
"Bagaimana? Apa kau sudah menemukan nya?" Tanya Hara kepada Adda.
"Belum.. "
"Dasar payah! Cari sampai dapat! Dia tak mungkin bisa berjalan sampai melewati hutan! Coba cari di semak-semak, di atas pohon, atau di lubang perangkap buatan sang pemburu. Jangan sampai lewat malam nanti kau belum menemukan nya juga! Karena dia bisa saja kembali mendapatkan energi dalam dunia spiritual nya!" Titah Hara begitu mendesak.
"Baik!!"
...
...
Malam hari nya..
Boneka Emma terbangun tiba-tiba di atas pohon tempat nya bersembunyi.
Saat terbangun, ia mengingat kembali semua pengalaman nya yang menakjubkan di Dunia Spirit. Ya. Dari kakek penjaga Dunia Mimpi itu lah akhirnya Emma mengetahui kalau Pasar Ghaib yang telah memberinya misi demi bisa mendapatkan koin emas itu rupanya berada di Dunia Spirit.
Lebih tepatnya lagi adalah Dunia Spirit yang khusus terpencil bagi para arwah jahat dan terkutuk seperti diri nya.
Flashback di Dunia Mimpi..
"Kakek! Aku kembali!" Sapa Emma kepada kakek penjaga Dunia Mimpi.
"Ah ya! Aku melihat mu, Nona Kecil. Dan kau berhasil menuntaskan misi mu juga rupanya. Kah masih mengingat semua kejadian di dalam sana?" Tanya sang Kakek seraya menunjuk salah satu bola yang tadi telah Emma masuki.
Dalam boka tersebut, Emma dibuat terkejut karena ia seperti masuk ke dalam dunia yang berbeda lagi dari dunia mimpi.
Padahal sebenarnya bola-bola besar itu adalah bola kenangan yang memang tercipta di Dunia Mimpi dengan beragam jenis, latar, dan pengalaman yang bisa dirasakan oleh pendatang nya.
Kebetulan yang Emma masuki adalah mimpi tentnag gedung sekolahan. Dengan dirinya yang menjadi salah satu murid dari sekian murid yang tak ia kenal.
Semua murid selain Emma itu adalah spirit lain dari seluruh dunia yang ikut bertandang ke Dunia Mimpi, seperti yang juga sedang dilakukan oleh Emma.
Dari sekolah, Emma teringat dengan mimlsi nya. Karena itulah ia langsung mencari air terjun dan Lembah Kuning Memgambang. Tempat di mana Buah Pengingat yang menjadi misi nya itu berada.
"Oh.. kau juga mengingat mimpi mu, ya Nona Kecil. Kau sedikit mencicipi buah pengingat itu ya?" Tanya sang kakek menuding Emma.
Emma menyengir malu karena aksi nya telah tertangkap basah.
"Yah.. habis penasaran banget sih Kek sama rasa hya. Apalagi buah nya wangi banget. Walaupun untuk dapatin nya memang susah payah banget. Ah! Kakek juga. Pasti tahu ya tentang kolam terbau yang mengelilingi pohon buah ini? Asli, Kek! Emma muntah berkali-kali tuh tadi! Waktu ngelewatin nya!" Celoteh Emma begitu terbuka.
Sang kakek hanya tersenyum menanggapi cerita Emma.
"Sudah? Kakau sudah, sebaiknya kau pulang kembali ke Dunia Spirit, Nona Kecil. Berikan misi mu itu kepada penjaga Toko Misi. Agar kau bisa segera mendapat kantung serut yang kau ingin kan!" Ujar sang kakek menasihati.
"Ah ya! Kakek benar juga. Tapi tunggu sebentar, kakek tadi bilang tentang Dunia Spirit?" Tanya Emma yang segera diangguki oleh sang kakek.
"Jadi, nama Pasar Ghaib itu sebenarnya adalah Dunia Spirit ya.." Guma Emma..
"Tentu saja, Nona Kecil. Sudah. Cepat pergi lah! Sebentar lagi di Dunia nyata tempat kau berasal mungkin sudah malam. Itu waktu terbaik untuk mu melanjutkan perjalanan kabur mu!" Ujar sang kakek lebih lanjut.
"Huh? Darimana Kakek bisa tahu kalau aku.." Emma langsung menanyakan rasa penasaran nya terhadap kakek di hadapan nya itu.
Akan tetapi lagi-lagi lkakek tersebut memotong ucapan Emma.
