
Dari rumah Ustadz Adam, Reno memesan grab untuk membawa Emma yang tak sadarkan diri ke rumah sakit. Sementara itu motor nya ia titipkan di rumah Ustadz Adam.
Reno masih berharap jawaban yang masuk akal dari apa yang sedang menimpa diri kekasih nya saat ini. Karena itulah Reno membawa Emma ke rumah sakit untuk diperiksa.
Setelah diperiksa oleh dokter, lagi-lagi jawaban serupa seperti hasil CT Scan Emma yang lalu lah yang kembali Reno dapatkan.
Emma dinyatakan sehat walafiat. Namun dokter tak bisa menjelaskan penyebab Emma tertidur seperti orang yang sedang koma.
Dokter menduga kalau Emma mungkin mengalami sindrom putri tidur atau Klein-Levin Syndrome. Sindrom ini merupakan penyakit langka dengan ciri khas penderita nya yang tidur dalam jangka waktu di atas 20 jam.
Meski pun ini juga belum bisa dipastikan. Karena menurut cerita Reno, Emma baru saja pingsan setelah dirukiyah setengah jam yang lalu.
Oleh sebab itulah dokter menyarankan agar Emma dirawat terlebih dahulu di rumah sakit untuk diobservasi lebih lanjut.
Reno menyetujui surat perawatan Emma di sana. Ia tak peduli dengan biaya yang harus ia keluarkan demi kesembuhan Emma. Asalkan Emma nya sembuh seperti sedia kala.
Sore hari nya, Reno kembali mengambil motor nya di rumah Ustadz Adam. Sebelum pergi, Reno sempat diberi pesan oleh Ustadz Adam.
"Cepat temukan boneka yang telah diikat dengan jiwa nona Emma sesegera mungkin, Mas Reno. Karena spirit seseorang tak baik bila terpisah terlalu lama dengan tubuh jasmani nya. Bacakan juga selalu ayat-ayat rukiyah di dekat nona Emma. Dengan begitu ruh jahat yang sempat ingin menguasai tubuh nya tadi tak lagi mau kembali mendekati tubuh nona Emma," begitu lah nasihat dari Ustadz Adam.
Reno mengangguk takjim pada sang ustadz. Walaupun sebenar nya hati nya diliputi oleh perasaan gamang sekaligus juga bersalah.
Sepanjang perjalanan pulang ke apartemen nya, Reno berpikir seperti ini.
'Jika saja aku tak membawa Emma ke Ustad Untung, dia mungkin masih bisa terbangun dan bicara kepada ku lagi. Walaupun kepribadian nya agak berbeda dari Emma sebelum nya..'
Selama beberapa waktu, Reno menyalahkan diri nya sendiri. Hingga saat malam nya ia kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Emma. Dan ia mengalami kejadian ganjil yang tak bisa dijelaskan oleh nalar pikiran nya.
Saat itu Reno sedang tertidur di bangku samping pembaringan Emma. Tiba-tiba saja ia terbangun saat merasakan tarikan pada tangan Emma yang sedang ia genggam.
Begitu membuka kedua mata nya, Reno dikejutkan dengan apa yang ia lihat.
Saat itu kedua mata Emma masih terpejam erat. Hanya saja, kedua tangan Emma seolah terangkat ke udara lalu bergerak secara perlahan menuju leher nya sendiri.
Reno spontan saja langsung melepaskan cekikan tangan Emma pada lehernya sendiri itu. Ia sungguh syok dan mengira kalau Emma telah tersadar dan hendak melakukan aksi bunuh diri.
"Emma! Sayang! Bangun lah! Jangan begini dong, Sayang.. aku butuh kamu di dunia ini!" Mohon Reno mengiba-iba.
Reno lalu mengguncang tubuh Emma berkali-kali dengan kepanikan yang tak berkurang sejak ia melihat Emma mencekik leher nya sendiri.
Lalu kejadian ganjil berikut nya sungguh menakuti Reno.
Tiba-tiba saja Reno merasa kaki nya seperti ditarik kencang oleh seseorang. Sehingga ia yang tak sigap pun akhirnya terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurap.
Kepala Reno sempat terantuk cukup keras. Sehingga pemuda itu butuh waktu beberapa saat lama nya untuk bisa kembali bangkit berdiri lagi.
