
Pada akhirnya, Reno memutuskan untuk membawa Emma pergi menemui ustadz yang kemarin telah ia cari di laman pencarian.
Kepada Emma, Reno mengajak nya untuk menemui seorang teman. Sepanjang perjalanan Emma tak lagi banyak bicara. Entah apa yang dipikirkan oleh kekasih nya itu, namun Reno mulai tak nyaman dengan kondisi hubungan mereka yang sedang berlangsung saat ini.
Terlebih lagi Reno juga memikirkan jawaban yang harus disampaikan nya kepada Tante Retno. Karena Retno telah menanyakan tentang Emma yang tak datang berkunjung.
Kemarin, sebelum mengambil CT Scan milik Emma, Reno juga menyempatkan diri untuk menjenguk Retno. Ibu dari kekasih nya itu lalu menanyakan Emma. Namun Reni menjawab kalau Emma sedang membereskan rumah nya sebelum kepulangan Retno beberapa hari lagi.
'Kasihan sekali tante Retno bila ia mengetahui kondisi Emma saat ini..' Reno bergumam tanpa suara.
Kembali ke Reno dan Emma yang sednag menuju rumah pak Ustad. Ustadz Ari nama nya.
Begitu mematikan mesin motor, Rejo langsung dihadapkan pada sikap ganjil lain nya dari Emma. Kekasih nya itu awal mulanya menatap ke dalam rumah dengan pandangan dalam. Sampai kemudian ia tiba-tiba membelalak dan langsung berbalik pergi dan lari.
Reno bergegas melihat ke arah pandang Emma sesaat tadi. Dan ia melihat seorang lelaki yang masih terbilang muda (sekira usianya awal tiga puluhan) berdiri di muka pintu rumah yang ia tuju itu.
Lelaki itu memakai kopiah putih dan koko putih. Wajah nya bisa dibilang lumayan dengan senyuman yang terukir sepanjang waktu di wajah nya.
Begitu tersadar kalau Emma kabur, Reno langsing megejar kekasih nya itu. Syukurlah ia berhasil mengejar Emma. Akan tetapi gadis itu kembali mengamuk.
Kali ini amukan Emma lebih-lebih parah bila dibandingkan saat ia mengamuk di rumah sakit sebelum dibius untuk proses CT Scan kemarin.
Emma menjerit tak jelas, menendang-nendnag, memukul, bahkan juga menggigit!
Lengan Reno bahkan berhasil menerima tanda gigitan dari kekasih nya itu.
Beruntung, beberapa pemuda lalu muncul dan membantu Reno membawa Emma kembali ke depan rumah lelaki tadi.
Ternyata lelaki yang dilihat oleh Emma dan Reno di depan pintu rumsh tersebut adalah sang ustadz yang memang hendak dituju oleh Reno.
Dan beberapa pemuda yang telah membantu Reno membawa Emma adalah santri di pondok pesantren yang berdiri di samping rumah sang ustdz.
Reno masih sangat syok dengan sikap bar-bar dari Emma. Sehingga ia langsung mengikuti perintah sang ustadz untuk membawa Emma masuk ke dalam rumah.
"Bawa dia masuk. Baringkan, dan pegang tangan juga kaki nya!" Perintah sang ustadz yang diucapkan nya dengan nada santai.
Emma yang masih mengamuk lalu dibawa masuk. Kemudian ada beberapa wanita berhijab yang masuk ke dalam ruangan dan ganti menahan lengan dqn kaki Emma sebelum ia dirukiyah.
Sang ustadz lalu berkata.
"Hmm..ada banyak buhul (tali sihir) dalam tubuh nona ini. Maaf, Anda adalah?" Tanya sang ustadz kepada Reno.
"Re.. reno, Pak Ustadz!" Sahut Reno dengan suara yang masih bergetar karena syok.
"Baik, Mas Reno. Saya tak ingin berkata panjang lagi. Kalah begitu, tolong ijinkan saya untuk merukiyah nona ini. Karena saya mendapati ada jin yang merasuki beliau saat ini!" Sang ustadz meminta ijin kepada Reno.
"Ba..baik Pak Ustadz! Tolong.. tolong bantu pacar saya!" Mohon Reno tanpa perlu berpikir panjang.
"Insya Alalh.. bi idznillah, beliau akan segera pulih," sahut sang ustadz dengan ramah.
Serangkaian proses rukiyah pun dilakukan. Diantaranya membacakan beberapa ayat suci al quran, meminumkan Emma dengan minuman herbal racikan sendiri dari Pak Ustadz, dan juga menyirmakan air ke atas kepala Emma.
