
Selesai sarapan, Emma tak bergegas kembali ke kamar. Ia kembali melipir ke kamar para boneka asuh nya untuk menyuapi keduanya dengan bubur yang telah disiapkan oleh Pak Kiman di dapur tadi.
Selesai memberikan sarapan pada Sella dan Cello, Emma mengajak keduanya berjalan-jalan dengan menggunakan stroller. Rencana nya Emma ingin mengelilingi area villa untuk mengetahui kondisi villa ini secara keseluruhan.
Boneka Sella dan Cello masih diam tak bergerak. Emma mulai bisa menyimpulkan kalau keduanya benar-benar tak bisa bergerak di waktu siang.
Meski begitu ada yang mengusik benak Emma terkait para boneka arwah tersebut.
Seperti misalnya, pertanyaan terkait hantu Celia yang sering menjahili Emma.
Atau juga tentang penyebab para boneka bisa tiba-tiba tak bergerak pada waktu tertentu. Seperti Sella yang langsung terdiam saat Emma menanyakan soal muasal dirinya menjadi boneka.
Ataupun Cello yang sempat Emma temukan tergeletak di pertengahan anak tangga.
Ada banyak misteri terkait para boneka arwah tersebut. Dan Emma bertekad untuk mengupas rahasia yang tersimpan di villa ini sebelum masa kerja nya berakhir.
Saat melewati gudang yang juga adalah kamar milik Pak Adda, penjaga halaman villa Grandhill ini, Emma tergoda untuk masuk ke dalam nya. Terutama saat ia melihat pintu nya yang sedikit terbuka saat itu.
'Bukan nya Pak Adda lagi sarapan ya di dalam? Apa ada orang lain masuk ke kamar nya?' Emma sibuk menduga-duga.
Karena penasaran dan khawatir bila ada penyusup yang masuk ke kamar Pak Adda, Emma pun akhirnya tergerak untuk menengok ke dalam gudang.
Dari depan pintu, ia mengintip ke dalam rumah. Dan ternyata apa yang dilihat Emma di dalam gudang tersebut sungguh membuat nya terkejut.
Tak ada siapa pun dalam gudang itu. Hanya saja, Emma melihat berbagai peralatan yang menimbulkan asumsi dan pertanyaan di benak Emma.
Emma lalu terdorong untuk melihat lebih dekat bagian dalam kamar milik Pak Adda tersebut. Sebelum nya Emma sempat menengok ke belakang nya. Khawatir bila ada sosok Pak Adda yang muncul tiba-tiba dan memergoki nya menyusup ke dalam kamar.
Setelah memastikan kalau situasi telah aman, Emma pun masuk ke dalam gudang tersebut.
Dalam gudang yang sekaligus juga adalah kamar milik Pak Adda itu, Emma mendapati banyak peralatan sesajen seperti kendi, mangkok yang berisi air campuran dengan bunga beragam warna dan rupa, juga beberapa potongan ayam bakar hitam yang tergeletak di atas piring.
Emma memandang ngeri pada berbagai tengkorak hewan hutan yang tergantung di dinding kamar tersebut. Ada kepala rusa jantan, kepala beruang, bahkan juga ada kepala singa.
Emma juga mendapati keberadaan tengkorak manusia yang mengintip dari bawah meja yang ditutupi oleh kain hitam. Di mana pada bagian atas meja tersebut juga terdapat stau set sesajen lengkap dengan dupa yang masih terbakar.
"Ya ampun! Ternyata yang suka main sesajen tuh Pak Adda, toh! Gak nyangka banget. Padahal kayak nya orang nya alim gitu. Penampilan memang sering menipu ya!" Gumam Emma dengan suara pelan.
Semakin penasaran dengan apa yang bisa ditemukan nya lagi di kamar itu, Emma pun memberanikan diri nya melihat ke dalam laci-laci meja yang terletak di samping tempat tidur tipe single bed.
Dan Emma kembali tercengang saat ia menemukan sesuatu yang mengingatkan nya pada boneka voodoo seukuran genggaman tangan.
Boneka voodoo adalah boneka yang menjadi medium seseorang untuk mengirimkan sihir/kutukan terhadap orang yang telah ditargetkan.
