It’S So Hurts

It’S So Hurts
Mengunjungi Bryan, Dalang Kematian Lucas Maurice



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


Setelah mengudara selama 35 jam lamanya, akhirnya mereka sampai di Santo Domingo.


Namun mereka masih harus menjalani waktu tempuh 4 jam lamanya, hingg mereka benar-benar sampai di sebuah Desa kecil, yang sangat padat penduduk.


Mereka mendatangi sebuah rumah kecil yang indah dengan taman-taman serta bunga berwarna warni yang menghiasi rumah itu.


Zein dan Stella terlihat diam sejenak memandang rumah yang menjadi tempat pelarian Bryan, hingga memiliki 2 anak.


"Masuklah Zein, Mamah akan mengikutimu," ucap Stella, sambil mengusap lembut punggung belakang putra angkatnya.


Zein menganggukan kepalanya singkat, dan menghirup udara yang masih sangat segar.


Namun ketika Zein ingin melangkahkan kakinya, terlihat seorang pria gendut membawa sebuah air, untuk menyiram tanamanya.


Brugghhhh air itu terjatuh ketika pendangan pria tua yang di yakini adalah Bryan itu bertemu dengan mata Stella, terlebih dia menatap wajah Zein yang sangat mirip dengan Lucas.


"Kalian," gumam Bryan, ingin berbalik badan dan lari.


"Aku sudah membunuh Elang, dan aku juga sudah menyekap Dara," teriak Zein, membuat langkah Bryan terhenti ketika mendengar Zein mangatakan hal yang membuat darahnya membeku.


Zein tersenyum puas melihat Bryan yang bereaksi dengan kalimatnya. Dengan cepat Byan berlari menghampiri Zein, dan bugggghhhhhh Bryan memukul wajah Zein penuh emosi.


"Kamu menyalahkan anak-anakku dalam dendammu, tanpa pernah kamu tau, bagaimana sakitnya hidup kami karena perbuataan orang tua kamu," bentak Bryan, terlihat sudah menangis mengingat anak-anaknya yang menjadi korban kejahataan keluarga ini.


"Kamu tanya pada wanita ini! Bagaimana sakitnya Nayra ketika dulu Lucas membantai habis keluarga besar Arifin, bagaimana sakitnya Nayra yang dijual olehnya, dan menjadikan Tenry istri kesayangaanya padahal dia jelas tau jika Tenrylah yang menjadi penyebab kenapa Nayra bisa dijual, dan sekarang! Kamu membunuh anak-anakku, kamu membunuhnya Zein," tangis Bryan menggila, dan langsung mengeluarkan pissatool yang berada di saku Zein.


"Aku bertahan hidup karena anak-anak ku, dan jika kamu sudah membunuh mereka, maka bunuhlah aku saat ini juga," tantang Bryan, mengarahkan pisstoll Zein ke kepalanya.


"Aku dan Dara saling mencintai," ucap Zein pelan, namun berhasil membuat Bryan berhenti bicara.


Zein menarik kembali pisstollnya, dan berlutut di bawah kaki Bryan, jauh dari perkiraan Stella jika Zein akan melakukan hal ini.


"Zein," panggil Stella yang sedari diam.


"Kami saling mencintai Ayah, aku dan Dara terluka karena Cinta, aku tidak tau dia di mana saat ini, yang jelas bukan saya yang membunuh Dara ayah, aku ingin Dara kembali," ucapnya pada Bryan, tanpa terasa dia kembali meneteskan air matanya perlahan, menangis dihadapan Bryan dan Stella.


Membuat Stella ikut meneteskan air matanya perlahan, tidak sanggup melihat Zeim yang rapuh seperti ini.


Sedangkan Bryan langsung terdiam, hatinya bagai tertusuk panah tajam, ketika mendengar putri kesayangannya bisa jatuh cinta dengan anak pria yang sudah menghancurkan hidup mereka.


Bryang langsung menepis tangan Zein, dan berlari ke arah gunung yang berada di belakang mereka.


Zein dan Stella langsung mengikutinya, bahkan mereka tidak perduli dengan hujan yang turun sangat deras membasahi tubuh mereka.


Bryan terus berlari hingga ke puncak gunung, dan terlihat ada sebuah makam yang sangat indah berada di atasnya.


Zein menatap singkat ke arah Stella yang kini menggelengkan kepalanya.


"Aaaarrrgggghhhh," teriak Bryan, tepat dihadapan makam itu.


"Kamu lihatkan Nayra, kamu lihat aku sudah gagal menjaga anak-anak kita, Elang sudah mati di tangan anak pria itu, dan sekarang putri kita juga tidak tau di mana keberadaanya. Dan yang parahnya lagi putri kita jatuh cinta dengan anak musuh kita Nayra, hiskk,,hiskk, apa yang harus aku perbuat sekarang? Aku merasa telah menjadi seorang suami sekaligus ayah yang gagal Nayra, aku gagal," tangisnya, berteriak di depan makam mendiang istrinya Nayra.


Perlahan Zein mulai mendekat ke arah Bryan, dan berdiri tepat di depan makam Nayra.


"Aku akui, aku memang salah karena sudah membunuh Elang, tapi kenapa ayah menyalahkan atas cintaku dengan Dara? Apa dosa dan salah kami jika saling mencintai? Jika dahulunya kalian yang bermasalah, kenapa saat ini melibatkan kami?" seru Zein, mempertanyaakan kenapa selalu cinta mereka yang disalahkan, kenapa hubungan mereka sama sekali tidak bisa diterima di masyarakat.


