Dear, Dolls!

Dear, Dolls!
Bantuan dari Sein



Di kontrakan Sein..


"Bagaimana Sein? Apa Lo udah dapatin semua yang gue minta?" Tanya Reno pada Minggu pagi nya.


"Udah, Bro! Gile.. yang Lo minta cariin tuh asli nyeremin tahu, Bro!" Jawab Sein yang sedang duduk di depan meja perangkat komputer nya.


"Seram gimana, Sih? Coba lihatin ke Gue!" Pinta Reno kemudian.


"Gue jamin, begitu Lo baca rekam jejak semua orang yang tinggal di villa itu, Lo bakal nyesal banget karena Emma pernah kerja di tempat itu. Btw, ini soal Emma kan? Dan waktu lo bilang kalau ini masalah hidup dan mati, apa itu juga soal Emma, Ren?" Tanya Sein menyelidik.


Kemudian Reno menarik kursi hingga ia duduk di samping Sein. Dan Sein pun membuka beberapa file yang sudah ditandai oleh nya dengan beberapa tanda warna.


"Warna-warna ini apa maksud nya, Sein?" Tanya Reno kebingungan.


"Ooh..itu.. yang gue kasih tinta warna biru, itu arti nya kasus nya ringan. Tapi kalau tinta merah, itu danger, Ren! Baca aja baik-baik. Gue kasih warna gitu biar Lo bisa gampang bedain mana yang kasus nya berat dan mana yang kasus nya simple!" Imbuh Sein lebih lanjut.


Reno pun lalu mulai membaca isi file nya dari tulisan di halaman teratas.


*Rekam Jejak Sofia Wiratmaja


(Kebanyakan tinta nya berwarna biru)


Lahir di Kota X, 11 November 1985 dari pasangan Hadiyono Wiratmaja dan Krissa Miyola. Menempuh pendidikan home schooling hingga tamat SMA. Dan bla..bla..bla..


Dua paragraf awal bersisi biodata wanita yang bernama Sofia. Menurut apa yang Reno baca, dia adalah pemilik villa Grandhill tempat Emma bekerja.


Pada paragraf terakhir, ada yang menarik perhatian Reno. Ternyata Sofia pernah dinyatakan mengalami depresi akut karena hubungan dengan suami nya yang berjalan tak harmonis.


Ia dikatakan sering menyayat tangan dan kaki nya sendiri hingga bahkan oernha ditemukan hampir kehabisan darah oleh pembantu sesepuh nya.


Kondisi Sofia sempat membaik demgan terapi. Akan tetapi lagi-lagi ia kembali mengalami depresi akut saat suami nya ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di kolam belakang rumah.


Sofia memiliki tiga orang anak dengan dua kali proses bayi tabung. Proses pertama terlahir seorang bayi perempuan. Namun pada usia balita, anak nya itu menderita penyakit aneh yang tak bisa didiagnosa secara medis. Anak Sofia koma dan dikabarkan telah tiada.


Kelahiran kedua terlahir sepasang bayi kembar. Dan lagi-lagi, pada usia balita, kedua anak nya pun kembali menderita penyakit yang tak terdeteksi secara medis. Kedua nya kini dirawat di rumah.


Yang menarik dalam file tentang Sofia adalah, adanya indikasi perselingkuhan dan pembohongan dalam identitas bayi yang pertama kali dilahirkan oleh Sofia.


Dalam hasil jejak digital yang berhasil dikumpulkan oleh Sein tertulis kalau besar kemungkinan, suami Sofia, yang bernama Aslan telah berselingkuh dan menukar sel telur Sofia dengan sel telur milik perempuan lain.


Nama perempuan itu adalah Sahara Minto.


Lebih menarik nga lagi, Reno menemukan file kedua milik penghuni lain di villa Grandhill tersebut atas nama Sahara Minto. Tercatat kalau dia adalah seorang wanita kelahiran tahun 1975. Dan dia bekerja sebagai asisten Rumah Tangga di villa Grandhill.


Dalam file juga tertulis banyak hal mencengangkan tentang wanita bernama Sahara tersebut. Yang paling mengerikan adalah bahwa ia diduga memiliki andil dalam tewas nya Tuan rumah di villa Grandhill, yakni Aslan.


