It’S So Hurts

It’S So Hurts
Jangan Sia - Siakan Pengorbanan Zein



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


Dara tersenyum manis melihat Griffin dan Lyla yang saling menggoda satu sama lainnya.


"Mah ayo kita pulang sekarang," ajak Jingga memaksa Dara untuk pulang lebih dulu.


Sejujurnya Dara sedang merasa bingung saat ini, dia sangat tidak enak dengan yang lain ketika dirinya yang tidak mempunyai hubungan bersama dengan Jingga, namun pergi membawa Jingga dan menjauhkannya dari ibu kandungnya.


Stella yang melihat keraguaan di wajah Dara itu, kini tersenyum dengan penuh keyakinan, "tidak apa, anggap saja dia seperti anak kamu sendiri, urusan Tasya biar tante yang mengaturnya," ucap Stella dengan lembut.


"Sekarang hiduplah dengan damai Dara, adikku sudah membayar kebebasan dan kebahgaiaanmu dengan nyawanya, jangan buat pengorbanan yang dia lakukaan saat ini menjadi sia-sia," sahut Aiden dengan menaruh banyak harapan pada Dara.


Freya memeluk tubuh Dara dengan erat, berharap itu bisa sedikit mengurangi rasa sakit dipikiraanya, "kita semua akan selalu ada bersamamu Dara, jadi jangan pernah sungkan untuk menghubungi kami ya," kata Freya.


"Kalian semua sekarang berada dipihak dia, dulu kalian yang meminta aku untuk menikah dengan Zein, dan sekarang kalian semua malah menyalahkanku," pekik Tasya dengan sangat keras.


"Siapa yang mendukungmu? Aku tidak pernah mendukungmu," sahut Stella.


Tasya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan semua ini, lalu dia menatap ke arah Valen yang sedari tadi hanya diam saja.


"Bunda, kenapa Bunda diam saja? Bunda yang dulu paling antusis menikahkan aku dengan Zein, tapi kenapa sekarang semuanya diam? Kenapa semua malah menyalahkan aku?" tanyanya dengan hiteris.


Dia tidak menyangka dengan semua perlakuaan keluarga ini, dari awal dirinya hanya dianggap sebagai alat untuk memisahkan antara Zein dan Dara.


Flashback On


Ketika pada hari di mana Zein menelpon Arvan untuk mencari semua kebenaraan tentang asal usul Dara, Arvan sangat tau jika Zein pasti akan sangat marah besar.


Salah satu anak buah Zein bahkan melaporkan pada Arvan jika Zein telah kembali ke Jakarta dengan meninggalkan Dara begitu saja di Pulau Derawan.


"Siapkan wine beralchol tinggi di pesawat, dan pastikan Zein meminumnya dengan banyak," perintah Arvan pada saat itu.


"Dan jangan lupa, ketika dirinya sudah sampai di rumah, antar adik pria biadaab itu bertemu dengan Zein, dan biarkan dia menggunakan pakaian terbuka," titah Arvan dengan tegas.


Entah apa yang sedang berada di dalam pikiran Arvan pada saat ini, yang dia mau Zein tidak mencintai siapapun, karena dia tidak mau jika Zein akan berhenti menjadi tameng keluarganya dan mati konyol seperti Lucas papah Zein pada saat dulu, yang mati karena mencintai Tenry, mamah Zein.


Setelah memberikan perintah itu, Arvan terlihat tengah duduk dengan santainya di dalam sebuah ruangan yang sangat memberikan keterangaan.


Tidak lama dia menikmati harinya, terlihat Robert yang datang dengan membawakan sebuah rekaman CCTV yang dia curi dari rumah milik Zein.


"Semua sudah sesuai dengan rencana Lord, Zein sudah Berkhianat dengan wanita itu, dan sekarang hubunganya dengan Dara sudah berada di ujung tanduk," lapor Robert, yang merupakan asisten pribadi milik Arvan.


Dengan tersenyum puas Arvan memandang ke arah vidio itu, "apakah sekarang Valen membawa wanita itu?" tanya Arvan pada Robert.


"Iyah Lord, karena wanita yang bernama Tasya ini menerima banyak luka di sekujur tubuhnya akibat perlakuaan Zein yang tidak sadarkan diri," seru Robert, dan itu semakin membuat Arvan merasa puas.


"Beri tahu Valen, untuk segera memaksa Zein menikahi wanita itu!" perintahnya lagi.


