
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰
**Jangan sinder **😘😘
🌹 **Happy Reading **🌹
"Zein, katakan padaku, bagaimana caranya untuk menyembuhkan luka sakit ini?" tanyanya pada Zein yang saat ini hanya bisa menundukan kepalanya, tanpa berani menatap wajah Dara yang sangat terlihat menyimpan seribu luka di dalamnya.
Zein hanya mampu terdiam tanpa mengatakan apapun, karena dia sendiri juga tidak tau apa jawabannya.
"Aku tau kamu tidak ada jawabannya," sambung Dara lagi, ketika melihat Zein yang sama sekali tidak membuka mulutnya untuk bicara.
Namun Zein benar-benar tidak ingin kehilangan Dara untuk yang kesekian kalinya, dia beranjak naik ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh Dara dengan erat.
"Hiskkk,,hiskkk, jangan sentuhhh aku Zein, aku muak, aku merasa jijik dengan kamu Zein, aku tidak mau," tangisnya histeris, ketika Zein kembali ingin membuka luka yang sudah ingin tertutup.
Tadi di saat dia masih dalam pengaruh obat bius, dia memang tidak bisa membuka matanya, namun dia bisa mendengar jelas ketika Stella mengatakan tentang Jingga pada Zein.
Stella mengetahui semuanya, karena rumah sakit yang digunakaan oleh Tasya adalah rumah sakit cabang miliknya, dan ketika Tasya menggunakan nama Maurice, tentu saja pihak rumah sakit mengetahui nama itu dengan jelas.
Karena nama Maurice berada di daftar jejeran nama keluarga utama.
"Kita akan pulang ke Indonesia Zein, Mamah ingin melihat keadaan Jingga, dia cucu keluarga kita Zein," ucap Stella pada saat tadi.
"Silahkan saja Mamah pergi, tetapi dia bukanlah anak aku, dia adalah anak Tasya," sahut Zein, seperti tidak merasakan kasihan ataupun naluri sebagai ayah sama sekali.
"Zein, Jingga sakit Zein, setidaknya kamu bisa memberikannya semangat sebagai seorang ayah," balas Stella lagi.
"Tidak,sekali tidak ya tidak, aku pernah meminta dia untuk menghilangkan anak itu, tapi dia tidak mau, dan sekarang kalau anak itu sakit maka itu bukan urusanku, karena bagiku anak itu sudah lama mati," tegas Zein, yang membuat Stella sama sekali tidak bisa berkutik.
Kalimat itulah yang sampai detik ini masih terngiang di kepala Dara, banyak sekali pertanyaan - pertanyaan yang berputar dan ingin sekali dia tanyakan pada Zein.
Because , It's So Hurts, semua yang terjadi saat ini benar-benar sangat menyakitkan mereka bertiga.
Dara benci dengan Tasya, tapi dia kasihan pada Jingga, tapi anak itu adalah anak hasil dari sebuah pengkhianaatan yang Zein lakukan.
Dia ingin menerima, tapi hatinya tidak bisa, karena setiap dia mendengar nama Tasya, maka bayangan tentang kejadian dulu semua pasti akan terngiang diingatannya.
Apa salah dari cinta mereka, kenapa hubungan yang terjalin di antara mereka kini menyakiti banyak pihak, Jingga memang tidak bersalah, namun Zein dan Tasyalah yang salah.
Jika ditanya siapa yang paling terluka di antara hubungan segitiga ini, maka jawabanya adalah ketiganya. Dara,Zein dan Tasya, merasakaan sakit yang teramat dari satu kata yang memiliki sebuah arti yang sangat dahsyat menghancurkan kehidupan yang sempurna yaitu PENGKHIANATAN.
"Dara, mungkin aku tidak bisa menyembuhkan luka di masa lalu, tapi aku janji akan memperbaikinya untuk masa depan kita dan anak-anak kita nanti," lirih Zein dengan lembut di telinga Dara.
Dara ingin menolak, tapi hatinya masih sangat mencintai Zein, cinta yang begitu sulit untuk dipadamkan dan digantikan oleh sebuah perasaan benci.
"Aku akan mencoba untuk memberikanmu kesempatan untuk terakhir kali, tapi jika ternyata kamu masih mengkhianatiku dengan dia, maka aku akan benar-benar pergi dari kehidupaan kamu, untuk selama-lamanya," jawab Dara, yang diikut sertakan kalimat ancaman pada Zein.
Memang hanya Dara sajalah yang berani mengancam Zein, tidak ada satupun yang bisa mengendalikan sifat Zein selain kekuataan cinta di dalam diri Dara.
Zein tersenyum mendengar kalimat yang dikatakaan oleh kekasihnya ini, keinginannya untuk mendapatakaan kesempataan itu akhirnya tercapai.
"Terima kasih Dara, terima kasih," ucapnya, dan langsung melahap bibir Dara dengan kasar, menyalurkan semua nafsunya yang sudah belasan tahun ini tidak tersalurkan.
Cklekkkk, pintu terbuka lebar disaat keduanya sedang terlibat adegan setengah dewasa.
"Uhhhuuuukkk,,uhhhuuuuukkk," suara batuk Aiden yang terdengar mengagetkan kedua insan yang sangat-sangat tidak tau tempat itu.