Selain fakta itu, ada juga fakta lain tentang Sahara. Dan Reno sungguh menyesalkan karena Emma harus bekerja di tempat yang dihuni oleh orang-orang yang emmiliki riwayat perilaku buruk di masa lalu.


Selain Sahara dan Sofia, ada juga Adda Mahendra serta Kimanto Rusadi.


Kedua lelaki itu pun memiliki jejak rekam yang cukup buruk dan mencengangkan. Contoh nya saja Penjaga kebun di Villa Grandhill yang bernama Adda Mahendra.


Tak hanya itu saja. Lelaki lain yang bekerja di villa Grandhill dan bertugas sebagai Chef di villa tersebut juga menarik perhatian Reno.


Dalam lembar bio yang berhasil dikumpulkan oleh Sein tertulis hal mencengangkan temtang profil Kimanto di mas alalu. Dikatakan bahwa ia telah menikah dua kali.


Sebelum menikah untuk yang kedua kali nya, Kimanto pernah terlibat kecelakaan di kapal layar. Ia sempat dinyatakan menghilang, sebelum akhirnya kembali muncul namun di kota yang berbeda dari keluarga asal nya tinggal.


Yang menarik perhatian Reno adalah paragraf terakhir dalam biografi Kimanto. Tertulis bahwa Kimanto menikahi seorang wanita bernama Sri Retno.


Dari pernikahan pertama nya itu, Komanto dan Retno memiliki seorang putri tunggal. Dan ia bernama Emma Chisela.


"Emma Chisela?? Sein! Apa maksud mu Kimanto ini adalah..??!" Reno menoleh kepada Sein.


Pemuda itu menatap balik Reno dengan pandangan letih.


"Ayah kandung Emma? Yah, kupikir juga begitu, Ren. Semua jejak digital memang menarik kembali profil Kimanto di villa Grandhill ke Kimanto, ayah nya Emma. Atau kita bisa melakukan tes DNA untuk memastikan nya lagi," jawab Sein.


"O..Gosh! Rumit bsnget sih orang-orang di villa itu. Kenapa juga Emma bisa kerja di tempat seperti itu?" Gumam Reno dengan ekspresi berpikir keras.


"Nah. Soal itu, gue gak bisa jawab. Lo tanya aja sendiri ke pacar Lo itu deh. Ngomong-ngomong, gimana kabar Emma? Gue pingin tahu, maksud Lo tentang masalah hidup dan mati itu apa sih?"


"Itu.. Lo percaya gak Sein sama hantu?" Tanya Reno tiba-toba.


"Hantu? Seriously Lo tanya tentang hantu, Ren?! Bull shi*t gue bilang itu sih!" Umpat Sein blak-blakan.


Reno menatap Sein serius.


"Ehh? Lo serius Ren? Hantu? Maksud Lo..?" Tanya sein kemudian.


"Emma diganggu sama hantu, Sein. Dan kata Ustadz yang pernah nolongin Emma bilang, kalau jiwa Emma diikat ke medium boneka. Sementara raga nya sempat dirasuki sama arwah jahat," papar Reno menjelaskan.


"..."


"..."


"Lo baru bangun tidur kah, Ren? Lo gak lagi serius kan?" Tanya Sein memastikan kewarasan pikiran Reno saat ini.


Reno mengggeleng pelan sambil menatap Sein lekat-lekat.


"Gue serius, Sein. Tadi nya gue juga gak percaya sama cerita ahntu ini. Tapi, semalam sebelum gue telpon Lo, gue ngalamin sendiri digangguin sama arwah jahat itu!"


Reno kemudian menceritakan pengalaman mistis nya kepada Sein. Dan Sein ternganga tak percaya saat mendengar cerita Reno yang tak masuk di akal tersebut.


Setelah Reno selesai bercerita, Sein terdiam selama beberapa waktu sebelum akhirnya kembali menemukan suara nya lagi.


"Serius, Ren. Gue rasa, masalah Lo kali ini memang berat banget. Gue gak bisa bantu lo tuk ngelawan masalah Lo kali ini. Seriously, hantu? O..Gosh! Kok tiba-tiba gue jadi merinding ya?" Gumam Sein sambil mengusap tengkuk nya yang terasa kaku tiba-tiba.


***