"Tapi Lord, bukankah Anda tidak ingin Zein mencintai wanita ini? tetapi kenapa harus dinikahkan?" tanya Robert dengan bingung.


"Karena aku tahu, Dara tidak akan pernah mau memaafkan Zein jika dia sampai benar-benar menikahi Tasya, dan aku sangat yakin jika Zein tidak akan pernah mencintai Tasya seperti dia mencintai Zein," jelas Arvan.


"Baiklah Lord, saya mengerti. Semua akan segera saya atur," jawab Robert dengan ramah.


Arvan menganggukan kepalanya pelan, "Robert siapakan 1 Jet, aku ingin pergi ke Indonesia malam ini juga," seru Arvan, kembalia membuat Robert tidak mengerti denhan jalan pikiraan Lordnya ini.


Namun karena dia tidak ingin banyak bertanya, akhirnya dia mematuhinya, "baik Lord, akan segera saya siapkan," jawabnya, sebelum dirinya berlalu pergi.


Flashback Off


"Kalian selalu berpikir bahwa aku tidak pernah tahu tentang rencana kalian semua. Semua mamaksaku untuk menikahi Zein dan bahkan melakukan pengancaman itu terhadap Zein, padahal kalian jelas tahu yang aku inginkan saat ini hanya anakku, hanya putriku," ucapnya dengan lemah.


Hidup Tasya selama ini benar-benar hancur ketika dirinya dijadikan sebagai boneka untuk permainan mereka.


Terutama Arvan, dia adalah otak dari semua kejadian ini, namun seperti tidak merasa bersalah atau seperti apa, dirinya hanya berdiam diri di dalam kamar tanpa sepatah katapun ingin menjelaskan semua ini.


"Aku akui, bahwa akulah yang menembak Zein, tapi itu aku lakukan karena dirinya yang juga menuntun tanganku untuk menarik pelatuknya Dara," ucapnya menatap ke arah Dara yang kini terlihat mengalihkan pandanganya.


"Aku hanyalah seorang ibu yang menginginkan anaknya kembali Dara, aku rindu anakku, aku ingin menciumnya, aku ingin memeluknya seperti hari-hari bisanya, tetapi kamu dan Zein malah merampasnya dariku, apa salah jika aku mengharapkan anak aku kembali Dara?" ungkapnya dengan pertanyaan yang sangat menyudutkan posisi Dara saat ini.


"Heh, dasar perempuan tidak tahu malu, kamu itu sadar tidak apa kesalahaan kamu ha," bentak Stella pakai emosi.


"Mah sabar mah," ucap Freya yang menenangkan hati mertuanya.


"Kamu itu sudah merampas cintanya, kamu membunuh anak saya, dan sekarang kamu bicara seolah-olah mendiang anak saya dan Dara lah yang bersalah," seru Stella dengan menantang.


"Bukan saya menyalahkan tante, tetapi pada kenyataanya di sini memang Zein yang bersalah, coba saja dia tidak mengambil putri saya, maka semua tidak seperti ini tante," ucapnya membela diri.


Dara yang mendengar kata-kata itu kini memilih maju dan melepaskan gengaman tangan Jingga yang sedari tadi memegangnya, "kamu tau kenapa Zein menculik Jingga?"


"Itu karena kamu yang tidak pernah menerima kehadiran saya sebagai ibu tiri untuk dia, mikir, apakah jika Zein meminta baik-baik, kamu akan memberikaanya?"


"Aku rasa tidak Tasya, di sini kamulah yang paling bersalah, karena kalau tidak ada kehadiran kamu di dunia ini, maka aku dan Zein tidak akan pernah berada di dalam masalah cinta segitiga ini," teriak Dara, meluapkan segala emosi yang ada.


Stella,Freya, Aiden, Griffin dan yang lainya, kini lebih fokus kepada Jingga, karena mereka sangat tau bagaimana perasaan anak seusianya ketika melihat pertengkaraan kedua wanita yang dianggap sebagai ibunya.


"Andai saja kamu tidak ada di dunia ini, maka Zein tidak akan pernah mengkhianatiku, dan si bandot tua itu tidak akan menjadikanmu sebagai alat permainanmu, dan tidak akan pernah memasukanmu ke dalam kehidupanku dan Zein," Dara benar-benar marah kepada Tasya saat ini.


Amarah yang sudah dia simpan bertahun-tahun lamanya, kini akan dikeluarkan semuanya, agar Tasya mengerti siapa yang sedang menyakiti siapa.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*