It’S So Hurts

It’S So Hurts
Hubungan Yang Cukup Lama



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


“Kami cukup lama menjalin hubungan, dan kami saling mencintai,” sahut Zein cepat, karena dia tahu jika Dara pasti akan merasa senggan berhadapan dengan Aiden.


Dan disinilah Aiden bisa melihat, jika adanya kehadiran Dara, pasti akan mengubah kerasnya kehidupan Zein yang dingin itu.


“Ada apa kakak ke sini?” tanya Zein to the point.


“Aku kesini karena ingin menanyakan hasil rapat tadi, bagaimana?” tanyanya serius.


Zein langsung menjelaskan apa yang terjadi dan apa keputusan meeting tadi.


"Baiklah jika begitu keputusan-nya, aku pergi dulu,” pamit Aiden pada Zein.


Setelah kepergian Aiden, Zein langsung menggendong tubuh Dara masuk ke dalam kamar.


“Sayang ih, aku belum mandi,” elak Dara dari pelukan Zein.


Zein membuka kaosnya cepat, dan memperlihatkan otot-otot perutnya yang sangat kencang. Namun dia lupa akan satu hal, yaitu menutup luka tembak yang ada di dadanya.


Dara yang melihat itu langsung berlutut di atas tempat tidur, sedangkan Zein masih berdiri di dekatnya, cuuupp,,cuupp,,cuppp, Dara yang reflek langsung mendaratkan beberapa keccupan diluka Zein.


“Ashhhh, sayang kamu memancingku,” bisik Zein pelan, lalu mulai menindih tubuh Dara.


“Apakah aku boleh?” tanya Zein ragu.


Dara menganggukan kepalanya pelan, mereka benar-benar menyamakan budaya luar dengan budaya dalam, yaitu berhubungan Morena sebelum terjadinya sebuah pernikahaan.


Zein memperlakukan Dara dengan lembut, dia mengusap lembut seluruh tubuh kekasihnya, dan mulai mengecupnya dari atas hingga menemukan gunung kembar milik kekasihnya, “aahhhsshh,” rancau Dara mulai merasakan kenikmataan.


Zein tersenyum tipis dan terus melanjutkan apa yang dia lakukan, sampai dia berhasil menancapkan kukubirdnya ke dalam gawang Dara yang ternyata masih segel.


“Aaahhhhhhh,sakitttt,” teriak Dara kesakitan, karena Zein berhasil menjebol gawang di apomnya.


“Sayangg, maafkan aku,” bisik Zein pelan, dan merasa bahagia dengan apa yang dia dapatkan ini.


“Kamu milik ku Dara, selamanya kamu adalah milikku,” gumamnya dalam hati, yang merasa yakin dengan apa yang di miliknya.


Setelah melakukan hubungan morena, Zein dan Dara kini tertidur bersama tanpa menggunakan sehelai benangpun di tubuh mereka. “Jangan tinggalkan aku ya,” ucap Zein pelan.


Mendengar itu, Dara langsung membalikan tubuhnya dan menarik tangan Zein untum menjadi bantalnya, “Jangan tinggalkan aku, maaf aku melakukan ini kepadamu, tapi aku hanya ingin kamu terikat denganku, please, bagaimanapun keadaanya, siapapun aku dan sisi gelapku, jangan tinggalkan aku,” ucap Zein tulus dari dalam hatinya, sambil mengusap lembut wajah kekasihnya yang sedang menatapnya dengan intens.


“Aku janji tidak akan meninggalkanmu, apapun yang akan terjadi, aku akan menerimamu, kecuali 2 hal,” seru Dara.


“Apa itu?” tanya Zein penasaraan.


“Kebohongan dan Pengkhianatan,” tandas Dara dengan serius.


“Aku tidak akan pernah berkhianat sayang, aku janji, dan sebisa mungkin aku akan terbuka denganmu, walau sejelek apapun nantinya, aku berjanji itu,” ucap Zein yang berjanji akan selalu setia dengan Dara.


“Aku mencintaimu,” lirih Dara pelan, dan langsung memeluk tubuh Zein.


“Arrrgggrrhh,” jerit Zein, menahan rasa sakit di dadanya ketika Dara menyentuhnya.


Sontak saja Dara langsung khawatir dan ingin menangis, “maafkan aku sayang,,maafkan aku,” imbuhnya pelan, sambil menccciuumi luka,tangan dan bahu Zein.


Setelah itu mereka berdua tertidur bersama hingga malam hari tiba.