Dan sang kakek pun langsung merebahkan kepala nya lagi ke atas meja. Mengacuhkan Emma yang menatap nya dengan mulut masih ternganga.
Setelah beberapa saat mengamati sang kakek. Dan ternyata benar, kakek itu memang langsung tidur, Emma pun segera kembali pergi melewati pintu yang menghubungkan Dunia Spirit ke Dunia Mimpi secara langsung.
Setelah itu Emma menyerahkan Buah Pengingat kepada penjaga Toko Misi, yakni Hantu Dua Wajah. Dan selanjutnya Emma pun segera mendapat kantung serut berisi seonggok koin emas di dalam nya.
"Ambillah ini, Nona. Secara otomatis, kantung serut milik mu akan terisi lima keping koin emas setiap kali kau mengunjungi tempat ini. Jika kau ingin mendapatkan koin lebih, datang lagi lah ke Toko ku. Aku akan memberikan mu misi untuk kau selesaikan! Dan kau pun akan mendapat koin tambahan!" Ujar sang hantu memberitahu.
'Lima koin kata nya? Ah.. itu juga sudah lebih dari cukup untuk ku. Biasanya aku hanya menghabiskan empat koin emas milik Sella,' gumam batin Emma.
"Baik. Terima Kasih, Kakak!" Ucap Emma seraya pamit diri.
Meninggalkan loket, pandangan Emma sempat tertuju pada dua bangku yang tadi ditempati oleh Mbak Kuyang dan juga Mbak Kunti.
Kini kedua bangku tersebut kosong. Para pengunjung toko yang tadi menunggu bersama Emma pun kini telah diganti dengan pengunjung yang baru.
'hmm.. syukurlah Mbak Kunti nya sudah pergi. Kalau dia belum pergi, aku pasti akan tak enak hati bila aku harus bertemu dengan nya lagi.."
Flashback selesai
Kembali ke boneka Emma yang terbangun di atas pohon usai transit ke Dunia Spirit aka Pasar Ghaib nya para hantu.
Begitu terbangun, Emma sadar kalau hari telah gelap kembali. Itu berarti ia telah tertidur hampir sesiangan lama nya.
"Aku harus secepatnya pergi dari hutan ini. Baru lah hati ku merasa lebih tenang nanti nya," gumam Emma dalam monolog nya.
Terlebih dulu Emma melompat turun dari atas pohon, kemudian berlari sekencang yang ia bisa. Emma sengaja berjalan di antara semak-semak yang ada di oinggir jalan utama menuju jalan raya. Karena itu untuk meredam suara 'Klik. Klak' dari langkah kaki nya yang cukup berisik.
Emma tak ingin bila suara langkah nya itu bisa didengar oleh orang lain. Terutama oleh Pak Adda. Bila benar lelaki tersebut masih mencari nya hingga malam kedua dari pelarian Emma tersebut.
Selama beberapa waktu lama nya Emma terus berlari dan tak berhenti meski hanya untuk sekali. Ketika dirasanya energi hya hampir habis, Emma langsung mencari pohon besar untuk menjadi tempat persembunyian nya yang berikut nya.
Setelah menemukan pohon itu, Emma langsung memanjat batang nya. Dan boneka Emma pun langsung bertengger di atas ranting yang berdaun lebat.
Emma sudah bersiap-siap untuk transit kembali ke Dunia Spirit, jika saja ia tak diganggu dengan kedatangan sosok yang dikenal nya dengans angat baik.
'Syaaahhhh...' suara desa han perlahslan mengalun lembut di dekat Emma.
Emma yang terkejut karena kemunculan suara itu pun langusng saja terjatuh dari atas pohon.
"Aduh! Iih.. sakit banget!" Ujar boneka Emma yang kini sedang mengelus-elus pan tat nya bekas terjatuh tadi.
'Syaaahhhhh...' suara ******* kembali terdengar di dekat Emma.
Boneka Emma pun langsung melesatkan padlndangan nya ke sekitar. Dan di sna! Di atas dahan pohon tempat nya bertengger tadi, Emma melihat hantu Celia melayang-layang.
Pandnagan merha milik sang hantu menatap boneka Emma dengan pandangan garang.
"Bagaimana kau bisa ada di sini?! Ku pikir kau sudah menguasai tubuh ku?!" Tanya Emma sedikit lebih berani dari sebelum nya.
Mungkin karena Emma mulai terbiasa melihat para hantu di Dunia Spirit, dengan beragam wajah dan penampilan nya yang menyeramkan itu.
***