It’S So Hurts

It’S So Hurts
Hero Lives In You



Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke **🥰


**Jangan sinder **😘😘


🌹 **Happy Reading **🌹


Kamu adalah nafas dan jantungku, kamu juga adalah sebuah tujuan hidupku, aku bahkan tidak akan tahu, bagaiaman sulitnya menjalani kehidupan ini tanpa kamu, Zein Alucas.


Bagiku kamu adalah dewaku, yang akan selalu ada di setiap doa serta hembusan nafasku.


Kehilangan dirimu ini benar-benar sangat mengujiku, kamu telah membuat semua yang indah di kehidupanku yang tidak sempurna menjadi lengkap karena kehadiranmu.


Mungkin ini hanyalah sebuah obsesiku untuk menjadi seorang wanita yang pantas untukmu. Tetapi ketahuilah bahwa jiwaku dan tubuhku adalah milikmu.


Rasa sakit yang kamu berikan padaku ini terasa sangat nyata dan perih, tetapi jika menurutmu itu adalah sebuah hadiah cinta darimu, maka aku akan menerimanya.


Langitku mencari bumimu, aku tidak tahu bagaimana caraku hidup tanpa adanya kehadiramu di sisiku Zein.


Aku mencintaimu dengan penuh pengabdian, tap kamu tidak pernah menyadari jika kamu adalah satu-satunya orang yang aku inginkan, sehingga kamu berbuat seperti ini untuk meninggalkanku di dunia.


Rasanya tetap seperti ini, tidak bisa untuk manahan diri untuk tidak merindukanu, segalanya telah meluap dari dalam diriku, hanya kehangatan pelukanmulah yang selalu ada di dalam bayanganku.


Masih teringat sangat bahagia, semua kenangan indah yang tersisa kini telah pergi dan tersimpan bersamamu.


Aku berharap kamu tetap memegang semua janji yang pernah kita ucapkan, selamanya dan jangan pernah dilepaskan.


Karena sampai detik ini aku masih tidak memahami apa yang sebenarnya ada di dalam pikiranmu, dan mengapa kamu melakukan semua ini.


Tapi aku selalu percaya Hero Lives In You, ada di dalam hatimu, karena sesungguhnya kamu selalu menyimpan sebuah perasaan takut yang tidak pernah diperlihatkan pada kami.


Tetapi kamu terlahir drngan kekuatan yang sedang kami lihat saat ini, aku sangat percaya jiwa pahlawan ada didalam dirimu.


Masih tersisa satu tempat di dunia ini, bisakah aku meminta kamu untuk kembali dan tolong kasih tahu kepadaku alasan apa yang bisa membuatku menghapus luka sakit di hatiku saat ini.


Rasa sakit kehilangan ini akan lebih terasa jika aku mengantarkanmu untuk terakhir kali.


Ketika aku memejamkan mata ini, aku berharap kamu ada di sisiku untuk mengecuup keningku seperi biasa di pagi hari kamu melakukaanya.


Tidak pernahkah kamu berpikir, bagaimana sakitnya aku dan putri kita karena pengorbanan kamu ini?


Tidakkah kamu bertanya bagaimana perasaanku ketika melihatmu tidak ada di sisiku?


Apakah pengorbanan ini penting untuk segala kedamaian?


Apakah dengan darah yang kamu keluarkan api yang berkobar itu sudah bisa padam?


Apakah kamu tidak bisa berpikir bagaimana sakitnya sebuah cinta yang tidak menemukan pemiliknya?


Semua itu adalah sebuah pertanyaan-pertanyaan yang tidak akan ada satupun orang bisa menjawabnya.


Dara terus bermonolog sendiri di dalam hatinya, rasa sakit kehilanggan ini benar-benar menusuk di dalam jiwanya.


Tanpa ada yang bisa memberitahunya bagaimana bisa dia melewati ini semua.


Sampai akhirnya terlihat Freya yang datang untuk mengunjunginya.


Freya memang tidak ikut bersama Aiden untuk ke Italia, sehingga dia ditugaskan untuk menjemput Dara sebagai penghormataan terakhir untuk Zein.


Sumpah demi Tuhan, Freya sama sekali tidak sanggup ketika melihat Dara yang menatap kosong ke arah wajah Jingga.


Hingga akhirnya tanpa izin dari pemilik tubuh, Freya langsung memeluk tubuh lemah itu dari belakang.


"Ahhhhhh Dara,hisskkk,,hissk," tangis Freya bersamaan dengan tangisan Dara yang memecah keheningan.


"Kenapa dunia ini begitu kejam hingga mengambil Zein dari kami yang membutuhkannya,hiskkk,,hisskk, mereka sudah mengambil ayah dan kakakku, dan sekarang juga mengambil suamiku, kenapa tidak aku saja yang mereka bunuh untuk bisa menuntaskan semua dendam ini?" tanyanya pada Freya yang kini semakin memeluknya erat.


Tidak lama kemudian, Jingga yang sedari semalam sudah mencari tentang keberadaan Zein, kini melihatnya terbangun kembali.


