
"Kak, energi Sella sudah penuh. Gimana sama Kakak?" Tanya spirit Sella kepada spirit Emma.
"Sudah, Sell. Terima kasih ya sudah mentraktir Kakak makanan lagi hari ini," ungkap Emma dengan penuh terima kasih.
Emma sebenarnya merasa malu karena sudah dua kali ia ditraktir oleh Sella di pasar ghaib ini. Jujur saja. Ia memang tsk memiliki koin emas barang sepeser pun.
Terhadap fakta ini, Emma jadi ingin menanyakan sesuatu kepada Sella. Tentang bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan koin emas sendiri.
Emma pun akhirnya bertanya kepada Sella.
"Sella, apa Sella tahu dari mana Kakak bisa dapatin koin seperti Sella?" Tanya Emma tiba-tiba.
'Aku harus bisa mendapatkan koin ku sendiri. Tak mungkin juga kan bila aku terus menerus berharap kepada koin nya Sella?' begitu pikir spirit Emma.
"Koin untuk beli makanan ini, Kak?" Tanya spirit Sella.
"Iya, Sell. Apa kamu tahu cara nya?" Tanya Emma mengulang.
"Mm.. gak tahu? Sella cuma pernah pergi ke satu tempat sekali aja. Itu pun Om baik yang mengajak Sella ke sana. Terus Sella dikasih kantung serut ini, Kak. Dan koin Sella gak pernah habis!" Ujar Sella memberi tahu.
"..."
'Kurasa aku salah memilih orang untuk bertanya. Tentu saja. Walau bagaimana juga Sella itu kan masih anak-anak. Mana tahu dia soal mencari uang?' pikir Emma dalam hati.
"O.. begitu.. hmm.."
"Kota pulang sekarang ke rumah yuk, Kak?" Ajak Sella kemudian.
"Tentang itu.. Kakak mau ada di pasar ghaib ini beberapa lama lagi ya, Sell. Kamu duluan aja pulang nya," Emma menyarankan.
Sebenarnya ia tak tega untuk mengatakan langsung kepada Sella kalau tubuh boneka nya tak lagi berada di villa Grandhill saat ini.
"Ah.. Sella tunggu Kakak aja deh! Gak lama jan Kak?" Sahut Sella seraya tersenyum manis.
'Duh! Bisa gawat nih kalau Sella terus nungguin aku. Makin gak enak hati kan nantinya aku!' benak Emma merasa kalut.
"Jangan! Mending kamu pulang aja. Siapa tahu Cello lagi nungguin kamu kan, Sell? Kasihan lho saudara kembar mu itu.." Emma membujuk.
"Ah.. benar. Tapi, nanti Kakak cari Sella juga ya di rumah. Semoga Cello ada di kamar pas Sella bangun," ucap Sella perlahan.
Tak ingin berbohong lagi, Emma akhirnya hanya memberikan Sella senyuman lalu menyuruh nya segera pulang
"Sudah! Sella pulang duluan ya! Ada yang mau kakak cari dulu di Pasar ini.." ujar Emma memberitahu.
'Cari koin, maksud nya..' sambung Emma dalam hati.
"Baik, Kak!" Jawab Sella dengan patuh.
Selanjutnya Spirit Sella memeluk Emma sekali. Baru kemudian melakukan gerakan dan merapalkan mantera yang seketika membuat spirit nya kembali ke tubuh boneka nya di dunia nyata.
Triiingg...Sella pun menghilang dari hadapan Emma.
Begitu Sella pergi, Emma langsung melayangkan pandangan nya ke sekitar.
Pasar ghaib ini masih seramai seperti kali pertama ia menjejakkan langkah nya ke dunia ini. Entah dunia apa sebenarnya ini. Tapi sepemahaman Emma, dunia ini sepertinya dihuni oleh para hantu.
"Permisi, maaf Tuan.. saya mau bertanya sesuatu!" Emma menyapa seseorang yang dari belakang nya tampak seperti hantu manusia biasa.