Saat bangkit berdiri, Reno kembali melihat kedua tangan Emma mencekik leher nya sendiri. Dan Reno sadari kedua mata Emma pun masih tetap terpejam.
"Apa yang terjadi?! Emm! Bangun, Emm!"
Reno langsung bergerak ke arah Emma untuk melepaskan cekikan nya itu, namun lagi-lagi Reno terjatuh karena kaki nya ditarik kencang oleh kekuatan tak kasat mata.
Merasa pusing sekaligus juga panik, saat itulah Reno teringat dengan pesan dari Ustadz Adam kepada nya tadi siang.
'Bacakan juga selalu ayat-ayat rukiyah di dekat nona Emma. Dengan begitu jin jahat yang sempat ingin menguasai tubuh nya tadi tak lagi mau kembali mendekati tubuh nona Emma,' begitu lah nasihat dari Ustadz Adam tadi siang.
"A'uudzu billaahi minasy syaithoonir rojiim.. bismillaahirrohmaanirrohiim.. alif laaam miiim.. dzaalikal kitaabu laa roiba fiihi hudal lil muttaqiin.. " dan seterus nya.. dan seterusnya.
Di saat membaca ayat suci tersebut, Reno berkali-kali menerima aksi brutal pula dari jin yang telah mengganggu Emma.
Pemuda itu ditarik, terlempar hingga menabrak nakas, serta dibanting berkali-kali hingga seluruh tubuh nya serasa remuk seperti habis bermain tinju.
Meski begitu Reno tetap melanjutkan lantunan ayat suci dari mulut nya. Meski dengan tersendat-sendat.
Sampai akhirnya gangguan dari jin jahat itu pun perlahan meredam hingga akhirnya berhenti sama sekali.
"...wasi'a kursiyyu hus samaawaati wal ardho wa laa yauudhu huu hifzhu humaa wa huwal 'aliyyul 'azhiim.."
Reno berhenti sampai ia selesai membaca ayat kursi. Setelah itu, suasana ruang inap tempat Emma dirawat pun kembali normal.
Dengan badan yang terasa sakit seluruh nya, Reno langsung berjalan bangkit kembali menuju sisi pembaringan Emma.
Ditatapnya wajah Emma yang kini tampak damai dalam tidur nya. Sebuah tekad pun terlahir di benak Reno.
'Ustadz Adam ternyata berkata benar. Apa yang Emma alami memang adalah gangguan dari jin jahat. Dan itu ada hubungan nya dengan tempat kerja Emma sebelum nya,' gumam Reno.
Kemudian Reno meraih tangan kanan Emma lalu mengecup nya penuh kasih.
"Tunggu aku, Emm. Aku akan menjemput ruh mu kembali pulang. Bersabar lah!" Guman Reno pada Emma yang terbaring koma.
Ya. Pemuda itu memutuskan untuk pergi kembali ke villa Grandhill, tempat Emma bekerja dulu.
Karena di villa itulah Emma pernah bercerita kepadanya tentang dua boneka arwah yang ia asuh. Dan juga sesosok arwah lain yang sering mengganggu kekasih nya itu saat masih di sana.
Reno menduga, jika arwah yang mengganggu Emma dan dirinya sesaat tadi itu adalah arwah yang juga sering mengganggu Emma dulu.
Tapi tujuan Reno ke villa itu saat ini adalah untuk mencari keberadaan ruh Emma yang menurut ustadz Adam terikat pada sebuah boneka.
'Apa jangan-jangan Emma dijadikan sebagai boneka arwah pula?' gumam Reno menebak-nebak kemungkinan yang bisa terjadi pada ruh milik Emma.
Reni lalu menghubungi rekan nya, Sein, seorang ahli IT yang mumpuni.
"Sein! Gue butuh bantuan Lo!" Ucap Reno melalui sambungan telepon.
"Hei, ini sudah malam sekali, Ren. Aku baru saja tidur!" Gumam Sein tak jelas.
Reno melirik jam di arloji nya. Pukul setengah sebelas malam.
"Sorry. Tapi gue darurat banget nih butuh bantuan Lo. Masalah hidup dan mati pacar gue nih, Sein!" Ujar Reno dengan nada mendesak.
"..Emma?" Tanya Sein.
"Ya. Ini soal Emma," jawab Reno.
Hening sejenak.
"Oke. Apa yang bisa gue bantu, Bro?" Tanya Sein dengan nada serius.
***