It’S So Hurts

It’S So Hurts
New Lord of The World



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


Setelah Arvan membuka pakaiannya, kini giliran Griffin yang membuka pakaiaanya dan memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang sudah terbentuk meskipun masih diusia muda.


"Lord," tegur Robert lagi pada Arvan, untuk memberikan kode bahwa semua telah siap dilakukan.


"Baiklah," sahut Arvan yang mengerti arti dari teguran itu.


Dan terlihat Arvan yang maju selangkah ke depan, dan memperlihatkan aura kebangsaan serta kepemipinannya.


"Seluruh hadirin yang telah berada di sini, kalian tentu tahu bahwa saya Arvan Leonardo Manopo, telah memegang penuh kendali keluarga Manopo dan Lesham secara menyeluruh, saya yang dinobatkan sebagai Lord of The World, menggantikan posisi papah saya yaitu Andreas Manopo. Dan saya sudah menduduki kursi utama dalam dunia ini selama lima dekade, dan mengenai pertanyaan kalian, kenapa tidak diganti di saat masih menginjak 3 dekade, itu karena anak saya Albert yang harusnya memimpin pada saat ini, dia harus merenggang nyawa di tangan musuh, ketika melakukan baby moon bersama dengan istrinya."


"Dan sekarang, barulah saya akan mengumukan New Lord Of The World, apa kalian tahu, dia pemimpin bukan sembarangan pemimpin seperti saya yang hanya memegang dua kendali nama besar utama Manopo dan Lesham. Tetapi di pundaknya akan memikul dan memimpin 4 nama keluarga Utama sekaligus. Manopo,Lesham,Jonathan dan Emilio. Dia akan memikul dan menggengam ke-4 nama keluarga tersebut, dia adalah pemimpin utama dunia yang baru pertama kali dalam sejarah dunia, satu pemimpin yang mampu dan harus mampu membawa ke-4 nama besar keluarga."


Arvan terus mengatakan hal yang membuat Griffin tercengang mendengarnya, bagaimana bisa dia memikul Empat nama besar keturunan sekaligus? bagaimana bisa? Pria tua ini membiarkannya memimpin ke-4 nama besar itu.


"Griffin, it's so amazing," gumam Lyla, yang tidak menyangka bahwa Griffin benar-benar akan menjadi seorang Lord.


Griffin hanya diam saja, dan terus mendengar apa yang tengah dikatakaan oleh Arvan di depan sana, rasa amarah semakin menyelimuti hatinya.


"Siaal! Tua bangka ini benar-benar seperti ingin membunuhku secara perlahan, begitu banyak dia mempunyai cucu, kenapa hanya aku yang dia siksa? Kenapa hanya aku yang memikul seluruh beban ini?" batinya, dengan sekuat tenaga menahan emosi.


Arvan memiliki empat cucu, yang tiganya berasal dari Alson dan Vika, tetapi kenapa hanya Griffin yang dia nobatkan saat ini? Bagaimana dengan nasib cucu-cucu yang lainnya. Dan ini hal yang paling tidak disukai oleh Griffin.


Dia menganggap jika Arvan benar-benar pilih kasih kepadanya. Dan membedakan dirinya dengan cucu yang lainnya.


"Sabar Fin, orang sabar di sayang Tuhan," lirih Lyla pelan, yang terdengar seperti ejekan kepadanya.


Griffin menatap Lyla dengan lekat, namun bukannya takut, Lyla malah menampilkan wajah acuhnya.


"Tatomu bagus juga ya Fin, asli tanpa tintah, heheh," serunya lagi pelan, membuat Griffin ingi sekali menjitak kepala sahabatnya itu, agar sedikit jernih dan berpikir secara normal.


"Baaaiiikkklah, mari kita sambut Lord kita yang baru, Griffin Jonathan Emilio Manopo," suara Arvan yang terdengar memanggilnya.


Plaaakkk, Lyla memukul punggung Griffin dengan kuat, lalu tersenyum tanpa menampilkan rasa bersalah sama sekali.


"Kenapa kamu memukulku?" tanya Griffin menampilkan rasa kesalnya.


"Semangat Fin, doaku menyertaimu," lirihnya pelan, membuat Griffin hanya bisa menghela nafasnya kasar, dan lalu segera melangkahkan kakinya ke depan dan memperlihatkan lambang pemimpin yang ada di punggungnya.


Lambang yang beberapa hari lalu Arvan sematkan di tubuhnya, membuatnya tahu jika lambang itu hanyalah dimiliki oleh pemimpin keluarga Manopo saja.


Griffin tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Arvan. Fokusnya sekarang hanyalah satu, yaitu mengingat sosok Zein yang sudah tidak ada di sini.