"Ya?" Sahut orang itu seraya berbalik.
Dan Emma sungguh dibuat kesulitan untuk menjerit ketakutan. Lantaran wajah hantu tersebut hanya memiliki satu mulut besar saja tanpa anggota wajah yang lain.
'Maakkk!! Serem amat sih nih hantu! Bisa diulang gak ya kejadian nya?? Masih mending nanya ke yang punya kepala babi sekalian deh kalau kayak gini mah!' keluh Emma yang sekuat tenaga menahan takut.
"Ehem! Jadi begini, Tuan.." ucap Emma mengawali.
Gadis itu berusaha untuk tidak fokus menatap wajah lawan bicara nya.
'Lagipula apa juga yang mau ku lihat? Mata gak ada.. hidung gak ada.. itu cuma ada satu mulut yang gigi nya tajam-tajam warna kehitaman pula! Seram banget sih Maaa!' rutuk Emma tanpa suara.
"Saya ini spirit baru di sini. Mau tanya, gimana ya cara untuk dapat koin emas seperti yang lain?" Tanya Emma to the point.
Ia tak ingin berbincang kama-lama dnegan makhluk halus ini. Yah, walaupun ia sendiri saat ini sudah menjadi makhluk halus pula.
"Oh.. pergi saja ke Toko Misi di ujung jalan. Nanti minta lah misi ke pegawai di sana. Selesaikan misi yang diberikan, maka dengan sendirinya koin itu akan terkumpul di kantong serut mu!" Ujar sang hantu memberitahu.
"Toko misi? Kantung serut? Err.. tapi.."
Emma menengok ke pinggang nya dan ia tak mendapati kantung serut seperti yang dimiliki oleh Sella dan juga hantu di depan nya itu.
"Tapi saya gak punya kantung serut seperti yang Tuan katakan.. dari mana ya saya bisa.."
"Pergi saja ke Toko Misi! Nanti juga kamuakan diberikan kantung serut nya! Begitu saja masa tidak tahu sih!" Jawab sang hantu mulai emosi.
Dan Emma merasa ngeri setiap kali hantu tersebut berbicara. Karena Emma bisa melihat jejak-jejak belatung dan serangga di selipan gigi-gigi nya yang tajam.
'Maaa.. Emma takut..' jerit Emma yang berusaha bersikap berani.
"Oo..jadi begitu. Maaf, Tuan! Saya memang masih baru di sini. Jadi.." ujar Emma menjelaskan posisinya yang masih baru kepada sang hantu.
Namun sang hantu seperti nya tak sabar diajak mengobrol oleh Emma. Tiba-tiba saja mulut si hantu melebar besar dan meneriakkan sebuah kalimat.
"Diamlah! Pergi sana!!" Jerit sang hantu yang marah tak jelas.
Emma pun hanya bisa diam terpaku selama beberapa saat. Karena ia begitu ketakutan saat mulut si hantu membuka lebar tepat di depan wajah nya.
Apalagi lendir kehijauan dari mulut si hantu ikut memuncrati wajah Emma saat hantu tersebut berteriak.
Jadi lah Emma diam mematung saking takut nya.
Setelah tersadar kalau keberadaan nya tak diinginkan, Emma pun buru-buru berlalu pergi tanpa pamit lagi
Sambil pergi menjauh menuju Toko Misi, spirit Emma mengucapkan sumpah serapah nya ke udara kosong.
"Sialan banget sih tuh Hantu! Itu mulut juga gak pernah sikat gigi kali ya?! Segala belatung sama kecoak sampe tinggal di sana! Idihhhh.. ya ampun.. mana bau banget lagi lendir nya ini!" Gerutu Emma sambil membersihkan wajah nya dari sisa-sisa lendir milik hantu tadi.
Beruntung bagi Emma, hantu tadi tak mendengar umpatan nya itu. Jika tidak, besar kemungkinan gadis itu akan menjadi santapan lezat dari sang hantu. hii..
***