
"Emma tak ada bersama nya, Ra!" Ujar suara barito, yang Reno kenali adalah Milik Pak Adda.
"Apa?! Cari lebih teliti lagi! Mungkin saja boneka itu ada di sekitar nya!" Titah Hara terdengar tak sabar.
"Boneka itu sungguh tak ada di sini, Ra! Seperti nya bocah ini mengelabui kita. Mungkin dia sudah membiarkan boneka itu pergi dan membuat kita memakan umpan nya!" Kilah Pak Adda menebak situasi yang sebenarnya telah terjadi.
"Grrr! Bangunkan pemuda itu! Bisa jadi dia hanya menyembunyikan boneka tiu di suatu tempat. Emma tak mungkin bisa berjalan terlaku jauh. Bisa jadi saat ini dia sudah kehabisan energi untuk bergerak lagi," papar Hara begitu yakin.
Tak lama kemudian Pak Adda pun menendang perut Reno.
Bugh!
"Aargh!!" Reno spontan menjerit. Ia sudah tentu tak bisa berpura-pura pingsan lagi saat Adda menendang perut nya sekencang tadi.
"Heh, bocah! Di mana kau menyembunyikan boneka Emma?! Cepat katakan! Atau aku akan membuat mu menyesal nanti!" Ancam Adda sambil kembali melayangkan tendangan nya ke perut Reno.
"Aargghh!" Reno kembali mengaduh sakit.
'Si al sekali lelaki tua ini! Dia seperti nya begitu dendam kepada ku! Tendangan nya kencang sekali!' gumam Reno tanpa suara.
Reno kini meringkuk kesakitan. Posisi tubuh nya kini menyamping ke kanan. Ia tak menjawab pertanyaan Adda kepada nya.
"Dasar be gundal lak nat!"
Bugh!
Kembali tendangan itu diterima oleh Reno. Kali ini pada wajah nya yang tampan. Darah segar pun seketika mengalir keluar dari hidung pemuda itu. Reno bahkan cukup yakin kalau hidung mancung nya mungkin saja patah.
"Berhenti! Biar aku saja yang bertanya kepada nya!" Ujar Hara kemudian.
Reno lalu mendengar pergerakan kaki saat menuruni lubang tempat nya tergeletak. Ia tahu kalau otak kejahatan di villa Grandhill itu kini turun tangan untuk menginterogasi nya.
Tanpa diminta, Reno menyadari jantung nya berdebur lebih kencang dari biasanya. Sedikit nya ia cukup takut dan segan pada wanita paruh baya tersebut. Karena menurut Reno, wanita itulah yang paling gila bila dibandingkan dengan Pak Adda, pesuruh nya.
"Reno.. reno.. reno..! Sayang sekali kau berada di jalan ku!" Sapa Bi Hara dengan suara jelas.
"Padahal aku sudah akan menjadikan mu sugar baby ku yang lain.." lanjut Hara dengan suara berbisik tepat di tekinga Reno. Sehingga hanya Reno saja yang bisa mendengar nya.
'Dasar wanita gila! Siapa juga yang mau jadi sugar baby mu!' umpat Reno dalam diam.
Bisikan itu terdengar mengerikan di telinga Reno, bila dibsndingkan dengan ancaman yang keluar dari mulut Pak Adda.
"Cepat katakan kepada ku, Ren.. di mana kau mengembunyikan Emma, hum?" Tanya Hara dengan suara yang kembali dikeraskan.
"Aku.. gak tahu.." jawab Reno dengan jujur.
Sesaat kemudian Reno menyesali ucapan nya sendiri.
Kenapa tidak ia sampaikan saja kebohongan pada wanita itu. Bukankah dengan begitu mereka akan menghabiskan waktu mencari Emma di tempat yang salah?
'Seharusnya aku lebih pintar berbohong tadi!' rutuk Reno dalam hati.
"Tak tahu?..atau.. memilih untuk tidak memberi tahu?!" Hardik Hara sambil menekan kan jari telunjuk nya dengan sangat keras ke bagian leher Reno.
Seketika itu pula Reno mensngkis tangan nya. Namun tidak cukup cepat karena tusukan tangan Hara tadi cukup membuat leher nya kesakitan.
Hara kemudian berdiri dan menatap Reno dengan pandangan marah.
"Dia sudah membuat pilihan nya. Buang dia seperti Aslan dulu!" Titah Hara pun terdengar memecah udara malam yang kian buram karena kabut yang pekat.