Bryan menatap ke arah Zein dengan tatapan penuh amarah, dia mendekat dan menggenggam lengan Zein dengan erat.


"Kamu bertanya apa yang salah? Kamu bilang cinta kalian tidak salah? Lalu ini apa? Kalau cinta kalian tidak salah, kenapa kamu bisa kehilangan Dara begitu saja? Apa yang sudah kamu lakukan kepadanya hingga dia pergi seperti itu?" tanya Bryan dengan rentetan pertanyaan yang membuat Zein diam membisu, karena sejujurnya, dia juga tidak tau apa jawabannya.


Yang dia tahu hanya satu jawaban, namun dia ragu untuk mengatakaanya, "aku--akuu-aku, aku sudah melakukaan kesalahaan dengan mengkhianatinya tanpa sengaja," jawab Zein, dengan ragu.


"Kamu itu sama persisi seperti Papah kamu, yang menjadikan wanita sebagai bahan permainan, bahkan mendengar kamu mengkhianati Dara, aku jadi ragu, apakah kamu benar-benar mencintainya atau tidak," timpal Bryan, dengan tertawa meremehkan cinta dari Zein.


Merasa muak karena diragukan, Zein mengangkat batu gunung besar dari tanah, dan memberikaannya pada Bryan.


Lalu dia berlutut kembali di bawah kaki Bryan, kemudian menuntun tangan Bryan yang masih memegang batu itu naik di atas kepalanya.


"Zeinnnn," jerit Stella merasa takut jika Zein ke apa-kenapa.


"Bunuh saja aku ayah, bunuh! Aku ingin bersama dengan Dara sekarang! Bunuh aku! Bunuh," pintanya yang terdengar seperti kata perintah.


Namun Bryan menarik tangan-nya kembali, dan membuang batu itu kesembarangan arah.


"Kamu pikir kalau aku membunuhmu, siapa yang akan mencari putriku?" tanya Bryan, membuat Zein dan Stella memandang bingung kearahnya.


"Cepat pulang dan cari putriku sampai dapat, dan pastikan keadaannya baik-baik saja, jika tidak aku akan benar-benar membunuhmu, ingatkan aku pernah melaporkan Lucas, bukan berarti aku tidak bisa melakukan itu dengamu," tegas Bryan, memandang Zein dengan penuh rasa hangat.


Dia dapat melihat cinta di mata Zein yang begitu besar untuk putrinya, dan dia mencoba untuk memberikan kesempataan pada Zein untuk membuktikaanya.


Seketika Zein langsung bangkit dari duduknya, dan menatap Bryan dengan air mata yang terjatuh membasahi pipinya yang sudah basah, karena sedari tadi hujan masih tak mau berhenti.


Sedangkan Stella kini tersenyum melihat Zein yang sudah mau memaafkan kesalahan Bryan, karena tentunya itu bukanlah kesalahan, melainkan sebuah pembelaan.


Dooorr, suara tembakan terdengar, entah dari mana asalnya. "Zeiiinnnnn," teriakan Stella menggema di daerah pengunungan itu.


Zein terdiam melihat darah di tangannya, darah yang berasal dari tubuh Bryan, "aarrggghh," jerit Bryan, sambil memegangi dadanya yang terkena tembakan.


"Ayah," panggil Zein, berusaha menopang tubuh Bryan yang nyaris terjatuh.


"Ayaaahhh," jeritnya lagi, ketika Bryan benar-benar tidak sadarkan diri.


Dengan sekuat tenaga Zein langsung menggendong tubuh Bryan, dengan bantuan Hitto yang sedari tadi diam mengikuti mereka.


Sedangkan Stella hanya bisa menangis melihat semua kejadian ini, namun matanya mencari dan melihat ke sekelilingnya, siapa yang sudah berani menembak saat ini?


Pertanyaan itu terus menerus berputar di kepala Stella, hingga salah satu anak buahnya memanggilnya untuk segera turun dari atas gunung, dan ikut ke rumah sakit untuk menyelamatakan Bryan.


*****


Note : Hallo Teman - Teman, Mimin Mau infokan Nih, Karena banyak banget yang tanyain, Kak kenapa Karyanya Brina sama Aldo di hapus sih kak?


Kak Karya Cassino King ( GRIFFIN ) pindah kemana kak?


JAWABANNYA, GAK PINDAH KEMANA - KEMANA YA, TEPAT AKAN MIMIN UPDATE DI NOVELTOON, TETAPI DULU KARENA MIMIN UPDATE KARYANYA ACAK BANGET, JADI KALIAN BINGUNG.


MAKANYA, MIMIN SELESAIKAN DULU KARYA - KARYA TERDAHULUNYA LALU MIMIN AKAN LANJUTKAN ATAU TERBITKAN LAGI KARYA ITU DI SINI,, DI AWAL BULAN NOVEMBER MIMIN AKAN TERBITKAN LAGI KARYA ALDO DAN BRINA.


JADI DI TUNGGU SAJA YA, Dan PLEASE TETAP DUKUNG DAN SEMANGATIN MIMIN, AGAR SEMANGAT NULISNYA BISA KEMBALI SEPERTI SEDIA KALLA UNTUK MENGHIBUR KALIAN SEMUA.


🙏🏻🙏🏻❤️❤️❤️ TERIMA KASIH YANG SAMPAI SAAT INI MASIH BERTAHAN DAN MENUNGGU KARYA - KARYA MIMIN, WALAUPUN KEMARIN SEMPAT HIATUS LAMA YA. TERIMA KASIH SEKALI LAGI ❤️🙏🏻


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*