Dear, Dolls!

Dear, Dolls!
Kisah Hidup Pak Kiman



Pak Kiman mula nya hanya sedang menyegarkan pikiran nya saja di luar villa. Sebelum akhirnya ia tak sengaja mencuri dengar pembicaraan Adda dan Hara.


Kiman baru saja bermimpi buruk. Mimpi yang sudah menghantui malam-malam nya sejak beberapa hari terakhir.


Lebih persis nya adalah sejak ia mengetahui kebenaran identitas dari Emma. Pengasuh boneka arwah milik majikan nya, Sofia.


Karena pada kenyataan nya, Emma adalah putri kandung Kiman yang telah lama ia abaikan.


Ya. Kiman pun baru mengetahui kebenaran ini setelah Emma tiba-tiba saja pergi mengundurkan diri dari pekerjaan nya sebagai nanny di villa ini.


Sebelum pergi, Kiman sebenarnya sudah memiliki firasat bahwa Emma adalah putri kandung nya. Namun ia berusaha menepis firasat nya itu. Karena sebab rasa bersalah nya terhadap Emma dan Retno, istri nya dulu.


Kiman mengakui kalau ia adalah suami dan ayah yang breng sek. Karena itulah saat ia mulai menyadari kalau Emma adalah putri nya, Kiman berusaha menutup mata hati nya dari kebenaran yang mulai menampakkan diri.


Akan tetapi, dengan kepergian Emma yang begitu tiba-tiba, Kiman mulai dilanda rasa gelisah. Ia khawatir bila kepergian gadis itu adalah karena Emma telah mengenali nya sebagai ayah kandung.


Perasaan bersalah itulah yang akhirnya termanifestasi menjadi mimpi-mimpi buruk yang menghiasi malam-malam Kiman.


Sampai akhirnya tiba malam ini, saat ia tak sengaja mencuri dengar pembicaraan Hara dan Adda di gudang.


"Ini semua salahku! Jika saja aku bisa berani mengatakan kepada Emma tentang identitas ku, mungkin aku bisa memberi peringatan kepada Emma atas niat jahat Hara dan Adda terhadap nya," Kiman bermonolog sendiri di perjalanan nya menuju kamar tidur.


"Sekarang Emma sudah pergi. Lalu bagaimana caraku memperingatkan nya tentang Adda dan Hara? Aku bahkan tak tahu dia tinggal di mana?" Gumam Kiman lebih lanjut.


Ingatan Kiman pun perlahan membawa nya kembali ke masa lampau. Saat takdir memberikannya pilihan untuk pergi meninggalkan Emma dan Retno tanpa kabar.


Flashback.


Kimanto atau yang akrab disapa Kiman adalah seorang anak buah kapal penangkap ikan milik sebuah perusahaan besar. Ia memiliki gaji yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil nya yang terdiri dari sang istri, Retno dan juga putri satu-satu nya, Emma.


Biasanya Kiman akan pergi berlayar selama beberapa bulan, baru kemudian kembali ke kampung halaman nya di kota X. Pekerjaan nya lah yang membuat nya tak bisa sering-sering pulang.


Suatu hari, Kiman dan kawan-kawan nya menghadapi badai besar dalam pelayaran mereka di laut lepas. Kapal yang membawa mereka bahkan sampai harus terguling. Sehingga banyak dari para ABK (Anak Buah Kapal) yang tenggelam dan dikabarkan menghilang.


Termasuk juga dengan Kiman.


Padahal kenyataan nya adalah Kiman terdampar di sebuah pulau yang berada dekat dengan titik awal lokasi kapal nya terbalik. Dan ia terbaring tak sadarkan diri selama beberapa hari lama nya.


Saat tersadar, Kiman baru menyadari kalau ia telah ditolong oleh seorang kakek yang tinggal di pulau terasing tersebut.


Kakek itu memiliki seorang cucu perempuan yang bernama Madeline. Usia nya sekitar awal dua puluhan.


Kakek Zeta dan Madeline tadi nya hanya tinggal berdua saja, sebelum kemunculan Kiman yang terdampar di pinggir pantai dan ditemukan oleh Kakek Zeta.


Setelah tersadar, Kiman tak lantas segera menghubungi keluarga dan teman nya. Karena di pulau tempat Kakek Zeta dan Madeline tinggal itu nyata nya tak terdapat jaringan listrik maupun telepon.


Selama beberapa pekan Kiman memulihkan kaki nya yang sempat patah akibat terbentur cukup kencang dengan badan kapal yang ia naiki dulu.


