Mimin Infokan untuk karya Aldo Dan Brina Sudah Mimin Update ya , dan udah gangi judul THE MEJESTY I’ts MY HUSBAND.
LANGSUNG SAJA CEK PROFIL MIMIN YA, KALAU RAME MIMIN LANJUT LAGI SOALNYA. TAPI KALAU GAK RAME, MIMIN LANJUTNYA SETELAH KARYA INI SELESAI.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*