"Harusnya kamu melihat ini semua uncle, harusnya kamu adalah orang pertama yang mengatakan jika kamu bangga kepadaku, karena sudah berhasil memimpin dunia, dan semua ini aku dedikasikan untukmu uncle, hanya untukmu," batin Griffin, yang sejujurnya sangat merindukan sosok Zein.


Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kini terlihat Griffin yang mengantarkan Lyla untuk pulang ke rumahnya. "Lyla, selama aku berada di Italia nanti, aku mohon dengan kamu, untuk menjaga tante Dara dan Jingga dengan serius, kamu tahukan bahwa yang ingin melukainya itu bukan hanya si tua bangka saja, tetapi si pelakor itu juga," pesan Griffin pada Lyla.


"Heh, gak usah kamu bilang, aku sudah pasti jagain merekalah, anggap aja bahwa ini adalah balas budi kita kepada uncle Zein yang sudah melatih kita, hingga menjadi seperti ini," sahutnya menggunakan emosi.


Setiap sikap Lyla yang seperti ini, Griffin hanya terdiam dan malas untuk menggapinya. Walaupun jujur itu adalah sebuah tantangan dalam menaklukan wanita yang bersifat seperti Lyla.


"Aku gak nyangka, kalau uncle Zein akan pergi meninggalkan kita secepat ini," gumam Lyla, yang kali ini menggunakan suara pelannya.


Griffin menoleh sekilas menatap Lyla yang sedang memandang lurus ke arah jalanan.


"Iya, aku merindukan uncle Zein, aku merindukan Derry, dan merindukan masa di mana kita semua berlatih bersama dan menyelesaikan misi-misi yang menyenangkan," ungkapnya pada Griffin.


Begitu juga dengan Griffin, terus terang dia sangat merindukan masa di mana dirinya, Lyla dan Derry berlatih bersama, serta Zein yang begitu tegas melatih mereka hingga bisa seperti sekarang ini.


"Sangat besar jasa uncle Zein kepada kita Fin," sambungnya lagi, yang sependapat dengan apa yang sedang dipikirkan oleh Lyla.


"Mulai saat ini, nasib tante Dara dan juga Jingga berada di tangan kita La, jangan sampai ada yang menyakitinya lagi, karena aku pasti tidak akan tinggal diam ketika hal itu terjadi," ucap Griffin yang yakin dengan kata-katanya sendiri.


Dia sudah berjanji pada dunia, bahwa menjaga Dara dan Jingga adalah tugasnya yang paling utama.


"Ya, I agree," sahut Lyla.


***


Sedangkan di sisi lain, Dara yang baru sadarkan diri, kini terlihat sedang berada di sebuah kamar yang begitu asing baginya.


"Aku di mana?" gumamnya pelan, sambil melihat ke arah sekitraanya.


Dia melihat Jingga yang sudah tertidur dengan lelap, "siapa yang sudah menggantikan baju Jingga?" tanyanya pada diri sendiri.


Lalu dia segera beranjak dari tempat tidur, untuk melihat ke luar dari atas balkon untik menemukan jawabaannya.


"Aahhh ternyata aku masih di hotel," ucapnya, sambil mencoba untuk menghirup udara sejuk di malam hari.


Dara memeluk tubuhnya sendiri, mengusir hawa dingin yang menyeruak di kulit mulusnya.


"Aku pasti bisa melalui ini semua, jangan lemah Dara, ada Jingga yang harus kamu jaga, kamu harus mulai membiasakan dirimu tanpa kehadiran Zein saat ini," batinya berusaha menyemangati dirinya sendiri.


Mungkin memang semuanya terasa berat, namun mau tidak mau dia tetap harus belajar melupakan kehadiraan Zein seperti biasanya.


Dia wajib mengingatkan pada dirinya sendiri, bahwa Zein sudah benar-benar tidak ada di dunia ini.


Dara masih mencoba menatap langit malam yang dipenuhi oleh beberapa bintang yang paling bersinar mengelilingi bulan purnama pada malam ini.


Namun ketika dia baru saja ingin melangkahkan kakinya masuk, tiba-tiba dia merasakan mual yang sangat hebat.


"Hoeukkk,,hooeekkk,,hueekkk," Dara mencoba menahan rasa mual di perutnya.


Dia merasa angin malam ini sangatlah dingin, hingga membuatnya masuk angin dalam sekejap.


"Hueeekkkk,,huuuueekkk," dengan segera Dara berlari masuk ke dalam kamar mandi, dan mengeluarkan seluruh isi di dalan perutnya.


"Ada apa denganku?" lirihnya pelan, sambil terus memperbaiki perasaanya, dan mencoba untuk beristirahat sejenak.


To Be Continue


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*