Sayang nya, terlalu lama hidup bersama kedua orang itu telah membuat Kiman melupakan keluarga yang sudah ia miliki.


Kiman jatuh hati pada Madeline yang berparas manis. Sehingga ketika Kiman dinyatakan meninggal dunia oleh pihak SAR (Search and Rescue) yang mencari korban terguling nya kapal yang ditumpangi oleh Kiman, pemuda itu nyata nya malah menikahi Madeline di pulau terpencil tersebut.


Kiman melupakan Retno dan juga Emma yang menangisi kepergian nya yang tragis. Ia benar-benar terlanjur dikuasai oleh perasaan cinta nya terhadap Madeline yang ramah dan baik hati.


Selang beberapa bulan kemudian, Kakek Zeta meninggal dunia. Akhirnya dengan bekal yang tak banyak, Kiman memboyong Madeline untuk pergi keluar dari pulau itu.


Keduanya lalu menetap lama di kota C. Kiman sengaja memilih kota C sebagai tempat tinggal mereka. Karena letak kota itu berjauhan dengan kota tempat Retno dan Emma kini berada.


Kiman menganggap diri nya membuka jalinan hidup yang baru. Meskipun sebenar nya jauh dalam lubuk hati pemuda itu, ia memiliki penyesalan dan rasa bersalah terhadap putri nya, Emma.


Pernikahan Kiman dan Madeline berlangsung lama. Sayang nya hingga tahun ke delapan pernikahan keduanya belum juga dikaruniai seorang anak pun.


Beberapa kali Madeline pernah hamil, namun ia selalu saja kehilangan janin nya saat usia kehamilan baru hitungan minggu.


Dalam lubuk hati Kiman, pemuda itu sempat berpikir kalau ketiadaan seorang anak di pernikahan nya kali ini mungkin adalah karma bagi nya yang telah meninggalkan anak dan istri pertama nya, Retno.


Meski begitu, Kiman tak lantas berterus terang kepada Madeline bahwa ia sebenarnya pernah menikah.


Madeline yang baik hati selalu mengabdikan diri nya untuk melayani Kiman dengan sebaik mungkin. Dan Kiman pun semakin cinta terhadap istri kedua nya itu.


Suatu hari, Madeline menerima pekerjaan menjadi pembantu di rumah orang kaya. Mula nya Kiman tak menyetujui Madeline bekerja di tempat itu. Karena pekerjaan itu mengharuskan Madeline untuk tinggal menetap di sana dan baru pulang seminggu sekali.


Tapi dengan bujukan dari Madeline, akhirnya Kiman mengijinkan sang istri pergi jua. Karena iming-iming gaji yang lumayan besar nanti nya. Maklum saja, pekerjaan Kiman yang hanya seorang buruh serabutan sering nya hanya bisa mencukupi kebutuhan keluarga mereka dalam kondisi pas-pasan.


Beberapa minggu pertama, Madeline masih rutin pulang setiap minggu nya. Dan Madeline pun masih setia melayani Kiman sama seperti sebelum kepergian nya saat berangkat kerja dulu.


Akan tetapi, suatu ketika Madeline tiba-tiba saja tak pulang ke rumah di suatu akhir pekan. Tadi nya Kiman berpikir kalau istri nya itu mungkin sedang tak bisa kembali pulang.


Namun kejadian itu kembali berulang pada pekan berikut nya. Ya. Madeline lagi-lagi tak pulang ke rumah selama dua pekan berturut-turut.


Kiman yang sangat merindukan sang istri pun langsung menyusul ke rumah rekan sang istri yang Kiman kenal. Dari teman nya Madeline itulah Kiman menerima kabar kalau istri nya itu tiba-tiba pamit berhenti kerja pada majikan nya. Begitulah penuturan dari pihak agensi yang menjadi penyalur Madeline bekerja di tempat nya yang terakhir.


Setelah dikabarkan pamit, Madeline nyatanya malah ikut menghilang tanpa kabar. Bahkan teman nya itu pun tak mengetahui persis nya ke mana Madeline pergi.


Kiman yang merasakan adanya keganjilan dalam hilang nya Madeline pun mencoba sekuat tenaga nya untuk mencari jejak-jejak keberadaan sang istri.


Dan akhir dari pencarian nya itu menuntun nya untuk mencurigai tempat terakhir Madeline bekerja. Yaitu sebuah villa di pedalaman hutan yang bernama Villa Grandhill.


Selang beberapa pekan kemudian, Kiman pun berhasil bekerja sebagai koki di villa itu. Ini adalah usaha nya untuk mencari kebenaran tentang hilang nya Madeline di villa tersebut.


Flashback selesai.


***