
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰
**Jangan sinder **😘😘
🌹 **Happy Reading **🌹
Dorrrrrr, satu peluru berhasil di lepaskan, membuat langkah Dara terhenti, dan tersenyum menatap ke belakang, "kenapa kamu melakukan ini? Kenapa ?" tanyanya dengan nafas yang tersenggal.
Justin dan Tyas saat ini hanya terdiam dan tidak percaya dengan apa yang terjadi. Orang yang terkenal bijaksana dan rendah hati seperti Lord Arvan, kini membunuh ibu hamil tanpa ada perasaan bersalah sama sekali.
“Daaaaaarrrrrraaaaaaaaa," teriak Zein, ketika baru sampai di rumah Justin, dan melihat Dara yang nyaris terjatuh dengan darah yang menguncur dari punggung belakangnya.
Dia langsung cepat berlari menangkap tubuh Dara, sebelum akhirnya dia terjatuh, "Dara,,sayang bangun,,Daraa,hiskk,,hiskk bertahaanlah, kita akan ke rumah sakit sekarang. Bertahan sayang," lirihnya pelan, tidak mampu berkata apapun lagi, selain berharap untuk kesalemataan Dara.
Tanpa menperdulikan siapapun, Zein langsung membawa Dara ke rumah sakit menggunakan mobilnya, tanpa dia perduli jika Arvan akan marah atau apapun.
Sesampainya di rumah sakit, Dara masih berusaha untuk membuka matanya, hingga dia tersenyum ke arah Zein dan menggengam tangan Zein, lalu meletakaanya di perut ratanya. "little Zera, selamatkan dia,,aku mohon, jangan perdulikaan nyawaku," pintanya pada Zein, yang kali ini tidak bisa berkata apapun.
Zein kembali meneteskan air matanya, dia benar-benar tidak sanggup melihat Dara yang seperti ini, hingga tatapan membunuhnya kini terpancar lagi ketika Dara di masukan ke dalam meja operasi.
Tatapan Zein kini jatuh pada Arvan yang berdiri tidak jauh darinya, buggghhhh,, bugghhh "aku menyelamatkan Griffin cucumu! Lalu mengapa kamu membunuh anakku," bentaknya penuh emosi.
Lalu dia memilih untuk meminta bantuan pada Jennie, untuk memberikan peringatan pada suaminya itu agar tidak terlalu jauh dalam bertindak mengurusi rumah tangga orang.
Dan benar saja, tak lama Zein mengirim pesan pada Jenni, saat ini Arvan langsung balik ke Italia, tanpa berkata apapun pada Zein.
Rasa kebenciaan Zein saat ini benar-benar tumbuh, lagi-lagi dia meminta bantuan pada Mario agar bisa mengawasi besannya itu.
Sungguh Mario dan Eden mengecam keras apa yang telah di lakukan oleh Arvan, mereka berjanji akan selalu ada di pihak Zein dan mendukung keputusaan Zein.
Tak terkecuali Stella yang saat ini juga sudah mengetahui apa yang sudah di lakukan oleh Arvan, hingga Valen sudah tidak berani membuka suaranya lagi.
Zein benar-benar mencari dukungan orang-orang terkuat untuk melawan Arvan, ini sudah sangat-sangat keterlaluan, sampai dia tidak bisa memaafkan apa yang sudah dia lakukan kepada Dara dan juga bayinya.
“Suami Mrs Dara," panggil dokter itu, ketika baru saja selesai menangani Dara.
Dengan cepat Zein langsung berdiri dan menghampiri dokter itu, "bagaimana keadaan istri saya dok?"
“Kami sudah berhasil mengeluarkan peluru itu dari tubuh istri Anda, hanya saja-," ucapnya terputus ketika dokter tidak sanggup memeberikan keterangaan lanjut.
“Hanya saja apa dok?" tanya Zein tidak sabar.
Dokter itu terlihat menarik nafasnya panjang, dan menatap ke arah Zein, "maaf Tuan, janinnya tidak bisa kami selamatkan," ucap sang dokter, dan langsung berpamitan kepada Zein.
Sedangkan Zein terlihat mengejar Dara yang sudah di bawa ke ruang perawataan.
Zein terus menunggui Dara sampai dia benar-benar sadar.
Hingga Zein mencoba kembali tidur, namun terbangun, karena melihat Dara yang mulai sadar dari masa kritisnya.
“Zein, bayi kita selamatkan?" tanya, lalu berusaha bangkit dari tidurnya.
Dengan sigap Zein langsung membantu Dara, "Sayang apa yang sedang kamu lakukan ?" lirihnya dengan ikut membantu Dara yang mencoba untuk duduk.
