It’S So Hurts

It’S So Hurts
Resiko memiliki Kekasih Psychopat



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


Setelah Dara selesai diobati, dokter itu keluar dari kamar, dan Zein pun menatap ke arahnya.


“Bagaimana kekasihku ?” tanyanya to the poin.


“Nyonya sedang membersihkan tubuhnya Tuan, mungkin sebentar lagi Nyonya akan siap,” ucap dokter itu, sambil menundukan kepalanya hormat. Lalu Zein memberikan kode untuk dokter tersebut agar segera pergi.


Setelah dokter itu pergi, Zein kembali masuk ke dalam kamarnya, karena ingin melihat apa yang sedang dilakukan oleh kekasihnya didalam.


Sedangkan Justin, saat ini lebih memilih menundukan kepalanya lemah, karena merasa canggung dengan melihat kejadian barusan.


“Sayang,” tegur Zein, ketika melihat Dara yang tertunduk menahan perih.


Dara menoleh sejenak lalu kembali menutup matanya, “masih sakit ?” tanya Zein dengan polosnya, seakan-akan dia tidak bisa merasakanya.


Dara yang malas untuk bicara kini memilih untuk menundukan kepalanya singkat, “hey sayang, maafin aku ya,” lirih Zein pelan.


“Iya ih, lagian kenapa harus minta maaf, kan ini emang resikonya punya pacar Psychopat kaya kamu,” sahut Dara menyinggung Zein tanpa ada rasa takut.


“Sayang,” balas Zein, lalu mendekat ke arah Dara yang masih mengekspos tubuh polosnya.


“Kenapa?” tanya Dara pelan, lalu merasakan hangat ketika Zein mengecup tempat luka yang sudah dia berikan.


“Sayang, biarkan aku pakai baju dulu ya, kasian Justin sudah tunggu diluar,” ucap Dara, ketika tau jika Zein masih menginginkan morena saat ini.


Seakan tidak pernah puas dirinya terus meminta pada Dara untuk melayaninya, “baiklah sayang, kamu boleh pergi, tapi ingat! jangan pulang malam-malam,” ucap Zein memberikan izin pada Dara untuk pergi.


Dara langsung tersenyum dan mengecup singkat bibir Zein. “Thank you sayang,” lirihnya, lalu beralih melangkah duduk untuk menghias wajahnya dengan tipis.


Sedangkan Zein kini memilih untuk membaringkan tubuhnya sejenak, “kamu tidur saja ya sayang, aku akan cepat kembali,” pungkasnya, mengusap lembut kepala Zein.


“Temani dulu sampai aku tidur, baru kamu boleh pergi,” pinta Zein, yang terdnegar seperti perintah untuk Dara.


“Baiklah Zein,” jawab Dara pasrah.


Akhirnya Dara kembali membaringkan dirinya disebelah Zein, dan memeluk tubuh kekasihnya dengan sangat erat.


Tidak lama kemudian, karena memang tubuh dan pikiran Zein yang sangat lelah saat ini, sehingga dia tidak membutuhkan waktu lama untuk tidur.


“Ahhh dia sudah tidur,” gumam Dara, lalu perlahan bangkit dari tempat tidur.


Cuppp,, Dara kembali mengecup kening Zein, sebelum akhirnya dia benar-benar pergi.


“Ayo Justin,” panggilnya pada Justin yang terlihat sedang memakan cemilan, yang pastinya dia dapat dari dapur.


“Lama banget sih kamu, make up saja sudah kaya mau nikah tahu,” sahut Justin kesal, lalu melihat ke arah tangan Dara yang di perban.


Dara yang tahu arah tatapan Justin itu, hanya tersenyum, dan kembali menurunkan lengan bajunya. “Sudah yuk pergi, nanti keburu malam,” ajak Dara, sambil menarik lengan Justin agar segera berjalan.


“Iya-iya bawal banget sih, dia yang lama, dia yang marah-marah,” sindir Justin, dengan terkekeh melihat sikap Dara.


Merasa malas menanggapi sindiran Justin, Dara memilih untuk diam dan terus melangkah hingga masuk ke dalam mobil.


“Bagaimana Dara?” tanya Justin, disaat mereka baru masuk ke dalam.


“Bagaimana apanya?” tanya Dara lagi, dengan wajah yang bingung.


Seketika Dara langsung meneteskan air matanya, seperti kembali menahan sesak didadanya.


“Ada apa Dar? Cerita sama aku, anggap saja kita ini saudara,” sahut Justin lembut.


“Sudah ih ayo jalan,” balas Dara merasa enggan jika berlama-lama ada diarea rumah Zein.


