
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰
**Jangan sinder **😘😘
🌹 **Happy Reading **🌹
Bila kau izinkan sesuatu terjadi, ku percaya semua untuk kebaikanku, bila nanti telah tiba waktumu. Ku percaya kuasamu memulihkan hidupku.
Waktu Tuhan pasti yang terbaik, walau kadang tak mudah dimengerti, lewati cobaan ku tetap percaya waktu Tuhan pasti yang terbaik.
***
Lord I call Your Name, I Hear Your voice searching for me
Lord I humble my self, I’m on my knees here in your presence
I give my life to You, All my burdens and my fears, I lay it down, I let it go
I surrender all, I surrender all. All to You my, blessed savio, I surrender. Draw me to Your place, Guide my heart with grace In Your Hands. I Surrender all.
*****
Lantunan musik-musik indah kini terdengar dengan merdu di dalam telinga dan kehangatan hati Dara.
Sudah sembilan bulan usia kandungan Dara, dan selama dia hidup sendiri dengan kandungnya, dia selalu menyempatkan dirinya untuk beribadah bersama dengan Freya, yang dia yakini bahwa akan ada keajaiban dari tangan Tuhan untuk mengembalikan kehidupannya yang sempurna.
Dia tidak pernah menyalahkan Tuhan dari semua kejadian yang kini tejadi di dalam kehidupannya.
Dan terbukti sekarang, karena mungkin Tuhan tau tentang kesedihaanya, makanya Tuhan memberikan kandungan yang sangat kuat untuk Dara.
Karena selama ini, Dara juga terlihat bekerja sebagai desainer di butik mewah miliknya.
Dara menggunakan harta yang diwarisakan oleh Zein dengan sebaik-baik mungkin, dia juga tidak pernah menjual rumah atau aset apapun, karena dia memikirkan bahwa ada hak Jingga dan bayi yang akan lahir ke dunia itu untuk menerima warisan dari ayah mereka.
"Dara, seharusnya kamu tidak boleh keluar-keluar lagi tahu, nanti kalau brojol di jalanan gimana," tegur Freya, yang merasa sangat gemas sekali melihat Dara yang selalu saja keras kepala jika diberi nasehat.
Dara tersenyum manis, di saat Freya atau siapapun yang mencoba memarahinya, "kak Frey, kitakan hanya ke Gereja saja, lalu salahnya di mana? Kalau misalnya anak ini lahir di sini, bagus dong, karena dia berarti adalah anak Tuhan," balas Dara, dengan kalimat yang selalu sama seperti itu.
"Ohh, jadi kalau kamu lagi di butik, berarti anak kamu anak Butik dong," goda Freya yang memancing tawa dari keduanya.
"Sayang," tegur Aiden, yang baru saja datang bersama dengan Lyla yang saat ini terlihat menampilkan wajah cemberutnya.
"Kamu kenapa Lyla?" Tanya Freya, selalu bingung melihat putrinya yang selalu kesal jika sedang bersama dengan papahnya.
Lyla menghela nafasnya berat, lalu menatap ke arah mamahnya dengan sendu, "mah, Lyla pengen masuk ke dalam, dan berdoa sama Tuhan, agar nanti di saat pendaftaran orang tua baru, Lyla bisa mengganti papah dengan papah baru mah," adunya pada Freya, yang kini menampilkan wajah bingungnya.
Mendengar hal itu, Aiden langsung mengeluarkan ponsel dari sakunya, "Mah, sepertinya ada yang mau atm,debit, dan kartu kreditnya diblokir nih, ehmm, sepertinya papah memiliki kuasa untuk itu," ancam Aiden secara halus.
Seketika Freya langsung memijit keningnya pusing, merasa depresi melihat kelakuaan anak dan papahnya yang selalu saja terlibat masalah, bahkan terkadang sampai perang dingin.
"Gak papah atuh, kalau mau blokir, aku tinggal ngadu sama nenek dan kakek, dan aku bisa dapat atm baru," sahut Lyla dengan santainya.
"Oke, kalau begitu, mobil dan ponsel akan papah sita, dan akan papah kembalikan ketikan kamu sudah membuang jauh pikiranmu untik mencari papah baru," tegas Aiden, yang terlihat memasang wajah angkuhnya.
Lyla kini terdiam, kalau atm, aku bisa minta sama nenek, kalau mobil aku dapat di mana? Hiskk,,aku kalau telak, batinya yang merasa kalah dengan perdebatan bersama papahnya.
"Oke,,oke, mah jangan cari pendaftraan papah baru, tapi cari pendaftaran papah angkat baru, yang bisa kasih aku mobil tanpa penyitaan," bisiknya pada mamahnya.
