
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰
**Jangan sinder **😘😘
🌹 **Happy Reading **🌹
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam setengah lamanya, kini mereka berdua telah tiba disebuah pulau Derawan di Provinsi Kalimantan Timur. Menatap indahnya pesona alam Indonesia.
“Waahhhh this so beautifful,” ungkap Dara kagum melihat keindahan nusantara.
Zein yang sedari tadi mengikuti Dara dari belakang, kini langsung memeluk kekasihnya mesra, “apa kamu menyukainya sayang ?” tanya Zein berbisik di telinga Dara.
Dara tersenyum, dan mengecup singkat pipi sang kakasih, “mau kemana pun kamu membawaku pergi, aku akan selalu menyukainya asalkan itu bersamamu,” godanya, semakin membuat Zein gemas padanya,hingga tanpa Zein sadari dia berhasil mengigit lengan polos Dara yang menggunakan Pyjamas terbuka.
“Awwwhhhhh,” jeritnya menjauhkan tubuh dari Zein.
“Apaa?” tanya Zein tanpa dosa, seperti merasa tidak melakukan apapun.
Dara menyeritkan keningnya sambil menatap tajam ke arah Zein, “’masih bisa bisa tanya apa?” ketus Dara, membuat Zein ingin tertawa keras.
Dengan wajah kesalnya, Dara mendekati Zein dan membalas menggigit tangan kekasihnya, “aarrggghhhhh Daraaaaaa,” teriaknya sekeras mungkin, karena Dara yang menggunakan behel dan itu menancap di tangan Zein.
“Apa?” tanya Dara, mempraktekan pertanyaan Zein tadi.
“Buka behelmu itu bisa tidak? Aku tidak suka kamu memakai itu,” sahut Zein, sambil mencubit pipi Dara dan memperlihatkan deretan behel yang dia pakai.
Dara menepiskan tangan Zein, lalu mentap kekasihnya itu dengan tersenyum manis. “Sekarang kasihakan ponsel, dompet dan jam tangan kamu,” pinta Dara, sembari menjulurkan tanganya bersiap untuk menerima barang-barang milik Zein.
“Untuk apa ?” tanya Zein, sambil melipat tanganya didepan dada.
Merasa tidak ditanggapin, Dara langsung mengambil dan mengeluarkan sendiri barang-barang berharga Zein dari saku celananya. “Sekarang semuanya udah kosongkan,” seru Dara pelan.
“Ini barang-barang aku taruh dikamar dulu,” ucapnya lagi, sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam salah satu kamar yang langsung berhadapan dengan laut.
Dara menatap ke arah Zein yang sedang berdiri menatap hamparan laut luas. Dengan senyum jahilnya, Dara langsung berlari dan mendorong bersamaan tubuh mereka masuk ke dalam laut. “Daraaaaa,” teriak Zein, karena terkejut ketika dirinya di dorong jatuh.
Bbyyyuurrrrr, keduanya jatuh bersamaan dan saling memeluk satu sama lain.
“Sayang, kamu berani jahil ya sekarang hem,” imbuh Zein, semakin mendekap erat tubuh mungil kekasihnya.
Dara tertawa seriang mungkin sambil melingkarkan tanganya dileher Zein, “Sayang, ketika suatu saat nanti, kamu dihadapkan pilihan untuk memilihku atau masa depan, apa yang akan kamu pilih ?” tanya Dara serius menatap lekat ke dalam mata Zein.
Sedangkan Zein langsung menyeritkan keningnya bingung, sambil mengusap lembut paha kekasihnya itu karena sedikit terbuka, “bagaiamana mau memilih, jika jawabanya adalah satu,” jawab Zein.
Dara menepuk singkat pipi Zein agar tidak iseng menjawabnya, “aduuhh, sayang kenapa memukulku ?” keluh Zein pada Dara.
“Karena kamu tuh iseng banget, dikasih pertanyaan dengan dua jawaban, kenapa malah muter-muter,” sahut Dara dengan nada kesal.
Zein tersenyum, dan semakin mengeratkan pelukanya ditubuh Dara, “jika masa depanku itu adalah kamu, lalu kenapa aku harus memilih lagi?” ucap Zein, sambil balik bertanya.
Dara langsung tersipu malu mendengar jawabaan Zein kepadanya, hingga terlihat wajahnya sudah memerah bagaikan kepiting rebus.
“Dara, apakah kamu tau, jika di dunia ini kita diwajibkan untuk satu kali jatuh cinta?” ucap Zein, yang dijawab gelengan kepala oleh Dara.
“Aku tidak pernah mendengar teori itu, karena yang aku tau, manusia pasti akan jatuh cinta berkali-kali, ketika dia merasakan nyaman pada mahkluk lainya,” jawab Dara.