Dengan menarik nafasanya perlahan, Justin akhirnya menuruti permintaan Dara untuk jalan terlebih dahulu.


“Aku tidak sakit dengan sikapnya yang melukai fisik ku, tapi aku sakit dengan pengkhiantaanya yang menyakiti batinku,” lirih Dara pelan, namun berhasil membuat Justin menatapnya tidak percaya.


“Are you crazy Dara? Itu berarti dia sudah melakukan tindakan berlebihan dan kamu bilang itu tidak sakit? Oh ayolah Dara, cinta boleh tapi jangan boodoh,” cerca Justin, yang merasa jika Dara sudah tidak mempunyai otak untuk berpikir.


Dara semakin menangis, dia tidak tahu ingin berkata apa lagi saat ini, “aku tidak masalah Justin, jika dia mau melukai fisikku, bahkan membunuhku, yang jadi permasalahaan adalah pengkhianatan dia, kamu tau bagaimana rasa sakitnya ketika melihat kekasih kamu yang sangat-sangat kamu cintai, tetapi berselingkuh bahkan menidduri wanita lain tepat didepan mata mu ? Dan bahkan orang tua satu-satunya sangat tau jika pada saat ini akulah kekasih dari Zein, dan aku juga menyerahkan mahkotaku padanya, mungkin aku memang mantan wanita malam, tapi apa dia tau jika sampai aku berhubungan sama Zein, aku masih mempertahankan harga diriku, tapi dengan se-enaknya tantenya dia, memaksa Zein untuk bertanggung jawab dengan wanita murahan itu, seperti tidak punya otak dan hati untuk merasakan bagaimana sakitnya aku,” seru Dara mengeluarkan segala isi hati dan pikiran yang nyaris membuatnya gila.


Justin sangat paham, jika saat ini Dara benar-benar sangat terluka dengan ini. “Dara, aku tidak tahu bagaimana ingin memberikan saran kepadamu, tapi yang jelas kalau kamu sudah tidak mampu, maka lepaskan dia, kalau kamu merasa bahwa tidak ada yang mendukungmu untuk menjalin hubungan dengan dia, lalu untuk apa dipertahankan ? Apa lagi jika suatu saat wanita itu hamil, Mustahil jika Zein tidak bertanggung jawab denganya, dan-,”


“Dan kamu juga memikirkanya, kamu bilang kalau wanita itu hamil, seakan-akan aku adalah wanita mandul yang tidak akan pernah hamil begitu? Lalu bagaimana jika wanita itu hamil ? Lalu bagaimana jika aku hamil? Apa aku harus merelakan kandungan ku untuk wanita lain begitu?” cercanya dengan ribuan pertanyaan yang membuat Justin terdiam dan enggan untuk bersuara.


Karena dia tau jelas arah pembicaraan Dara itu seperti apa, dan baginya tidak salah kalau Dara sampai berfikir seperti itu.


Dipermasalahaan ini Daralah yang menjadi korban, tapi kenapa semua hanya memikirkan nasib wanita itu ?


Selama perjalanan mereka kembali hening, hingga sampai dilokasi, Justin dan Dara langsung melakukan syuting film pertama Dara.


“Dara dia adalah Pandu yang akan menjadi lawan main mu,” ucap Justin memperkenalkan aktor utama pada Dara.


“Hallo Pandu,” sapanya dengan ramah.


“Hallo Dara, salam kenal,” balas Pandu dengan suara khas lembutnya.


Keduanya sama-sama tersenyum dan mengobrol bersama, tanpa mereka sadar jika waktu syuting sudah harus di mulai.


***


Berbeda disisi lain, Valen yang baru saja mengirimkan pesan pada Zein, kini langsung beralih masuk ke dalam kamarnya dan melihat seluruh foto-foto kenangan Kakaknya dan Sahabatnya.


“Seandainya dua manusia itu tidak melaporkan Kakak aku pada pihak Negara, pasti saat ini Zein masih bisa merasakaan kasih sayang kedua orang tuanya, dan aku juga tidak kehilangaan sosok Kakak ku,” lirihnya pelan, sambil mengusap lembut bingkai foto Lucas.


“Zein pasti akan membalaskan dendam, kita akan mulai permainan ini, Bryan,” yakin-nya dalam hati, menatap ke arah foro Bryan dan Nayra.


Setela puas menangis, Valen akhirnya memilih untuk keluar kamar dan mengecek keadaan Tasya. Dengan perlahan Valen membuka pintu kamar Tasya.


“Astaga Tuhan, Tasya,” jerit Valen ketika melihat Tasya yang memotong urat nadinya sendiri.


**To Be Continue. *


hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