
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰
**Jangan sinder **😘😘
🌹 **Happy Reading **🌹
“Akan Uncle kirim ke kamu sekarang,” jawab Arvan yang berada di ujung sana sembari mematikan panggilan ponselnya.
Tringggg nada pesan masuk di ponsel Zein, dan segera di langsung membukanya.
Emosi Zein seketika memuncak ketika melihat nama Nayra dan Bryan adalah nama dari orang tua kekasihnya. “Enggak, ini nggak bisa, yang salah adalah orang tuanya, bukan Dara, aku nggak bisa, enggak aku nggak bisa,” ungkapnya pelan, menepis semua rasa sakitnya.
Namun dia tidak bisa, hingga akhirnya dia memilih untuk pergi meninggalkan Dara begitu saja, dengan niat untuk menenangkan dirinya. Dan sepertinya kali ini dia akan memilih untuk bersikap bodoh pada dirinya sendiri, demi cinta yang sudah bersarang di hatinya.
“Lihat Nyonya! Jika dia bertanya ke mana aku, kalian cukup jawab aku ada pekerjaan mendadak, dan ingat! Jangan pernah meninggalkan dia! Terus awasi dia sampai aku kembali,” perintah Zein pada anak buahnya.
Zein melangkahkan kakinya pergi, masuk ke dalam Jet yang sudah tersedia, dia memilih untuk balik dan memikirkan semuanya ulang.
Sedangkan Dara yang baru saja terbangun karena tidak mendapatkan Zein di sisinya, langsung terkejut ketika melihat ponselnya yang patah dan hancur begitu saja di lantai.
Dara memilih untuk memakai pakaiannya kembali, dan langsung keluar mencari Zein, “Sayang,” panggilnya mencari ke sekitaraan. “Sayang,” teriaknya ketika tidak mendapatkan Zein di sekelilingnya.
“Ke mana Tuanmu?” tanya Dara dengan membentak kepada anak buah Zein.
“Tuan kembali ke Jakarta, Nyonya, karena ada pekerjaan penting,” jawab salah satunya.
“Antar aku ke bandara sekarang! Aku harus ikut pulang,” perintah Dara, namun tidak ada yang menanggapinya.
Hingga Dara memilih untuk berlari keluar dari penginapan, “Antar aku sekarang atau aku akan menabrakkan diriku sekarang juga!” ancam Dara, yang membuat mereka semua ketakutan.
“Baik, Nyonya, kami akan mengantar Anda,” jawab mereka pasrah.
Karena mau tidak mau mereka harus mengantar dari pada nyawa mereka yang hilang jika Nyonya mereka sampai nekat.
Sepanjangan jalan, Dara hanya diam saja tanpa bersuara, bahkan dia rela menunggu jam keberangkatan yang lumayan lama.
Berbeda dengan Zein yang baru saja sampai Jakarta, kini langsung kembali ke rumahnya, namun ketika dia baru saja masuk, tiba-tiba anak buahnya datang dengan membawa seorang wanita yang sangat dia kenal. “Ada apa ini ?” tanya Zein bingung, karena dirinya yang sedang mabuk setelah meminum tiga botol minuman beralchol tinggi saat tadi di pesawat.
“Tuan, wanita ini memaksa untuk bertemu dengan Anda untuk membuat sebuah penawaraan,” ucap anak buahnya.
Zein tersenyum tipis, sambil berusaha menahan keseimbangan tubuhnya. “Penawaraan apa hem?” jawabnya, sambil mengode anak buahnya untuk keluar.
“Sayang Dara, kamu mau membuat penawaraan apa hem?” lirih Zein pelan, berpikir bahwa wanita yang berhadapan denganya saat ini adalah Dara, kekasihnya.
Wanita itu terdiam menahan napas ketika Zein mulai menyentuh tubuhnya, “Tuan, saya adalah Tasya, wanita yang dulu kamu culik dan kakaknya yang kamu bunuh,” pungkasnya dengan suara yang gemetaran.
“Hahahhahaha,”tawa Zein menggelegar ke dalam seluruh ruangan, “Apa, Sayang? Aku tidak akan membunuhmu, mungkin ayah dan kakak kamu saja yang akan menanggungnya, oke?” lirihnya pelan, seperti orang tuli yang tidak bisa mendengar pasif apa yang diucapkan oleh Tasya.
“Hiskk,,hiskk,” tangis Tasya yang semakin ketakutan mendengar apa yang di katakan oleh Zein.
Dengan perasaan penuh emosi, Zein membuka paksa seluruh pakaian Tasya, “Jangan, Tuan, saya mohon Tuan, hiskk,hiskk,” tolak Tasya berusaha leps dari jerataan Zein.