"Ahhh sudah-sudah, tidak ada papah baru atau ayah angkat baru, kalian itu kenapa sih? Masa iya anak bapak gak bisa akur," bentak Freya, merasa pusing dengan kelakuaan keduanya.
Dara yang sedari tadi melihat pertengakaran mereka kini hanya bisa diam, sambil terus mengusap perutnya lembut.
"Sayang Lyla, anak papah yang cantiknya di atas mamah, kalau papah gak bangunin kamu pakai air, kamu gak akan bangun, percaya deh, masa iya anak gadis tidurnya kaya kebo, kalau si Deri pujaan hati kamu tahu kamu kebo. Gak akan mau dia sama kamu, percaya deh sama papah." Semenjak dia mengetahui jika anaknya suka dengan pria masa kecilnya. Mulai dari saat itulah Aiden selalu membawa nama Deri ikut serta dalam membujuk Lyla.
Walaupun akhirnya putri kecilnya itu tetap sedikit marah-marah seperti mamahnya, tetapi nama Deri adalah obat yang paling mujarab untuk membantu keselamataanya saat ini.
"Aarrggghh," keluh Dara tiba-tiba merasakan sakit di perutnya.
"Dara kamu kenapa?" tanya Freya dengan raut wajah yang cemas.
"Sepertinya aku mau melahirkan kak, karena aku merasakan sakit ini dari subuh, dan sakitnya juga datang pergi seperti itu." Dara memang merasakan nyeri seperti orang ingin pergi ke toilet sedari pagi, namun karena dia tidak memahaminya, maka dia membiarkannya begitu saja.
"Apakah sekarang masih sakit?" tanya Aiden lagi.
Dara menggelengkan kepalanya pelan, lalu kembali menampilkan senyum manisnya, "sudah tidak kak, sedari subuh memang seperti ini, sakit sebentar, terus hilang lagi, sakit sebentar terus hilang lagi," adunya pada Freya dan Aiden.
Freya yang tidak memahami tentang dunia kedokteraan kini meminta Dara untuk langsung ke rumah sakit saja.
"Kita bawa Dara langsung saja ya pah," pinta Freya pada Aiden.
"Iya sayang, kita telpon mamah dan yang lainnya saja, nanti biar mereka bisa nyusul," balas Aiden. Dan langsung bergegas menggendong tubuh Dara dengan ala bridal style.
"Aaahhh kakak aku malu," jerita Dara, ketika merasa malu dengan Aiden yang menggendongnya seperti itu.
Terutama dia merasa tidak enak dengan Freya yang selalu melihat Aiden selalu bertindak layaknya seorang suami kepada Dara. Namun sepertinya wanita cantik itu tidak pernah menpermasalahkaanya, malah dia lebih mendukung sikap Aiden tersebut.
Lyla yang merasa dilupakan kini hanya bisa mengedikan bahunya singkat, "anak yang terbuang," gumamnya malas, dan kini mengeluarkan ponselnya untuk mengirimkan pesan pada Griffin yang berada di Italia.
Your Linzerea Coming Soon. Tulisnya pada pesan singkat.
"Dari pada aku nungguin di rumah sakit, mending aku belanja lagi aja, buat menyambut baby Linzi," batinya, yang merasa bahwa belanjaanya dulu itu masih kurang.
"Baby, kakak cantik sudah belikan kamu banyak hadiah loh, jangan lupa nanti sama kakak kalau udah besar," ucapnya berbicara dengan dirinya sendiri. Lalu dia melihat mobil papahnya sudah tidak ada di depan mata.
"Ihhhhhhh, kesell ya, bisa-bisanya mereka lupa kalau anaknya ditinggal."
"Aku anak mereka bukan sih? Tapi kalau dibilang bukan, wajahku kembar sama papah, kalau dibilang iya, tetapi mereka tinggal gitu aja,hufftt, merasa di anak tirikan aku tuh," keluhnya, dan langsung memilih untuk segera pergi ke Mall untuk memborong lagi.
Terlahir dari keluarga sultan, membuat Lyla selalu saja bingung bagaimana caranya dia menghabiskan uang papahnya.
Padahal dia sudah menguras uang dengan seluruh tenaganya, tetapi bukannya berkurang, uang papahnya itu masih terus bertambah, bahak berpotensi untuk terlipat gandakan.
"Ahhh, pokoknya aku harus mempunyai adik yang banyak, biar bisa sama-sama bantuin papah mengahabiskan uang, lagian papah ini gak kasian apa, uangnya ketumpuk-tumpuk begitu," ucapnya sendiri sambil terus memperhatikan media sosial yang dia punya.
Lyla terpaksa harus menggunakan gocar untuk pergi ke mall, beruntung penampilan dia masih menggunakan seragam sekolah, jadi tidak akan pernah ada yang berpikir kalau dia adalah anak orang kaya.
To Be Continue
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*