“Engghh,” leggguhan Dara yang terbangun duluan dari tidur, karena mendengar ponselnya yang berdering.


Dara mencoba mengambil ponselnya dan melihat nama Justin yang berada disana.


“Hallo,” ucap Dara, setelah menggeser icon hijau di ponselnya.


Dara terdiam, lalu memperbaiki posisinya sebentar, “aku di rumah-,”


“Awww sayang,” lirih Dara pelan ketika Zein merrremaass salah satu gunung kembarnya, dengan tujuan ingin memberitahukan kepada sang penelpon bahwa Dara sudah ada yang punya.


“Daraaa, kamu sedang sama siapa ?” tanya Justin khawatir.


“Aku sedang bersama dengan kekasihku Justin, besok aku akan memberikan alamatnya kepadamu, dan kamu besok menjemputku di sini,” ucap Dara pada Justin.


“Kekasih? Kamu kan baru sampai Indo, tapi sudah memiliki kekasih, heheh, garcep juga ya,” goda Justin.


“Baiklah, have fun ya, besok aku akan menjemputmu besok,” timpal Justin lagi, dan langsung mematikan sambungan telponya.


“Siapa ?” tanya Zein, dengan suara khas bangun tidur.


Dara menolehkan pandangan ke arah wajah Zein yang sangat imut, “Justin, dia tadi ingin mengantarkan makanan padaku, tetapi aku tidak ada di sana, jadi dia menelepon,” jawab Dara jujur.


Zein mencoba memperbaiki perasaanya, dan melihat ke arah Dara, “kita makan diluar ya,” ajak Zein yang tahu jika kekasihnya ini pasti lapar.


Dara menganggukan kepalanya singkat, “iyah, makanan yang tadi aku masak pasti sudah dingin sekarang dan tidak enak lagi,” jawab Dara.


Zein segera bangkit dari tempat tidur dan mengenakan pakaian santainya, "bangun yuk, dan bersiap," ajak Zein lagi, sambil membuka salah satu lemari yang entah dari kapan dia mempersiapkanya, tapi seluruh pakaian baru milik Dara sudah tersadia lengkap di sana.


Dara bangkit dari tidurnya dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut. “Dari kapan menyiapkan ini semua?” tanya Dara bingung.


Zein tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Dara, “aku bisa melakukan apapun yang orang lain tidak bisa menduganya,” jawab Zein yakin.


Dara memandang remeh ke arah Zein, dan berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, walau dia masih merasa perih di area apomnya, tetapi dia berusaha untuk menahanya.


Sedangkan Zein, kini memilih untuk menunggu Dara di luar saja, dia khawatir jika nanti Dara merasa senggan untuk memakai pakaianya jika dirinya ada disana.


Kurang lebih setengah jam Zein menunggu, tak lama Dara keluar dengan mengenakan baju santainya juga. “I’am ready,” serunya imut. Membuat Zein langsung berdiri dan mencubit pipi Dara gemas.


“Sudah siap-siapnya ?” tanya Zein, ingin memastikan bahwa kekasihnya ini tidak merasa buru-buru.


Dara menanggukan kepalanya singkat, dan langsung memeluk lengan kekar kekasihnya itu dengan erat. “Ayo kita pergi, aku sudah sangat lapar,” ajaknya pada Zein, dan menarik tangan kekasihnya itu agar mau mempercepat jalan-nya.


“Kamu mau makan apa?” tanya Zein, bertanya pada Dara.


Terlihat Dara terdiam dan berpikir sejenak, “aku akan makan apapun yang kamu inginkan, karena seleramu akan menjadi seleraku juga,” jawab Dara, yang sontak membuat Zein menjadi salah tingkah.


“Pintar sekali kamu merayuku,” balas Zein yang ingin tertawa mendapatkan tatapan Dara yang begitu memujanya.


“Aku serius sayang ih, malah dibilang ngerayu,” sahut Dara kesal, karena Zein ternyata tidak bisa di ajak romantis.


Zein langsung mengacak singkat rambut Dara, “aku suka kamu dengan segala tingkah kamu ini,” ucap Zein


“Sudah ih ayo, nanti keburu malam,” ajak Dara lagi, ketika merasa kesal karena Zein tidak menyala-nyalakan mobilnya.


“Baiklah-baiklah Nona, kita akan jalan sekarang,” jawab Zein sambil menyalakan mesin mobilnya dan mengendarainya membelah jalanan mencari restoran enak milik Aiden the Family.


**To Be Continue. *


hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