“Bagaimana dengan bayi kita ?" tanyanya lagi dengan suara yang masih lemas.
Sontak saja Zein langusung terdiam, dia bingung harus berkata apa dengan kondisi Dara yang seperti ini.
“Bayi kita selamatkan ?" tanyanya lagi danlagi menatap Zein sambil memegang perutnya.
Zein masih diam dengan raut wajah yang mulai memucat. "Kenapa kamu tidak mau menjawabnya? Bayi kita dia baik-baik aja kan?" tanyanya untuk ke sekian kali, dengan menatap wajah Zein dengan kondisinya yang masih sangat lemah.
Zein terlihat menarik nafas panjang dan menundukan kepalanya, menahan tangisnya lagi yang hampir pecah mendapatkan tatapan dari wajah pucat Kekasihnya.
“Tidak .. itu tidak mungkin terjadi.. itu tidak mungkin," ucapnya tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.
“Little Zera sudah pergi sayang," ucapnya dengan menggengam tangan Dara.
“Apa ? Bukankah aku sudah meminta kepadamu untuk menyelamatkan bayi ku, tanpa harus memperdulikan nyawaku.” ucapnya lagi tidak percaya dengan apa yang di katakan Zein, air matapun tak kuasa dia tahan lagi.
“Kenapa kamu begitu tega dengan bayi kita hiks,, hikss .hiks?,” teriaknya memukul tubuh Zein dengan tangisanya yang sangat keras.
“Bagaimana aku bisa hidup tanpa bayi kita sekarang? Kenapa kamu menyelamatkanku ? Kenapa kamu tidak menyelamatkan bayi kita?" tanyanya dengan tangisan yang pecah ini sambil menarik- narik kerah baju Zein untuk menumpahkan kesedihanya.
“Tolong kembalikan bayiku sekarang hikss .. hikks," pintanya memohon pada Arnon yang terlihat juga sudah tidak sanggup menahan air matanya.
“Tolong aku , kembalikan dia sekarang hiks..hikss," pintanya lagi dengan sangat-sangat memohon.
Zein benar-benar terdiam membisu menghadapi emosi tangisan Dara tidak bisa menerima kehilangan bayinya. "Sayang, aku mohon kamu jangan begini," sahut Zein dengan tangisanya, dia sebenarnya sudah tidak sanggup lagi menahan semua kesedihan ini . Namun dia harus telihat kuat agar bisa membantu menguatkan Dara.
“Kembalikan bayiku sekarang hikss,,hikss. Kembalikan aku mohon hikss ..hikss," ucapnya menguncang-guncangkan tubuh Zein dengan tangisanya yang semakin histeris.
Zein yang tidak sanggup menahan sesak di dadanya melihat tangisan Dara langsung memeluk tubuh mungil itu. Dengan air mata yang sama-sama mengalir, Zein masih diam tak bisa berkata apapun.
“Tolong kembalikan bayi ku sekarang, aku gak bisa hidup tanpanya hikss,hiksss ,hiksss bayi kita Zein bayi kita hiksss ,, hiksss,"
“Maafkan aku sayang, maafkan aku , hikks,, hikss , maafkan aku yg telah jadi pria tak berguna ini , maafkan aku " ucap Zein lagi.
Dara hanya mampu menangis dan tidak lama tidak langsung pingsan.
“Sayang,"panggilnya sambil menepuk pipi Dara.
“Dara" panggilnya lagi belum ada jawaban, dan dia langsung segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaaan Dara.
Tak lama kemudian Dokterpun datang dan langsung memeriksanya keadaan Dara.
“Bagaimna keadaanya Dok?" Tanya Zein di saat dokter terlihat selesai melakukan pemeriksaan.
“Dia hanya sedikir shok tuan, mohon bantuanya untuk menghibur pasien agar tidak menimbulkan depersi kehilangan untuknya " kata Dokter.
“Baiklah Dok , terima kasih sebelumnya," jawab Zein.
“Sama-sama kalo begitu saya permisi dulu," ucap Dokter berpamitan kepada Zein."
Zein langsung beralih menatap wajah kekasihnya dan duduk disebelah Dara dan terus menggam tanganya mungil kekasihnya.
“Tuhan, kamu mengirimkan bayi kepada seorang ayah yang sangat tidak berguna seperti ku, maka aku memohon kepadamu untuk bersimpati kepadanya, dan bawalah dia ke dunia yang paling indah yang berada disisimu, saya tidak dapat melindungi bayi ini, maaf kan lah aku Tuhan, amennn," ujarnya sambil terus meneteskan air matanya menahan kesesakan di dadanya.
**To Be Continue. *
hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