"Jingga sayang," ucapnya, sambil berusaha menghapus air mata yang membasahi pipinya.


Namun terasa sangat percuma ketika melihat mata Dara yang sudah bengkak, karena menangis sedari pagi.


"Mamah," gumam Jingga bingung, karena tadi tidak sengaja di dalam tidur dia mendengar jika mamahnya itu mengatakan mengambil suamiku.


"Jingga sayang, ini mamah nak, mamah di sini," lirih Dara pelan, dan itu semakin membuat Freya tidak mampu menahan tangisnya.


"Dara, pergilah untuk memberikan penghormatan terakhir untuknya, dia pasti ingin kamu untuk melihatnya," pinta Freya, yang akhirnya mengatakan apa tujuananya datang ke rumah sakit.


Dara menggelengkan kepalanya kuat, kembali menolak permintaan untuk mengantarkan Zein ke peristirahataan terakhirnya.


Lalu dia berdiri dan ingin mengambil sesuatu di dalam jacketnya. Namun dia merasakan ada sesuatu yang tersimpan di dalam sana.


Dengan diam Dara menatap Freya yang masih setia berdiri di sebelah Jingga, dengan Jingga yang terus menatap Mamahnya bingung.


Perlahan Dara mengeluarkan barang yang berada di saku jacketnya, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat sebuah kotak cincin beserta ipod yang berada di dalam sana.


Dara mengambil headset untuk memdengar rekaman yang tersimpan di dalam ipod kecil itu. Dan mendengarkannya secara saksama.


"Hallo sayang, apa kabar? Pasti kamu sedang tidak baik-baik saja, dan aku tau itu. Tapi aku harap kamu juga bisa mengikhlaskan aku yang telah gugur dalam pertentangan hati ini, jujur aku sangat berat untuk meninggalkan kamu dan Jingga, tapi ini adalah jalan untuk kita bisa hidup dengan tenang, dan aku harap kamu bisa mengerti tentang semua ini. Dan aku sangat tau, jika nanti ketika aku tidak ada, kamu pasti akan menolak untuk mengantarkanku di tempat keabadiaankan, tapi aku minta datanglah sayang, aku ingin kamu memeluk tubuhku yang sudah tidak bisa memelukmu lagi, yang sudah tidak bisa memberikan sebuah kehangatan di dalam hembusan angin yang menerpamu di kalla malam tiba, aku adalah sosok suami yang tidak sempurna untuk mendapatkan cinta yang begitu sempurna darimu, aku sadar bahwa tidak ada kenangan indah yang aku tinggalkan untukmu, maaf jika selama ini aku hanya bisa membirkanmu sebuah luka yang mendalam, tapi percayalah jika kamu Andra Naqquenza adalah, satu-satunya wanita yang ada di dalam hatiku dan hanya kamu wanita yang bisa membuatku jatuh cinta hingga berkali-kali, aku mencintaimu Dara, aku mencintai Jingga, aku pamit sayang, hiskk,,maafkan aku yang harus pergi dengan cara seperti ini, tapi percayalah jika aku hanya akan berada di dalam hatimu saja, aku tidak akan pernah pergi jauh darimu, ketika kamu merindukanku, pejamkanlah mata indahmu itu dan rasakan ketika aku berada di sampingmu, Dara,, begitu banyak kalimat yang ingin aku ungkapkan agar kamu bisa tahu jika aku sangat mencintaimu, aku begitu mencintai hingga aku lupa bagaimana caranya untuk menghargai sebuah perpisahaan itu, aku begitu mencintai hingga rasanya aku ingin selalu berkorban untuk kebahagiaanmu, dan untuk saat ini, aku memilih untuk selalu mencintaimu dan berada di dalam hatimu, selamanya,"


Cinta dariku Zein Alucas Maurice untukmu Andara Naqquenza dan Naura Jingga Maurice.


"Huaaahhhhhh," tangis Dara semakin pecah ketika mendengar suara terakhir dari suaminya.


Rasa sesak semakin menghampiri jiwanya, hingga dia memukul-mukul dadanya agar sakit itu bisa hilang.


Jingga yang melihat Dara menangis histeris seperti itu, langsung berusaha bangkit dan mendekat ke arah mamahnya.


"Mamah," panggilnya pelan, hingga Dara yang mendengar panggilan itu, langsung menoleh dan memeluk tubuh Jingga dengan sangat erat.


"Jingga maafkan mama sayang,,maafkan mamah," tangisnya sudah tidak bisa dibendung lagi.


Dia sama sekali tidak tau caranya menerima semua ini, "ayaaahhhh," panggil Jingga ketika merasa takut melihat Dara yang seperti ini.


Namun lagi-lagi tangis Dara semakin pecah ketika mendengar Jingga memanggil ayahnya hingga berteriak sekeras mungkin.


Tanpa di sadari Dara yang sudah tidak sanggup menahan tangisnya, kini terjatuh pingsan di dalam pelukan putrinya.


"Mamah," teriak Jingga yang merasa panik.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*