Hara kembali naik ke atas dari lubang tempat Reno tersungkur kesakitan. Sementara itu Adda terlihat mencsri batu berukuran besar untuk digunakan nya sebagai alat melenyapkan Reno.
Sebuah pukulan keras mendarat di belakang kepala Adda. Lelaki itu pun langsung menjatuhkan batu nya ke tanah di samping nya. Sementara ia jatuh pingsan untuk yang kedua kali nya di malam itu.
Hara yang berada agak jauh dari Adda bisa selamat dari penyerangan tiba-tibsa, yang ternyata itu dilakukan oleh Pak Kiman.
"Kau?! Bagaimana bisa kau ada di sini?!" Cecar Hara memandang marah ke arah Kimanto.
Kimanto terlihat sangat payah saat ini. Ia hanya mengenakan celana panjang saja. Sementara dada nya terbuka tanpa pakaian yang menutupi nya.
Lelaki itu membalas tatapan Hara dengan tatapan yang tak kalah garang.
Flashback..
Kimanto menyadari saat seseorang melepaskan ikatan pada kedua tangan dan juga kaki nya.
Telah beberapa lama nya Kimanto disikap di ruang rahasia. Tanpa makan ataupun minum. Karena itulah ia tak bisa membuka kedua mata nya selama beberapa waktu. Saat seseorang menyelamatkan nya dari ruang rahasia itu.
Meski begitu, Kimanto tersadar kalahu orang itu adalah seorang lelaki yang mengenal Emma. Terlebih lagi saat ia pun mendengar suara Emma pula saat berbincang dengan lelaki itu.
Seperti ini kira-kira percakapan yang Kimanto dengar.
"Syukurlah, Emm! Dia masih hidup! Tapi, nadi nya sangat lemah sekali.. kita harus segera mendapatkan pertolongan untuk nya. Tapi kita juga tak bisa membawa nya pergi dengan motor ku. Apa di sini ada mobil yang bisa dipakai?" Ucap suara sang lelaki asing.
"Ada, Ren. Mobil milik Nyonya Sofia! Tapi.. aku gak tahu kunci nya ada di mana?" Jawab Emma.
'Itu suara Emma! Dia selamat! Syukurlah.. aku harus segera menyampaikan padanya tentang rencana Bi Hara!' gumam Kimanto masih dengan kedua mata yang tertutup.
Kemudian, suara lain pun tertangkap di indera pendengaran Kimanto.
"Sella tahu di mana Mama biasa menyimpan kunci, Kak!" Ujar suara yang Kimanto kenali sebagai suara boneka Sella.
Setelah itu, Jiman sadar sata tubuh nya di bawa pergi dan diletakkan kembali.
'Seperti nya kami ada di garasi..'
Lalu Kimanto mendengar saat penyelamat nya dan juga Emma memutuskan untuk meninggalkan nya dalam mobil. Akan tetapi mereka berjanji untuk datang kembali membawa bala bantuan.
Kimanto pun akhirnya membiarkan mereka pergi meninggalkan nya. Sementara is mengumpuljan energi nya yang tersisa untuk kembali membuka mata.
Pandangan nya menangkap botol mineral di pintu mobil. Dengsn segenap kekuatan, Kimanto berusaha meraih nya dan ia berhasil.
Dengan tangan yang bergetar, Kimanto pun langsung meneguk air pada botol itu hingga tandas seluruh nya. Ia sungguh merasa haus dsn jugs lspsr.
Masih dalam posisi setengah duduk, Kimanto lalu mengambil sisa roti yang juga terdapat di bagian dalam pintu mobil.
Kimanto melahap habis pula roti tersbeut. Namun kegiatan nya itu langsung ia hentikan, begitu Kiman mendengar suara langkah datang mendekati nya.
"Mobil dan motor masih ada. Bisa jadi mereka kini sedang lari ke hutan. Ayo cepat kita kejar mereka!" Ujar suara yang dikenali Kiman sebagai suara milik Hara.
Kimanto bersyukur karena kedua orang itu tak mengecek ke dalam mobil. Jika mereka melakukan nya, sudah tentu mereka akan menemukan dirinya di snaa.
Kimanto lalu menghabiskan sisa roti yang ada. Minum sebanysk-banyak nya, baru kemudian berjalan menyusuri jalan yang tadi dilewati oleh Adda dan juga Hara.
Tujuan nya hanya satu saat ini. Yakni pergi menolong Emma, putri nya dari dua orang gila tersebut.
Flashback selesai..
***