“Kamu salah sayang, ketika seseorang memilih pasangan yang lain, itu seperti sebuah keharusan atau sebuah obsesi semata, tetapi sesungguhnya, jatuh cinta itu hanya sekali, dan itulah yang membuat orang biasanya bisa melakukan apapun untuk cinta, seperti merelakan atau pura-pura stupid like that,” jelas Zein, namun sama sekali tidak ditanggapi oleh Dara.
“Kamu dengar penjelasaanku tidak ?” tanya Zein yang sedari tadi menatap Dara yang sedang melihat ke sana dan ke sini.
Zein tersenyum melihat Dara yang tertawa bahagia sambil memainkan air, “kebahagiaan hanya milik kita sayang, milik kita,” batin Zein, yakin dengan keputusanya.
“Udah yuk Dara,kamu belum ada sarapan sedari pagi, jadi kamu harus ada makan dulu, setelah itu baru main lagi,” ucap Zein menarik tubuh Dara, untuk naik ke permukaan.
Salah satu anak buah Zein, langsung memberikan handuk untuk Zein, ketika melihat Zein yang baru saja naik ke atas.
Ketika Dara baru saja ingin naik, Zein menajamkan matanya ke arah anak buahnya, agar segera pergi dari sini.
“Kenapa sayang ? Kenapa kamu usir mereka?” tanya Dara bingung, sebelum Zein menunjuk kearah dadanya yang mencetak jelas gunung kembarnya.
“OMG, sayang kenapa tidak bilang dari tadi,” ketus Dara langsung menarik handuk Zein, dan berlari masuk ke dalam kamar untuk mandi.
Namun sebelum Dara menutup pintu kamar mandi, Zein sudah lebih dulu menahannya, “sayang, aku ingin,” pintanya pada Dara, dan langsung menarik handuk yang melingkar ditubuh kekasihnya.
“Sayang ini ruang terbuka, kalau nanti ada yang lihat bagimana?” tolak Dara, ingin menutup kembali tubuhnya. Namun lagi-lagi Zein menghalanginya dan langsung menarik paksa Dara naik ke tempat tidur.
“Hahahaha sayang ini, kebiasaan deh gak bisa sabar,” sahut Dara, kesal namun ingin tertawa melihat ekspresi Zein yang sudah seperti itu.
Zein yang merasa dipermainkan, langsung memasukan kukubirdnya kedalam apom Dara, hingga wanita itu berteriak menjerit kesakitaan. Plaaakkkk Dara memukul lengan Zein dengan keras.
“Bisa pelan tidak, kaya gak pernah dapat jatah setahun aja buru-buru begitu,” sahut Dara kesal, namun Zein tidak memperdulikan itu, dia terus saja bermain morena dengan Dara sampai permainan ke tiga kali barulah Zein melepaskan Dara.
“Tidurlah sayang, kamu pasti lelah,” bisik Zein, ketika Dara masih menatapnya dengan sendu.
“Sayang kita belum menikah, tapi kita sudah honeymoon,” sindir Dara, yang dibalas senyuman manis oleh Zein.
Setelah itu barulah Dara memejamkan matanya karena sudah terlalu lelah, akan tetapi berbeda dengan Zein, yang menatap ke arah ponsel Dara, dan akhirnya dia memilih untuk memeriksa ponsel kekasihnya itu, dengan niatan untuk menyadapnya.
Zein meneliti satu persatu ke dalam sosial media serta penyimpanan berkas-berkas Dara, hingga dia menemukan sebuah galeri berjudul “my family”.
Dengan rasa penasaraan yang tinggi, Zein mencoba untuk membuka satu persatu foto-foto itu, hingga fokusnya pada dua gambar yang membuatnya terpancing emosi.
“’Mamah,” gumam Zein, melihat foto Tenry yang berada didalam ponsel kekasihnya.
Namun fokus Zein bukan pada foto Mamahnya, melainkan pada foto wanita yang berada disamping Mamahnya.
“Zein, yang menyebabkan Papah dan Mamah kamu meninggal adalah dua pasangan yang tidak tau diri, yaitu Nayra kakak kandung dari Mamah kamu, dan juga Bryan, anak buah kepercayaan Papah kamu yang sengaja melaporkan Papah kamu ke dewan Negara,” kalimat itu yang selalu teringat dipikiran Zein.
Terlebih dia membaca tulisan di foto itu, “mamah dan Aunty cantik,” emosi Zein tiba-tiba memuncak, hingga tanpa sadar dia meremas bahkan mematahkan ponsel Dara begitu saja.
Dengan nafas yang tersenggal, Zein kembali mengenakan pakaianya, dan melangkahkan kakinya keluar untuk menghubungi seseorang, “Uncle Arvan, Zein boleh minta tolong untuk meretas salah satu identitas manusia bernama Andara Naqquenza,” pintanya disambungan telpon.
**To Be Continue. *
hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