Semua prosesi itu dilakukan oleh sang ustadz sendiri. Sementara para santriwati di sana hanya membantu untuk memegangi tangan dan kaki Emma yang mengamuk.
Bukan kah saat ini berita diramaikan dengan adanya para ustadz ca bul? Ustadz gadungan? Tapi sepertinya ustadz yang ditemui oleh Reno saat ini adalah seorang yang baik dan mengetahui batasan antara pria dan wanita yang bukan mahram.
Yakni tak boleh ada persentuhan yang terjadi di antara pria dan wanita yang bukan mahram.
Setelah disiram dengan rendaman daun bidara dan tanaman herbal lain nya, secara perlahan Emma tak lagi mengamuk.
Kekasih Reno itu justru hilang kesadaran. Akan tetapi prosesi rukiah masih terus dilangsungkan.
Seorang santriwati yang tadi membantu memegang tangan Emma lalu menuangkan minuman herbal ke dalam mulut Emma. Setelah selesai, Reno pun berbincang dengan pak Ustadz.
Nama beliau adalah Ustadz Adam.
"Jadi, Mas Reno, pacar Mas ini sepertinya dikirimkan sihir oleh seseorang yang tinggalnya cukup jauh dari sini. Saat ini kondisi Nona.."
"Emma. Namanya Emma, Pak Ustadz!" Seru Reno memberitahukan nama Emma.
"Ya. Nona Emma masih tak sadarkan diri, karena spirit nya tertahan di tempat lain," ujar Ustadz Adam menjelaskan.
"Maksud nya apa ya, Pak Ustadz? Maaf.. saya kurang paham.," Ujar Reno memotong perkataan Ustadz Adam.
"Jadi begini, Mas Reno.. Pacar Anda ini telah diganggu oleh makhluk halus. Tapi sekarang makhluk halus itu telah saya usir dari dalam tubuh nona Emma. Akan tetapi, karena ruh dari Nona Emma saat ini masih tertahan di suatu tempat, akhirnya sampai beberapa waktu nanti Nona Emma akan tidur koma seperti saat ini," papar Ustadz Adam menjelaskan.
"Diganggu makhluk halus, Pak Ustadz?!" Tanya reno dengan pandangan terkejut.
"Iya. Tapi Mas Reno tak perlu khawatir. Saya sudah mengusir mskhluk itu. Dan saya juga sudah mengunci pintu cakra milik nona Emma. Sehingga ia tak akan mudah untuk dirasuki lagi. Insya Allah.." sang ustadz lanjut berkata-kata.
"Jadi, seksrsng, pacar saya sudah enggak dirasuki lagi, Pak Istadz? Sungguhan?" Tanya Reno memastikan.
"Ya. Insya Allah nona Emma akan aman dari gangguan jin lagi. Itu pun dengan catatan kalau beliau harus nenjaga pertahanan diri nya dengan cara sering membaca al quran dan mempergiat dzikir setiap hari nya. Hanya dengan mengingat Allah saja lah kita akan mendapatkan perlindungan terbaik dari Allah swt." Tutup Ustadz Adam.
Reno terdiam selama beberapa saat. Sampai akhirnya ia kembali berkata.
"Lalu kenapa pacar saya belum bangun juga ya, Pak Ustad?" Tanya Reno kembali.
"Itu dikarenakan ruh nona Emma yang tertahan di suatu tempat lain, Mas Reno. Itulah sebab nya ia masih belum sadar hingga saat ini. Anggap seperti sebuah cangkang tanpa isi. Atau pihak media sering menyebutnya dengan istilah terbaring koma," papar ustadz Adam kembali.
"Ruh nya ditahan? Oleh siapa, Pak Ustadz? Dan kenapa?" Tanya Reno kembali.
Pemuda itu setengah tak mempercayai ucapan dari pak Ustadz. Karena rasanya semua yang ia saksikan selama beberapa hari ini sungguh tak masuk diakal.
"Oleh siapa nya, Saya tak bisa menjawab, Mas Reno. Akan tetapi dari penglihatan saya, saat ini ruh nona Emma telah ditahan dan diikat menyatu pada sebuah.. boneka?" Ujar sang ustadz sambil memejamkan kedua mata nya selama beberpaa saat.
"Boneka?! Apa maksud nya adalah boneka arwah, Ustadz?!" Tanya Reno terbelalak.
Tiba-tiba saja pemuda itu teringat dengan curhatan kekasih nya, Emma yang pernah mengatakan kalau ia bekerja menjadi pengasuh dari dua boneka arwah.
Dan itu adalah tempat kerja terakhir Emma, di mana kekasih nya itu telah kabur dari tempat kerja nya itu.
***