Biasanya pada boneka voodoo tersebut terdapat bagian tubuh milik manusia yang menjadi target pengiriman sihir.
Bisa sehelai rambut, potongan kuku yang dijahit ke dalam tubuh boneka Voodoo, ataupun foto target yang ditempelkan pada boneka voodoo tersebut.
"Ya ampun! Serem banget sih! Bisa-bisa nya Pak Adda main sihir yang kayak gini!" Imbuh Emma berkomentar.
"Apa yang kau lakukan di kamar ku?!!"
Gadis tersebut langsung didera oleh perasaan takut saat mendapati Pak Adda yang kini telah berdiri di depan pintu rumah nya.
"Pp..pak Adda!" Seru Emma sangat terkejut.
"Apa yang ingin kau curi dari rumah ku ini, bocah tengil! Ayo katakan! Atau aku akan membuat mu menyesal telah menyusup masuk ke rumah orang lain!" Ujar Pak Adda berapi-api.
"Mm.. anu.. itu, Pak! Tadi Emma lihat pintu rumah Bapak terbuka sedikit. Jadi Emma langsung menengok ke dalam sini. Takut ada penyusup beneran yang ingin mencuri barang berharga di rumah Bapak!" Ujar Emma menjelaskan dengan terbata-bata.
Pak Adda nampak tak percaya dengan omongan Emma. Meski begitu lelaki tersebut juga tak menyanggah ucapan Emma.
Setelah beberapa lama menatap tajam Emma dari atas hingga ke bawah dan ke atas lagi, pak Adda pun menuturkan perintah nya dengan sangat lugas kepada Emma.
"Keluar!" Titah Pak Adda sambil membentak Emma.
Emma hampir-hampir akan melompat kaget saat mendengar bentakan dari Pak Adda. Namun ia cepat pulih dan tersadar dengan kondisi yang harus dihadapinya saat itu.
Emma pun bergegas lari keluar rumah dengan langkah yang terbirit-birit. Gadis itu sungguh menyesali nasib sial nya pada pagi hari ini.
"Sial benar sih, nasib ku! Sudah lah bekerja dengan dua boneka hantu, lalu aku harus pula berhadapan dengan satu arwah gentayangan bernama Celia. Ehh, rekan sesama pegawai ku pun sangar-sangar pula!"
Emma kemudian kembali berjalan sambil mendorong stroller yang ditumpangi oleh para boneka. Tujuan nya saat ini adalah area di belakang villa yang menampilkan kolam yang cukup besar.
"Duh, segar nya mata ku! Kalian lihat itu kan, Sells? Indah sekali kan kolam ini?!" Puji Emma sambil menanti persetujuan dari para boneka arwah.
Sayang nya Sella dan Cello masih juga tidur tak bergerak. Jadilah akhirnya Emma terlihat berbicara sendiri dengan para boneka arwah tersebut.
"Menurut kalian, aku dibolehin gak ya untuk nemuin Mama hari minggu nanti?" Tanya Emma kepada boneka Sella dan juga boneka Cello.
Hening..
Jawaban untuk Emma pun disapu oleh angin tak bertuan. Sementara benak nya terus melesat cepat melewati alam sadar nya sendiri.
"Semoga saja bisa ya, Sells! Soal nya kata Dokter Liani, kondisi Mama sedang down saat ini. Aku takut kalau-kalau.."
Emma tak jadi meneruskan kalimat nya.
Terlebih dulu gadis itu menatap ke depan ke dalam kolam.
Beberapa ikan melompat keluar dari dalam kolam. Mereka meninggalkan bercak dan riak air yang seperti tak berkesudahan.
Kemudian, pada suatu waktu Emma merasa seperti mendengar suara dari arah kolam.
Merasa bingung sekaligus juga penasaran, Emma pun memajukan langkah nya ke depan. Tepat menuju kolam ikan.
Emma terlihat seperti sedang dihipnotis oleh sesuatu. Sehingga ia tak sadar kalau ia sudah mulai menceburkan dirinya ke dalam kolam ikan tersebut.
***