Sontak saja keduanya langsung menjauhkan diri, dan bahkan Dara tidak sengaja menendang tubuh Zein hingga terjatuh ke bawah.
Kedebbbuuugggg bunyi tubuh Zein yang terdengar seperti nangka jatuh.
"Aduuuuhhh sayang, kenapa kamu dorong aku," keluh Zein, sambil mengusap-ngusap bokingnya yang terasa pedis karena terjatuh.
Namun Dara sama sekali tidak menjawab, dia malah gugup bahkan sampai menggigit bibir bawahnya karena merasa canggung dengan Aiden dan Mario yang melihat kemesraan yang tidak tahu tempat itu.
"Bisa-bisanya nih bocah satu habis nembak Lord dan sekarang asik-asik mesra tanpa ada rasa bersalah sama sekali," sindir Aiden tanpa ada rasa takut.
Mendengar hal itu wajah Zein seketika langsung bias, begitupula dengan Dara, yang merasa bahwa semua ini terjadi karena dirinya.
Bahkan mendengar nama Arvan, rasa pedis yang tadi dirasakan oleh Zein, kini menghilang seketika. Membuat dirinya langsung bangkit dan duduk dengan nyaman di atas sofa.
Aiden langsung menatap ke arah Mario, "aku rekam loh Dad, kalau Daddy mau punya istri banyak," sahut Aiden, menakut-nakuti suami yang paling takut dengan istrinya ini.
"Daddy tidak bilang mau punya istri banyak loh Aiden, kamu jangan fitnah," balas Mario, yang tidak terima atas tuduhan yang dilontrakan oleh Aiden.
"Tadi Daddy bilang, masih punya istri 1, kan berarti berpotensi punya istri banyak," elak Aiden, yang meyakini bahwa tuduhannya adalah sebuah kenyataan.
Dara yang melihat tingkah Mario dan Aiden, rasanya ingin tertawa, karena dia pernah melihat Aiden yang juga begitu takut dengan istrinya, dan kali ini merasa jika ada pria yang lebih takut lagi dengan istrinya.
"Apa-apaan kalian," bentak Stella yang baru saja datang, dan mendengar semua perdebataan masalah istri banyak antara Aiden dan Mario.
Keduanya langsung terdiam seketika, namun berbeda dengan Zein yang nampak sangat cuek dan bahkan sekarang dia malah mengacuhkan kehadiraan Stella.
"Ini Daddy tadi," jawab Aiden menunjuk Mario yang memulai semuanya.
"Sudah kalian berdua ini memang tidak bisa serius dalam menghadapi masalah, sekarang kalian keluar!" perintah Stella dengan berteriak.
Aiden dan Mario kini terlihat saling dorong mendorong, karena merasa tidak ingin keluar.
"Kkkkeeeelllluuuaaaaarrrrrrr," teriak Stella yang kini benar-benar sudah naik pitam melihat tingkah keduanya yang sedari tadi memang sudah menjadi biang kerusuhan.
Merasa malu dilihat dokter dan perawat yang lewat ketika seorang wanita memaki seorang pria macho, kini Aiden dan Mario memilih memasang wajah datar dan dingin, lalu keluar dari ruangan Dara.
Setelah melihat kedua biang rusuh itu pergi, barulah Stella bisa bernafas lega lagi.
"Zein, Dara, Mamah ingin bicara sama kalian," seru Stella menatap ke arah Zein dan Dara bergantian.
Zein menganggukan kepalanya singkat, sebagai tanda dia menyetujuinya, karena saat ini Zein benar-benar enggan berbicara dengan Stella jika pembahasaanya masih seputar tentang Tasya dan Jingga.
Sedangkan Dara, kini tersenyum menanggapi ucapan Stella. Dan itu yang membuat Stella yakin jika Dara bukanlah orang jahat.
Karena dia sangat tau, jika Dara pasti pernah mendengar jika dirinya mendukung perinkahaan Zein dengan Tasya. Namun sepertinya Dara tidak menaruh dendam padanya karena hal itu.
*****
**To Be Continue. *
Note : Hallo Teman - teman, Mimin Ada berita gembira nih, karena Mimin baru kembali lagi ke sini, Mimin mau Mengadakan Give Away untuk pembaca setia Mimin nih, sebagai ucapan terima kasih karena masih mau bertahan di Karya - karya mimin Partner Ranjang/ Hot Mother 2 ya.
Caranya gampang banget kok, Tinggal cukup Komen, Like dan Vote dan kasih hadiah di karya Mimin Yang Ini ya.
Ingat syarat dan ketentuannya, yang Juara harus rajin komen, Like dan Vote dan Hadiah ya. jika tidak akan Mimin diskualifikasi.
Untuk Hadiahnya:
Juara 1 : 250.000
Juara 2 : 150.000
Juara 3 : 100.000
Juara 4 - 5 : 50.000
Ini buat Happy - Happyan aja kok, dan harus sportif ya ❤️
Pengumuman akan Mimin umumkan di Tanggal 28 November, jadi jaraknya ada satu bulan ya, See youu ❤️
hey teman - teman, Cerita Mimin kali ini kurang menarik ya?? kok sepi banget Likenya 😭
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