Plaakkkkk satu tamparan berhasil Tasya berikan ketika Zein malah terus memaksanya, membuat Zein tersenyum tipis, namun semakin tidak sadar dengan perbuatannya, “Andaaraaaaa beraninya kamu,” bentaknya sambil menarik keras rambut Tasya.
“Aku hanya meminta hakku Dara, kenapa malah kamu bersikap seolah-olah aku adalah orang yang paling menjijikkan hem,” teriaknya tepat di hadapan wajah Tasya.
Namun Zein benar-benar mabuk sekarang, hingga dia tidak bisa membedakan mana Dara kekasihnya dan mana wanita lain, hingga dengan penuh emosi dia berani memaksa Tasya untuk melakukan morena dengan sangat-sangat-sangat-sangat kasar. “Aarrhhhggghhh sakit Tuan, saya mohon ini benar-benar sangat menyakitkan untuk saya Tuan, ampuni saya tolong sakit,hiskk,,hiskkk,” jeritan Tasya yang terdengar sangat menderita.
Zein sama sekali tidak memedulikanya, dia menganggap bahwa hanya dengan ini dia bisa memberikan hukaman untuk Dara karena sudah terlahir dari rahim wanita pembunuh orang tuanya.
“Daraaaaaa aku mencintaiiimu tapi membenci hirupmu,” rancaaauu Zein di saat pelepasaannya.
Sedangkan Tasya hanya bisa menangis dan menahan sakit di hati serta fisiknya, bagaimana tidak ? Pria yang sekarang menidurinya ini benar-benar melakukannya dengan kasar, bahkan mungkin saja apomnya sudah robek tidak karuan, sedangkan hatinya begitu sakit mendengar pria yang menghancurkan masa depan mahkota indahnya, malah mengucapkan nama dan cinta untuk wanita lain.
Di saat Zein baru saja selesai mengeluarkan lahar panasnya, tiba-tiba saja dari arah luar terlihat Valen yang terkejut melihat apa yang tengah di lakukan oleh keponakannya.
“Zeinn,” teriak Valen, menyadarkan Zein yang masih menancapkan kukubirdnya itu.
“Bunda,” gumam Zein, dan langsung menatap wanita yang sedang berada di bawahnya. “Arrrgghhh siapa kamu?” teriaknya bingung dan segera mencabut kukubirdnya dan kembali menggunakan pakaiannya.
Plaaakkkk Valen memberikan sebuah tamparan yang cukup keras di pipi Zein setelah melihat perbuatan Zein yang benar-benar seperti binatanggg. “Bunda nggak habis pikir sama kamu Zein, bagaimana bisa kamu melakukan kekerasan seksualll seperti ini,” bentak Valen dengan penuh emosi.
Dan di saat itu pula, Dara yang baru saja tiba di rumah Zein setelah melakukan perjalanaan yang cukup panjang, langsung terkejut ketika melihat wanita yang sedang menangis tanpa busanaa, dan hanya tertutupi dengan pakaian seadanya, serta baju dan celana Zein yang berserakan, dan Zein yang hanya menggunakan celana boxernya.
Air mata Dara jatuh begitu saja, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Valen tadi. “Zein,” lirihnya pelan, namun berhasil membuat Zein mengangkat kepalanya menatap ke arah Dara.
Sontak saja dia segera bangkit dan mendekat ke arah Dara. “Kamu bilang kamu akan setia sama aku, kamu bilang kamu tidak akan mengkhianati aku, kamu bilang aku adalah masa depan kamu, tapi sekarang apa,” teriak Dara penuh emosi. Bahkan dia mencoba untuk menghapus air matanya yang tidak berhentinya mengalir keluar.
“Sayang ini semua tidak seperti--,”
“Seperti apa, Zein?” teriak Valen yang tahu jika Zein pasti akan mengelak dari kesalahannya.
“Kamu sudah menghancurkan masa depannya, kamu menidurrinya Zein, kamu harus tanggung jawab dengannya,” tegas Valen tidak bisa dibantah.
Dara yang mendengar itu langsung emosi dan mendekat ke arah Tasya, “Dasar kamu perempuan tidak tau malu, wanita murahan kamu, senang sekarang kamu iya dengar Zein mau tanggung jawab sama kamu ha, mati saja kamu, perekkkk ,breanggssekkk arrgggh,” jeritan Dara, menjambak kuaat rambut Tasya dengan penuh emosi.
“Argghhh ampun, Nyonya, sakitt, bukan saya yang menggoda Tuan Zein, Nyonya ampunnn,” tangisnya pelan, menahan sakit di kepalanya.
Plaaaakkkkkkkkk,,plaakkkkk dua tamparan keras mendarat di pipi Dara.
“Tante!”
“Bundaaaaa!”
**To Be Continue. *
hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